Dr. Hj. Ummy Kalsum, SE. [Link]. CRA. CRP.
CSF
1. Pengertian Anggaran Komprehensif
2. Pengertian Anggaran Parsial
3. Komponen Anggaran Komprehensif
4. Penyusunan Anggaran Parsial
5. Contoh Anggaran Parsial
Komprehensif (menyeluruh)
Anggaran Komprehensif adalah rencana perusahaan yang
telah disusun secara menyeluruh, meliputi; Forecast
penjualan, anggaran penjualan, anggaran produksi,
anggaran biaya distribusi, anggaran biaya umum dan
administrasi dll.
Penyusunan anggaran komprehensif bermanfaat bagi perusahaan
sebagai pendekatan sistematis terhadap kebijakan manajemen dan
mempermudah evaluasi tujuan akhir secara kuantitatif.
Ada 2 pengertian anggaran komprehensif yakni:
1. Penggunaan konsep-konsep penganggaran yang lebih luas dari
setiap kegiatan perusahaam
2. Penggunaan pendekatan sistem dalam kegiatan operasional sehari-
hari perusahaan.
1. Mengadakan spesifikasi terhadap tujuan
perusahaan dalam arti luas
2. Mempersiapkan rencana - rencana
pendahuluan secara keseluruhan
3. Menyusun rencana jangka panjang.
Anggaran Parsial adalah anggaran sebagian-
sebagian, misalnya anggaran penjualan saja,
atau anggaran produksi saja.
Ada beberapa alasan perusahaan lebih
banyak menyusun anggara secara parsial
yaitu;
1. Kekurangan skill (tenaga kerja ahli) dalam
perusahaan.
2. Data-data perusahaan tidak tersedia secara
lengkap.
3. Kekurangan dana untuk membuat anggaran.
BUDGET
KOMPREHENSIF
Subtantif Plan Financial Plan
Strategic Plan Tactical Plan
(Jangka Panjang) (Jangka Tahunan
Operation Budget Financial Budget
Budget Budget Pembantu
Budget R/L Proyeksi Neraca Proyeksi Neraca
Pembantu
Budget Komprehensif terdiri dari 2
komponen anggaran yaitu;
1. Subtantive plan (memuat materi-materi
yang ingin dicapai baik jangka pendek
maupun jangka panjang). Anggaran ini berisi;
(a) tujuan umum perusahaan, (b) tujuan
khusus perusahaan, (c) strategi-strategi
perusahaan, (d) asumsi-asumsi dasar yang
akan digunakan perusahaan.
Budget Komprehensif terdiri dari 2
komponen anggaran yaitu;
2. Financial plan (memuat rencana yang
memiliki perspektif finansial). Anggaran ini
berupa; (a) tujuan, (b) rencana dan
(c)kebijakan perusahaan).
Financial Plan terdiri dari 2 komponen rencana yakni;
1. Strategic plan (memuat rencana yang menyeluruh
tentang aktivitas yang akan dilakukan dalam jangka
panjang). Rencana mencakup; (a) penjualan, biaya
dan laba, (b) penentuan besarnya modal, (c) alternatif
tambahan modal, (d) perkiraan arus dana, dan (e)
perkiraan kebutuhan tenaga kerja.
2. Tactical plan (merupakan rencana aktivitas yang akan
dilakukan sepanjang tahun, atau rencana tahunan.
Tactical Plan terdiri dari 2 komponen anggaran
yaitu;
1. Operation Budget (Anggaran operasi) yang terdiri dari 2
yakni; (1) Anggaran Rugi Laba yang berisi; (a) taksiran
besarnya laba menurut bagian, (b) jenis produk, maupun
(c)laba menyeluruh). (2) Anggara Pembantu Rugi Laba yang
terdiri dari; (a). Anggaran Forecast Penjualan, (b) Anggaran
Penjualan, (c) Anggaran Produksi, (d) Anggaran Biaya
Distribusi, (e) Anggaran Biaya Umum dan Administrasi, (f)
Anggaran type apropriasi.
Tactical Plan terdiri dari 2 komponen anggaran
yaitu;
2. Financial Budget (Anggaran Keuangan) yang terdiri
menjadi 2 yaitu; (1) Proyeksi Neraca yang mencakup; (a)
Alktiva (Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap), (b) Passiva
(Hutang Lancar, Hutang Jangka Panjang dan Modal
Sendiri) (2) Anggaran Pembantu Proyeksi Neraca yang
meliputi; (a) Anggaran Kas, (b) Anggaran Piutan, (c)
Anggaran Utang, (d) Anggaran Penambahan Modal, (e)
Anggaran Penyusutan Aktiva.
1. Anggaran Penjualan.
Budget ini memberikan informasi seberapa besar pendapatan
yang akan diterima berkaitan dengan penjualan perusahaan di
masa mendatang.
Budget penjualan akan menjadi dasar penyusunan anggaran
parsial lainnya.
Data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan budget penjualan
antara lain;
Jenis produk yang akan dijual
Volume produk
Harga/unit
Wilayah pemasaran
Ha-hal yang perlu mendapat perhatian
dalam anggaran ini adalah adanya
kemungkinan terjadi perubahan-perubahan
di masa mendatang seperti:
Perubahan selera konsumen
Perubahan tingkat harga
Penemuan-penemuan baru (kemajuan teknologi)
Anggaran Produksi
Budget ini disusun dengan memperhatikan aktivitas
produksi yang diperlukan untuk menunjang anggaran
penjualan yang telah disusun sebelumnya.
Budget produksi ini terdiri dari 4 sub budget yaitu;
a. Budget Jumlah yang harus diproduksi
b. Budget Bahan Baku
c. Budget Tenaga Kerja Langsung
d. Budget Biaya Overhead Pabrik
Rencana tentang jumlah produk yang harus
dihasilkan dengan memperhatikan anggaran
penjualan, persediaan awal dan persediaan
akhir.
Contoh :
Rencana Penjualan 2.400 unit
Persediaan akhir 300 unit (+)
Barang yang harus tersedia 2.700 unit
Persediaan awal 200 unit (-)
Jumlah yang harus diproduksi 2.500 unit
Anggaran Bahan Baku terdiri dari;
Budget Kebutuhan Bahan Baku (dalam unit)
Budget Pembelian Bahan Baku (dalam unit dan
harga)
Budget Biaya Bahan Baku yang habis digunakan
dalam produksi (dalam harga)
Anggaran Tenaga Kerja Langsung memuat
tentang kebutuhan tenaga kerja langsung
baik kuantitas maupun biayanya (Direct
Labor Cost). Jam kerja buruh langsung
(Direct Labor Hours) untuk setiap produk.
Anggaran Biaya Overhead Pabrik, yaitu
semua jenis anggaran yang dikeluarkan
untuk menghasilkan produk, selain biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
Anggaran Biaya Distribusi meliputi, seluruh biaya-
biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan yang
berhubungan dengan kegiatan pemasaran produk.
Termasuk di dalam anggaran biaya distribusi yaitu;
Biaya salesman, supervisor dan tenaga penjualan laninnya
Biaya transportasi
Biaya perjalanan seperti; biaya penginapan dan biaya
makan
Biaya-biaya promosi dan iklan
Biaya penyusutan
Biaya administrasi penjualan
Biaya asuransi dll.
Anggaran biaya
umum berisi semua Anggaran administrasi
biaya-biaya yang memuat biaya-biaya yang
dikeluarkan dikeluarkan perusahaan
perusahaan untuk untuk kegiatan-kegiatan
manajer dan staf yang menunjang usaha
perusahaan di luar
serta mandor, bagian
kegiatan pabrik
keuangan dan bagian
administrasi.
PT. ABC
Budget Penjualan
1 Januari – 31 Desember 2011
Produk Unit Harga/unit Total Penjualan
Mie Bungkus 1.500.000 Rp 1.000 Rp [Link]
Mie Gelas 800.000 Rp 4.000 Rp [Link]
Mie Jumbo 1.200.000 Rp 1.500 Rp [Link]
Jumlah 3.500.000 Rp [Link]
PT. ABC
Budget Produksi
1 Januari – 31 Desember 2011
Produk
Mie Bungkus Mie Gelas Mie Jumbo
Rencana Penjualan 1.500.000 800.000 1.200.000
Persediaan Akhir 200.000 50.000 150.000
+ + +
Total Kebutuhan 1.700.000 850.000 1.350.000
Persediaan Awal 100.000 20.000 90.000
- - -
Jumlah Produksi Yang 1.600.000 820.000 1.260.000
Dibutuhkan
PT. ABC
Budget Kebutuhan Bahan Baku
1 Januari – 31 Desember 2011
Bahan Baku Produk Jumlah
Kebutuhan
Bahan Baku
Mie Bungkus Mie Gelas Mie Jumbo
Terigu 400 200 600 1.200
Mentega 50 - 70 120
Daging 200 75 175 450
Kering
PT. ABC
Budget Pembelian Bahan Baku
1 Januari – 31 Desember 2011
Bahan Kebutuhan Persed Jumlah Harga/ Anggaran
Baku Awal Pembelian unit Pemblian
Produksi Persed Jumlah
Akhir
Terigu 1.200 250 1.450 300 1.150 Rp 2.000 Rp 2.300.000
Mentega 120 50 170 30 140 Rp 5.000 Rp 700.000
Daging 450 80 530 70 460 Rp 12.000 Rp 5.120.000
Kering
Rp 8.120.000
PT. ABC
Budget Tenaga Kerja
1 Januari – 31 Desember 2011
Produk Jumlah DLH/ Total Upah/ Anggaran Biaya
Yang unit DLH DLH Tenaga Kerja
Diproduksi
Mie Bungkus 1.600 80 128.000 200 Rp 25.600.000
Mie Gelas 820 100 82.000 300 Rp 24.600.000
Mie Jumbo 1.260 90 113.400 250 Rp 28.350.000
Total Rp 78.550.000