Programmable Logic Controller -
PLC
IR. SUDIRMAN,Mkom,IPM
MEMBUAT SENDIRI PLC:
SOFTWARE:
[Link]
2.PROG_ISP
[Link]
HARDWARE
1.ATMEGA8
2. DOWNLOADER
PLC Programmable Logic Control,
Yaitu Suatu Alat untuk kontrol / pengendali yang menggunakan sistem logika yang dapat diprogram
dan re-program.
PERALATAN INPUT CONTROLLER PERALATAN OUTPUT
Pushbutton Relay Motor M
Coil Coil Solenoid
Limit
Switch
Latching
Coil
Thumbwheel L
Sw LED
Display
Timer
Coil
TIM
Level Clock Heater Heater
Switch
Counter
CNT Lamp
Flow Switch Reset
Electronic Cards
PROGRAMMABLE PERALATAN OUTPUT
PERALATAN INPUT CONTROLLER
Pushbutton Motor
M
Solenoid
Limit
Switch
Level 0000 Heater
0001
Switch TIM 0 5.0 sec
Heater
TIM 0 0001
10000 Lamp
Flow Switch
3
10001
Rangkaian Software
Kontrol Konvensioanal
1. Peralatannya banyak
2. Wiring yang panjang
3. Pengerjaannya lama
4. Pencarian masalah sulit
5. Tampak berantakan
PLC
1. Peralatannya sedikit
2. Wiringnya pendek
3. Pengerjaannya sebentar
4. Pencarian masalah mudah
5. Lebih rapi
4
Untuk kontrol mesin yang besar,
rangkaian konvensional sangat sulit
untuk diaplikasikan seperti gambar
diatas. Untuk itu kita memerlukan
PLC sebagai solusi untuk kontrol
mesin yang besar dan komplek 5
AND NOT NAND
OR NOT NOR
EX-OR NOT EX-NOR
Kelemahan Sistem Konvensional :
1. Perlu kerja keras saat dilakukan pengkabelan
2. Kesulitan saat dilakukan penggantian atau perubahan
3. Kesulitan saat dilakukan pelacakan kesalahan
4. Saat terjadi masalah, waktu tunggu tidak menentu dan biasanya lama
Kelebihan PLC :
5. Jumlah kabel yang dibutuhkan berkurang
6. Konsumsi daya rendah
7. Fungsi diagnostik pada PLC memungkinkan penedeteksian keslahan dengan mudah
dan cepat
8. Perubahan urutan operasional mudah, hanya dengan penggantian program
9. Tidak membutuhkan spare part yang banyak
10. Lebih murah untu jumlah I/O yang banyak
11. Ketahanan PLC lebih baik
Perancangan Sisten Kontrol Proses
• Memilih Instrumen yang akan di kontrol
• Menentukan semua instrumen masukan dan
keluaran
• Membuat program tangga (Ladder) sesuai
proses yang diinginkan
• Program disimpan dalam PLC
Sistematika men-design suatu sistem dengan PLC
[Link] urutan kerja sistem yang akan dibuat
[Link] flowchart dari sistem tadi
[Link] daftar semua input dan output terhadap I/O dari PLC
[Link] flowchart ke Ladder Diagram dan disesuaikan dengan daftar I/O yang
telah kita buat
5. Memeriksa program jika masih ada kesalahan logika disesuaikan dengan logika pada
flowchart dan juga harus sesuai dengan daftar I/O point yang telah kita buat
6. Mentransfer program ke memori PLC
7. Mensimulasikan program , apakah sudah bekerja dengan benar
8. Jika simulasi sudah benar, baru kita hubungkan semua peralatan I/O
9. Memeriksa kembali pengkabelan I/O, bila sudah yakin, kita lakukan testing program
10. Jika sistem sudah berjalan, dilakukan dokumentasi gambar sistem secara sistematis
sehingga mudah dimengerti dan dipelajari
KOMPONEN-KOMPONEN PLC
Unit Pengolah Pusat (CPU-
Central Processing Unit),
merupakan otak dari
kontroler [Link] ini
biasanya merupakan
sebuah mikrokontroler,
juga bertugas
1. untuk menangani
komnikasi dengan piranti
eksterna
2. eksekusi program3.
