0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan7 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Relay

Diunggah oleh

kurniasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
278 tayangan7 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Relay

Diunggah oleh

kurniasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa itu

RELAY ???
RELAY
Relay adalah salah satu komponen elektronika yang
berbentuk seperti saklar dan dioperasikan
menggunakan listrik. Komponen ini terdiri dari dua
bagian, yaitu elektromagnet (coil) dan mekanikal
(switch). Dalam pengoperasiannya, relay
memanfaatkan prinsip elektromagnetik untuk
menggerakkan saklar dan menghantarkan arus listrik.
FUNGSI RELAY
Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan
Elektronika diantaranya adalah :
[Link] digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)
[Link] digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay
Function)
[Link] digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan
bantuan dari Signal Tegangan rendah.
[Link] juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen
lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).
Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen
PRINSIP KERJA dasar yaitu :
[Link] (Coil)
RELAY [Link]
[Link] Contact Point (Saklar)
[Link]

Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2


jenis yaitu :
• Normally Close (NC) yaitu kondisi awal
sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi CLOSE (tertutup)
• Normally Open (NO) yaitu kondisi awal
sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi OPEN (terbuka)
PRINSIP KERJA
RELAY Berdasarkan gambar disamping, sebuah Besi
(Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan
Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi
tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus
listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet
yang kemudian menarik Armature untuk
berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi
baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat
menghantarkan arus listrik di posisi barunya
(NO). Posisi dimana Armature tersebut berada
sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak
terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik,
Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC).
Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik
Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya
hanya membutuhkan arus listrik yang relatif
• Single Pole Single Throw (SPST) : Relay
golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal
untuk Saklar (A & B) dan 2 Terminalnya lagi
untuk Coil.
• Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay
golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal
untuk Saklar (A, B, & C) dan 2 Terminalnya
lagi untuk Coil.
• Double Pole Single Throw (DPST) : Relay
golongan ini memiliki 6 Terminal,
diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2
Pasang Terminal Saklar sedangkan 2
Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST
dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan
oleh 1 Coil.
• Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay
golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8
Terminal, diantaranya 6 Terminal yang
merupakan 2 pasang Relay SPDT yang
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai