Keterampilan Mengajar dan Mengelola Kelas
Keterampilan Mengajar dan Mengelola Kelas
Nama Anggota :
1. Oki Miranda
2. Riris Ratna Ayu
3. Erin Sahita
KETERAMPILAN MEMBUKA DAN
1 MENUTUP PELAJARAN
Kegiatan Belajar 1
KETERAMPILAN MEMBIMBING
2 DISKUSI KELOMPOK KECIL
Kegiatan Belajar 2
KETERAMPILAN MENGELOLA
Daftar Isi 3 KELAS
Kegiatan Belajar 3
KETERAMPILAN MENGAJAR
5 KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN
Kegiatan Belajar 5
2
The Power of PowerPoint - [Link]
KETERAMPILAN MEMBUKA DAN
MENUTUP PELAJARAN
A. Pengertian dan Tujuan
Keterampilan membuka pelajaran adalah keterampilan yang berkaitan dengan usaha guru dalam memulai
kegiatan pembelajaran, sedangkan keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan yang berkaitan dengan
usaha guru dalam mengakhiri pelajaran.
4
The Power of PowerPoint | [Link]
B. Komponen Keterampilan 5
Membuka dan Menutup Pelajaran
1. Membuka 2. Menutup
Pelajaran
Komponen keterampilan yang perlu dikuasai guru dalam
Pekajaran
Kegiatan menutup pelajaran dilakukan pada setiap
membuka pelajaran adalah sebagai berikut akhir penggal kegiatan. Agar kegiatan menutup
a. menarik perhatian siswa, pelajaran berlangsung efektif, guru diharapkan
b. memotivasi siswa, menguasai cara menutup pelajaran sebagai berikut
c. memberi acuan/struktur pelajaran dengan menujukkan a. Meninjau kembali (mereview)
tujuan atau kompetensi dasar dan indikator hasil b. Menilai (mengevaluasi)
belajar, serta pokok persoalan yang akan dibahas, c. Memberi tindak lanjut
rencana kerja, dan pembagian waktu,
d. mengaitkan antara topik yang sudah dikuasai dengan
topik baru, atau
C. Prinsip-Prinsip Penggunaan
Penerapan keterampilan membuka dan menutup pelajaran harus mengikuti prinsip tertentu. Tanpa
memperhatikan prinsip tersebut, kegiatan membuka dan menutup pelajaran tidak akan
berlangsung secara efektif. Prinsip tersebut adalah bermakna dan berurutan serta
berkesinambungan
1. Bermakna
Kegiatan yang dilakukan dalam membuka dan menutup pelajaran haruslah bermakna, artinya
relavan dengan materi yang akan dibahas dan sesuai dengan karakteristik siswa sehingga
mampu mencapai tujuan yang diinginkan, seperti menarik perhatian, meningkatkan motivasi,
memberi acuan, membuat kaitan, mereview atau menilai.
2. Berurutan dan Berkesinambungan
Membuaka dan menutup pelajaran merupakan bagian yang utuh dari kegiatan pembelajaran,
dan bukan merupakan kegiatan yang lepas-lepas dan berdiri sendiri. oleh karena itu, guru
hendaknya selalu menjaga agar prinsip berurutan dan berkesinambungan ini terwujud di dalam
kelas.
6
KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI
KELOMPOK KECIL
A. Rasional Sila ketiga dari Pancasila berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijakan dalam permusyawaratan perwakilan”. Sila ini
mengisyaratkan kepada kita bahwa musyawarah dan mufakat
merupakan ciri khas kehidupan bangsa Indonesia yang diterapkan
untuk menghasilkan berbagai keputusan. Oleh karena itu, guru
diharapkan memberikan kesempatan kepada para siswanya untuk
berlatih menguasai keterampilan ini dengan keterlibatan langsung
dalam berbagai diskusi kelompok.
Pentingnya diskusi kelompok di dalam kelas berkaitan dengan
pendekatan CBSA yang menuntut keterlibatan siswa dalam
kegiatan pembelajaran. Dominasi guru didalam kelas haruslah
dikurangi sehingga tersedia kesempatan bagi siswa untuk
berpartisipasi secara aktif.
8
B. Pengertian
Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat disebut sebagai diskusi kelompok kecil antara lain :
Melihatkan kelompok yang anggotanya berkisar antara 3-9 Mempunyai tujuan yang mengikat anggota kelompok
1 orang 3 sehingga terjadi kerja sama untuk mencapainya.
