0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan44 halaman

Proyeksi Diri dalam Tes Proyektif

Diunggah oleh

personaltbzarchive
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan44 halaman

Proyeksi Diri dalam Tes Proyektif

Diunggah oleh

personaltbzarchive
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI MENARIK KESIMPULAN KEPRIBADIAN

MELALUI TES PROYEKTIF

Dr. Elmira N. Sumintardja, Psikolog


Dr. Rismiyati E. Koesma, Psikolog
Lindzey (1961)

2 pengertian proyeksi:
• Classic Projection (Freud) adalah mekanisme
pertahanan (defense mech), kondisi patologis
• Generalized projection adalah proses normal
yang terjadi pada individu, proses menggunakan
kehidupan dalam diri (inner life), ketika
mengamati dan menginterpretasikan peristiwa
di luar diri (yang digunakan dalam tes proyeksi)
Proyeksi menurut Rappaport:

• Every reaction of a subject is a reflection, or


projection of his private world
• Artinya semakin proyektif pernyataan subyek,
semakin jelas “his private world” dan semakin
mudah diinterpretasikan kepribadiannya
Oleh karena itu konsekuensinya:

• 1) dalam teknik proyeksi yang dijaring adalah primary


thinking (unconscious), bukan secondary thinking
(conscious)

• 2) Tercermin dalam instruksinya yang tidak boleh


mengandung sugesti (krn memancing conscious)

• 3) Selama mengerjakannya subyek tidak paham akan


penilaian dalam teknik ini sehingga ia semakin banyak
mengungkapkan kepribadian secara tidak sadar
Proses teknik proyeksi

• Pada setiap tes proyektif, terdapat tema


proyektif yang berbeda, yang fungsinya
sebagai kendaraan proyeksi yang berkaitan
dengan stimulus
• Semakin bebas asosiasi yang muncul pada
individu, maka bisa semakin dalam level
unconscious yang terungkap
• Tema proyeksi sifatnya “menantang”, artinya
kondisi psikis digiatkan namun tidak bisa
secara merata terungkap dalam setiap tes
proyeksi
• Proyeksi mula-mula dibuka tabirnya melalui
saringan yaitu tema proyeksi
• Kemudian dari hasil proyeksi diinterpretasikan
ciri-ciri proyeksinya, sesuai dengan tema
proyeksi dari tes yang dimaksud
Kategori proyeksi (Lindzey, 1961):

• Associative tech. (free association)


• Constructive tech. (TAT, WZT)
• Completion tech (SCT)
• Choice & ordering tech (Pict. Arrangement)
• Expressive tech. (drawing test, play situation
test)
Kritik atas teknik proyeksi:
• Respon individu terhadap rangsang ambigu dan tidak
berstruktur dipengaruhi oleh banyak faktor (kebutuhan,
konflik, energi/impuls/drive, sikap terhadap tes,
karakteristik tester, pengalaman tester, administrasi tes,
dsb)
• Karakteristik dan pengalaman penganalisis, subyektivitas
penganalisis
• Relasi antara ide yang diungkapkan dan tingkah laku yang
ditampilkan, tidak cukup jelas. Bila muncul tingkah laku
agresi dalam cerita TAT misalnya, tidak jelas apakah
agresi ini juga identik dengan kehidupan sehari-harinya
(potensi mental, behavior= interaksi potensi dan
lingkungan).
Kekuatan teknik proyeksi

• Subyek diberi kebebasan memberi respon


(fungsi alam bawah sadar diaktifkan)

• Subyek tidak tahu apa yang dijaring dari aspek


kepribadiannya sehingga ia lebih jujur dalam
mengungkapkan dirinya
Karya Grafis
Adalah:
Coretan, tulisan tangan, gambar, atau lukisan
yang digarap dan dihasilkan manusia atas
dasar:
 Intensionalitas dan
 Akibat pengaruh alam bawah sadar dalam
dirinya
Yang diinterpretasikan dari karya grafis:

• Cara kerja/gerak : bagaimana cara dia


menggambar
• Bentuk : apa yang dipilih, contoh bentuknya presisi
• Makna/isi : konten
• Ruang

 Yang kemudian akan menghasilkan deskripsi


kepribadian (struktur dan dinamika dari id, ego,
dan superego)
Bentuk, makna, dan cara kerja
 Elemen gerak/garis (ciri coretan)

• Seberapa besar energi yang dimiliki seseorang


dari tebal tipisnya garis = id
• Bagaimana dia menarik garisnya, bagaimana
idnya disalurkan
• Garis tebal ditarik sekali = yakin penyalurannya
• Garis tebal berulang = energi banyak tapi ragu
penyalurannya/merasa perlu menyalurkan
terus
 Elemen ruang (ciri pengisian ruang)

• Ruang sosialisasi, tempat berinteraksi, tempat


dia masuk dalam lingkungan, dan tergantung
ukurannya, juga tempat menyalurkan id.
• Kalau di tengah tapi kecil, ingin masuk dalam
lingkungan tapi tidak dikenal/”tidak berasa”
• Kalau besar di tengah, ingin masuk ke setiap
sudut dari ruang
• Kalau besar tapi di kanan, mau eksis tapi tidak
percaya diri
 Elemen bentuk (ciri tarikan garis rapi)

• Ini merupakan coretan yang rapi, seberapa


presisi gambarnya. Semakin teratur/rapi, dia
termasuk orang bentuk, seberapa besar dia
mengontrol diri (fungsi ego/fungsi rasio)
• Bila gambar tidak berbentuk, berantakan
bentuknya, mengindikasikan orang yang
impulsif, bisa juga diikuti oleh banyaknya
pohon dimana-mana
• Elemen warna (ciri dominasi penggunaan
warna)
• Elemen konten (simbolik)
Tes Gambar Pohon (Charles Koch, 1952)

• Administrasi tes:
• Berikan kertas A4 80 gr
• Pensil HardBlack
• Instruksi : GAMBARLAH POHON (ingat prinsip
primary thinking)
Filosofi tes pohon

• Pohon dianggap sebagai makhluk hidup yang timbuh


keluar, artinya ia tumbuh mulai dari akar di bawah
tanah
• Apapun yang ditanam, tumbuh sesuai kapasitasnya.
Benih yang bagus, belum tentu tumbuhnya bagus,
benih yang kurang bagus, bisa jadi menghasilkan
tanaman yang bagus
• Biji ditanam, tumbuh tergantung biji dan faktor-faktor
eksternal yang mendukung/menghambat tumbuhnya
• Bibit yang ada di dalam tanah, merupakan sumber
energi/kapasitas untuk tumbuh (id), merupakan
sumber pertama untuk tumbuh.
• Ketika tumbuh di atas tanah bersentuhan dengan lingkungan,
bila ada halangan karena pengaruh alam atau dirusak
manusia, ia bisa tetap terus tumbuh. Hal ini diibaratkan
pertumbuhan ego.

• Gambar pohon menjadi sempurna setelah ia memiliki dahan,


ranting, bunga dan buah. Hal ini ibarat integrasi dari
kepribadian

• Menggambar pohon dianalogikan dengan perkembangan


kepribadian seseorang

• Gambar pohon mencerminkan pula gambaran dan penyaluran


impuls seseorang
 Ketika seseorang mulai menggambar, maka dia akan
menggambarkan/memproyeksikan dirinya sebagai
pohon yang dia gambar. Dia mungkin ingin
menggambar pohon mangga yang besar, menjulang,
berdahan kuat, rimbun, dan berbuah banyak.
Bagaimana pohon yang digambarnya merupakan
proyeksi dari benih dan lingkungan yang
mensupport/menghalangi tumbuhnya pohon.

