METODE EVIDENCE
BASED PRACTICE
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
DIAN EKAWATI
LUSI NORALITA BR PURBA
RUSLIA PURBA
WIDYENTI PUTRI
Latar Belakang
• Kebidanan merupakan profesi dinamis yang sangat
responsive terhadap perubahan mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Dengan
mengutamakan keterampilan professional dengan
menggunakan praktik berbasis bukti, dalam bentuk
evidence based midwifery agar hasil evaluasi terhadap
penelitian pada pelayanan kebidanan sehingga dapat
digunakan dalam proses preventif dan promotif dan
sebagai bagian dari pengambilan keputusan keluarga
sesuai dengan kebutuhan ruang lingkup wanita.
PEMBAHASAN
• 2.1 Pengertian Evidence Based Practice
• Evidence based practice adalah perilaku atau tindakan
medis yang dilandasi suatu bukti ilmiah yang telah diuji
kebenarannya dan tingkat kebermanfaatannya bagi
penerima pelayanan pasien. Bagi bidan, segala tindakan
yang dilakukan kepada pasien dalam pemberian asuhan
kebidanan harus didasarkan bukti ilmiah yang sudah
valid, terkini dan bermanfaat. Evidence Based Practice
(EBP) merupakan prosedur yang dapat menunjang
supaya bisa mendapatkan fakta terbaru sehingga
menjadikan bukti guna melakukan ketentuan klinis efektif
dan efisien serta memberikan pasien perawatan yang
paling baik.
• 2.2 Tujuan dan Manfaat Evidence Based
• Tujuan EBP adalah memberi alat berdasarkan bukti-bukti
terbaik yang ada, untuk mencegah, mendeteksi dan
menangani gangguan kesehatan dan kepribadian (Stout
Hayes, 2005 & Haynes, 1998). Artinya bahwa dalam
memilih suatu pendekatan pengobatan dan kepribadian,
kita hendaknya secara empiris melihat kajian penelitian
yang telah divalidasikan secara empiris yang
menunjukkan keefektifan suatu pendekatan terapi tertentu
pada diri individu.
• 2.3 Komponen Evidence Based Practice
• Bukti eksternal berupa hasil penelitian, teori-teori yang
lahir dari penelitian, pendapat dari ahli, dan hasil diskusi
panel para ahli. Bukti internal disebut juga clinical
practice, yaitu berupa penilaian klinis dan hasil dari
proyek peningkatan kualitas dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan klinik, hasil dari pengkajian dan
evaluasi pasien, alasan klinis, evaluasi dan penggunaan
sumber daya tenaga kesehatan yang diperlukan untuk
melakukan treatment yang dipilih, dan mencapai hasil
yang diharapkan.
• 2.4 Tingkatan dan Hierarki dalam Penerapan
• Tingkatan evidence based disebut juga dengan hyerarchi
evidence yang digunakan untuk mengukur kekuatan
suatu evidence dari rentang bukti yang paling rendah.
Tingkatan evidence ini digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam EBP. Hierarki untuk tingkatan
evidence yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan
Penelitian dan Kualitas (AHRQ) dan sering digunakan
dalam kebidanan (Titler, 2010).
• 2.5 Model Implementasi Evidence Based Practice
Model Settler
• Merupakan seperangkat perlengkapan/media penelitian
untuk meningkatkan penerapan evidence based. Adapun
langkah dalam Model Settler:
• Fase 1 : Persiapan
• Fase 2 : Validasi
• Fase 3 : Perbandingan evaluasi dan pengambilan
keputusan
• Fase 4 : Translasi dan aplikasi
• Fase 5 : Evaluasi
• Model IOWA(Model of Evidence Based Practice to
Promote Quality Care)
• Model EBP IOWA dikembangkan oleh Marita G. Titler,
PhD, RN, FAAN, Model IOWA diawali dari
pemicu/masalah. Pemicu/masalah ini sbegai fokus
ataupun fokus masalah.
2.6 Metode Evidence Based Practice
• Kembangkan Semangat Penelitian
• Ajukan Pertanyaan Klinis dalam Format PICOT
• Cari Bukti Terbaik
• Kritis Menilai Bukti
• Mengintegritas Bukti dengan Kehamilan Klinis dan
Prefensi Pasien dan Nilai-nilai
• f. Evaluasi Hasil Keputusan Praktek atau perubahan
berdasarkan Bukti
• g. Menyebarluaskan Hasil EBP
• 3.1 Kesimpulan
• Berdasarkan pembahasan konsep Evidence Based
Practice di atas, dapat disimpulkan bahwa ada 3 faktor
yang secara garis besar menentukan tercapainya
pelaksanaan praktik kebidanan yang lebih baik yaitu,
penelitian yang dilakukan berdasarkan fenomena yang
terjadi dikaitkan dengan teori yang ada, pengalaman klinis
terhadap kasus dan pengalaman pribadi yang bersumber
dari pasien.
• 3.2 Saran
• Dengan memperhatikan factor-faktor tersebut, maka
diharapkan pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan
khususnya pemberian asuhan kebidanan dapat
ditingkatkan terutama dalam hal peningkatan pelayanan
kesehatan atau kebidanan, pengurangan biaya (cost
effective) dan peningkatan kepuasan pasien atas
pelayanan yang diberikan.
•
TERIMA KASIH