0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Buku Saku Cegah Stunting Anak

Dokumen ini membahas tentang stunting pada anak, termasuk definisi, diagnosis, dampak, pencegahan, dan penatalaksanaannya. Dokumen ini juga memberikan contoh kasus stunting dan penanganannya secara komprehensif.

Diunggah oleh

ANA ROHMANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Buku Saku Cegah Stunting Anak

Dokumen ini membahas tentang stunting pada anak, termasuk definisi, diagnosis, dampak, pencegahan, dan penatalaksanaannya. Dokumen ini juga memberikan contoh kasus stunting dan penanganannya secara komprehensif.

Diunggah oleh

ANA ROHMANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

-STUNTING-

DIAGNOSIS & TATALAKSANA

Risky Ika Riani


AGENDA
Pendahuluan
Diagnosis
Dampak
Tatalaksana
PENDAHULUAN
3

 Pertumbuhan adalah aspek penting Kesehatan anak


 Stunting adalah masalah serius di Indonesia
 Data UNICEF (2013)  Indonesia peringkat ke-5
stunting di dunia
RISKESDAS (2018)  prevalensi pendek dan sangat
pendek 30%
Presentation title 4
Persamaan Persepsi
Apa yang dimaksud Stunting?
Kondisi di mana TB/U atau PB/U < -2SD grafik WHO, yang disebabkan
oleh malnutrisi kronik akibat kurangnya asupan nutrisi dan adanya
penyakit infeksi, terutama terjadi pada 1000 HPK.

Tidak semua perawakan


pendek adalah PENDEK STUNTING
stunting
1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

• 1000 HPK adalah periode krusial tumbuh


kembang anak
• 1000 HPK ditandai oleh proliferasi neuron
(pertambahan dalam jumlah sel), pertumbuhan
dan diferensiasi (kompleksitas), myelinisasi
dan synaptogenesis (connectivity).
• 1000 HPK : periode otak paling rentan terhadap
kekurangan nutrisi
PERKEMBANGAN OTAK
PADA 1000 HPK
DAMPAK MALNUTRISI PADA
PERKEMBANGAN OTAK
PERKEMBANGAN OTAK
PADA 1000 HPK
Presentation title 10
11
Presentation title 12
Presentation title 13
Presentation title 14
15

KUNCI :
DIAGNOSIS
16

PASTIKAN STUNTING

JANGAN LANGSUNG BERIKAN


INTAKE GIZI BERLEBIH

Appropriate gestational age (AGA)


Small gestational age (SGA)
FAKTOR RISIKO STUNTING
DAMPAK STUNTING
KEKURANGAN GIZI PADA BALITA AKAN
MENGANCAM KECERDASAN
SEUMUR HIDUP
PENCEGAHAN STUNTING
Berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini, dirumuskan strategi
pencegahan stunting sebelum usia 2 tahun (Sjarif, 2021)
Penerapan panduan pemberian makan bayi dan baduta

 Secara tegas mempromosikan konsumsi pangan sumber hewani yang tersedia


setempat serta terjangkau
o Konsumsi telur sebutir sehari selama 6 bulan periode MPASI (6-
9bulan terbukti menurunkan prevalensi stunting 47% dan underweight 74%
(PEDIATRICS
140:1:2017)
o
Pemantauan pertumbuhan yang reguler
 Untuk deteksi dini dan tatalaksana segera weight faltering and growth
deceleration
o The prevention of poor weight gain (weight faltering) would prevent
stunting, estimated up to 34% at 12 mo and 24% at 24 mo ([Link]. 2015
Dec;145)
PENCEGAHAN STUNTING

ASI EKSKLUSIF
Memenuhi GIZI
hingga bayi usia
sejak Hamil
6 bulan

Rutin memantau
TUMBUH- MPASI tepat
KEMBANG bayi

Lengkapi
IMUNISASI Menjaga sanitasi
PENANGGULANGAN
STUNTING
ALGORITME PENCEGAHAN DAN
PENANGANAN
STUNTING AKSI CEGAH STUNTING (Sjarif
2021) POSYANDU
Timbang dan Ukur

BB & PB
Weight faltering, BB kurang,
Weight Gizi buruk STUNTING
gizi kurang
faltering (-)

PMT Rujuk Puskesmas Rujuk Puskesmas


Telur dan susu Rujuk puskesmas PKGK 1minggu F100 & mineral Konfirmasi
sesuai usia mix stunting

BB naik tidak F100 & mineral


BB naik adekuat Rujuk RSUD
adekuat mix (-)
Lanjutkan PKMK
RUJUK RSUD RUJUK RSUD
terapi
CEGAH STUNTING TATALAKSANA STUNTING
BAGAIMANA PERAN KADER?