 Orang yang tidak tahu pohon apa yang digambarnya,


bisa dikatakan dari awal ia tidak mengetahui
identitasnya sebagai apa. Bisa jadi dalam pengetesan ia
katakan tidak bisa menggambar, sebagai bentuk defense
mech karena ia tidak mengetahui dirinya biji apa
Cara menginterpretasi:
 Pengamatan terhadap kesan dasar:
• Kesan gerak : vitalitas, energi psikis, corak-
corak kelancaran proses psikis
• Kesan ruang : perilaku sosial, kemampuan
adaptasi, penempatan diri
• Kesan bentuk : bentuk kepribadian yang
ditampilkan secara sadar (fungsi kognitif) atau
tidak sadar
Interpretasi ruang
Dinamika dalam interpretasi
Contoh-contoh berdasarkan elemen
Akar (id)
 Sumber energi disimpan di bawah tanah (unconscious). Sesuatu
yang bersifat unconscious tidak bisa dikendalikan, dan baru bisa
dikendalikan setelah ia berada di kesadaran.

• Ketika ada kendali, maka ia tumbuh menjadi sesuatu sesuai dengan


kendalinya

• Kendali itu ada ketika akar memutuskan untuk tumbuh ke atas dan
bertemu dengan lingkungan/situasi

 Ketika berada pada area unconscious, prinsip yang berlaku adalah


pleasure principle. Ketika bertemu dengan lingkungan, dan
memaksanya tumbuh sesuai dengan kendali dan dia tumbuh dengan
pola-pola kendali, disinilah terjadi proses pembelajaran (reality
principle). Dengan demikian, gambar pohon yang terjadi merupakan
hasil dari reality principle.
FUNGSI EGO:

• Reality testing : supaya id pemuasannya sesuai


dengan tuntutan lingkungan/memanage id

• Defense mech. : normal dan tidak normal;


untuk mencapai kondisi ekuilibrium karena
bisa jadi reality principle gagal

• Identifikasi diri/identity, kepada siapa dia


mengidentifikasi ketika bertemu dengan
lingkungannya
 Batang (ego)
Penyaluran energi dari akar, fungsi batang dikaitkan dengan
fungsi ego

 Dahan = karena manusia memiliki banyak kegiatan, sehingga


energi didiferensiasikan ke beberapa batang
• Adanya percabangan, menggambarkan taraf kematangan,
bagaimana seseorang memilah-milah/mendistribusi
energinya

 Ranting = menyalurkan energinya pada hal yang lebih


spesifik/minatnya
• Bisa mengindikasikan rajin, tekun, obsesif
 Daun = memasak makanan untuk nutrisi
pohon. Daun untuk berinteraksi dengan
lingkungan supaya bertumbuh kembang terus.

 Fungsi daun, baru optimal bila ada matahari.


Hal ini menunjukkan adanya fungsi kendali,
tapi bedanya mengikuti norma-norma
lingkungan. Terdapat fungsi super ego (mana
benar/salah,boleh/tidak, fungsi rasio (kendali)
• Bila daun digambarkan helai demi helai, ada kontak dengan
lingkungan secara personal, ada bobot emosi. Dalam satu
pohon, bisa jadi terdapat bentuk daun yang berbeda-beda,
yang mengindikasikan kontak yang berbeda pada kelompok
lingkungan yang berbeda

• Bila mahkota seperti awan, menggambarkan interaksi yang


perifer, impersonal. Semakin maskulin bentuk mahkota,
semakin sedikit bobot emosi di dalam interaksinya (makin
rasional).

• Bunga/buah = ending dari pohon yang berkembang. Bila


tidak ada buah = belum cukup umur untuk berbuah/buah
tidak penting untuk saat ini
Tes gambar orang (Draw A Person/DAP) Karen Machover (1949)

• Administrasi tes:
• Berikan kertas A4 80 gram
• Pensil HardBlack
• Instruksi: GAMBARLAH ORANG (ingat prinsip
primary thinking)
Filosofi gambar orang

• Dengan menggambar figur orang dapat ditemukan


hubungan yang lebih dalam antara figur yang digambarkan
dengan kualitas pribadi dan motif-motif penggambar

• Tes proyeksi karena di dalam gambar orang ini subyek


membukakan/memproyeksikan keadaan batinnya,
dorongannya, konflik, dan kecemasan serta kompensasinya

• Diekspresikan karena geraka-gerakan motorik (ketegangan


otot), bentuk badan dan temperamen, sikap subyek
terhadap orang lain, harapan subyek bagaimana orang lain
memperlakukan subyek, pengalaman subyek tentang
hubungan badan jiwa.
• Bagaimana dia memproyeksikan body
imagenya (self concept)

• Aku membawakan diriku sesuai gambaran


diriku seperti apa (bagaimana dia tampil di
lingkungan)
Hipotesis kerja untuk menginterpretasikan DAP

• Bagaimana subyek menggambar?


• Bagian mana dari gambar yag sering dihapus, diulang, diberi
penekanan?
• Lukisan itu menggambarkan apa?
• Muka orang itu mengekspresikan apa?
• Mengapa tidak proporsional (tangan/kakinya pendek/panjang,
kepala besar/kecil?)
• Berapa usia orang itu?
• Bagian badan mana yang terbaik?
• Kebiasaan terburuknya apa?
• Apa keinginan orang itu?
• Pekerjaannya apa?
• Berapa saudaranya?
• Dan pertanyaan lain yang relevan
Unsur yang diinterpretasikan
Persepsi terhadap badan/diri ; berkaitan
dengan Self-concept & body image

 Baum lebih mencerminkan : “aku tumbuh


seperti bagaimana”
 DAP lebih mencerminkan : “aku ketika masuk
lingkungan sosial”
Bagian gambar orang:

• Kaki dan tangan = adaptasi


• Kaki = tempat berpijak/menopang/self-esteem.
Beradaptasi sesuai realitas, menimbang kakinya
dipijakkan dimana
• Badan = self = kebutuhan diri (id, basic needs ada disini)
• Leher = koordinasi impuls/fungsi kontrol
• Kepala: pusat self (rasio) = kontrol impuls, tanggung
jawab sosial (dengan wajah lengkap dan menghadap ke
depan), interpersonal relation (superego)
• Orang pakai kacamata hitam: tanggung jawab sosial
ada, tapi interpersonal relation ada hambatan
• Super ego dan id merupakan 2 struktur yang
tidak sadar. Ego adalah struktur yang sadar,
dan ini ada di kepala karena berperan sebagai
fungsi rasio, yang mengatur/mengendalikan
impuls.
• Kepala kecil dan garis tidak beraturan = tidak
bisa mengontrol/mengendalikan impuls
• Kepala besar sekali, bisa ke arah megaloman
• Wajah: mata, alis, bulu mata, hidung, mulut,
bibir, dagu, telinga = kontak sosial, atraktif,
kemenarikan, rasa percaya diri

• Baju, asesoris : wajar atau berlebihan,


overcompensation dari inferiority feeling

• Benda, asesoris lain : papan tulis, meja, kursi,


tas, dan lain-lain = semakin berlebihan,
kompensasi dari rasa kurang pada diri
• Ketika seseorang menggambar badan sangat
kecil dibandingkan kepala, mungkin fungsi dari
idnya mulai diabaikan karena segala sesuatu
dipikirkan lebih dahulu

• Tangan = fungsi untuk berinteraksi langsung


dan fungsi untuk melakukan suatu pekerjaan

• Tangan sangat panjang = jangkauannya untuk


mencapai sesuatu menjelajah kemana-mana
Gabungan Baum & DAP:
• Contoh: pohon yang besar, tumbuh bagus tapi
DAP nya kecil.

• Artinya seseorang yang tumbuh sempurna,


namun tidak berani unjuk diri.

Anda mungkin juga menyukai