Berlangsung dalam situasi tatap muka yang informal, artinya Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis
2 semua anggota kelompok berkesempatan saling melihat, 4 menuju kepada tercapainya tujuan kelompok.
mendengar, serta berkomunikasi secara bebas dan langsung
Dari persyaratan tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak setiap pembicaran kelompok dapat disebut sebagai
diskusi.
9
1
Memusatkan perhatian
C. Komponen 3
Menganalisis pandangan
Keterampilan menganalisis pandangan siswa sangat penting dalam diskusi tentang tata nilai atau dalam
Membimbing Diskusi 4
Meningkatkan Uraian
Kelompok Kecil
5 Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Guru sebagai pemimpin diskusi perlu berusaha mendorong dan menyebarkan kesempatan berpartisipasi
sehingga setiap anggota kelompok mempunyai peran dalam menghasilkan keputusan atau kesimpulan.
6
Menutup diskusi
Keterampilan menutup diskusi perlu dimiliki oleh pemimpin diskusi/guru karena sering sekali terjadi diskusi
berkahir tanpa hasil yang jelas. Untuk menutup diskusi, guru dapat melakukan beberapa hal
10
1
1
Agar keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dapat diterapkan secara
D. Prinsip
efektif, anda harus memperhatikan prinsip penggunaan diskusi, baik sebelum
maupun sesudah berlangsungnya diskusi. Prinsip-prinsip penggunaan tersebut
adalah sebagai berikut :
13
B. Pengertian
1
Pendekatan otoriter Pengelolaan kelas dapat didefinisikan dengan berbagai cara tergantung dari
Pendekatan otoriter mendefinisikan pengelolaan kelas sebagai seperangkat kegiatan yang pendekatan yang dianut. Coba anda cermati berbagai difinisi berikut.
dilakukan guru untuk menegakkan dan memelihara aturan di dalam kelas. Ini berarti bahwa
para penganut pendekatan ini memandang pengelolaan kelas sebagai proses mengontrol
perilaku siswa.
2
Pendekatan permisif
Pendekatan permisif, sebagai lawan dari pendekatan otoriter
mendefiniskan pengelolaan kelas sebagai usaha guru untuk
memaksimalkan kebebasan siswa.
Pendekatan modifikasi tingkah 3
laku
Pendekatan modifikasi tingkah laku, pendekatan ini mendefinisikan
pengelolaan kelas sebagai serangkaian kegiatan guru untuk meningkatkan
munculnya perilaku yang baik, dan mengurangi munculnya perilaku yang tidak
diharapkan.
. 4
Definisi keempat
Definisi keempat berangkat dari asumsi bahwa proses
belajar dapat dimaksimalkan dalam iklim kelas yang
positif.
Definisi yang kelima 5
15
The Power of PowerPoint - [Link]
D. Komponen- 1
KomponenvKeterampilan 2. Keteranpilan 6
Komponen keterampilan mengelola kelas dapat
dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu keterampilan yang
bersifat preventif dan keterampilan yang bersifat represif
yang bersifat
1. Keterampilan yang Represif
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru untuk mengatasi gangguan yang muncul
bersifat Preventif secara berkelanjutan sehingga kondisi kelas yang terganggu dapat dikembalikan menjadi kondisi
yang optimal. Ada 3 pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengatasi gangguan
Sesuai dengan sifatnya, keterampilan ini mencakup kemampuan guru untuk berkelanjutan, yaitu modifikasi tingkah laku, pengelolaan kelompok dan menemukan serta
mencegah terjadinya gangguan sehingga kondisi belajar yang optimal dapat mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah.
diciptakan dan dipelihara. Usaha untuk mencegah munculnya gangguan-gangguan a. Modifikasi tingkah laku
tersebut antara lain sebagai berikut. Guru dapat mengubah tingkah laku siswa melalui penguatan untuk meningkatkan terjadinya
a. Menunjukkan sikap tanggap tingkah laku yang diharapkan serta melalui hukuman yang bertujuan
b. Membagi perhatian mengurangi/menghilangkan tingkah laku yang tidak diharapkan.
c. Memusatkan perhatian kelompok b. Pengelolaan kelompok
d. Memberikan petunjuk yang jelas Pendekatan ini beranggapan bahwa kelas merupakan kelompok masyarakat kecil sehingga
e. Memberi penguatan masalah-masalah yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui kelompok.
c. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah pendekatan.
Hal ini berdasarkan pada 2 asumsi, yaitu berikut ini.
1) Tingkah laku yang menyimpang merupakan gejala yang bersumber dari sejumlah sebab
2) Luasnya tindakan yang akan diambil untuk mengidentifikasi dan memperbaiki sebab-
sebab dasar tersebut sangat menentukan berkurangnya tingkah laku yang menyimpang
tersebut.
Agar mampu mengelola kelas secara efektif, guru harus memperhatikan
berbagai hal berikut.
1. Kehangatan dan keantusiasan guru sangat berperan dalam menciptakan
iklim kelas yang menyenangkan
2. Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk
belajar dan berperilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya
E. Hal-Hak yang 3.
perilaku yang menyimpang
Penggunaan variasi dalam mengajar dapat mengurangi terjadinya
Baru 4.
gangguan
Keluwesan guru dalam kegiatan pembelajaran dapat mencegah
Diperhatikan
munculnya gangguan
5. Guru harus selalu menekankan hal-hal yang positif dan menghadiri
pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif
6. Guru hendaknya tidak mencapuri kegiatan siswa secara berlebihan,
ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan karena hal ini
menyebabkan kegiatan tidak tuntas. Tidak bertele-tele, tidak
mengulangi penjelasan yang tidak perlu karena akan menghambat
jalannya kegiatan.
17
KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL
DAN PERORANGAN
Kegiatan kelompok kecil dan perorangan memungkinkan guru memberikan
perhatian terhadap kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Guru dapat membantu
siswa sesuai dengan kebutuhan, misalnya dengan cara memberi tugas yang sesuai
A. Rasional dengan kemampuannya atau menilai kemampuan siswa dengan cara yang paling
tepat untuk siswa tersebut. dari pihak siswa, belajar dalam kelompok kecil dan
perorangan memungkinkan mereka meningkatkan keterlibatannya dalam kegiatan
pembelajaran. Mereka mendapat kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap
tugasnya masing-masing.
Mengajar kelompok kecil dan perorangan terjadi dalam konteks klasikal.
Dalam konteks ini, siswa tidak terus-menerus belajar dalam kelompok kecil
atau secara perorangan. Dengan demikian, para siswa akan mengalami
kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil dan perorangan sesuai
dengan hakikat topik yang sedang dipelajari dann tujuan yang ini dicapai.
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan ditandai oleh ciri-ciri berikut
1. Terjadi hubungan (interaksi) yang akrab dan sehat antara guru dan
B. Pengertian
siswa serta siswa dengan siswa
2. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kemampuan, dan
minatnya sendiri
3. Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya
4. Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan
ditempuh, materi dan alat yang akan digunakan dan bahkan tujuan yang
ingin dicapai.
20
2
1
C. Variasi Pengorganisasian
Pengaturan kesempatan belajar secara klasikal, kelompok kecil dan perorangan dapat dibuat dengan berbagai variasi yang disesuaikan
dengan hakikat topik yang dibahas, tujuan yang ingin dicapai, kebutuhan siswa sendiri, serta ketersediaan waktu dan fasilitas.
1 3
2 4
Keterampilan mengorganisasikan Keterampilan merencanakan dan
kegiatan pembelajaran melakukan kegiatan pembelajaran
22
The Power of PowerPoint | [Link]
E. Hal-Hal yang
Perlu
Diperhatikan
Guru yang sudah biasa dengan Kegiatan kelompok perorangan dapat
berlangsung secara efektif selalu
pengajaran klasikal, sebaiknya
diakhiri dengan kulminasi yang dapat
mulai dengan pengajaran berupa rangkuman, laporan atau
1 kelompok kecil, kemudian 4 pemantapan yang memberi kesempatan
kepada siswa untuk saling belajar
perorangan.
Format mengajar kelompok kecil dan perorangan
masih belum biasa bagi banyak guru di indonesia.
Oleh karena itu, agar format ini dapat digunakan Topik-topik yang bersifat umum, seperti
pengarahan, informasi umum sebaiknya Agar pengajaran perorangan dapat
secara efektif hal-hal berikut perlu diperhatikan.
2 diberikan secara klasikal, sedangkan
pembahasan lebih lanjut dapat dilakukan
5 berlangsung secara efektif, guru perlu
mengenal siswa secara pribadi sehingga
dalam bentuk kegiatan kelompok kecil kondisi belajar dapat diatur dengan tepat
atau perorangan
23
The Power of PowerPoint - [Link]