PROGRAM P2K3
PANITIA PEMBINA
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA
(P2K3)
DASAR HUKUM
1. Pasal 10, Undang-undang No. 1 tahun
1970
2. U.U Uap tahun1930.
3. Per. Menaker No. 04/Men/1987
4. Per. Menaker No. 02/Men/1992
5. Per. Menaker No. 04/Men/1995
6. Per. Menaker No. 05/Men/1996
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 10
P2K3
( PANTIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
Fungsi
Wadah kerjasama peningkatan
bidang K3 antara :
- Pihak perusahaan (managemen)
- Pihak pekerja
Susunan
Diatur dan tetapkan oleh Menteri
Peraturan pelaksana Permen No.
04/Men/1987
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].04/MEN/1987.
Psl 2 (a):Tempat kerja dimana Pengusaha atau
Pengurus mempekerjakan TK 100 orang lebih.
( b).Tempat kerja dimana Pengusaha atau Pengurus
mempekerjakan TK kurang dari 100 orang,akan tetapi
menggunakan bahan,proses dan instalasi yang
mempunyai resiko yang besar akan terjadinya
peledakan,kebakaran,keracunan dan penyinaran
radioaktif.:
Psl 3 (1):Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha
dan pekerja yang susunanya terdiri dari Ketua,
Sekretaris dan anggota.
(2) :Sekretaris P2K3 ialah ahli Keselamatan kerja dari
perusahaaan yg bersangkutan.
(3) P2K3 ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja atau
Pejabat yg ditunjuknya atau usul dari pengusaha atau
pengurus yg bersangkutan.
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].04/MEN/1987.
Psl 4 (1) : Tugas anggota P2K3 untuk :
Memberikan saran dan pertimbangan baik
diminta mau
pun tidak kepada pengusaha atau pengurus
mengenai
masalah K3.
Psl 4 (2) : Fungsi anggota P2K3.
(a): Menghimpun dan mengolah data tentang K3 di
tempat
kerja.
(b): Membantu menunjukkan dan menjelaskan
kepada
setiap tenga kerja :
[Link] faktor bahaya ditempat kerja yang
dapat
menimbulkan gangguan K3,termasuk bahaya
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].04/MEN/1987.
Psl 4 (2b) : Fungsi anggota P2K3 untuk :
[Link] yang mempengaruhi efisiensi dan
produk
tivitas kerja.
[Link] Pelindung diri (APD) bagi Tenaga kerja
yang
bersangkutan.
[Link] dan sikap yang benar dan aman dalam
melaksanakan pekerjaannya.
Psl 4 (2c) : Membantu pengusaha atau pengurus dalam :
[Link] cara kerja ,proses dan
lingkungan
kerja.
[Link] tindakan koreksi dengan
alternatif
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].04/MEN/1987.
Psl 4 (2c) : [Link] sistem pengendalian
bahaya
terhadap K3.
[Link] penyebab timbulnya
kecelakaan,
penyakit akibat kerja serta mengambil
langkah-
lah yang diperlukan.
[Link] penyuluhan dan
penelitian di
bidang K3, hygiene perusahaan,kesehatan
kerja
dan ergonomi.
[Link] pemantauan terhadap gizi
kerja dan
menyelenggarakan makanan di
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].04/MEN/1987.
Psl 4 (2c) : [Link] laboratorium kesehatan
dan
keselamatan kerja, melakukan pemeriksaan
laboratorium dan melaksanakan
interpretasi hasil
pemeriksaan.
[Link] administrasi
keselamatan
kerja,hygiene perusahaan dan kesehatan
kerja.
(2d) : Membantu pimpinan perusahaan menyususn
kebi
jakan manajemen dan pedoman kerja dalam
rangka
upaya meningkatkan keselamatan
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].02/MEN/1992.
Psl 6 : Ahli keselamatan dan kesehatan kerja bertugas
untuk :
(a) : Melakukan penilaian tentang syarat-syarat
Adminstrasi dan kemampuan pengetahuan teknis K3.
(b) : Melakukan identifikasi, evaluasi dan pengendalian
masalah-masalah K3 ditempat kerja.
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].02/MEN/1992.
Psl 9 : Ahli keselamatan dan kesehatan kerja
berkewajiban :
(a) : Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan
perundangan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai
dengan bidang yang ditentukan dalam keputusan
penunjukannya.
(b) : Memberikan laporan kepada Menteri Tenaga Kerja
atau Pejabat yang ditunjuk .
( c) : Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia
perusahaan/instansi yang didapat berhubungan
dengan jabatannya.
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA [Link].02/MEN/1992.
Psl 10 : Ahli keselamatan dan kesehatan kerja
berwenang untuk : (a) : Memasuki tempat kerja sesuai
dengan keputusan penunjukan.
(b) : Meminta keterangan dan atau informasi mengenai
pelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja.
(c) :
Memonitor,memeriksa,menguji,menganalisis,mengeval
uasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3
yang meliputi :
[Link] dan Fasilitas tenaga kerja.
[Link] mesin-mesin,pesawat,alat-alat kerja,instalasi
serta peralatan lainnya.
[Link] bahan-bahan
[Link] produksi
5 Sifat pekerjaan.
[Link] kerja
[Link] kerja.