PERAN KADER

CEGAH STUNTING DETEKSI DINI


STUNTING
UKUR DAN TIMBANG DENGAN ALAT DAN CARA YANG
BENAR
UKUR DAN TIMBANG
DENGAN ALAT DAN
WEIGHT FALTERING GIZI KURANG
CARA YANG BENAR
BB KURANG
KENAIKAN BB < 100 G/ MINGGU (BAYI) DITENTUKAN OLEH
BB/U <-2
DAN <50 G DIATAS 1 PETUGAS GIZI
TAHUN PB / U <-2

RUJUK PUSKESMAS UNTUK RUJUK PUSKESMAS UNTUK RUJUK PUSKESMAS UNTUK


MENCARI PENYAKIT DAN MENCARI PENYAKIT DAN MENCARI PENYAKIT DAN
TEERAPI NUTRISI TERAPI NUTRISI TERAPI NUTRISI RUJUK PUSKESMAS
PASIEN RUJUKAN POSYANDU PUSKESMAS

KENAIKAN BB TIDAK ADEKUAT di POSYANDU


6-12 bln: <100 g/minggu
> 12 bln: <50 g/minggu

RUJUK PUSKESMAS

Evaluasi & Tatalaksana Redflag Evaluasi Status Antropometri

WAZ ≥ -2, atau


WAZ < -2, atau
WHZ ≥ -2, atau WHZ < -2, atau
Weight Faltering (-) Weight Faltering (+)

KEMBALI KE POSYANDU Alur Tatalaksana di


(Alur tata laksana di Posyandu) Puskesmas
MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI DALAM
PENANGGULANGAN STUNTING

 Pengetahuan tentang stunting yang kurang


 Alat timbang dan alat ukur yang tidak standar serta tidak seragam
 Teknik menimbang BB dan mengukur PB/TB yang tidak tepat
 Interpretasi Hasil Penimbangan BB dan Pengukuran PB/TB belum mahir
dilakukan (Permenkes No. 2 Tahun 2020)
 Ketersediaan Pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) di
RSUD belum ada (Permenkes No. 29 Tahun 2019)
 Belum semua balita memiliki buku KIA tahun 2020
 Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM)
yang ada membuat semua perawakan pendek otomatis terhitung
sebagai stunting
 Sistem rujukan anak stunting dan gizi buruk: Stunting tanpa penyakit
penyerta tidak ditanggung BPJS
 Posyandu kurang aktif, honor untuk kader sedikit
 Dokter PKM dan dokter spesialis kurang dilibatkan
 Koordinasi lintas sektor tidak berjalan dengan baik
KASUS

Seorang anak perempuan berusia 1 tahun 3 bulan dibawa


oleh ibunya ke poliklinik anak. Orang tua mengeluh tubuh
anaknya kelihatan kurus dan malas makan. Berat badan lahir
2800 gram dengan usia kehamilan 38 minggu melalui
persalinan normal. Saat ini anak mendapat susu formula dan
makan 3x sehari berupa nasi tim kasar (tahu/telur, sayur
dengan kuah kaldu ayam), tapi hanya mau sedikit saja. Daging,
ikan, serta makanan laut lainnya belum pernah diberikan. Ia
lebih suka minum susu dibandingkan makan. Anak juga suka
minum susu UHT 1-2 kotak sehari. Bila makan hanya sedikit,
ibu akan memberikan buah.
Data antropometri : berat badan 6,8 kg, panjang badan 70
cm. Bagaimana manajemen nutrisi pada pasien ini?
ASUHAN NUTRISI

1. Penilaian status gizi


2. Perhitungan kebutuhan nutrisi
3. Penentuan metode pemberian makan
4. Penentuan jenis makanan
5. Pemantauan dan evaluasi
1. PENILAIAN
STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI….
PENILAIAN STATUS GIZI….
PENILAIAN STATUS GIZI….

 Berat badan kurang


 Perawakan pendek
 Gizi kurang
DIAGNOSIS
STUNTING

Usia BB < Usia TB/PB < Usia Kronologis


Usia Berat Badan
= 4-5 bulan
Usia Panjang
Badan =
8-9 Bulan
DIAGNOSIS

Usia BB < Usia TB/PB < Usia Kronologis

4-5 bulan < 8-9 bulan < 15 bulan

Stunting
2. PERHITUNGAN
KEBUTUHAN NUTRISI
Rumus menghitung tumbuh kejar
menurut tinggi badan (Height Age)

Energy (kkal/day) = BBI x RDA (Height Age)

Protein-Energy Ratio (PE Ratio) = 10- 15%


BERAT BADAN IDEAL (BBI)

BBI = 8,2 Kg
HEIGHT AGE (HA)

HA = 8-9 months
RECOMMENDATION DIETARY ALLOWANCES (RDA)
BERDASARKAN HEIGHT AGE (HA)

Source: UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, 2018


PERHITUNGAN KEBUTUHAN NUTRISI…

Rumus menghitung tumbuh kejar


menurut tinggi badan (Height Age)

Energi = BBI x RDA


= 8,2 x 110
= 902 kkal/hari

Protein = 10-15% x 902 kkal/hari


= 90,2 – 135,3 kkal/hari
= 22,55 – 33,8 gram/hari
3. PENENTUAN METODE
PEMBERIAN MAKAN
 Pasien saat ini bisa minum susu dan makan walau hanya
sedikit.
 Rute: secara oral
4. PENENTUAN
JENIS MAKANAN
PENENTUAN JENIS MAKANAN…
5. PEMANTAUAN
DAN EVALUASI

 Penerimaan makanan
 Toleransi: nutrisi enteral (mual/muntah,
konstipasi dan diare), nutrisi parenteral (infeksi,
reaksi metabolik dan mekanik)
 Efektivitas: pemantauan pertumbuhan
KESIMPULAN 46
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai