Panduan Analisis Data dengan EViews
Panduan Analisis Data dengan EViews
EViews
Candra Saksama S.E., M.M
START
Yang perlu diketahui Statistika Deskriptif
sebelum mempelajari
EViews
FINISH
ARCH dan GARCH
PENGENALAN E-VIEWS
Metode Ordinary Least Square (OLS) merupakan metode dasar yang digunakan untuk
menyelesaikan suatu masalah dalam data dengan penyelesaian berbentuk model regresi linier.
Masalah dalam data yang diselesaikan berupa pencilan, yaitu suatu observasi yang memiliki nilai
residual yang besar.
Koefisien Determinasi
Nilai ini digunakan untuk mengetahui ketepatan model yang digunakan yang
dinyatakan dengan berapa persen variasi variabel dependen dijelaskan oleh variasi
variabel independen yang dimasukkan ke dalam model regresi. Model dianggap baik
apabila koefisien determinasi sama dengan satu atau mendekati satu (Gujarati, 1997).
Uji - F
digunakan untuk digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh semua variabel
independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Uji - t
digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independent terhadap
variabel dependen
Eviews adalah adalah
Pengertian program komputer yang
digunakan untuk mengolah
data statistik dan data
ekonometrika.
Cross Section cross section adalah data yang memiliki objek yang banyak pada tahun yang sama atau data
yang dikumpulkan dalam satu waktu terhadap banyak objek.
Contoh :
Seorang mahasiswa ingin meneliti tentang pengaruh tingkat partisipasi siswa dalam organisasi
terhadap persentase kelulusan di tahun 2017. Dalam melakukan penelitian tersebut, dia
mengumpulkan data responden dari perwakilan sekolah di sebuah kabupaten dan mengambil
sample masing-masing sekolah sebanyak 20 orang. Data yang dikumpulkan oleh peneliti
tersbeut bersifat cross section. Data yang dikumpulknan masih dalam tahun yang sama. Artinya,
data tidak mengandung unsur waktu namun data dikelompokkan berdasarkan asal responden.
Time Series Time Series adalah data suatu objek yang terdiri atas beberapa periode. Contohnya adalah harga
saham suatu perusahaan diamati selama 30 hari, atau data penjualan diteliti selama 6 bulan.
Data bersifat time series harus dijaga urutannya
Data Panel Data panel merupakan gabungan dari cross section dan time series. Data panel memiliki
pengelompokan data yang berbeda dan memiliki unsur time series juga didalamnya. Misalnya:
seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh luas lahan terhadap produksi padi secara nasional.
Kemudian dia mengambil data produksi dan luas lahan seluruh Indonesia pada rentang tahun
tertentu.
Perlu di Perhatikan
Pengertian Objek
Jenis Data
Fungsi
Data (Series)
Data yang diolah dengan EViews dapat diinput
langsung atau dapat diimpor dari data yang
diinput dengan program lain. Data yang dapat Jenis Data Keterangan Cara Menuliskan
dibaca adalah data teks (disebut data ASCII, Annual Data tahunan Pada Start date : 2005
nama file-nya biasanya berakhiran *.TXT), Pada End date : 2015
data Lotus 1-2-3 (berakhiran *.WK1 atau Semi-annual Data setengah tahunan (semesteran) 2005:1, 2009:2
*.WK3), dan data MS Excel 2003 dan 2007 Quarterly Data kuartalan (tiga bulanan) 2005:1, 2005:4
atau sesudahnya (berakhiran *.XLS dan Monthly Data bulanan 2005:01, 2005:12
*.XLSX). Weekly Data mingguan 1/1/2011, 8/31/2011
Daily-5 day week Data harian, hanya Senin hingga Jumat 1/1/2011, 12/31/2011
Daily-7 day week Data harian, dari Senin sampai Minggu 1/1/2011, 12/31/2011
Integer data Tidak beraturan; atau data cross section 1, dan banyaknya data
Perlu di Perhatikan
Tanda Hitungan
Tanda hitungan digunakan pada
saat akan membuat data baru yang
berasal dari data yang sudah ada
(dengan perintah generate).
Fungsi
Eviews juga menyediakan fungsi,
yaitu huruf yang memiliki arti
tertentu, misalnya SUM()
digunakan untuk menjumlah,
MEAN() digunakan untuk
menghitung rata-rata, dan
sebagainya.
Analisis Regresi Data Pool dan Data Panel
Data Panel Data Pool
Merupakan data seksi silang Sebenarnya juga merupakan data
(terdiri atas beberapa variabel), panel, kecuali masing-masing
dan sekaligus terdiri atas kelompok dipisahkan
beberapa waktu. berdasarkan objeknya.
Statistika Deskriptif
Pendekatan Efek Tetap (Fixed
Effect)
Analisis Akar Unit
3
4 5
6
7
8
Membuat Grafik
1. Quick, Graph, pilih Line
graph
2. Isikan Variabel
3. Ok
4. Pada Graph Options
(Option pages : Graph
Type-Basic Type, Graph
Type : Basic Graph,
Specific : Line & Symbol)
5. Ok
Menghitung Statistika
Deskriptif
1. Quick, Group Statistics,
Descriptive Statistics,
Common Sample
2. Isikan Variabel
3. Ok
Menjalankan Analisis
Regresi
1. Quick, Estimate Equation
2. Isikan Variabel dengan
tambahan constanta
3. Ok
Hitungan yang digunakan oleh Eviews untuk menampilkan angka-angka
diatas adalah sebagai berikut :
Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah kondisi adanya
hubungan linier antarvariabel independen.
Karena melibatkan beberapa variabel Otokorelasi
independen, maka multikolinearitas tidak akan Otokorelasi adalah hubungan antara residual
terjadi pada persamaan regresi sederhana suatu observasi dengan residual observasi
(yang terdidi ata satu variabel independen dan [Link] lebih mudah timbul pada
satu variabel dependen. data yang bersifat runtut waktu, karena
berdasarkan sifatnya, data masa sekarang
dipengaruhi oleh data pada masa lalu.
Heterokeddastisitas
Asumsi dalam model regresi adalah : (1)
residual memiliki nilai rata-rata nol, (2) residual Normalitas
memiliki varian konstanta, (3) residual suatu
Salah satu asumsi dalam analisis statistika
observasi tidak saling berhubungan dengan
adalah data berdistribusi normal. Dalam
observasi lainnya atau cov, sehingga
analisis multivariat, para peneliti menggunakan
menghasilkan estimator yang BLUE.
pedoman kalau tiap variabel terdiri atas 30
Apabila asumsi (1) tidak terpenuhi, yang
data, maka data sudah berdistribusi normal.
terpengaruh hanyalah slape estimator dan ini
Meskipun demikian, untuk menguji dengan
tidak membawa konsekuensi serius dalam
lebih akurat, diperlukan alat analisis dan
analisis ekonometris. Sedangkan apabila
Eviews menggunakan dua cara, yaitu dengan
asumsi (2) dan (3) dilanggar, maka akan
histogram dan uji Jarque-Bera.
membawa dampak serius bagi prediksi dengan
model yang dibangun.
Pengaruh Multikolinieritas Menghilangkan Multikolinieritas Pengaruh Heteroskedastisitas Menghilangkan Heterokedastisitas
Apabila model prediksi kita memiliki Ada beberapa alternatif dalam Apa akibatnya apabila residual bersifat Untuk menghilangkan heterokedastisitas, ada
multikolinieritas, akan memunculkan menghadapi masalah multikolinieritas : heteroskedastis ? beberapa alternatif yang dapat dilakukan.
akibat - akibat berikut ini : a. Biarkan saja model mengandung 1. Estimator metode kuadarat terkecil tidak Namun alternatif tersebut sangat tergantung
1. Estimator masih bisa bersifat BLUE, multikolinieritas, karena mempunyai varian yang minimum (tidak kepada ketersediaan informasi tentang varial
tetapi memiliki varian dan kovarian estimatornya masih dapat bersifat lagi best), sehingga hanya memenuhi residual.
yang besar, sehingga sulit dipakai BLUE karakteristik LUE (Liniear unbiased a. Metode WLS (Weighted Least Square).
sebagai alat estimasi b. Tambah datanya bila estimator). Meskipun demikian, estimator Metode ini dapat digunakan apabila
2. Interval estimasi cenderung lebar dan memungkinkan metode kuadrat terkecil masih bersifat linier varian dan residual diketuahui
nilai statistik uji t akan kecil, c. Hilangkan salah satu variabel dan tidak bias b. Metode White. Metode ini diguanakan
sehingga menyebabkan variabel independen 2. Perhitungan standard error tidak dapat lagi apabila varian dan residual tidak
independen tidak signifikan secara d. Transformasikan salah satu (atau dipercaya kebenarannya, karena varian tidak diketahui
statistik dalam mempengaruhi beberapa) variabel, termasuk minimum. Varian yang tidak minimum c. Metode transformasi
variabel independen misalnya dengan melakukan mengakibatkan estimasi regresi tidak efisien
diferensi 3. Uji hipotesis yang didasarkan pada uji t dan
uji F tidak dapat lagi dipercaya, karena
standard error-nya tidak dapat dipercaya
Pengaruh Otokorelasi Menghilangkan Otokorelasi
Apabila data yang kita analisis mengandung Bila struktur Otokorelasi Diketahui
otokorelasi, maka estimator yang kita dapat diatasi dengan melakukan
dapatkan memiliki karakteristik berikut ini : transformasi terhadap persamaan Normalitas
a. Estimator metode kuadrat terkecil a. Bila struktur Otokorelasi tinggi Salah satu asumsi dalam analisis statistika adalah data berdistribusi normal. Dalam analisis
masih linier menggunakan Metode Diferensi multivariat, para peneliti menggunakan pedoman kalau tiap variabel terdiri atas 30 data, maka
b. Estimator metode kuadrat terkecil Tingkat Pertama data sudah berdistribusi normal.
masih tidak bias b. Bila struktur Otokorelasi rendah Dalam EViews menggunakan dua cara, yaitu dengan histogram dan uji Jarque-Bera.
c. Estimator metode kuadrat terkecil tidak menggunakan Metode OLS Koefisien Jarque-Bera dan Probabilitasnya :
a. Bila nilai J-B tidak signifikan (lebih kecil dari 2), maka data berdistribusi normal.
mempunyai varian yang minimum (no Bila struktur Otokorelasi tidak
longer best) diketahui dapat diatasi dengan metode b. Bila probabilitasnya lebih besar dari 5% (bila menggunakan tingkat signifikan tersebut), maka
Dengan demikian, seperti halnya pengaruh cochrane-Orcutt (C-O) data berdistribusi normal (hipotesis nolnya adalah data berdistribusi normal)
heterokedastisitas, otokorelasi juga akan
menyebabkan estimator hanya bersifat LUE,
tidak lagi BLUE
Uji Multikolinearitas
1. Setelah data terinput Klik Quick
2. Pilih Estimate Equations
3. Isikan variabel dengan urutan y x
(disertai spasi)
4. Di output Equation klik view
5. Pilih Coefficient Diagnosis
6. Pilih Variance inflation Factors
Transformasi data
Jika nilai VIF kurang dari 10 1. Pada Lembar kerja Workfile pilih
berarti tidak ada masalah Genr
2. Pada enter equation tuliskan
multikolinearitas variabel dan fungsi transformasi
data
n = 12 k=2
du = 1,54794 Dw = 2,362000
dL = 0,8122
du < d < 4 – du
1,54794 < 2,362000 < 4 – 1,54794
1,54794 < 2,362000 < 2,45206
Disimpulkan
Tidak ada masalah otokorelasi
Uji Normalitas
1. Pada Output Equation
2. Klik View
3. Pilih Residual Diagnostics
4. Pilih Histogram – Normality Tes
Persyaratan Normalitas :
1. Jika nilai probability < 0.05, maka data tidak
berdistribusi normal.
