0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan29 halaman

Bagian dan Fungsi Osiloskop

Diunggah oleh

Ahmad Dihyat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan29 halaman

Bagian dan Fungsi Osiloskop

Diunggah oleh

Ahmad Dihyat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OSILOSKOP

YUSTINI,SST.,MT
JURUSAN TEKNIK
ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI
PADANG
OSILOSKOP

adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan

[Link] kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan

memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu.

Gambar 1memperlihatkan bentuk fisik osiloskop.


 Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10

kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil.
Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala
tersebut. Bentuk dari osiloskop ini menyerupai sebuah pesawat televisi dengan
beberapa tombol pengatur, namun terdapat garis-garis (grid) pada layarnya
Gambar : Tampilan
osiloskop
Gambar : Osiloskop GOS
6050
Contoh beberapa kegunaan osiloskop:
 Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap
waktu
 Mengukur frekuensi sinyal.
 Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
 Membedakan arus AC dengan arus DC
 Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan
hubungannya terhadap terhadap waktu
Berdasarkan cara kerjanya osiloskop dapat dibedaka
atas 2 kelompok:

 Osiloskop Analog menggunakan tegangan yang diukur


untuk menggerakan berkas elektron dalam tabung gambar
ke atas atau ke bawah sesuai dengan bentuk gelombang
yang diukur. Pada layar osiloskop dapat langsung
ditampilkan bentuk gelombang tersebut.
 Osiloskop Digital mencuplik bentuk gelombang yang
diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital
Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang
dicuplik menjadi besaran digital.
Gambar 3: Blok diagram
osiloskop
Gambar 4: Tabung sinar katoda
(CRT)
Bagian Osiloskop:

 Probe adalah kabel penghubung yang ujungnya diberi penjepit, dengan

penghantar, yang dapat meredam sinyal-sinyal gangguan seperti sinyal


radio atau noise yang kuat
 Pengendali intensitas digunakan untuk mengatur intensitas cahaya

gambar gelombang yang ditampilkan pada monitor osiloskop


 Pengendali focus digunakan untuk mengatur ketajaman gambar

[Link] ini hanya terdapat pada osiloskop analog


 Tombol posisi vertikal digunakan untuk menggerakan gambar

gelombang pada layar ke arah atas atau arah bawah


 Tombol pengendali horizontal digunakan untuk mengatur posisi

dan skala pada bagian horizontal gelombang


 Tombol volts/div mengatur skala tampilan pada arah vertical
 Pengendali Trigger digunakan untuk membuat tampilan

gambar menjadi tampak [Link] trigger membuat


kita dapat menstabilkan pengulangan sinyal gelombang dan
menangkap satu bagian berjalan
Pengukuran Tegangan
Tegangan adalah besar beda potensial listrik, dinyataka dalam
volt, antara dua titik pada rangkaian. Pengukuran tegangan
dengan osiloskop dapat dihitung dengan persamaan:
Mengukur tegangan DC

VDC = 3 x 5 v/div = 15
volt
Mengukur tegangan AC

Vpp = 6 x 2 v/div = 12 V
Vp = 3 x 2 v/div = 6 V
Mengukur Beda Phasa

Θ = Δx/XT .3600 atau t/ T x


360
• Mengukur frekuensi
T = banyaknya kotak horizontal x time /div
F = 1 /T

T
Blok Diagram CRO Analog
Cara kerja osiloskop analog
 Pada saat osiloskop dihubungkan dengan sirkuit, sinyal tegangan bergerak melalui probe ke sistem vertical.
 Bergantung kepada pengaturan skala vertikal (volts/div),attenuator akan memperkecil sinyal masukan sedangkanamplifier akan
memperkuat sinyal masukan.
 Selanjutnya sinyal tersebut akan bergerak melalui keping pembelok vertikal dalam CRT(Cathode Ray Tube). Tegangan yang diberikan pada
pelat tersebut akan mengakibatkan titik cahaya bergerak (berkas elektron yang menumbuk fosfor dalam CRT akan menghasilkan pendaran
cahaya). Tegangan positif akan menyebabkan titik tersebut naik sedangkan tegangan negatif akan menyebabkan titik tersebut turun.
Cara kerja osiloskop analog
 Sinyal akan bergerak juga ke bagian sistem trigger untuk memulai sapuan horizontal (horizontal sweep). Sapuan horizontal ini
menyebabkan titik cahaya bergerak melintasi layar. Jadi, jika sistem horizontal mendapat trigger, titik cahaya melintasi layar
dari kiri ke kanan dengan selang waktu tertentu. Pada kecepatan tinggi titik tersebut dapat melintasi layar hingga 500.000 kali
per detik.
 Secara bersamaan kerja sistem penyapu horizontal dan pembelok vertikal akan menghasilkan pemetaan sinyal pada layar. Trigger
diperlukan untuk menstabilkan sinyal berulang. Untuk meyakinkan bahwa sapuan dimulai pada titik yang sama dari sinyal berulang.
Kelebihan dan Kekurangan Osiloskop Analog

Kelebihan osiloskop analog antara lain:


Mampu menggambarkan nilai-nilai arus atau tegangan yang dihasilkan yang selalu berubah terhadap waktu secara
periodik, sehingga memperlihatkan bentuk gelombang

Osiloskop analog dapat digunakan untuk menentukan periode, frekuensi, tegangan, dan amplitudo sinyal listrik
sekaligus dengan cara yang relatif mudah.
Kekurangan osiloskop analog :

Pengamatan sinyal-sinyal listrik dengan osiloskop mempunyai keterbatasan dalam


perbandingan frekuensi antar sinyal-sinyal tersebut (perbandingan maksimum 10:1)
sehingga penggunaannya cukup terbatas.
Harganya relatif mahal. Kelemahan tersebut semakin terasa sejak terciptanya penghitung
frekuensi digital dengan harga yang lebih rendah dipasarkan ke publik.
Osiloskop Digital
Osiloskop Digital

Jika dalam osiloskop analog gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke rangkaian
vertikal sehingga berkesan "diambil" begitu saja (real time), maka dalam osiloskop digital, gelombang yang
akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan. Osiloskop kemudian menyimpan
nilai-nilai tegangan ini bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di memori. Pada prinsipnya,
osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan kemudian berhenti. Ia
mengulang proses ini lagi dan lagi sampai dihentikan.
Blok diagram osiloskop digital semua sinyal analog akan digitalisasi.
Osiloskop digital, misalnya storage osciloscope terdiri dari:
• ADC (Analog-to-Digital Converter)
• DAC (Digital-to-Analog Converter)
• Penyimpan Elektronik
Blok Diagram CRO Digital
Prinsip Kerja CRO Digital

Pada saat probe osiloskop digital diberi masukan, pengaturan amplitudo sinyal pada
sistem vertikal seperti osiloskop analog. Selanjutnya sinyal analog diubah ke dalam
bentuk digital dengan rangkaian analog-to-digital converter (ADC). Dalam sistem akuisi
sinyal sampel pada titik waktu diskrit, diubah dalam harga digital disebut sample point.
Sampel clock sistem digital menentukan seberapa sering ADC mengambil sampel.
samb.
Hasil dari ADC disimpan dalam memori sebagai titik-titik bentuk gelombang. Mungkin lebih dari satu
titik sampel dibuat satu titik bentuk gelombang. Titik-titik bentuk gelombang secara bersama-sama
membentuk rekaman bentuk gelombang. Jumlah titik bentuk gelombang yang digunakan untuk
membentuk rekaman disebut record length. Sistem trigger menentukan kapan perekaman sinyal dimulai
dan diakhiri. Peragaan menerima rekaman titik-titik bentuk gelombang setelah disimpan dalam memori.
Perbedaan antara osiloskop analog dan digital hanya pada
pemproses sinyal ADC. Pengarah pancaran elektron pada
osiloskop ini sama dengan pengarah pancaran elektron pada
osiloskop analog.

Kelebihannya adalah kemampuan untuk merekam gambar


hasil pengukuran

Anda mungkin juga menyukai