SASARAN YANG INGIN
DICAPAI
KECELAKAAN NIHIL
( ZA )
BUAT RENCANA DAN PROGRAM KERJA YANG
TERARAH DAN BERSIFAT KONTINUE
KOMITMEN PIMPINAN
LATAR BELAKANG
• Meningkatkan komitmen pimpinan
perusahaan
• Mempercepat birokrasi
• Mempercepat pengambilan
keputusan
• Pengawasan tidak langsung
MANFAAT
• Mengembangkan
kerjasama bidang K3
• Meningkatkan kesadaran
dan partisipasi tenaga
kerja terhadap K3
• Forum komunikasi dalam
bidang K3
• Menciptakan tempat kerja
yang nihil kecelakaan dan
penyakit akibat kerja
PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
P2K3
Wadah kerjasama antara unsur
pimpinan perusahaan dan tenaga
kerja dalam menangani masalah K3 di
perusahaan
TUGAS POKOK
Memberikan
saran dan
pertimbangan
di bidang K3
kepada
pengusaha/pe
ngurus tempat
kerja (diminta
maupun tidak)
PERAN
• Sebagai sekretaris
pada P2K3 di lini
fungsional
• Memfollow up
rekomendasi atau
saran dan
perkembangan yang
telah disepakati
kedua belah pihak di
lini struktural
FUNGSI
• Menghimpun dan mengolah data K3
• Membantu, menunjukan dan
menjelaskan :
Faktor bahaya
Faktor yang mempengaruhi efisiensi dan
prod’s
APD
Cara dan sikap kerja yang benar dan aman
FUNGSI
• Membantu pengusaha atau pengurus :
Mengevaluasi cara kerja, proses dan
lingkungan kerja
Tindakan koreksi dan alternatif
Mengembangkan sistem pengendalian bahaya
Mengevaluasi penyebab kec. dan PAK
Mengembangkan penyuluhan dan penelitian
Pemantauan gizi kerja dan makanan
Memeriksa kelengkapan peralatan K3
Pelayanan kesehatan tenaga kerja
Mengembangkan lab. Dan interpretasi hasil
pem.
Menyelenggarakan administrasi K3
• Membantu menyusun kebijakan
I. IDENTIFIKASI MASALAH K3
1. IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SUMBER BAHAYA
DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.
2. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN
PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA
KECELAKAAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.
3. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PEMENUHAN
PERATURAN PERUNDANGAN.
4. MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN JAMINAN
KESELAMATAN DAN RASA AMAN TERHADAP
MASYARAKAT UMUM DISEKITAR TEMPAT KERJA.
I. IDENTIFIKASI MASALAH K3
5. REKOMENDASI
6. AUDIT K3
7. ANALISA DAN MENGOLAH DATA
KECELAKAAN
8. PELAPORAN KEGIATAN
II. PEMBINAAN ADMINISTRASI
UNTUK MEMUDAHKAN PELAKSANAAN
PROGRAM KERJA P2K3, MAKA PERLU
DILENGKAPI DENGAN BERBAGAI BENTUK
BLANGKO / FORMULIR :
LAPORAN KECELAKAAN.
KEGIATAN INSPEKSI.
KEGIATAN AUDIT.
IZIN KERJA.
III. AUDITK3
AUDIT MERUPAKAN SUATU PENILAIAN
ORGANISASI.
UNTUK MENCAPAI TUJUAN AUDIT HARUS
DIPERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT :
1. KEPUTUSAN PENERAPAN AUDIT HARUS DARI
PIMPINAN.
2. METODA YANG DIGUNAKAN HARUS DITENTUKAN
DAN DIKOMUNIKASIKAN KEPADA SEMUA PIHAK.
3. ANGGOTA TEAM AUDIT HARUS DIPILIH SECARA
TEPAT.
AUDIT K3 (Lanjutan)
4. HARUS DITENTUKAN TANGGAL PENYELESAIAN
LAPORAN DAN PENYAJIAN HASIL AUDIT.
5. DALAM MEREVIEW LAPORAN SESUAIKAN
DENGAN JADWAL PERTEMUAN / DISKUSI P2K3,
UNTUK PERSIAPAN REKOMENDASI.
6. HARUS ADA SISTEM PEMANTAUAN TERHADAP
PEKERJAAN DAN PERUBAHAN YANG HARUS
DILAKUKAN / TERLAKSANA.
7. HASIL LAPORAN AUDIT HARUS DIKOMUNIKASIKAN
KEPADA SEMUA KARYAWAN TERMASUK INSTANSI
TERKAIT.
TATA CARA SIDANG
WAKTU : DISESUAIKAN DENGAN KEGIATAN PERUSAHAAN
TEMPAT : DISESUAIKAN DENGAN KONDISI
PESERTA : - PIMPINAN PERUSAHAAN
- PETUGAS K3/AHLI K3/SELURUH ANGGOTA P2K3L
- WAKIL TENAGA KERJA / LEADER / SUPERVISOR
- ORANG LUAR SEBAGAI KONSULTAN/NARA SUMBER ( BILA DIPERLUKAN )
TOPIK : DISESUAIKAN DENGAN RENCANA DAN PROGRAM YANG TELAH
DITETAPKAN.
ACARA : A. TAHAP PERSIAPAN B. TAHAP PELAKSANAAN
- TOPIK ATAU MATERI SIDANG - PEMBUKUAN
- UNDANGAN PESERTA - ABSENSI PESERTA
- WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN - PERKENALAN TAMU /BILA ADA
- LAPORAN PERTEMUAN SEBELUMN
- PEMBAHASAN TOPIK
- NOTULEN SIDANG
- KESIMPULAN DAN PERUBAHAN HA
PROGRAM KERJA
• Safety meeting
• Inventarisasi permasalahan K3
• Indentifikasi dan inventarisasi
sumber bahaya
• Penerapan norma K3
• Inspeksi secara rutin dan teratur
• Penyelidikan dan analisa kecelakaan
• Pendidikan dan latihan
• Prosedur dan tata cara evakuasi
• Catatan dan data K3
• Laporan pertanggungjawaban
• Penelitian
OUT COME
• Rekomendasi K3
• Laporan