2. Jika nilai probability > 0.05, maka data
berdistribusi normal.
Dampak dari data yang tidak berdistribusi normal
menyebabkan varians data menjadi tidak homogen. Berikut adalah solusi
apabila data tidak berdistribusi normal Bagaiaman jika data tidak
1. Tambah jumlah data baru (di tambah hingga hasil menunjukkan berdistribusi normal
data berdistribusi normal), usahakan jumlah sampel data lebih dari
30. Lebih dari 30 bukan jumlah total data ya, melainkan jumlah
sampel yang diteliti.
2. Deteksi outler, data yang terjangkit outlier buang
3. ranformasi data ke dalam
bentuk log atau ln (jika transformasi melalui eviews hasilnya masih
tetap, lakukan transformasi di microsoft excel)
4. jika hasil tetap tidak normal, ganti analisis dengan non
parametrik (uji non parametrik tidak mensyaratkan
pengujian normalitas)
5. bila jumlah sampel observasi data lebih 30 dan ternyata data
tidak normal maka biarkan saja. Gunakan pendapat central
limit theorem yg menyatakan bahwa data yang memiliki jumlah
sampel lebih dari 30 maka dianggap normal. Mengapa ? Karena
uji normalitas pada dasarnya diperuntukkan untuk data yang
memiliki sampel kecil. Untuk data dengan jumlah sampel besar
dianggap normal.
Uji F – Cara baca hasil regresi EViews
1. Uji F merupakan uji statistik yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel
bebas secara bersama-sama (Simultan) terhadap variabel terikat. Dalam EViews, output uji F
2 dapat dilihat pada point 1 yaitu F-statistic dan/atau Prob(F-statistic)./
4 2. F-statistic disebut pula sebagai Fhitung, sedangkan Prob(F-statistic) disebut pula p-value
3. Jika p-value menyatakan H0 ditolak dan Ha diterima, maka sudah pasti pada uji F-statistic
memberikan kesimpulan yang sama
4. Jika Anda menggunakan F-statistic, maka Anda harus membadingkan F-statistic tersebut
dengan Ftabel (didapatkan pada Tabel F) :
3 • Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
• Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.
5. Jika Anda menggunakan p-value, maka Anda harus membandingkan p-value dengan tingkat
signifikansi atau α (ditentukan oleh peneliti dan pada penelitian ekonomi dan bisnis, umumnya
1 menggunakan α = 5%). Pengambilan keputusan p-value adalah sebagai berikut:
• Jika p-value > α, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
• Jika p-value < α, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
• Contoh : p-value < α (0.000000 < 0.05) dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima
Uji t – Cara baca hasil regresi EViews Koefisien Determinasi – Cara baca hasil regresi EViews
1. Uji t merupakan uji statistik yang bertujuan untuk mengetahui 1. Uji Koefisien Determinasi merupakan uji untuk mengetahui berapa
pengaruh variabel bebas secara individual (parsial) terhadap besar pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
variabel terikat. Output uji t pada EViews dapat dilihat 2. Penggunaan Adjusted R-squared dilakukan apabila dalam
pada point 2, yaitu t-Statistic dan Prob. penelitian model regresi mengalami modifikasi seperti penambahan
2. Jika Anda menggunakan t-Statistic, maka Anda harus dan/atau pengurangan variabel bebas (dengan asumsi yang tepat
membandingkan t-Statistic tersebut dengan t tabel (didapatkan pada seperti apabila terjadi masalah multikolinearitas dalam model
Tabel t). regresi).
• Jika thitung < ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak.
• Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.
3. Jika Anda menggunakan p-value, maka Anda harus
membandingkan p-value dengan tingkat signigikansi atau α.
Pengambilan keputusan p-value adalah sebagai berikut:
• Jika p-value > α, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
• Jika p-value < α, maka H0 ditolak dan Ha diterima
• Contoh p-value < α (0.0000 < 0.05), maka H0 ditolak dan
Ha diterima.
Model Regresi Linear EViews
• Jika Fhitung < Ftabel maka H0 diterima dan • Pada output p-value (prob (F-Statistic))
Ha ditolak. menunjukan angka 0,487733 dimana
• Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan 0,487733 > 0,05 menunjukan bahwa ttidak
Ha diterima. terdapat pengaruh signifikansi antara
• Jika p-value > α, maka H0 diterima dan variabelindependen terhadap variabel
Ha ditolak. dependen secara simultan atau bersama-sama
• Jika p-value < α, maka H0 ditolak dan
Ha diterima.
Kalau ada moderasi bagaimana ?
• Jika ada Moderasi, siapkan excel yang akan di running
• Contoh Kerangka konseptual dibawah ini :
Selain dengan data kuantitatif, analsisi regresi juga dapat dilakukan terhadap data kualitatif.
Data kualitatif adalah data yang tidak bersifat numerik, tetapi agar dapat diolah dan
dihitung,harus diubah dulu ke dalam bentuk angka.
Disebut katogori data karena angka menunjukan kategori data
Disebut data dikotomis karena membagi observasi ke dalam beberapa klasifikasi
Disebut data dummy karena datanya bukan merupakan data sesungguhnya, tetapi hanya
representasi, misalnya status kawin diwakili dengan angka 1, tetapi angka 1 tidak selalu
berarti statusnya kawin, karena bisa saja angka 1 berarti pria)
Tidak dapat
Dependen
Independen
Variabel
Kategorik
Dengan regresi OLS
OLS
Variabel Kategorik dalam variabel independen
Probabilitas Linier
Model probabilitas linier (linier
probability model, sering disebut LPM)
digunakan untuk menganalisis variabel
dependen yang bersifat kategorik dan
variabel independen yang bersifat non
kategorik
Model Logit
Model logit (logit regression) adalah
model regresi yang digunakan untuk
menganalisis variabel dependen
dengan kemungkinan diantara 0 dan 1.
Model ini memperbaiki kelemahan Model Tobit
analisis regresi model LPM. Model logit
Jika variabel dependennya ada yang
dapat ditetapkan pada kondisi yang
terbatas, sehingga disebut dengan
berbeda, tergantung pada datanya.
model sensor atau censored model
Dua jenis analisis logit tersebut
diperlukan anlisis tobit. Karena
adalah : (1) data individual (atau level
menggunakan data yang terbatas
mikro) dan (2) data kelompok atau
sering disebut juga limited dependent
replika
variable regression model.
Model Probit
Model probit merupakan
pengembangan dari model logit. Model
ini juga sering disebut dengan model
normit atau normal equivalent deviate
disingkat ned. Model ini ditetapkan
pada kondisi yang berbeda prbit untuk
data individual dan probit untuk data
kelompok
Y = 1 kalau mempunyai rumah, 0 kalau tidak
X = gaji per bulan (dalam jutaan rupiah)
karena probabilitas di kisaran 0 dan 1. Variable Coefficient Std. Error z-Statistic Prob.
Digunakan nilai statistik z dimana menunjukan
C -5.923489 1.926793 -3.074274 0.0021
nilai mutlak 2.8 yang berarti signifikan X 0.118460 0.041709 2.840135 0.0045
2. Nilai koefisien determinasi menunjukan angka McFadden R-squared 0.070584 Mean dependent var 0.358333
S.D. dependent var 0.481521 S.E. of regression 0.455873
0.070 atau 7% dimana nilai tergolong rendah, Akaike info criterion 1.246134 Sum squared resid 24.52274
mungkin karena sampel yang digunakan terlalu Schwarz criterion 1.292592 Log likelihood -72.76803
sedikit Hannan-Quinn criter. 1.265001 Deviance 145.5361
Restr. deviance 156.5888 Restr. log likelihood -78.29439
LR statistic 11.05271 Avg. log likelihood -0.606400
Prob(LR statistic) 0.000886
Model Asumsi
Autoregressive (AR) Data periode sekarang dipengaruhi oleh data pada
periode sebelumnya
Moving Average (MA) Data periode sekarang dipengaruhi oleh nilai residual
data periode sebelumnya
Autoregressive Moving Average (ARMA) Data periode sekarang dipengaruhi oleh data pada
periode sebelumnya dan juga oleh nilai residual data
periode sebelumnya
Autoregressive Integrated Moving Average Mirip dengan ARMA, kecuali data harus didiferen
(ARIMA) dulu. Diferen inilah yang membedakan ARMA
dengan ARIMA
Uji Stationeritas
Model Otoregresif (Autoregresif / AR
1. Lakukan seperti mengimpor data pada
umumnya
2. Pada excel read basic structure pilih
dated-regular frequency
3. Frequency/date specification pilih daily (5
day weeks)
4. Isi start date
5. Finish
6. Lalu open as a group untuk harga_saham
dan tanggal
7. Klik view
8. Pilih correlogram
14,000,000
Output uji stationeritas
12,000,000
Perhatikan pada jendela Group. Prob. seluruh variabel lebih kecil daripada α (0.05),
dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat 1st difference (First Difference)
data penelitian stasioner. Namun jika hasil uji stasioner pada tingkat first difference data
tetap tidak stasioner, maka dilanjutkan dengan uji pada tingkat 2nd Difference (Second
Difference).
Dependent Variable: HARGA_SAHAM
Analisis AR(1) Method: ARMA Maximum Likelihood (OPG - BHHH)
Date: 04/30/23 Time: 01:33
Sample: 1/02/1990 9/09/1999
Included observations: 2528
1. Buka tampilan harga_Saham Convergence achieved after 11 iterations
2. Klik Quick Coefficient covariance computed using outer product of gradients
02
GARCH
dari waktu ke waktu. Apabila residual tidak bersifat konstan
maka terkandung masalah heteroskedastisitas
2. Jika tetap menggunakan analisis OLS, sudah pasti analisis
tidak dapat dilanjutkan, karena koefisien yang diperoleh
tidak bersifat BLUE. Sebagai jalan keluar, kini telah ada
model yang khusus digunakan untuk menghadapi kondisi
seperti ini dikenal dengan ARCH
3. ARCH singkatan dari AutoRegressive Conditional
Heteroskedasticity. Dalam perkembangannya, muncul
variasi dari model ini, yang dikenal dengan nama GARCH,
singkatan dari Generalized AutoRegressive Conditional
Heteroscedasticity.
OLS (Ordinary Least Squares) WLS (Weighted Least Squares)
1. Quick – Estimate Equation 1. Pada kertas kerja OLS apabila data masih
2. Masukan persamaan sesuai urutan y c x bersifat heteroskedastisitas dilanjutkan
3. Jika koefisien masih tidak signifikan dengan metode WLS
maka dilanjut dengan cara dibawah : 2. Klik estimate
a. Klik View 3. Klik Option lalu klik wighted LS/TSLS
b. Klik residual test 4. Isi item weight dengan variabel x1
Apabila teknik OLS dan WLS belum
c. Pilih white heteroskedasticity (with cross 5. Klik ok
dapat dipakai sebagai model yang
term) baik maka akan digunakan
GARCH(1,1)