0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Panduan Homecare untuk Diabetes Melitus

Diunggah oleh

ramadaniutari6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Panduan Homecare untuk Diabetes Melitus

Diunggah oleh

ramadaniutari6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Homecare

Kasus diabetes
Nama:Utari ramadani
Nim:22130038
Tujuan
Agar mahasiswa mampu melakukan
tugas homecare pada kasus diabetes
Pengertian Diabetes
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai
dengan kadar gula dalam darah atau glukosa melampaui
ambang batas normal.
Penyakit yang sering disebut dengan kencing manis atau
penyakit gula ini terjadi akibat organ pankreas tidak
mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup.
Padahal, hormoin insulin berfungsi mengubah gula darah ke
dalam sel-sel tubuh untuk dijadikan energi.
Ada beberapa jenis diabetes melitus:
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun. Kondisi ini
terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang
dan menghancurkan sel-sel di pankreas, tempat hormon
insulin dibuat.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh menjadi resisten
terhadap hormon insulin sehingga kadar glukosa
menumpuk di dalam darah.
Pradiabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi
dari batas normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk bisa
diagnosis menjadi kondisi diabetes tipe 2.
Diabetes gestasional adalah kondisi gula darah tinggi
selama kehamilan. Saat hamil, plasenta memproduksi
hormon penghambat insulin yang menyebabkan gula
darah naik pada ibu hamil.
Penyebab Diabetes
Penyebabnya bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya.
Penyebab Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 disebabkan oleh proses autoimun dimana
sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas yang
memproduksi hormon insulin.
Tidak ada penyebab pasti dari terjadinya proses autoimun
pada diabetes tipe 1, namun peneliti percaya bahwa hal
tersebut disebabkan oleh sensitivitas genetik dan faktor
lingkungan seperti infeksi virus.
Penyebab Diabetes Tipe 2
Meskipun tidak ada penyebab paling absolut, diabetes tipe
2 dipercaya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
kelebihan berat badan (obesitas), usia yang bertambah,
riwayat keluarga, etnis.
Selain faktor-faktor tersebut, diabetes tipe 2 juga bisa
disebabkan karena adanya kerentanan genetik dan faktor
lingkungan.
Penyebab Diabetes Gestasional
Penyebab dari diabetes gestasional yang diderita ibu hamil
ini adalah tingginya kadar gula darah saat masa kehamilan
(hiperglikemia).
Gejala Diabetes
Diabetes mempunyai gejala yang berbeda-beda tergantung
dari tipe dari penyakit tersebut.
Gejala Diabetes Tipe 1
Berikut merupakan gejala-gejala diabetes tipe 1:
Rasa haus berlebih
Sering buang air kecil dan atau sering mengompol
Tidak berenergi atau selalu merasa lelah
Rasa lapar yang terus menerus datang
Turunnya berat badan secara tiba-tiba
Pandangan menjadi rabun
Tingginya kadar keton dalam tubuh (ketoasidosis diabetik)
Gejala Diabetes Tipe 2
Yang satu ini mirip dengan sebelumnya seperti haus
berlebihan, lapar terus menerus, sering buang air kecil, dan
lain-lain. Yang membedakan adalah gejala diabetes tipe 2
tidak separah gejala tipe 1 bahkan hingga tanpa gejala.
Faktor penyebab terkena diabetes
Seorang semakin lebih beresiko terserang diabetes tipe 1
bila mempunyai faktor resiko berikut ini:
Berumur 4-7 tahun atau 10-14 tahun
Mempunyai keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
Terserang penyakit yang disebabkan karena infeksi virus
Terserang penyakit autoimun, seperti penyakit Grave,
penyakit Hashimoto, dan penyakit Addison
Mengalami cidera pada pankreas karena infeksi, tumor,
cidera, kecelakaan, atau efek samping setelah operasi
besar
Dalam pada itu, diabetes tipe 2 lebih beresiko terjadi pada
seorang dengan beberapa faktor berikut ini:
Berumur lebih dari 45 tahun
Mempunyai keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
Jarang-jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga
Mempunyai berat tubuh berlebihan atau kegemukan
Menderita prediabetes
Menderita kolesterol tinggi
Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
Khusus pada wanita dan ibu hamil yang menderita diabetes
gestasional lebih mudah alami diabetes tipe 2. Disamping itu,
wanita yang mempunyai riwayat penyakit polycystic ovarian
syndrome (PCOS) lebih gampang alami diabetes tipe 2.
Pengobatan diabetes
berikut beberapa pilihan obat penyakit gula:
1. Suntik insulin
Ketika Anda mengalami diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh
akan menyerang sel yang memproduksi insulin sehingga kadar
insulin yang dihasilkan tubuh berkurang. Maka dari itu, dokter
biasanya akan meresepkan suntikan insulin.
Beberapa jenis insulin yang mungkin diberikan, antara lain:
Insulin aksi cepat: bekerja cepat untuk menurunkan gula darah.
Insulin aksi lambat: kebalikan dari aksi cepat, insulin ini bekerja
perlahan-lahan dalam menurunkan kadar gula darah.
Insulin aksi intermediate: meskipun lama waktu penyuntikkan
insulin jenis ini relatif panjang, insulin aksi intermediate biasanya
dikombinasikan dengan aksi yang lebih cepat, sehingga mampu
2. Obat-obatan
Orang yang mengalami penyakit kencing manis umumnya
tidak mampu menggunakan insulin yang ada sebagaimana
mestinya.
Tak semua orang dengan penyakit gula memerlukan obat.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin hanya meminta
pasien untuk mengubah gaya hidupnya agar menjadi lebih
sehat, seperti rutin berolahraga dan menjalani diet khusus.
Nah, ketika kedua cara tersebut tidak cukup, barulah
dokter akan meresepkan sejumlah obat diabetes
melitus untuk membantu menurunkan gula darah.
Beberapa obat diabetes melitus yang sering
diresepkan dokter adalah:
Metformin
Pioglitazone
Obat golongan sulfonilurea
Agonis
Repaglinide
Acarbose
Sitagliptin
Nateglinide
3. Menjalani pola hidup sehat
Jika Anda mengalami diabetes tipe 2, pengobatan utama
yang biasanya dianjurkan dokter adalah mengubah pola
hidup. Perubahan gaya hidup ini biasanya meliputi pola
makan sehat dan olahraga secara teratur. Pola makan yang
diterapkan juga bisa berupa memilih makanan yang
rendah gula.
Pengobatan rumahan
Apa saja yang bisa saya untuk mengendalikan
diabetes?
Selama menjalani pengobatan, dokter biasanya akan
meminta Anda untuk lebih banyak mengonsumsi makanan
bergizi, rendah lemak, dan kalori untuk mengontrol kadar
gula darah.
Begitu pun dengan melakukan olahraga teratur guna
mencapai berat badan ideal.
Berikut panduan pola hidup sehat untuk diabetes melitus:
Mengonsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah,
kentang panggang, oatmeal, biji-bijian utuh, dan makanan
lain, seperti kacang-kacangan, ikan, dan daging rendah
lemak.
Mengganti gula Anda dengan pemanis rendah kalori dan
mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin
dalam tubuh.
Memperbanyak konsumsi sayur-sayuran hijau, seperti brokoli
dan bayam dan buah-buahan yang bisa diolah menjadi jus
tanpa gula.
Melakukan olahraga ringan yang cocok untuk pasien diabetes,
seperti berjalan, berenang, bersepeda di dekat rumah Anda.
Berolahraga minimal tiga kali seminggu selama sekitar 30-45
menit atau 5-10 menit di awal untuk kemudian menambah
intensitas olahraga secara bertahap.
Tes gula darah Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga.
Pastikan Anda gula darah tidak lebih rendah dari 70 mg/dL.
Melalukan beberapa aktivitas lain agar tetap aktif bergerak,
contohnya membersihkan rumah dan berkebun.
Rajin cek dan mencatat kadar gula darah Anda setiap
hari. Kadar gula darah pasien diabetes melitus harus dipantau
secara rutin, yaitu sebelum dan setelah makan serta
menjelang tidur.
Pencegahan
Bagaimana cara mencegah diabetes melitus?
Penyakit diabetes tipe 1 sangat sulit untuk dicegah
karena berhubungan erat dengan faktor genetik dan
kondisi autoimun. Namun, untungnya diabetes tipe 2
masih dapat dicegah.
Cara mencegah penyakit kencing manis bisa
dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat
seperti:
1. Miliki berat badan ideal
Obesitas adalah salah satu faktor risiko utama dari
diabetes tipe 2. Menjalani diet (pola makan) rendah
kalori dan lemak sangat dianjurkan sebagai cara
terbaik untuk mencegah diabetes.
3. Mengurangi konsumsi gula
Untuk menjaga kadar gula darah normal, Anda harus
membatasi konsumsi gula, tapi bukan berarti Anda
jadi antigula. Anda bisa mengganti gula pasir
dengan pemanis rendah gula dan mengontrol
asupan kalori sehari-hari.
4. Aktif berolahraga
Usahakan berolahraga minimal 30 menit sehari 3-5
kali seminggu untuk memaksimalkan pencapaian
target berat badan ideal.
Percakapan dengan pasien
Nama:leni
Umur:25 tahun

Saya:assalamualikum kak
Pasien:iya walaikum salam
Saya:sebelumnya perkenalkan saya utari
ramadani,mahasiswa dari universitas kader bangsa ,di sini
saya ingin meminta izin untuk melakukan tugas homecare
apakah boleh?
Pasien:Iya boleh
Saya:baik kalo boleh tau kakak nya terkena diabetes itu
sudah berapa lam ya kak
Pasien:sudah 3 tahun yang liwat
Saya:selama kakaknya terkena diabetes mengkonsumsi obat apa
ya kak
Pasien:metformin
Saya:kalo kakak mengizinkan saya ingin menjelaskan tentang
obat mitformin tersebut
Pasien:iya boleh
Saya:jadi kak
Metformin adalah obat untuk mengendalikan kadar gula
darah pada penderita diabetes tipe 2. Jika kadar gula
darah stabil pada batas normal, risiko terjadinya
komplikasi akibat diabetes, seperti stroke dan penyakit
jantung, bisa ditekan.
Metformin bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas hormon
insulin, mengurangi pembentukan gula darah di dalam hati, dan
menurunkan penyerapan gula di dalam usus. Cara kerja ini akan
membantu menurunkan kadar gula di dalam darah.
Saya:Iya benar kak ,lebih jelasnya kayak gini kak Dosis awal
500–850 mg, 1–3 kali sehari, dapat ditingkatkan secara
bertahap. Dosis maksimal 2.550–3.000 mg per hari, dibagi
dalam 3 kali minum.
Saya:kalo kakanya sering mengkonsumsi mitformin ini efek
sampingnya giman ya kak?
Pasien:saya Sering Mual atau muntah
Sakit maag
Diare
Lelah atau lemas
Rasa logam di mulut
Kadar gula darah rendah
Saya:iya kak ,itu kan merupakan efek samping dari
obatnya,jadi kan kak diabtes ini banyak sekali yang
gak boleh di makan atau di kinum seperti yang
manis² kayak gitu gak boleh kak ,dan apakah
kakanya tidak lagi makan atau minum yang bisa
menyebabkan diabtes
Pasien:iya saya tidak pernah lagi
Saya:iya kak sebaiknya di hindari ya kak,baimlah
mungkin itu saja ya kak edukasi dari saya saya
ucapkan terimakasih ya kak
Pasien:iya sama sama
Thanks
you!

Anda mungkin juga menyukai