PERENCANAAN
PENGEMBANGAN PRODUK
Manajemen Operasi-3
PRODUK BARANG
KARAKTERISTIK BARANG :
1. Berwujud, memiliki sifat fisik tertentu
2. Dapat disimpan
3. Proses produksinya banyak menggunakan mesin
4. Proses produksi dan konsumsi tidak berlangsung
dalam waktu yang sama
5. Kontak dengan konsumen rendah
6. Kualitas produk objektif, karena ada ukuran-
ukurannya
7. Atribut, seperti harga, kemasan, dll,lebih jelas.
8. Pasar lebih mudah diperluas (lebih luas)
PRODUK JASA
KARAKTERISTIK JASA :
Tidak berwujud, dan tidak memiliki sifat fisik
1. Tidak dapat disimpan (basi)
2. Proses produksinya lebih banyak menggunakan
faktor manusia
3. Proses produksi dan konsumsi berlangsung di
waktu yang sama
4. Kontak dengan konsumen/pengguna jasa tinggi
5. Kualitas produk bersifat subjektif, diantara
pengguna jasa
6. Atribut produk seringkali tidak jelas.
7. Pasar sulit diperluas (lebih bersifat lokal)-
segmented
PERTANYAAN DALAM MANAJEMEN
OPERASI ???????
1. Produk apa yang akan
diproduksi / dihasilkan ?
[Link] tahap apa pengembangan
produk sebaiknya dilakukan?
[Link] yang harus diproduksi ?
..
GAGASAN PENGEMBANGAN PRODUK ?
1. Sumber Internal
• Bagian penelitian dan pengembangan, yang
memang memiliki tugas mengembangan produk dan
melakukan inovasi untuk menghasilkan ide-ide
produk (barang dan atau jasa) baru
• Konsultan pemasaran yang bekerja untuk
perusahaan. Perusahaan juga dapat menyewa
konsultan untuk mendapatkan masukan mengenai
ide-ide baru berkaitan dengan produk yang akan
diproduksi
•Tenaga penjual. Seperti diketahui bahwa tenaga
penjualah yang selama ini berhubungan langsung
dengan konsumen, sehinga dari merekalah
diharapkan ada masukan mengenai keinginan-
keinginan konsumen terhadap produk perusahaan.
Keinginan konsumen itulah yang akan dijadikan
dasar bagi pengembangan produk baru perusahaan.
•Peran aktif dari seluruh pihak yang
ada dalam perusahaan. Setiap bagian dari
perusahaan seharusnya dapat memiliki
peran dalam upaya mendapatkan ide dan
masukan mengenai produk yang akan
dihasilkan oleh perusahaan.
[Link] eksternal
•Kecenderungan pasar. Dalam upaya
menghasilkan dan mengembangkan
produk yang telah ada, perusahaan yang
bijaksana seharusnya juga memperhatikan
kecenderungan pasar yang sedang terjadi,
karena itu peluang
Sumber ide : Kompetitor (meniru),
Masukan dari pelanggan, atau hasil
peramalan
• Produk yang dikeluarkan oleh
pesaing.
Mencontoh produk pesaing adalah
aktivitas pengembangan produk yang
paling mudah dilakukan, perusahaan
tidak perlu bekerja keras mengumpulkan
dan memilih ide, perusahaan tinggal
mencontoh produk pesaing yang ada.
Meskipun tindkan ini paling mudah
dilakukan, namun perlu diwaspadai akan
dampak negatif dari tindakan ini, yakni
vonis pembajakan atau turunnya nilai
perusahaan.
• Masukan / komplain dari pelanggan.
Seringkali dalam kemasan produk,
perusahaan mencantumkan nomor
pengaduan konsumen (Customer service
mendengar langsung bagaimana respon
konsumen terhadap produk yang
dihasilkan dan dikonsumsi konsumen,
serta apa masukan konsumen akan hal
tersebut.
•Hasil Peramalan.
Mendapatkan ide dari peramalan
merupakan upaya lain dari perusahaan
dengan memanfaatkan data masa lalu
yang dimiliki perusahaan. Meskipun
hasilnya sangat relatif dan dipengaruhi
oleh ketersediaan dan dan metode
peramalan yang digunakan, namun cara
ini cukup membantu perusahaan.
ALTERNATIF PENGEMBANGAN PRODUK
[Link] produk yang benar-
benar baru
Mengembangkan produk yang benar-
benar baru memang merupakan alternatif
yang paling sulit dilakukan, mengingat saat
ini hampir semua kebutuhan manusia telah
tersedia produknya di pasaran. Coba
renungkan, adakah kebutuhan kita sehari-
hari yang tidak dapat dipenuhi oleh deretan
produk di pasaran ? Rasanya sangat sulit
menemukannya, karena semua kebutuhan
kita, sudah ada alat pemuasnya di pasaran,
tinggal kita mampu mendapatkannya atau
tidak.
[Link] produk yang telah ada
( Diversifikasi Produk )
[Link] konsentrik (memiliki
kegunaan yg sama)
• masih ada hubungan teknologi dan
kegunaan.
• Sebagai contoh, Perusahaan mobil yang
juga memproduksi sepeda motor
(Suzuki, Honda, dll) .
• Mobil dan motor secara umum memiliki
teknologi yang relatif sama (otomotif),
namun keduanya masih memiliki
kegunaan yang sama, yakni sebagai alat
transportasi.
[Link] horizontal (memiliki
kegunaan yg berbeda)
masih ada hub. Teknologi meskipun
kegunaannya berbeda.
Contoh Mitsubishi yang menghasilkan
produk mobil, tapi juga memproduksi
pendingin udara (AC), dimana keduanya
memilki kegunaan yang berbeda.
c. Diversifikasi konglomerat ( karakteristik yg
berbeda jauh)
• tidak ada hubungan apapun dengan produk
lama,
• artinya antara produk yang satu dan produk
baru berikutnya tidak memiliki keterkaitan
baik secara teknologi maupun secara
kegunaan.
• Contoh : kelompok usaha “INDO”.
Indocement, bergerak di bidang produksi
semen.
• Indomobil, bergerak di bidang industri
otomotif.
• Indomart, dibidang ritel, dan “indo’-‘Indo’
yang lain.
• Intinya, antara satu ‘Indo’ dengan ‘Indo’
yang lain, produknya memiliki
karakteristik yang sangat jauh berbeda.
[Link] produk yang sudah
ada
a. Perbaikan produk lama
• Perbaikan ini dilakukan untuk
menyempurnakan fungsi produk yang
sdh ada.
• Contoh, perusahaan memperbaiki
kemampuan menangkap sinyal dari
sebuah handphone yang sebelumnya
sinyalnya kurang kuat.
b. Efisiensi produk lama.
• Efisiensi dilakukan disamping untuk
mengefisienkan biaya produksi sehingga
harganya menjadi lebih murah, namun
juga agar konsumen tetap mampu
Sebagai contoh perusahaan
mengeluarkan produk dengan
kemasan yang lebih kecil
[Link] manfaat produk
lama.
• Penambahan manfaat untuk lebih bisa
memenuhi keinginan dan kebutuhan
konsumen yang semakin bertambah.
• Sebagai contoh, perusahaan
melengkapi produk handphone-nya
dengan berbagai fitur tambahan,
seperti fasilitas kamera, pemutar
musik, dll.
d. Pelengkap produk lama.
• Mencipakan produk baru untuk
melengkapi produk yang telah ada juga
dilakukan untuk lebih bisa memuaskan
konsumen,
• seperti penciptaan asesoris tambahan
produk otomotif maupun handphone.
• [Link] produk lokal yang
belum ada
• juga dapat menjadi sebuah alternatif,
khususnya bagi produk-produk (seperti obat-
obatan, onderdil mobil, dsb) yang selama ini
hanya didatangkan dari luar negeri.
• 5. Meniru produk yang sudah ada di
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN
PRODUK BARU
1. Identifikasi produk yang telah ada ( produk lama )
2. Mencari dan menggali ide-ide tentang produk baru
3. Menyaring ide-ide yang ada
4. Menganalisis masing-masing ide yang telah
tersaring
5. Menentukan ide yang paling mungkin
dikembangkan
6. Melaksanakan pengembangan ide produk baru
tersebut
7. Membuat sampel dan menguji produk baru
8. Menguji produk baru di pasar ( Tes pemasaran )
9. Memproduksi dan memasarkan produk baru
tersebut dalam arti yang sesungguhnya
10. Melakukan pelayanan purna jual
Konsep Daur Hidup Produk Dalam
Pengembangan Produk Baru
Volume
Penjuala
n
Dewasa
Penurunan
Pertumbuh
an
Perkenala
n
Wakt
u
Pada tahap apa pengembangan produk
sebaiknya dilakukan?
Secara umum, pengembangan produk dapat
dilakukan pada semua tahap.
Pengembangan produk baru dapat juga dilakukan
ketika sebuah produk lama masih dalam tahap
perkenalan, apabila saat itu produk tersebut sudah
mulai mendapat serangan dari pesaing , sehingga
perlu dibantu oleh produk baru perusahaan untuk
menghadapi pesaing tersebut.
Pengembangan produk baru juga dapat dilakukan
saat produk lama mulai memasuki tahap
pertumbuhan, dengan maksud untuk mendukung
produk yang telah ada (meski ada sisi negatifnya
juga).
Pengembangan produk baru menjadi lazim dilakukan
saat produk lama mulai memasuki tahap kedewasaan
dan mengalami kejenuhan, sebelum produk benar-
benar dilupakan konsumen, Pengembangan produk
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan
kegagalan perencanaan produk baru
diantaranya
• Identifikasi :masalah produk lama yang
kurang tepat
•·Kurangnya ide-ide yang masuk
•·Pemilihan ide yang kurang tepat
• Kekurangan-kekurangan dalam produk tsb
• Pengenalan produk baru yang kurang efektif
• Biaya pengembangan yang lebih tinggi dari
yang diperkirakan
•·Adanya reaksi pesaing
•Waktu peluncuran yang tidak tepat
•Pelayanan purna jual yang kurang baik
Reliabilitas (Kehandalan) dalam
pengembangan
produk baru
Produk yang diciptakan haruslah :
1. Memiliki perkiraan umur atau lama
penggunaan yang baik, semakin lama umur
produk dan semakin lama produk tersebut
dapat digunakan sesuai fungsinya, semakin
handal-lah produk tersebu
2. Mampu berfungsi untuk penggunaan
normal, apalagi penggunaan ekstrim.
• Sebagai contoh, sepatu yang digunakan
oleh seorang eksekutif tentunya lebih awet
karena mereka naik mobil, namun jika
sepatu yang sama
digunakan oleh pekerja biasa yang harus
naik turun ganti kendaraan dan berjalan
cukup jauh, namun tetap awet, maka
sepatu tersebut berarti handal.
3. Tidak terlalu tergantung dengan
komponen- komponen kritikal.
• Sebagai contoh, sebuah handphone yang
antenenya patah, namun tetap bisa
menerima telephone dengan baik, berarti
produk tersebut handal.
4. Ketergantungan pada kerusakan salah
satu bagian kecil
5. Seberapa komponen yang rusak dapat
diperbaiki, semakin cepat semakin baik
6. Mudah perawatannya
• Salah satu cara untuk memperkirakan
waktu atau umur penggunaan produk, yakni
dengan spesifikasi produk MTBF = Mean
Time Between Failures.
Perencanaan dan Perancangan Jasa ?
• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam
perancangan jasa adalah :
1. Lini pelayanan yang akan diberikan, maksudnya
jasa-jasa pelayanan apa yang akan ditawarkan ?
Sebagai contoh sebuah tempat potong rambut,
pelayanan apa saja yang akan ditawarkan ?
Sekedar potong rambut atau ada pelayanan yang
lain ?
2. Ketersediaan pelayanan, kapan jasa akan dan
harus tersedia, dimana lokasi jasa akan diberikan ?
3. Tingkat pelayanan, ada ‘trade off’ antara biaya
penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya
konsumen menunggu. Semakin banyak pelayanan
dan kepuasan yang akan diberikan, semakin
membutuhkan investasi dan biaya yang
dibutuhkan.
• 4. Garis tunggu dan kapasitas pelayanan, (lihat
Berapa yang harus
diproduksi ?
Untuk menjawab pertanyaan
terkahir ini, beberapa pendekatan
yang dapat digunakan antara lain
adalah :
a. Menggunakan pendekatan
mikroekonomi
b. Dengan menggunakan pendekatan
BEP
LATIHAN SOAL
1. Misalkan sebuah perusahaan
diperkirakan beroperasi dengan
fungsi biaya totalnya TC = Q2 –
4Q + 40, dan apabila harga jual
produk adalah Rp 10,-, berapa
produksi optimalnya dan BEP-
nya ?
Jawab :
a. Menggunakan pendekatan
mikroekonomi
Laba = TR – TC,
dimana TR = P.Q = 10.Q
= 10Q – (Q2 – 4Q + 40 )
= 10Q - Q2 + 4Q – 40
= 14Q - Q2 – 40
Agar laba optimal , mak turunan fs. Tersebut harus
bernilai 0, shg.
dlaba / dQ = 14 – 2Q = 0
- 2Q = - 14 jadi Q = 7 unit
BEP = T R = TC
10Q = Q2 – 4Q + 40
= Q2 – 1 4Q + 40
= (Q-4)(Q-10)=0
Q=4 Q = 10
• Dengan rumus ABC diperoleh bahwa
produk yang harus dihasilkan adalah,
• Q1 = 4 unit dan untuk Q2 = 10 unit.
Soal :
• b. Dengan menggunakan
pendekatan
BEP
DI dalam sebuah Perusahaan, diketahui :
• A. Biaya tetapnya ( FC ) : Rp 300.000,-
• B. Biaya variabel ( V ) : Rp 40,- / unit
• Harga jual ( P ) : RP 100,- / unit
• Kapasitas produksi maksimal : 10.000 unit
• Keterangan :
• FC : Biaya tetap
• S : Volume penjualan dalam
rupiah
• V : Biaya variabel per unit
• P : Harga Jual per unit
• TVC : Total biaya variabel
•
• Hitunglah :
• A. BEP dalam unit
FC Rp 300.000,-
• BEP =----------= ---------------------= 5.000 unit
P–V Rp 100 – R p 40
• B. BEP dalam rupiah
FC Rp 300.000,-
• BEP =--- -------------= -----------------------------------
1 – ( TVC/S ) 1 – ( Rp 400.000 / Rp 1.000.000
)
• = Rp 500.000,-