Assignment Problem
By Nadia Asandimitra,SE.,MM
Pendahuluan
Adanya beberapa pekerjaan yang berbeda-beda cara
penyelesaian.
Karyawan memiliki keahlian dan sifat yang berbeda-
beda.
Cara alokasi yang berbeda akan memberi konsekuensi
hasil atau pengorbanan yang berbeda.
Perencanaan penugasan menggunakan Algoritma
atau Hungarian method
Ada 2 macam Algoritma
Algoritma dengan tujuan meminimumkan
Algoritma dengan tujuan memaksimalkan
Masalah Minimasi
Meminimumkan pengorbananMeminimumkan
biaya
Menggunakan matriks atau tabel yang berisi biaya
penugasan karyawan.
Contoh
Bagian produksi perusahaan mempunyai 3 jenis
pekerjaan yang berbeda untuk diselesaikan oleh 3
karyawan.
Ketiga karyawan tersebut mempunyai tingkat
ketrampilan, pengalaman kerja, latar belakang
pendidikan dan latihan yang berbeda pula.
Karena sifat pekerjaan dan kemampuan karyawan
berbeda, maka biaya penyelesaian pekerjaan
berbeda-beda
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3
A1 20 27 30
A2 10 18 16
A3 14 16 12
Langkah-langkah : membuat opportunity cost matrix
• Nilai tiap baris dikurangi dengan nilai terkecil
dari baris itu.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3
A1 0 7 10
A2 0 8 6
A3 2 4 0
Membuat Total Opportunity Cost
Matrix
Jika dalam tabel Opportunity Cost Matrix
masih ada kolom yang tidak memiliki angka
nol maka harus dibuat agar kolom tersebut
memiliki nilai nol dengan mengurangi nilai-
nilai pada kolom itu dengan nilai kolom
yang terkecil.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3
A1 0 3 10
A2 0 4 6
A3 2 0 0
Menggambar garis untuk meliputi
angka nol
Jika jumlah garis minimum yang bisa dibuat kurang
dari jumlah baris atau kolom maka harus diubah lagi
dan
Jika jumlah garis minimum yang dibuat paling tidak
sama dengan jumlah baris atau kolom maka alokasi
yang optimal sudah bisa diperoleh
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3
A1 0 3 10
A2 0 4 6
A3 2 0 0
Merubah Total Opportunity Cost
Matrix dengan cara
Pilih angka terkecil di antara semua angka belum
terliput oleh garis dan semua angka yang belum
terliput garis dikurangi dengan angka terkecil.
Nilai yang terliput oleh 2 garis yang saling bersilangan
harus ditambah dengan angka terkecil yang belum
terliput garis (yang dipakai untuk mengurangi pada
butir di atas).
Ulangi lagi langkah ke 3 untuk melakukan tes
optimalisasi.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3
A1 0 0 7
A2 0 1 3
A3 5 0 0
Membuat alokasi penugasan, caranya
Letakkan karyawan pada salah satu
pekerjaan yang nilainya pada total
opportunity cost dan satu pekerjaan hanya
bisa diisi oleh satu orang saja.
Tugaskan dulu karyawan yang hanya
memiliki satu nilai nol.
Skedul penugasan Biaya
A1 D2 Rp. 27.000,-
A2 D1 Rp. 10.000,-
A3 D3 Rp. 12.000,-
Total Rp. 49.000,-
Masalah Maksimasi
Sama dengan Algoritma dengan tujuan
meminimumkan, perbedaannya hanya pada langkah
pertama
Pada langkah pertama dicari dulu selisih data
keuntungan pada tiap-tiap baris dengan keuntungan
terbesar pada baris itu.
Contoh
Suatu perusahaan yang akan menugaskan 4 karyawan
yang berbeda kemampuannya untuk 4 pekerjaan
yang berbeda pula.
Data terperinci tentang kontribusi laba masing-
masing karyawan sebagai berikut
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3 D4
A1 12 14 12 10
A2 16 12 11 17
A3 11 10 9 10
A4 15 17 10 18
Langkah-langkah : Membuat Opportunity Loss Matrix
Mengurangi nilai-nilai keuntungan tiap baris dengan
nilai terbesar dari baris itu.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3 D4
A1 2 0 2 4
A2 1 5 6 0
A3 0 1 2 1
A4 3 1 8 0
Membuat total Opportunity Loss
Matrix
Dengan merubah nilai pada kolom yang belum
memiliki angka nol dengan bilangan terkecil dari
kolom tersebut.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3 D4
A1 2 0 0 4
A2 1 5 4 0
A3 0 1 0 1
A4 3 1 6 0
Membuat garis yang meliputi nilai-nilai nol
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3 D4
A1 2 0 0 4
A2 1 5 4 0
A3 0 1 0 1
A4 3 1 6 0
Merubah Total Opportunity Loss
Matrix
Angka yang belum terliput garis dikurangi dengan
angka terkecil dari belum yang terliput
Angka yang terliput garis dua kali harus ditambah
dengan angka pengurangan tersebut.
Setelah itu lakukan tes optimalisasi.
Pekerjaan
Karyawan
D1 D2 D3 D4
A1 2 0 0 5
A2 0 4 3 0
A3 0 1 0 2
A4 2 0 5 0
Membuat alokasi penugasan
Skedul Kontribusi Skedul Kontribusi
penugasan 1 laba penugasan 2 laba
A1D2 14.000 A1D3 12.000
A2D1 16.000 A2D4 17.000
A3D3 9.000 A3D1 11.000
A4D4 18.000 A4D2 17.000
Total 57.000 Total 57.000
JUMLAH BARIS ≠ JUMLAH KOLOM
Jika jumlah karyawan tidak sama dengan jumlah
pekerjaan maka perlu digunakan bantuan variable
dummy atau variable semu/boneka.
Guna variable ini untuk mengisi ketidakcocokan tersebut.
Kalau jumlah baris (karyawan) lebih sedikit maka perlu
ditambahkan baris semu dengan biaya (atau laba)
sebesar 0.
Sebaliknya bila jumlah kolom (pekerjaan) lebih sedikit
maka perlu ditambahkan kolom semu.
Pekerjaan
I II III IV V
Karyawan
Tina 20 24 20 16 27
Tini 28 20 18 30 17
Tino 16 18 14 16 25
Toni 26 30 16 32 21
Karena jumlah baris < jumlah kolom maka perlu
ditambah baris semu sbb:
Pekerjaan I II III IV V
Karyawan
Tina 20 24 20 16 27
Tini 28 20 18 30 17
Tino 16 18 14 16 25
Toni 26 30 16 32 21
Dummy 0 0 0 0 0
Cara penyelesaiannya seperti langkah-langkah yang
dijelaskan di depan, baik untuk minimisasi maupun
maksimisasi
LATIHAN SOAL
Suatu perusahaan akan mengalokasikan 4 orang
karyawan untuk 3 macam tugas.
Setiap karyawan menyelesaikan 1 tugas. Biaya yang
dibutuhkan untuk tiap tugas (dalam ribuan Rp) adalah:
Keuntungan yang diperoleh
Karyawan
Tugas 1 Tugas 2 Tugas 3
A 10 16 32
B 14 22 40
C 22 24 34
D 14 18 36
Carilah alokasi karyawan yang bisa meminimumkan
biaya.