0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Pemrograman Linear Bulat dan Metode Simpleks

Diunggah oleh

made.astika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan17 halaman

Pemrograman Linear Bulat dan Metode Simpleks

Diunggah oleh

made.astika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PEMROGRAMAN LINEAR BULAT


(Integer Linear Programming - ILP)

Apa yang dimaksud dengan Pemrograman Bulat ?

METODE SIMPLEKS

Solusi yang didapat optimal,


tetapi mungkin tidak integer.

2
Integer Linear Programming

Misalnya saja kita ingin menentukan solusi


optimal dari satu lini perakitan televisi, yang
memproduksi beberapa tipe televisi.

Pembulatan matematis ? Mengganggu batasan

ILP
3
Integer Linear Programming

 Jika model mengharapkan semua variabel basis bernilai


integer (bulat positif atau nol), dinamakan pure integer
programming.
 Jika model hanya mengharapkan variabel-variabel tertentu
bernilai integer, dinamakan mixed integer programming.
 Jika model hanya mengharapkan nilai nol atau satu untuk
variabelnya, dinamakan zero one integer programming.

4
SOLUSI INTEGER PROGRAMMING
PENDEKATAN PEMBULATAN

 Pendekatan ini mudah dan praktis dalam hal usaha, waktu


dan biaya. Pendekatan pembulatan dapat merupakan cara
yang sangat efektif untuk masalah integer programming
yang besar dimana biaya-biaya hitungan sangat tinggi atau
untuk masalah nilai-nilai solusi variabel keputusan sangat
besar.
 Contohnya, pembulatan nilai solusi jumlah pensil yang
harus diproduksi dari 14.250,2 menjadi 14.250,0
semestinya dapat diterima.
 Sebab utama kegagalan pendekatan ini adalah bahwa
solusi yang diperoleh mungkin bukan solusi integer
optimum yang sesungguhnya. Solusi pembulatan dapat
lebih jelek dibanding solusi integer optimum yang
sesungguhnya atau mungkin merupakan solusi tak layak.

5
PENDEKATAN PEMBULATAN

Maksimumkan Z = 100 X1 + 90 X2
Dengan syarat 10 X1 + 7 X2 ≤ 70 Masalah 1
5 X1 + 10 X2 ≤ 50
X1 ; X2 ≥ 0

Minimumkan Z = 200 X1 + 400 X2


Dengan syarat 10 X1 + 25 X2 ≥ 100
3 X1 + 2 X2 ≥ 12
Masalah 2
X1 ; X2 ≥ 0

Maksimumkan Z = 80 X1 + 100 X2
Dengan syarat 4 X1 + 2 X2 ≤ 12
X1 + 5 X2 ≤ 15
Masalah 3
X1 ; X2 ≥ 0

6
Perbandingan antara solusi dengan metode simpleks tanpa pemba-
tasan bilangan bulat, pembulatan ke bilangan bulat terdekat dan solusi
integer optimum yang sesungguhnya untuk ketiga masalah diatas
adalah :

Solusi dengan Dgn pembulatan Bulat optimum


Masalah
Metode simpleks terdekat sesungguhnya

1 X1 = 5,38 X1 = 5 X1 = 7
X2 = 2,31 X2 = 2 X2 = 0
Z = 746,15 Z = 680 Z = 700

2 X1 = 1,82 X1 = 2 X1 = 3, X2 = 3
X2 = 3,27 X2 = 3 X1 = 5, X2 = 2
Z = 1.672,73 Z tak layak Z = 1.800

3 X1 = 2,14 X1 = 2 X1 = 0
X2 = 1,71 X2 = 2 X2 = 3
Z = 343 Z tak layak Z = 300

7
PENDEKATAN GRAFIK (Branch and
Bound)
Pendekatan ini identik dengan metode grafik LP dalam semua aspek, kecuali bahwa solusi optimum harus meme-nuhi persyaratan bilangan bulat.

Contoh :
Maksimumkan Z = 8X1 + 5X2
s/t X1 + X2 ≤ 6
9X1 + 5X2 ≤ 45
X1, X2 ≥ 0 dan integer

8
LINIER PROGRAMMING RELAKSASI
(SUB PERSOALAN 1)
X2
9

A (15/4 , 9/4)

0 5 6 X1
X1 + X2 = 6
9X1 + 5X2 = 45 9
SUB PERSOALAN 1

X1 = 15/4 X2 = 9/4

Z = 165/4

SP - 2 SP - 3
X 1 3 X 1 4

10
SUB PERSOALAN 2 & 3
X2
9

X1 = 3 X1 = 4

SP - 2

SP-3

0 3 4 5 6 X1
X1 + X2 = 6
9X1 + 5X2 = 45

11
SUB PERSOALAN 2 & 3

SP - 2 SP - 3

X1 = 3 X2 = 3 X1 = 4 X2 = 9/5

Z = 39 Z = 41
SP - 4 SP - 5
X 2 1 X 2 2

12
SUB PERSOALAN 4 & 5
X2
9

SP-5

2 X2 = 2

1 X2 = 1

SP-4

0 3 4 5 6 X1
X1 + X2 = 6
9X1 + 5X2 = 45

13
SUB PERSOALAN 4 & 5

SP - 4 SP - 5

X1 = 40/9 X2 = 1
FATHOMED
Z = 365/9
SP - 6 SP - 7

14
SUB PERSOALAN 6 & 7
X2
9

X1 = 4 X1 = 5

1 SP-6 SP-7

0 3 4 5 6 X1

9X1 + 5X2 = 45

15
SUB PERSOALAN 6 & 7

SP - 6 SP - 7

X1 = 4 X2 = 1 X1 = 5 X2 = 0

Z = 37 Z = 40

16
SOLUSI AKHIR

17

Anda mungkin juga menyukai