3. manajemen memori
4. mengamati dan mnegawasi
Memori: masukan dan
Menyimpan OS dan memberikan sinyal
program yang akan keluaran
dijalankan, dalam Pemrograman PLC :
bentuk biner , hasil 1. Komputer Catu daya:
terjemahan diagram 2. Console Memberikan pasokan daya ke
tangga yang dibuat seluruh bagian PLC
Antarmuka Masukan:
Berada di antara jalur masukan yang sesungguhnya dengan unit CPU.
Tujuannya melindungi CPU dari sinyal sinyal yang tidak dikehendaki yang bisa
merusak CPU itu sendiri.
Fungsi antarmua masukanmengubah sinyal masukan dari luar ke sinyal yang sesuai
dengan PLC , misalnya tegangan kerja sensor 24 VDC, tegangan kerja CPU PLC 5 VDC.
Hal ini dilakuakn dengan menggunakan opto-isolator artinya tidak ada hubungan
kabel sama sekali anatar dunia luar dengan unit CPU.
Antarmuka Keluaran :
Antarmuka yang sama juga digunakan pada unit keluaran, untuk memberikan
perlindungan CPU terhadap peralatan luar.
MENGHUBUNGKAN PIRANTI MASUKAN DAN KELUARAN
1. SINKING : penarikan arus dari piranti luar, berkaitan dengan tanda GND (-)
2. SOURCING : berkaitan dengan pemberian arus ke piranti luar , berkaitan
dengan terminal + atau VCC
3. COMMON, beberapa masukan keluaran atau masukan dijadikan satu.
Menghubungkan sensor keluaran sinking
dengan masukan sourcing
Menghubungkan sensor keluaran sourcing
dengan masukan sinking
Jalur-jalur Keluaran
Dapat berupa transistor baik NPN , PNP maupun Relai.
Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe sinking
Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe sourcing
Operasional PLC
PLC bekerja dengan cara men-scan- program, yang terdiri dari tiga langkah
1. Periksa status masukan apakah ON atau OFF
2. Ekesekusi program, PLC mengeksekusi program
per instruksi
3. Perbaharui status keluaran, PLC akan
memperbaharui atau meng-update status
keluaran.
Setelah langkah 3, PLC akan mengulangi lagi scanning programnya dari langkah-1, dst.
Waktu scan didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan 3 langkah
tersebut.
Waktu total tanggap atai total response time adalah jumalh semua waktu tanggap
masing-masing langkah:
Waktu tanggap total = waktu tanggap masukan + waktu eksekusi program + waktu tanggap keluaran
24V
stop
R R Start Stop R
start
R
R
Q0 Q1 Q2 Q3
S1 1
2
3
Monitoring: untuk melakukan monitoring kerja
PLC melalui komputer
coklat
PNP >COM
hitam PLC (-)
biru
BAHASA PEMROGRAMAN
1. STRUCTURED TEXT (ST) : Bahasa tingkat tinggi seperti bahas Pascal
untuk pengembanagn program yang terstruktur
2. INSTRUCTION LIST (IL) : Bahasa tingkat rendah yang digunakan
pada PLC
3. LADDER DIAGRAM (LD) :Bahasa pemrograman yang banyak
digunakan untuk PLC, dalam bentuk GAMBAR yang
menggambarkan kontak-kontak relay
4. FUNCTION BLOCK DIAGRAM (FBD): Bahasa pemrograman dalam
bentuk GAMBAR ( Kotak-kotak ) , yang mewakili instruksi-instruksi
yang diberikan
5. SEQUENTIAL FUNCTION CHART (SFC): Bahasa pemrograman dalam
bentuk gambar yang menggambarkan urutan kontrol atau kejadian
yang berbasis GRAFCET
6. STATEMENT LIST (STL) : Bahasa pemrograman tingkat tinggi yang
memiliki sejumlah instruksi. Dan program ditulis dalam bentuk ini.
Timer
Timer atau pewaktu adalah suatu instruksi atau fungsi pada PLC untuk
penundaan. Apakah penundaan untuk “ON” (On delay) atau penundaan untuk
“OFF” (off delay).
MENGONTROL STATUS BIT
Ada 7 instruksi dasar untuk mengontrol status bit :
1. Output
2. Output Not
3. SET
4. RESET
5. DIFFERENTIATE UP (DIFU)
6. DIFFERENTIATE DOWN (DIFD)
7. KEEP
SET dan RESET
Instruksi SET dan RESET hampir sama dengan instruksi OUTPUT dan OUTPUT
NOT, hanya saja instruksi SET dan RESET ini mengubah kondisi status bit operan saat
kondisi eksekusinya ON. Kedua instruksi ini tidak akan mengubah kondisi status bit jika
kondisi eksekusinya OFF.
Instruksi SET akan meng-ON-kan bit operan saat kondisi eksekusinya ON.,
tetapi tidak seperti instruksi OUT, SET tiddak akan meng-OFF-kan bit operan walaupun
kondisi eksekusinya menjadi OFF (setelah ON).
Instruksi RESET akan meng-OFF-kan bit operan saat kondisi eksekusinya
ON,tetapi tidak seperti instruksi OUT NOT, RESET tidak akan meng-ON-kan bit operan
walaupun kondisi eksekusinya OFF (setelah ON).
000.01
|-------| |------------------SET 20000 LD 00001
000.02 SET 20000
|-------| |------------------RSET 20000 LD 00002
RSET 20000
Dari diagram tangga diatas : IR200.00 akan ON jika kondisi IR000.01 ON dan akan terus
ON tidak perduli konsisi IR000.01 selanjtnua, hingga kondisi IR000.02 menjadi ON
sehingga akan me-RESET IR200.00 (menjadi OFF)
DIFFERENTIATE UP (DIFU) dan DIFFERENTIATE DOWN (DIFD)
DIFU dan DIFD digunakan untuk meng-ON-kan bit operan hanya satu siklus saja atau
sesaat saja.
Instruksi DIFU digunakan untuk meng-ON-kan bit operan saat terjadi transisi eksekusi dari
OFF ke ON.
Instruksi DIFD digunakan untuk meng-ON-kan bit operan saat terjadi transisi eksekusi dari
ON ke OFF.
000.01
|-------| |------------------DIFU(13)20000 LD 00001
000.02 DIFU(13) 20000
|-------| |------------------DIFD(14)20001 LD 00002
DIFD(14) 20001
Dari gambar diatas:
1. IR20000 akan ON untuk sesaat saja, jika terjadi transisi pada IR000.01dari OFF ke ON
2. IR20001 akan ON untuk sesaat saja, jika terjadi transisi pada IR000.02dari ON ke OFF
Instruksi KEEP
Digunakan untuk menyimpan status bit operan berbasis pada dua kondisi.
Instruksi KEEP dihubungkan oleh dua garis.
Garis instruksi pertama untuk meng-ON-kan bit operan.
Garis instruksi kedua untuk meng-OFF-kan bit operan.
|-------| |---------------------------------
00000 KEEP(1
1)
01000
|------| |----------------------------------
00001
Dari gambar diatas :
IR00000 akan meng-ON-kan : 010.00
IR00001 akan meng-OFF-kan : 010.00
Fungsi Geser (SHIFT Function)
PLC OMRON CPM1/CPM2 memiliki sebuah fungsi geser (SFT(10)) yang dapat digunakan
untuk menggeser bit-bit dalam area memeori PLC yang bersangkutan.
Masukan Alat Keluaran Alat
000.00 Saklar DATA 010.00 Status bit 200.00
000.01 Saklar CLOCK 010.01 Status bit 200.01
000.02 Saklar RESET 010.02 Status bit 200.02
010.03 Status bit 200.03
|-----[ ]----------
000.00 SFT(10)
|-----[ ]---------- 200
000.01 200
|-----[ ]----------
000.02
|-----[ ] ------------------------O-|
200.00 010.00
|-----[ ]------------------------O- |
200.01 010.01
|-----[ ] ------------------------O-|
200.02 010.02
|-----[ ]-------------------------O-|
200.03 010.03
|---END
Penggunaan Fungsi MOV(21)
Fungsi MOV(21) digunakan untuk menyalin data-data pada suatu lokasi memori
ke lokasi memori lainnya.
Fungsi MOV(21) memiliki satu masukan aktivasi dan 2 parameter Data-1 dan
Data-2, yang masing-masing merupakan lokasi memeori asal (source) dan lokasi
memeori tujuan (destination).
Saat masukan aktifasi berubah dari OFF menjadi ON, maka seluruh data yang ad
di memeori Data-1 disalin ke Data-2
000.00 SFT(10)
000.01
200
000.02 200
000.03 MOV(21)
200
END 010