0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Asuhan Kebidanan: KB dan Kespro

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan37 halaman

Asuhan Kebidanan: KB dan Kespro

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEBUDANAN

KB DAN KESPRO
oleh : kadek rensi marsila
(P07124222057)
SUB MATERI
anatomi, farmakologi, sosioantropologi yang Aspek legal, etika dan
berkaitan dengan Asuhan kewenangan bidan dalam
Kebidanan KB dan
asuhan KB dan Kespro
Kesehatan Reproduksi

Mempelajari berbagai macam studi


seperti matematika, ipa fisiologi
Konsep perencanaan
dan biogoli
keluarga dan keluarga
berencana
ANATOMI, FARMAKOLOGI,
SOSIOANTROPOLOGI YANG BERKAITAN
DENGAN ASUHAN
Kebidanan KB dan
Kesehatan Reproduksi
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
1. Sistem Reproduksi Wanita:
Genitalia Eksternal Wanita:
1. Vulva: Termasuk beberapa struktur:
• Mons pubis: Area berlemak yang menutupi tulang kemaluan.
• Labia majora: Lipatan kulit luar yang melindungi struktur genitalia internal.
• Labia minora: Lipatan kulit dalam yang mengelilingi lubang vagina dan uretra.
• Klitoris: Organ kecil yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual.
• Vestibulum vaginae: Ruang di dalam labia minora yang mengandung lubang uretra dan
lubang vagina.
• Bartholin’s glands: Kelenjar yang menghasilkan cairan untuk pelumasan.
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
1. Sistem Reproduksi Wanita:
Genitalia Internal Wanita:
1. Vagina: Saluran muskular yang menghubungkan vulva dengan rahim.
2. Uterus (Rahim): Organ berongga tempat berkembangnya janin selama kehamilan.
• Endometrium: Lapisan dalam rahim yang berubah sepanjang siklus menstruasi.
• Miometrium: Lapisan otot rahim yang berkontraksi selama persalinan.
3. Tuba Falopi: Saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim, tempat terjadinya
fertilisasi.
4. Ovarium: Kelenjar reproduksi yang menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan
progesteron.
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
2. Sistem reproduksi pria
Genitalia Eksternal Pria:

1. Penis: Organ yang berfungsi untuk kopulasi dan pengeluaran urin.


• Glans penis: Kepala penis yang sensitif.
• Preputium (kulup): Lipatan kulit yang menutupi glans penis (pada pria yang tidak
disunat).
2. Skrotum: Kantung kulit yang melindungi dan mengatur suhu testis.
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI

2. Sistem reproduksi pria


Genitalia Internal Pria:

1. Testis: Kelenjar yang menghasilkan sperma dan hormon testosteron.


2. Epididimis: Tempat pematangan dan penyimpanan sementara sperma.
3. Vas deferens: Saluran yang mengangkut sperma dari epididimis ke uretra.
4. Vesikula seminalis: Kelenjar yang menghasilkan cairan seminal yang mencampur
dengan
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI

3. Siklus Menstruasi:
• Fase Folikular: Perkembangan folikel di
ovarium.
• Ovulasi: Pelepasan sel telur dari ovarium.
• Fase Luteal: Pembentukan korpus luteum
dan persiapan endometrium untuk
implantasi.
ANATOMI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI

4. Kehamilan dan Persalinan:


• Perubahan Anatomi: Perubahan pada uterus,
payudara, dan sistem kardiovaskular.
• Tahap Persalinan: Pembukaan serviks, ekspulsi
bayi, dan pengeluaran plasenta.
FARMAKOLOGI YANG BERKAITAN
DENGAN ASUHAN KEBIDANAN KB DAN
KESEHATAN REPRODUKSI
1. Kontrasepsi:
• Pil Kontrasepsi Oral Kombinasi: Mengandung estrogen dan progestin. Mekanisme:
Mencegah ovulasi, mengentalkan lendir serviks, dan menipiskan endometrium. Contoh:
Ethinylestradiol dan levonorgestrel.
• Pil Progestin: Hanya mengandung progestin. Mekanisme: Mengentalkan lendir serviks dan
menipiskan endometrium. Contoh: Norethindrone, desogestrel.
• Implan dan IUD: a. Implan Hormonal: Mengandung progestin,ditempatkan di bawah kulit,
melepaskan hormon secara bertahap. b. IUD Hormonal: Mengandung levonorgestrel,
mencegah fertilisasi dan implantasi. c. IUD Tembaga: Mencegah fertilisasi dengan
mengeluarkan ion tembaga yang bersifat spermisida.
FARMAKOLOGI YANG BERKAITAN
DENGAN ASUHAN KEBIDANAN KB DAN
KESEHATAN REPRODUKSI
2. Obat-Obatan dalam Kehamilan
[Link] dan Suplemen:
• Asam Folat: Mencegah cacat tabung saraf pada janin.
• Zat Besi: Mencegah anemia pada ibu hamil.
• Kalsium: Mendukung perkembangan tulang janin dan mencegah osteoporosis pada ibu.
• Vitamin D: Meningkatkan penyerapan kalsium.
B. Obat untuk Kondisi Spesifik:
• Antihipertensi: Methyldopa, labetalol, nifedipine untuk mengelola tekanan darah tinggi.
• Antidiabetik: Insulin untuk diabetes gestasional.
• Antibiotik: Amoxicillin, erythromycin yang aman untuk ibu hamil.
• Obat Anti-mual: Ondansetron, doxylamine untuk mengatasi mual dan muntah.
FARMAKOLOGI YANG BERKAITAN
DENGAN ASUHAN KEBIDANAN KB DAN
KESEHATAN REPRODUKSI
3. Manajemen Nyeri dan Induksi Persalinan:
[Link] dan Anestesi:
• Epidural: Anestesi lokal yang diberikan di sekitar sumsum tulang belakang untuk
menghilangkan nyeri persalinan.
• Spinal: Mirip dengan epidural, tetapi diberikan di ruang subarachnoid.
• Opioid: Morphine, fentanyl digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan, dengan
pengawasan ketat.
[Link] Persalinan:
• Oksitosin: Hormon yang merangsang kontraksi uterus untuk memulai persalinan.
• Prostaglandin: Gel atau tablet yang digunakan untuk melembutkan dan mematangkan
serviks sebelum induksi persalinan.
SOSIOANTROPOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
1. Peran Budaya dan Agama
A. Pandangan terhadap Kehamilan dan Kelahiran:
• Ritual dan Tradisi: Banyak budaya memiliki upacara atau ritual khusus yang berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran,
seperti pengajian, upacara tujuh bulan (mitoni) dalam budaya Jawa, atau baby shower dalam budaya Barat.
• Kepercayaan: Beberapa budaya dan agama memiliki keyakinan spesifik mengenai proses persalinan dan perawatan
pasca-persalinan, seperti penggunaan jampi-jampi atau doa-doa tertentu.
B. Pemahaman tentang KB:
• Norma Sosial: Di beberapa masyarakat, penggunaan kontrasepsi mungkin dianggap tabu atau bertentangan dengan nilai-
nilai tradisional. Contohnya, beberapa kelompok mungkin menolak KB modern karena keyakinan bahwa setiap anak
adalah berkah.
• Nilai dan Keyakinan: Agama tertentu mungkin memiliki pandangan khusus mengenai kontrasepsi. Misalnya, dalam
Katolik Roma, penggunaan kontrasepsi buatan seringkali tidak disarankan.
SOSIOANTROPOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
2. Akses dan Penggunaan Layanan Kesehatan
A. Faktor Sosial dan Ekonomi:
• Keterjangkauan: Biaya layanan kesehatan dan obat-obatan dapat menjadi penghalang bagi banyak wanita dalam
mengakses perawatan reproduksi.
• Aksesibilitas: Lokasi geografis dan infrastruktur dapat mempengaruhi kemampuan wanita untuk mendapatkan layanan
kesehatan, terutama di daerah terpencil atau tertinggal.
• Pendidikan: Tingkat pendidikan berhubungan dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan penggunaan
layanan kesehatan.
B. Peran Gender:
• Kewenangan Keputusan: Dalam banyak budaya, pria atau anggota keluarga yang lebih tua seringkali memiliki pengaruh
besar dalam keputusan terkait kesehatan reproduksi wanita.
• Dinamika Kekuasaan: Ketidaksetaraan gender dapat mempengaruhi akses wanita terhadap informasi dan layanan
kesehatan, serta kemampuan mereka untuk membuat keputusan mandiri.
SOSIOANTROPOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN
ASUHAN KEBIDANAN KB DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
3. Pendidikan dan Promosi Kesehatan
A. Program Edukasi Masyarakat:
• Penyuluhan Kesehatan: Kampanye dan program edukasi yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi non-
pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan KB.
• Sekolah dan Komunitas: Pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah dan melalui program komunitas dapat
membantu mengurangi mitos dan kesalahpahaman.
B. Kampanye Kesehatan:
• Media Massa: Penggunaan televisi, radio, dan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan
reproduksi dan pentingnya KB.
• Peran Petugas Kesehatan: Bidan dan petugas kesehatan lainnya memainkan peran penting dalam memberikan
edukasi langsung kepada wanita tentang kesehatan reproduksi.
ASPEK LEGAL, ETIKA DAN
KEWENANGAN BIDAN
DALAM ASUHAN KB DAN
KESPRO
ASPEK LEGAL

A. Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang:


• Peraturan tentang Pelayanan KB: Bidan harus mematuhi undang-
undang dan peraturan yang mengatur pelayanan kontrasepsi, seperti
Peraturan Menteri Kesehatan dan undang-undang tentang kesehatan.
• Hak Reproduksi: Perlindungan terhadap hak-hak reproduksi wanita,
termasuk akses terhadap informasi dan layanan kontrasepsi yang aman
dan efektif.
ASPEK LEGAL

B. Izin Praktik dan Sertifikasi:


• Registrasi dan Lisensi: Bidan harus memiliki izin praktik yang sah dan
terdaftar di badan kesehatan setempat.
• Pelatihan dan Pendidikan Berkelanjutan: Bidan wajib mengikuti
pelatihan dan pendidikan berkelanjutan untuk menjaga kompetensi dalam
pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
ASPEK LEGAL
C. Tanggung Jawab Hukum:
• Kewajiban Pelaporan: Melaporkan kejadian buruk atau komplikasi
yang terjadi selama pelayanan.
• Kerahasiaan Pasien: Melindungi kerahasiaan informasi kesehatan
pasien sesuai dengan hukum yang berlaku.
ASPEK ETIKA
Prinsip-Prinsip Etika:
• Autonomi: Menghormati hak pasien untuk membuat keputusan sendiri terkait
kesehatannya, termasuk pilihan kontrasepsi dan perawatan kesehatan reproduksi.
• Beneficence (Kebaikan): Bertindak untuk kebaikan pasien dengan memberikan
informasi yang benar dan layanan yang aman.
• Non-Maleficence (Tidak Merugikan): Menghindari tindakan yang dapat
menyebabkan kerugian atau bahaya bagi pasien.
• Justice (Keadilan): Memberikan pelayanan yang adil dan merata tanpa diskriminasi
berdasarkan gender, ras, atau status sosial.
ASPEK ETIKA

Konseling dan Informed Consent:


• Pemberian Informasi: Menyediakan informasi lengkap dan jujur
tentang opsi KB dan perawatan kesehatan reproduksi.
• Informed Consent: Mendapatkan persetujuan yang diinformasikan
dari pasien sebelum memberikan pelayanan atau intervensi medis.
ASPEK ETIKA

• Privasi dan Kerahasiaan:


• Perlindungan Data: Menjaga kerahasiaan data kesehatan pasien
dan memastikan bahwa informasi tersebut hanya digunakan untuk
tujuan medis yang sah.
• Privasi dalam Pelayanan: Menyediakan lingkungan yang aman
dan privat selama konsultasi dan prosedur medis.
KEWENANGAN BIDAN
Kewenangan Klinis:
• Pelayanan KB: Memberikan berbagai metode kontrasepsi,
termasuk pil KB, suntik, IUD, implan, dan konseling kontrasepsi.
• Kesehatan Reproduksi: Melakukan pemeriksaan kesehatan
reproduksi, memberikan edukasi kesehatan seksual, dan
menangani masalah kesehatan reproduksi umum seperti infeksi
saluran reproduksi.
KEWENANGAN BIDAN
Kolaborasi dan Rujukan:
• Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan Lain: Bekerja sama
dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain untuk
memberikan pelayanan yang komprehensif.
• Rujukan: Merujuk pasien ke spesialis atau fasilitas kesehatan
yang lebih lengkap jika diperlukan, misalnya untuk kasus
komplikasi atau kondisi yang memerlukan penanganan khusus.
KEWENANGAN BIDAN
Edukasi dan Penyuluhan:
• Penyuluhan Masyarakat: Mengadakan program penyuluhan dan
edukasi tentang kesehatan reproduksi dan KB di komunitas.
• Edukasi Individu: Memberikan edukasi personal kepada pasien
tentang pilihan KB dan menjaga kesehatan reproduksi.
KONSEP PERENCANAAN

KELUARGA DAN KELUARGA

BERENCANA
P E R E N C A NA AN K E L U A R GA

Perencanaan keluarga adalah proses di mana pasangan atau


individu membuat keputusan yang terinformasi tentang
jumlah anak yang mereka inginkan dan kapan mereka ingin
memiliki anak. Ini melibatkan penggunaan metode
kontrasepsi untuk mencegah atau menunda kehamilan yang
tidak diinginkan serta mempersiapkan diri secara fisik,
emosional, dan finansial untuk kehamilan dan pengasuhan
anak.
T U J U A N PE R E N C A N AA N KE L UA R G A

1. Kesehatan Ibu dan Anak: Mengurangi risiko kesehatan bagi ibu dan anak
dengan mengatur jarak dan jumlah kelahiran.
2. Kualitas Hidup: Meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan memungkinkan
orang tua merencanakan sumber daya mereka, seperti waktu, keuangan, dan
perhatian.
3. Kesetaraan Gender: Memberikan kesempatan kepada wanita untuk mengejar
pendidikan dan karir tanpa gangguan dari kehamilan yang tidak diinginkan.
4. Pengendalian Penduduk: Membantu mengatur laju pertumbuhan penduduk yang
berkelanjutan dan mendukung pembangunan ekonomi dan sosial.
KELUARGA BERENCANA

Keluarga Berencana (KB) adalah bagian integral dari perencanaan keluarga


yang berfokus pada penggunaan metode kontrasepsi untuk mencapai tujuan
perencanaan keluarga. Ini melibatkan layanan dan program yang
mendukung pasangan dan individu dalam memilih dan menggunakan
metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
KELUARGA BERENCANA

Komponen Keluarga Berencana:


1. Metode Kontrasepsi:
• Kontrasepsi Hormonal: Pil KB, suntik, implan, dan cincin vagina.
• Kontrasepsi Barrier: Kondom pria dan wanita, diafragma.
• Kontrasepsi IUD: IUD hormonal dan IUD tembaga.
• Metode Alamiah: Metode amenore laktasi, metode kalender, metode
lendir serviks.
• Sterilisasi: Tubektomi untuk wanita, vasektomi untuk pria.
KELUARGA BERENCANA

Komponen Keluarga Berencana:


2. Pendidikan dan Konseling:
• Memberikan informasi yang akurat dan mendalam tentang berbagai
metode kontrasepsi, termasuk efektivitas, cara penggunaan, dan efek
samping.
• Membantu pasangan dalam membuat keputusan yang terinformasi dan
sesuai dengan nilai-nilai dan kebutuhan mereka.
KELUARGA BERENCANA

Komponen Keluarga Berencana:


3. Layanan Kesehatan:
• Akses ke layanan kesehatan yang berkualitas untuk pemasangan dan
pemeliharaan kontrasepsi.
• Pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau efek samping dan
keberhasilan penggunaan kontrasepsi.
KELUARGA BERENCANA

Komponen Keluarga Berencana:


4. Advokasi dan Kebijakan:
• Promosi kebijakan yang mendukung akses universal terhadap layanan
keluarga berencana.
• Meningkatkan kesadaran dan dukungan dari masyarakat dan pemerintah
tentang pentingnya keluarga berencana.
KELUARGA BERENCANA
Manfaat Keluarga Berencana:
1. Kesehatan Reproduksi: Mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan, komplikasi
kehamilan, dan kematian ibu.
2. Pemberdayaan Wanita: Memberikan wanita kontrol lebih besar atas kesehatan reproduksi
mereka dan kesempatan untuk berpartisipasi lebih penuh dalam pendidikan dan ekonomi.
3. Peningkatan Kesejahteraan Anak: Anak-anak yang lahir dengan jarak yang cukup memiliki
peluang lebih besar untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang baik, nutrisi, dan pendidikan.
4. Pengurangan Kemiskinan: Keluarga dengan jumlah anak yang terencana lebih mampu
mengatur sumber daya mereka secara efektif dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai