0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan39 halaman

Jenis dan Tujuan Terapi Modalitas Jiwa

TERAPI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan39 halaman

Jenis dan Tujuan Terapi Modalitas Jiwa

TERAPI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI

MODALITAS
Terapi utama
dalam
Terapi keperawatan jiwa,
diberikan dalam
modalitas upaya mengubah
perilaku pasien
dari perilaku
maladaptif
menjadi perilaku
adaptif (Keliat,
2014)
Jenis-jenis terapi modalitas

1. Terapi Individual
2. Terapi Lingkungan
3. Terapi Biologis
4. Terapi Kognitif
5. Terapi Keluarga
Pengertian
• Penanganan klien gangguan
Terapi
jiwa dengan pendekatan
Individua hubungan individual antara
l seorang terapis dengan
seorang klien

• Bentuk terapi yaitu menata


Terapi lingkungan agar terjadi
Lingkung perubahan perilaku pada klien
an dari perilaku maladaptive
menjadi perilaku adaptif
Con’t...
• Penerapan terapi biologis
Terapi
atau terapi somatic
Biolog didasarkan pada model
is medical di mana gangguan
jiwa dipandang sebagai
penyakit
Terapi • Strategi memodifikasi
keyakinan dan sikap yang
Kognit mempengaruhi perasaan
if dan perilaku klien
Con’t...
• Terapi yang diberikan kepada
Terapi seluruh anggota keluarga sebagai
Keluarga unit penanganan

Terapi • merupakan terapi yang bertujuan


Aktivitas mengubah perilaku klien dengan
Kelompo memanfaatkan dinamika kelompok
k
TERAPI AKTIVITAS
KELOMPOK
(TAK)

By. Nuria Muliani


Definisi
Kelompok adalah kumpulan
individu yang mempunyai
hubungan satu dengan yang
lain, saling ketergantungan
serta mempunyai norma yang
sama (Stuart & Laraia, 2015).
TUJUAN KELOMPOK
Membantu anggotanya
berhubungan dengan orang
lain serta mengubah perilaku
yang destruktif dan
maladaptive (Keliat, B.A.,
2014)
FUNGSI KELOMPOK

