0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan16 halaman

Panduan SMK3 untuk Perusahaan Indonesia

Diunggah oleh

LudovikusPanjiNrc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan16 halaman

Panduan SMK3 untuk Perusahaan Indonesia

Diunggah oleh

LudovikusPanjiNrc
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN &

KESEHATAN KERJA (SMK3)

Berdasar Peraturan Pemerintah no 50 tahun 2012

Alvano Christoforus
Jum’at, 16 Oktober 2020
DEFINISI
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen
perusahaan secara keseluruhan dalam rangka
pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan
kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien
dan produktif.
• Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya
disingkat K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin
dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga
kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja.
DEFINISI
• Audit SMK3 adalah pemeriksaan secara sistematis
dan independen terhadap pemenuhan kriteria yang
telah ditetapkan untuk mengukur suatu hasil
kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan
dalam penerapan SMK3 di perusahaan.
KEWAJIBAN SMK3
Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di
perusahaannya.
Kewajiban berlaku bagi perusahaan:
a. mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100
orang; atau
b. mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi (potensi
bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan yang
merugikan jiwa manusia, terganggunya proses
produksi dan pencemaran lingkungan kerja)
KEWAJIBAN SMK3
Pengusaha dalam menerapkan SMK3 wajib
berpedoman pada Peraturan Pemerintah ini dan
ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat
memperhatikan konvensi atau standar internasional.
Penetapan Kebijakan K3
Dalam menyusun kebijakan K3, pengusaha paling sedikit harus:
a. melakukan tinjauan awal kondisi K3 yang meliputi:
1. identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko;
2. perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor
lain yang lebih baik;
3. peninjauan sebab akibat kejadian yang membahayakan;
4. kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya
yang berkaitan dengan keselamatan; dan
5. penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang
disediakan.
Penetapan Kebijakan K3
Dalam menyusun kebijakan K3, pengusaha paling sedikit harus:
b. memperhatikan peningkatan kinerja manajemen K3 secara
terus-menerus;

c. memperhatikan masukan dari pekerja/buruh dan/atau serikat


pekerja/serikat buruh.
Penetapan Kebijakan K3
Kebijakan K3 paling sedikit memuat:
a. visi;
b. tujuan perusahaan
c. komitmen dan tekad melaksanakan kebijakan; dan
[Link] dan program kerja yang mencakup kegiatan
perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan/atau
operasional.

Pengusaha harus menyebarluaskan kebijakan K3 yang telah


ditetapkan kepada seluruh pekerja/buruh, orang lain selain
pekerja/buruh yang berada di perusahaan, dan pihak lain yang
terkait.
Perencanaan K3
Dalam menyusun rencana K3 pengusaha harus mempertimbangkan:
a. hasil penelaahan awal;
b. identifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko;
c. peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya;
d. sumber daya yang dimiliki.

Pengusaha dalam menyusun rencana K3 harus melibatkan Ahli K3,


Panitia Pembina K3, wakil pekerja/buruh, dan pihak lain yang terkait
di perusahaan.
Perencanaan K3
Rencana K3 paling sedikit memuat:
a. Tujuan dan sasaran;
b. Skala prioritas;
c. Upaya pengendalian bahaya;
d. Penetapan sumber daya;
e. Jangka waktu pelaksanaan;
f. Indikator pencapaian; dan
g. Sistem pertanggungjawaban.
Pelaksanaan Rencana K3
Pengusaha dalarn melaksanakan rencana K3 didukung oleh sumber
daya manusia di bidang K3, prasarana, dan sarana.
• Sumber daya manusia harus memiliki:
a. kompetensi kerja yang dibuktikan dengan sertifikat; dan
b. kewenangan di bidang K3 yang dibuktikan dengan surat izin kerja/operasi
dan/atau surat penunjukan dari instansi yang berwenang.

• Prasarana dan sarana paling sedikit terdiri dari:


a. organisasi/unit yang bertanggung jawab di bidang K3;
b. anggaran yang memadai;
c. prosedur operasi/kerja, informasi, dan pelaporan serta pendokumentasian;
d. instruksi kerja.
Pelaksanaan Rencana K3
Pengusaha dalam melaksanakan rencana K3 harus melakukan
kegiatan dalam pemenuhan persyaratan K3. .
• Kegiatan paling sedikit meliputi:
a. tindakan pengendalian;
b. perancangan (design) dan rekayasa;
c. prosedur dan instruksi kerja;
d. penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan;
e. pembelian/pengadaan barang dan jasa;
f. produk akhir;
g. upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana
industri; dan
h. rencana dan pemulihan keadaan darurat.
Pelaksanaan Rencana K3
Pengusaha dalam melaksanakan kegiatan harus:
a. menunjuk surnber daya manusia yang mempunyai kompetensi
kerja dan kewenangan di bidang K3;
b. melibatkan seluruh pekerja/buruh;
c. membuat petunjuk K3 yang harus dipatuhi oleh seluruh
pekerja/buruh, orang lain selain pekerja/buruh yang berada di
perusahaan, dan pihak lain yang terkait;
d. membuat prosedur informasi;()
e. membuat prosedur pelaporan; ()
f. mendokumentasikan seluruh kegiatan.()
Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3
Pengusaha wajib melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja K3
melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan audit intemal
SMK3 dilakukan oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Peninjauan & Peningkatan Kinerja SMK3


Untuk menjamin kesesuaian dan efektifitas penerapan SMK3,
pengusaha wajib melakukan peninjauan terhadap kebijakan,
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi
PENILAIAN SMK3
• Penilaian penerapan SMK3 dilakukan oleh lembaga audit
independen yang ditunjuk oleh Menteri atas permohonan
perusahaan

PENGAWASAN
• Pengawasan SMK3 dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan
pusat, provinsi dan/atau kabupaten/kota sesuai dengan
kewenangannya.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai