Pengawetan Hijauan
(Konservasi)
Tujuan :
1. Mencegah kerusakan
2. Mempertahankan mutu
3. Menghindarkan keracunan
4. Mempermudah penanganan &
penyimpanan
Kerusakan :
1. Mikrobiologis
2. Mekanis (akibat benturan)
3. Fisik (akibat pendinginan,
pembekuan, pengeringan)
4. Fisiologis (akibat aktivitas enzim)
dan biologis (akibat serangan
serangga)
5. Kimiawi (perubahan kimia akibat
panas, O2, sinar, pH)
• Mencegah kerusakan (terutama
mikrobiologis & fisiologis)
dengan cara :
1. Menurunkan Aktivitas Air (Aw)
→aktivitas mikroorganisme dan enzim
≈ 0, melalui pengeringan dan
penggaraman
2. Menurunkan O2 → aktivitas
mikroorganisme dan enzim ≈ 0,
melalui hampa udara → silase
3. Menciptakan suasana asam → aktivitas
mikroorganisme perusak ≈ 0 → silase
Pengawetan
Hijauan
Setengah
Basah Kering
basah
ensilase pengeringan
ensilase
silase hay
haylase
Loose hay baling cubing wafering grinding
Baled hay Cube hay Wafer Tepung
peletting
Pelet
Ilustrasi hubungan antara musim
dengan kebutuhan ternak
Produksi hijauan
Kebutuhan pakan hijauan
Musim Hujan Musim Kemarau
SILASE
TUJUAN
Untuk mengawetkan hijauan pakan
ternak
Manfaat
Sebagai upaya pemanfaatan kelebihan
produksi hijauan pakan ternak untuk
diberikan saat kekurangan
Sebagai upaya pemanfaatan limbah
pertanian sumber serat untuk pakan
ternak
Prinsip pembuatan
Hijauan awet dalam kondisi asam (pH <
4)
Asam yang diharapkan adalah ASAM
LAKTAT
Bakteri asam laktat dapat berkembang
bila cukup air dan karbohidrat dalam
kondisi an-aerob
Pendekatan teoritis
• Pada suasana asam, hampir tidak dijumpai
aktivitas mikroba yang merusak bahan
organik pakan sehingga pakan tetap dapat
awet.
• Untuk menghasilkan asam dapat digunakan
bantuan mikroba penghasil asam.
• Asam yang mudah dihasilkan oleh mikroba
yang hidup dalam suasana asam adalah
asam laktat.
• Bakteri penghasil asam laktat dapat
tumbuh dengan baik pada kondisi an-
aerob.
• Bakteri penghasil asam laktat akan
tumbuh dengan cepat apabila tersedia
substrat yang ideal yaitu material
karbohidrat yang mudah terfermentasi.
• Dengan tumbuhnya bakteri penghasil
asam laktat, menyebabkan silase menjadi
asam, sehingga bakteri lain tidak tumbuh.
• Bakteri penghasil asam laktat akan juga
mati saat pH < 4
Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi silase
Bahan baku (hijauan)
Untuk hijauan yang bentuknya panjang, perlu di
potong-potong agar mudah mengeluarkan udara
pada tempat penyimpanan. Selain itu perlakuan ini
akan memudahkan pencampurannya dengan bahan
lain dan juga mudah pemanfaatannya untuk ternak.
Untuk hijauan muda yang mempunyai kandungan air
tinggi tinggi, perlu dikurangi kandungan airnya
dengan jalan dijemur (kadar air ideal 65%). Air yang
banyak dalam tempat penyimpanan menyebabkan
banyak bahan organik yang hilang. Kadar air yang
rendah menghambat aktifitas fermentasi. Dengan
penjemuran dapat mengurangi sel-sel tanaman yang
hidup sehingga dapat memperkecil proses respirasi.
Jenis tanaman yang mempunyai
kandungan WSC (Water Soluble
carbohydrate) tinggi akan
memercepat proses fermentasi.
Seperti tanaman jagung.
Kandungan protein dan mineral yang
tinggi menyebabkan tingginya buffer
capacity, sehingga pH sulit turun,
seperti pada leguminosa.
SILO
•Kedap udara
•Mudah diisi dan dipanen
•Mudah dibuat an-aerob (mudah
penutupan setelah hampa)
•Tahan asam
•Tidak mengganggu lingkungan (mudah
membuangan leachate)
Macam Silo
• Pit
• Trench
• Tower
• Bag
• Bale
Cara Panen Hijauan
• Mudah membuat an-aerob silo (kontrol
udara dan air)
• Mudah dicampur dengan bahan lain
(additive)
Kontrol Udara dalam
Silo
• Bahan baku
• Konstruksi silo (cara
pemampatan)
• Cara penutupan
• Cara pemanenan
Additive
A.I. Virtanen
Kepadatan Silo
Mempermudah menciptakan
kondisi an-aerob
EVALUASI SILASE
• Analisis proksimat & pH
• Warna & Bau
• N Amoniak
• Kandungan Asam organik
• Konsumsi
• Kecernaan
• Produksi ternak
• Ammonia N (% total N)
% total N< 10 well fermented10 - 15
moderate quality of fermentation15 -
20poorly fermented> 20very poorly
fermented
Kandungan Asam laktat (%BK)
Average value 6.6
Excellent silage fermentation 8 – 12
Poor silage fermentation <5
Kandungan asam laktat dari total asam
> 60 %
PEMBUATAN
SILASE
Rumput Tetes
(100 KG) +
(4 KG)
DIANGINKAN
DIADUK RATA, MASUKKAN SILO,
DIMAMPATKAN
Diperam selama 21 hari
Kondisi anerob
SILASE rumput
Praktek : menyiapkan bag silo
Pengisian bag silo
Pengisian bag silo
Praktek : Proses pemampatan
menggunakan vacuum mechine
Praktek : Penutupan bag silo
Penyajian Silase