PROBLEM SOLVING
Oleh :
ATIK YUSTIANI, [Link]
SMA Negeri 1 Campurdarat
Pengertian Problem Solving
• Pengertian masalah :
suatu keadaan (terlihat atau tidak terlihat) dimana antara yang
diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Antara apa yang
direncanakan dengan tidak sesuai. Atau terdapat hambatan
antara yang diinginkan dengan keadaan sebenarnya.
• Pengertian keluhan :
akibat dari masalah yang tidak jelas atau tidak teratasi/ tidak
terselesaikan. Keluhan yang dirasakan seseorang dapat
dijadikan pertanda seseorang sedang mengalami masalah
yang tidak dikenali atau sebuah masalah yang tidak
dipecahkan
Mensikapi Masalah
• Bagaimana cara mensikapi masalah
- Lari dari masalah
- Mengeluh
- Tidak tahu apa yang harus dilakukan
- Meminta bantuan kepada orang lain
- Menghadapi dan memecahkannya
setiap orang tidak mungkin dapat menyikapi masalahnya
dengan tepat apabila ia tidak atau belum mengenali masalah itu.
Disamping itu ia harus mengenali sumber masalah yang dialami.
Pada umumnya masalah yang dialami setiap orang bersumber
dari diri sendiri
( internal ) dan dapat juga bersumber dari luar diri (eksternal )
Masalah yang dihadapi siswa
• Masalah internal
- Kecerdasan
- Bakat
- Fisik
- Nilai
- Kepribadian
- Ketrampilan belajar
• Masalah eksternal
- Kondisi fisik sosio emosional di lingkungan keluarga dan sekolah
- Pencahayaan
- Kebersihan
- Sirkulasi udara
- Hubungan dengan teman dan guru
- Sarana belajar pribadi dan sekolah
Problem solving
• Problem solving sama artinya dengan pemecahan masalah.
• Pengertian problem solving
• upaya untuk memahami masalah dan faktor-faktor
penyebabnya, serta menemukan alternative pemecahannya
yang paling tepat, agar terhindar dari kondisi yang
merugikan. Problem solving juga merupakan suatu
prosedur yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang
harus diikuti dalam memecahkan sebuah masalah yang
dihadapi seseorang sebagai perorangan atau seseorang
sebagai pemimpin organisasi atau anggota organisasi
Jenis-jenis masalah
1. Masalah pribadi (personal), seperti :
• Frustasi karena tidak tercapainya cita-cita
• Konflik psikis (berkurang kesesuaian antara keinginan/minat dengan kemampuan),
atau konflik antara kebutuhan dengan norma agama
• Bersikap apatis(kurang bergairah) dalam menghadapi kehidupan
• Bersikap pesimis akan masa depan
• Kurang dapat membagi waktu
• Frustasi karena kurang mendapat kasih sayang atau perhatian orang tua
• Merasa minder(rendah diri) bergaul dengan orang lain
• Merasa kurang percaya diri (tidak PD) dalam mengekspresikan diri
2. Masalah keluarga
• Hubungan yang kurang harmonis antar ayah-ibu, atau orangtua-anak
• Ketidakutuhan keluarga (meninggal atau bercerai)
• Orang tua kurang memperhatikan kebutuhan anak
• Orang tua tidak menampilkan pribadinya sebagai figur moral yang baik
3. Masalah dalam kelompok sebaya (peer group), seperti :
• Norma kelompok yang kurang sesuai dengan norma pribadi
• Berkembangnya sikap egois diantara anggota kelompok
• Kurang berkembangnya sikap toleransi, loyalitas dan kebersamaan
• Gaya hidup atau perilaku teman dalam kelompok tidak sesuai dengan
ajaran agama atau berakhlak buruk
• Terperangkap dalam gang yang perilakunya brutal/ sadis, seperti gang
4. Masalah belajar
• Merasa sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar
• Kurang memiliki motivasi belajar
• Kurang memiliki sikap dan kebiasaan yang belajar positif
• Kurang memiliki keterampilan untuk belajar
5. Masalah karir, seperti :
• Belum mengetahui sekolah lanjutan yang akan
dimasuki
• Belum memahami jenis pekerjaan yang sesuai
dengan kemampuan sendiri
• Merasa pesimis bahwa setelah sekolah, bisa
melanjutkan studi atau mendapat pekerjaan
yang diharapkan
BEBERAPA METODE PROBLEM SOLVING
1. Linear Thinking
menekankan pada pertanyaan “ mengapa” agar bisa menemukan akar permasalahan.
Setelah akar ditemukan, kita bisa menggunakan data-data lama dan solusi yang ada untuk
diterapkan. Linear thinking adalah salah satu metode problem solving paling tradisional
dan mudah dilaksanakan. Kelemahannya, hanya cocok untuk menghadapi masalah yang
pernah dihadapi sebelumnya, tapi tidak sesuai jika masalahnya sama sekali baru.
2. Creative Problem Solving
Perlu menciptakan keseimbangan antara logika dan kreativitas. Anda bisa
menggunakan kreativitas untuk mencari tahu apa penyebab masalah yang terjadi dan
kemudian mengembangkan solusi yang inovatif.
metode creativeproblem solving tidak hanya seputar brainstorming atau ide-ide gila
yang out of the box.
3. Solution-based thinking
yaitu metode pemecahan masalah dengan berfokus pada solusi-solusi yang dapat
dipastikan keberhasilannya. Jika dibandingkan, solution based thinking tampak seperti
pertengahan antara linear thinking dan creative problem solving . Metode solution based
sama terfokusnya seperti linear thinking
Langkah-langkah dalam memecahkan
masalah
1. Merumuskan masalah yang akan dipecahkan
2. Menganalisa sebab-akibat dari masalah
3. Menghimpun berbagai alternatif pemecahan
4. Memilih alternatif yang paling tepat
5. Melaksanakan tujuan dalam bentuk kegiatan
terencana
Merumuskan masalah