KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN
Oleh : Hambali, [Link].
(Pengawas Madrasah Kemenag Kab. Bondowoso)
PENGANTAR
Pelajar Indonesia merupakan
pelajar sepanjang hayat yang
kompeten dan memiliki
karakter sesuai nilai-nilai
Pancasila. Pernyataan
tersebut merupakan rumusan
Profil Pelajar Pancasila (PPP).
Melalui Profil Pelajar
Pancasila, pelajar Indonesia
diharapkan memiliki budi
pekerti luhur sesuai dengan
tujuan dan cita-cita pancasila.
Dalam mencapai Profil
Pelajar Pancasila tersebut,
kurikulum disesuaikan, dan
terdapat elemen- elemen baru
di dalam kurikulum
Agenda Sesi
Konsep Alur Tujuan
Pembelajaran
Konsep Tujuan
Pembelajaran
Prinsip Penyusunan Alur
Tujuan Pembelajaran
Prosedur Penyusunan Alur
Tujuan Pembelajaran
Konsep Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan deskripsi pencapaian tiga
aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan
pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan
pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat
menuju CP.
Rumusan tujuan pembelajaran tidak hanya mencakup tahapan
kognitif
(mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta) dan dimensi pengetahuan (faktual,
konseptual, procedural, metakognitif) tetapi juga
mengikutsertakan perilaku capaian seperti kecakapan hidup
(kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) serta profil pelajar
Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, bergotong-royong,
kreatif, bernalar kritis, dan mandiri).
Tiga Aspek komponen Tujuan Pembelajaran Secara operasional
1. Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa
atau diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan
konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan
pembelajaran.
Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi
Bloom yang direvisi.
Contoh: Peserta didik dapat menyajikan solusi utk menangani perubahan
kondisi alam di permukaan bumi akibat faktor manusia
2. Konten
Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh
siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit
pembelajaran.
Apa ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu dipahami di
akhir satu unit pembelajaran? Pertanyaan apa yang perlu dapat dijawab
siswa setelah mempelajari unit tersebut?
Contoh: perubahan kondisi alam di permukaan bumi akibat faktor
3. Variasi
Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu
dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat
tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi,
menciptakan, dan lain sebagainya.
Keterampilan berpikir apa saja yg perlu dikuasai siswa untuk
dapat mencapai tujuan pembelajaran? Gunakan keterampilan
berpikir yang bervariasi terutama HOTS.
Contoh: Menganalisa hubungan antara kegiatan manusia
dengan perubahan alam di permukaan bumi dan menarik
kesimpulan penyebab-penyebab utamanya.
--> Dimana untuk bisa menganalisa hubungan dan menarik
kesimpulan, peserta perlu mengetahui, memahami,
mengaplikasi materi tersebut
Contoh Tujuan Pembelajaran dengan memuat 3 aspek yang telah
dijelaskan:
Menjelaskan hukum Newton dengan menggunakan kata-kata
sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang
menggambarkan hukum Newton
Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam
bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga.
Catatan:
Kompetensi (Kata kerja yang menunjukkan keterampilan/ aksi)
Konten (materi yang dipelajari)
Variasi (penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan
tingkat tinggi)
ALUR PEMBELAJARAN
Alur Pembelajaran (AP) adalah rangkaian tujuan
pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan
logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan
pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur
ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk
mengukur CP.
Perlu diperhatikan ada dua poin utama dari alur pembelajaran
1. Alur ini menjadi panduan guru dan siswa untuk melaksanakan capaian
pembelajaran di akhir fase tersebut.
2. Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran
dari waktu ke waktu.
Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran
1. Sederhana dan informatif
Perumusan ATP dipahami oleh penulis sendiri maupun
pengguna/pembaca. Hal ini dapat dilakukan dengan
menggunakan istilah atau terminologi yang umum dan tidak
bermakna ambigu atau tafsir ganda. Untuk penggunaan
istilah khusus, penulis dapat menyertakan penjelasan
secukupnya dalam bentuk glosarium.
2. Esensial dan Kontekstual
Perumusan ATP Memuat aspek pembelajaran yang sangat
mendasar atau penting yakni kompetensi, konten, dan hasil
pembelajaran. Selain itu, juga mempertimbangkan penyediaan
pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan atau dunia
nyata berupa aktivitas yang menantang, menyenangkan dan
bermakna.
Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran
3. Berkesinambungan
Antar fase dan antar tujuan pembelajaran saling terkait dan
merupakan capaian secara runtut, sistematis, dan berjenjang
untuk memeroleh CP yang telah ditetapkan dalam setiap mata
pelajaran. Penyusunan dilakukan secara kronologis berdasarkan
urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
4. Pengoptimalan Tiga Aspek Kompetensi
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berjenjang selaras
dengan tahapan kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi,
menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) serta dimensi
pengetahuan (faktual – konseptual – prosedural – meta kogniti
f). Pengoptimalan juga dilakukan pada penumbuhan kecakapan
hidup (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif) serta profil
Pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, bergotong-
royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri).
5. Operasional dan Aplikatif
Rumusan ATP memvisualisasikan dan mendeskripsikan proses
pembelajaran dan penilaian secara utuh yang dapat menjadi
acuan operasional yang aplikatif untuk merancang modul ajar.
6. Adaptif dan Fleksibel
Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa,
dan karakteristik satuan pendidikan serta mempertimbangkan
alokasi waktu dan relevansi antar mata pelajaran serta ruang li
ngkup pembelajaran yakni intra kurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
Prosedur Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Melakukan analisis CP
Analisis CP memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan,
dan sikap. Ada enam fase CP, yaitu: Fase A untuk kelas I dan II, Fase B
untuk kelas III dan IV, Fase C untuk kelas V dan VI, Fase D untuk kelas
VII, VIII, dan IX, Fase E untuk kelas X, Fase F untuk kelas XI dan XI.
2. Identifikasi kompetensi-kompetensi
Identifikasi kompetensi-kompetensi di akhir fase dan kompetensi-
kompetensi sebelumnya yang perlu dikuasai peserta didik sebelum
mencapai kompetensi di akhir fase.
3. Melakukan analisis
Analisis perlu dilakukan pada setiap elemen dan atau sub-elemen Profil
Pelajar Pancasila yang sesuai dengan mata pelajaran dan Capaian
Pembelajaran. Pada fase ini ada enam dimensi, yaitu: 1) beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2)
mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalarkritis,
dan 6) kreatif.
4. Rumuskan Tujuan Pembelajaran
Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan
kompetensi yang akan dicapai, pemahaman bermakna yang akan
dipahami dan variasi keterampilan berpikir apa yang perlu dikuasai
siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5. Susun tujuan pembelajaran secara linear
Tujuan pembelajaran harus disusun secara linear sebagaimana urutan
kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
6. Tentukan lingkup materi dan materi utama
Setiap tujuan pembelajaran dapat memiliki lebih dari satu ingkup
materi dan materi utama
7. Tentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan
Berdasarkan perumusan TP tentukan jumlah jam pelajaran yang
diperlukan Contoh: TP untuk mencapai suatu kompetensi
pengetahuan 120 menit, keterampilan 480, dan sikap120 menit.