• Setiap anggota kelompok dapat


bertukar pengalaman

• Saling membantu satu sama


lain

• Merupakan proses menerima


umpan balik dan penyelesaian
masalah
KOMPONEN KELOMPOK
1. Struktur kelompok
2. Besar Kelompok
3. Lamanya sesi
4. Komunikasi
5. Peran Kelompok
6. Kekuatan kelompok
7. Norma kelompok
8. Kekohesifan
1. Struktur kelompok
• Struktur akan menjaga stabilitas
kelompok dan membantu pengaturan
pola perilaku dan interaksi
• Struktur ini akan diatur oleh pemimpin
dan anggota kelompok
• Komunikasi akan dipandu oleh pemimpin,
sementara keputusan diambil secara
bersama dengan anggota kelompok
2. Besar Kelompok
• Jumlah yang ideal untuk kelompok kecil adalah 5- 12
orang
• Keuntungan bila jumlah anggota kelompok tidak
terlalu besar yaitu seluruh anggota kelompok
mendapat kesempatan untuk mengungkapkan
pendapat, pengalaman dan perasaannya
• Akan tetapi bila jumlahnya sangat sedikit hal itu juga
menyebabkan tidak variatifnya informasi dan
interaksi yang terjadi didalam kelompok.
3. Lamanya sesi
• Waktu yang efektif untuk satu sesi adalah
20 – 40 menit bagi fungsi kelompok
rendah dan 60 – 120 menit bagi fungsi
kelompok yang tinggi
• Satu sesi terdiri dari tahap orientasi,
tahap kerja dan tahap terminasi.
Banyaknya sesi tergantung dari tujuan
kelompok dan dapat direncanakan sesuai
dengan kebutuhan.
4. Komunikasi
Elemen yang harus diamati, menurut Stuart
& Laraia (2001), yaitu
komunikasi setiap anggota kelompok
setting duduk
tema yang diekspresikan
frekuensi komunikasi
kemampuan anggota
proses penyelesaian masalah.
5. Peran Kelompok
Maintenance roles, yaitu peran serta aktif dalam
proses kelompok dan fungsi kelompok yang meliputi
pendorong, penyelaras, pemusyawarah, penjaga,
pengikut, pembuat peraturan dan penyelesai
masalah.
Task roles, yaitu focus pada penyelesaian tugas yang
meliputi pemimpin, penanya, fasilitator, penyimpul,
evaluator dan pemberi inisiatif.
Individual roles, yaitu orientasi pada diri sendiri dan
distraksi pada kelompok yang meliputi korban,
monopoli, seducer, diam, tukang komplain, negative
dan moralis.
6. Kekuatan kelompok
Kemampuan anggota kelompok
dalam mempengaruhi jalannya
kegiatan kelompok
Sapat dikaji siapa yang paling banyak
mendengar dan siapa yang membuat
keputusan dikelompok sehingga dapat
ditetapkan kekuatan suatu kelompok.
7. Norma kelompok
Suatu standar perilaku didalam kelompok
yang diharapkan timbul dalam perilaku
anggota kelompok pada masa yang akan
datang berdasarkan pengalaman masa lalu
dan saat ini
Pemahaman terhadap norma mempengaruhi
komunikasi dan interaksi dalam kelompok
Kesesuaian perilaku dengan norma akan
diterima sedangkan ketidaksesuaian akan
ditolak oleh anggota kelompok.
8. Kekohesifan
Kekuatan anggota kelompok dalam
bekerja sama untuk mencapai tujuan
Ketertarikan dan kepuasan terhadap
kelompok akan membuat anggota
mempertahankan kelompoknya
Untuk itu seorang pemimpin harus
jeli menganalisa hal hal yang dapat
memperkuat kekohesifan kelompok.
JENIS-JENIS TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK
(TAK)

• TAK STIMULASI SENSORI


• TAK ORIENTASI REALITAS
• TAK SOSIALISASI
• TAK STIMULASI PERSEPSI
TAK STIMULASI SENSORI
• Aktivitas digunakan untuk memberikan stimulasi
pada sensoris klien. Kemudian diobservasi reaksi
sensori klien berupa ekspresi emosi/perasaan
melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah (respon non-
verbal). Biasanya klien yang tidak mau berkomunikasi
secara verbal akan terangsang sensoris emosi dan
perasaannya melalui aktifitas tertentu
• Aktivitas berupa :
[Link] Stimulasi sensori suara: Mendengar musik
[Link] Stimulasi sensori menggambar
[Link] Stimulasi sensori menonton TV/Video
TAK ORIENTASI REALITAS
• Klien diorientasikan pada kenyataan yang ada
disekitar klien yaitu diri sendiri, orang lain yang ada
disekeliling klien atau orang yang dekat dengan klien,
lingkungan yang pernah mempunyai hubungan
dengan klien dan waktu saat ini dan masa yang lalu.
• Aktivitas berupa :
Sessi I : Pengenalan orang
Sessi II : Pengenalan tempat
Sessi III : Pengenalan waktu
TAK SOSIALISASI
• Klien dibantu untuk melakukan sosialisasi
dengan individu yang ada disekitar klien.
Sosialisasi dapat pula dilakukan secara
bertahap dari interpersonal, kelompok dan
massa.
Lanjutan…….
• Aktifitas yang diberikan:
1) Menyebutkan jati diri
2) Mengenali jati diri anggota kelompok
3) Bercakap-cakap dengan anggota kelompok
4) Menyampaikan dan membicarakan topik
percakapan
5) Menyampaikan dan membicarakan masalah
pribadi dengan orang lain
6) Bekerja sama dalam permainan sosialisasi
kelompok
7) Menyampaikan pendapat tentang manfaat
kegiatan TAKS yang telah dilakukan
TAK STIMULASI PERSEPSI
• Klien dilatih untuk mempersepsikan
stimulus yang disediakan atau stimulus
yang pernah dialami
• Kemampuan persepsi klien dievaluasi
dan ditingkatkan pada tiap sessi
• Dalam proses ini diharapkan respon klien
terhadap berbagai stimulus dalam
kehidupan menjadi adaptif
Aktifitas yang diberikan
• Aktivitas mempersepsikan stimulus nyata
sehari-hari
a. Tak stimulasi persepsi : Menonton TV
b. Tak stimulasi persepsi : Membaca
majalah/ koran/ artikel
c. Tak stimulasi persepsi : Gambar
Lanjutan……
• Aktivitas mempersepsikan stimulus nyata dan
respon yang dialami dalam kehidupan
[Link] stimulasi persepsi : Mengenal perilaku
kekerasan yang biasa dilakukan
b. Tak stimulasi persepsi : Mencegah perilaku
kekerasan melalui kegiatan fisik
c. Tak stimulasi persepsi : Mencegah perilaku
kekerasan melalui interaksi asertif
d. Tak stimulasi persepsi : Mencegah perilaku
kekerasan melalui kepatuhan minum obat
e. Tak stimulasi persepsi : Mencegah perilaku
kekerasan melalui kegiatan ibadah
Lanjutan…..
• Aktivitas mempersepsikan stimulus tidak nyata dan
respon yang dialami dalam kehidupan.
• Aktivitas yang diberikan :
a. Tak stimulasi persepsi : Mengenal halusinasi
b. Tak stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan menghardik
c. Tak stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan menyusun jadwal kegiatan
d. Tak stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan bercakap-cakap
e. Tak stimulasi persepsi : Mengontrol halusinasi
dengan minum obat yang benar
Lanjutan…..
• Aktivitas mempersepsikan stimulus nyata
yang menyebabkan harga diri rendah
• Aktivitas yang diberikan :
a. Tak stimulasi persepsi : Identifikasi hal
positif pada diri
b. Tak stimulasi persepsi : Melatih positif
pada diri
PENGORGANISASIAN KELOMPOK

• Pimpinan Kelompok (Leader)


• Co Leader
• Fasilitator
• Observer
Pimpinan Kelompok (Leader)
Tugasnya :
• Menyusun rencana aktifitas kelompok
(proposal)
• Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan
• Memfasilitasi setiap anggota untuk
mengekspresikan perasaan, mengajukan
pendapat dan memberikan umpan balik
• Sebagai “role model”
• Memotivasi setiap anggota untuk
mengemukakan pendapat dan memberikan
umpan balik.
Co Leader

• Tugasnya : Membantu leader dalam


mengorganisir anggota kelompok
Fasilitator
• Membantu leader memfasilitasi
anggota untuk berperan aktif dan
memotivasi anggota
• Memfokuskan kegiatan
• Membantu mengkoordinasi anggota
kelompok
Observer
• Mengobservasi semua respon klien
• Mencatat semua proses yang terjadi
dan semua perubahan perilaku klien
• Memberikan umpan balik pada
kelompok
PROGRAM ANTISIPASI MASALAH DALAM TAK

Masalah yang mungkin timbul dalam TAK


antara lain :
• Adanya Sub Kelompok
• Keterbukaan yang kurang
• Resistensi baik individu atau kelompok
• Adanya anggota kelompok yang DO
• Penambahan anggota baru
Lanjutan…..
• Cara mengatasi masalah ini tergantung pada
jenis kelompok terapis, kontrak dan kerangka
teori yang mendasari terapi aktifitas tersebut.
• Program antisipasi masalah merupakan
intervensi keperawatan yang dilakukan untuk
mengantisipasi keadaan yang bersifat
emergensi dalam terapi yang dapat
mempengaruhi proses pelaksanaan TAK.
• Misal : Klien meninggalkan permainan
• Intervensi : Panggil nama klien, Tanyakan
mengapa meninggalkan tempat dan beri
penjelasan
PROPOSAL TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK (CONTOH):

A. Pendahuluan
 Topik
 Latar Belakang
 Tujuan
 Klien
 Pengorganisasian
 Antisipasi masalah
 Langkah kegiatan
 Evaluasi dan dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai