PENULISAN
TANDA BACA
Mathilda Putri Auw
2330017
Pengertian Tanda baca
Tanda baca adalah simbol yang tidak
berhubungan dengan fonem (suara) atau
kata dan frasa pada suatu bahasa,
melainkan berperan untuk menunjukkan
struktur dan organisasi suatu tulisan,
dan juga intonasi serta jeda yang dapat
diamati sewaktu pembacaan.
Tanda Titik ( . )
a. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau
seruan.
b. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
c. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat,
dan sapaan.
d. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah
sangat umum.
e. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik
yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.
f. Tanda Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan
atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah
g. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan.
h. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan
ukuran, takaran,timbangan, dan mata uang.
i. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala
karangan, atau kepala ilustrasi, tabel.
j. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau
kelipatannya.
Tanda Koma (,)
a. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur
dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat
setara yang satu dari kalimat setara yang
berikutnya.
c. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat
tersebut mendahului induk kalimatnya.
d. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
anak kalimat dari induk kalimat apabila anak
kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
e. Tanda koma dipakai di belakang kata atau
ungkapan penghubung antara kalimat yang
terdapat pada awal kalimat.
f. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh,
kasihan, yang terdapat pada awal kalimat
g. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari
bagian lain dalam kalimat.
h. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-
bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan
wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
i. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik
susunannya dalam daftar pustaka.
j. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki
k. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik.
l. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara
rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
m. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang
sifatnya tidak membatasi.
n. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang
keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
o. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari
bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung
itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Tanda Titik Koma (;)
a. Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis
dan setara.
b. Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu
kalimat majemuk sebagai pengganti kata
penghubung.
Tanda Titik Dua (:)
a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan
lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
b. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan
yang memerlukan pemerian.
c. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata
yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
d. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor
dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-
kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu
karangan.
e. Tanda titik dua dipakai untuk menandakan nisbah (angka
banding).
f. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau
pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri
pernyataan.
Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata
ulang.
2. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja
satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
3. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas
hubungan bagian-bagian ungkapan.
4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan.
5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur
bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Tanda Pisah (–, —)
1. Tanda pisah em (—) membatasi penyisipan kata
atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus
di luar bangun kalimat.
2. Tanda pisah en (–) dipakai di antara dua bilangan
atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di
antara dua nama kota yang berarti 'ke', atau
'sampai'.
3. Tanda pisah en (–) tidak dipakai bersama
perkataan dari dan antara, atau bersama tanda
kurang (−).
Tanda Elipsis (...)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang
terputus-putus, misalnya untuk menuliskan
naskah drama.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu
kalimat atau naskah ada bagian yang
dihilangkan, misalnya dalam kutipan langsung.
Tanda Tanya (?)
1. Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda
kurung untuk menyatakan bagian
kalimat yang disangsikan atau yang
kurang dapat dibuktikan
kebenarannya.
Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau
pernyataan yang berupa seruan atau perintah
yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Oleh karena itu, penggunaan tanda seru
umumnya tidak digunakan di dalam
tulisan ilmiah atau ensiklopedia.
Hindari penggunaannya kecuali dalam
kutipan atau transkripsi drama.
Tanda Kurung ((...))
1. Tanda kurung mengapit keterangan atau
penjelasan.
2. Tanda kurung mengapit keterangan atau
penjelasan yang bukan bagian integral pokok
pembicaraan.
3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang
kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang
memerinci satu urutan keterangan.
Tanda Kurung Siku ([...])
1. Tanda kurung siku mengapit huruf,
kata, atau kelompok kata sebagai
koreksi atau tambahan pada kalimat
atau bagian kalimat yang ditulis orang
lain.
2. Tanda kurung siku mengapit
keterangan dalam kalimat penjelas
yang sudah bertanda kurung.
Tanda Petik ("...")
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang
berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan
tertulis lain.
2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau
bab buku yang dipakai dalam kalimat.
3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang
dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
4. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang
mengakhiri petikan langsung.
5. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat
ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit
kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti
Tanda Petik Tunggal
('...')
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan
yang tersusun di dalam petikan lain.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna,
terjemahan, atau penjelasan kata atau
ungkapan asing.
Tanda Garis Miring (/)
1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat
dan nomor pada alamat dan penandaan masa
satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti
kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam
pecahan dan rumus matematika.
3. Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai
sebagai pengganti kata atau.
Tanda Penyingkat (Apostrof)(')
Tanda penyingkat menunjukkan
penghilangan bagian kata atau bagian
angka tahun.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di muka, dapat ditarik 4 butir
kesimpulan berikut:
1) Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan
dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan
berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu
tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu
pembacaan.
2) Tanda baca dalam penggunaannya dapat dilihat pada bahasan
di atas, bukan soal tahu saja tapi harus dipahami lebih dalam
tentang permasalahan yang seri muncul (salah penggunaan
tanda baca) dalam karya tulis ilmiah.
3) Salah dalam menggunakan tanda baca akan menyebabkan
kesalahan yang sangat fatal yang tanpa disadari kalaupun
sebelumnya belum mengetahui hal tersebut.
4) Sarana belajar dan giat berlatih merupakan jalan keluar dari
masalah yang terkadang timbul akibat salah dalam penulisan
tanda baca.