Panduan Lengkap Tentang Diare
Panduan Lengkap Tentang Diare
Oleh :
KELOMPOK 2
FARMASI-D 2014
Nama Kelompok :
Dwi Ayu Permatasari (2014 10410311 168)
Yudha Nurma. Y (2014 10410311 169)
Putri Astutik (2014 10410311 171)
Vinda Wahyu. K (2014 10410311 172)
Dian Karasvita. L (2014 10410311 173)
Mochammad Yusuf (2014 10410311 175)
Mahya Riski. A (2014 10410311 176)
Edo kurnia. P (2014 10410311 177)
Rosmalina. L (2014 10410311 178)
Rika Rahim (2014 10410311 179)
Saulatun Nisa’ (2014 10410311 181)
Ratih Kusumastuti (2014 10410311 182)
Pengertian Diare
• secara klinis diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi
(buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari,
disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan
atau tanpa darah. Secara klinik dibedakan tiga macam sindroma
diare yaitu diare cair akut, disentri, dan diare persisten (Menurut
WHO, 1999)
• diareadalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan
bentuk dan konsistensi dari tinja, yang melembek sampai mencair
dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali
atau lebih dalam sehari (Depkes RI, 2005)
Klasifikasi Diare
• Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang
meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan
bersifat mendadak datangnya, dan berlangsung dalam waktu
kurang dari 2 minggu.
• Diare kronik atau diare berulang adalah suatu keadaan
meningkatnya frekuansi buang air besar yang dapat berlangsung
berminggu-minggu atau berbulan-bulan baik secara terus-menerus
atau berulang, dapat berupa gejala fungsional atau akibat suatu
penyakit berat
IMMUNODEFIS
E Virus: Rotavirus
IENSI : AIDS
T
(40-60%), ALERGI :
Adenovirus MAKANAN
SUSU SAPI
I
O Bakteri: ETIOLOGI
L Escherichia
coli(20-30%),
Shigela sp. (11%),
MALABSORBSI
:KARBOHIDRA
T, LEMAK,
O Vibrio cholerae,
dll
PROTEIN
G Parasit:
Entamoeba
I histolytica(<1%),
Giardia lambia,
Crystosporidium
KERACUNAN
MAKANAN
(4 -11%).
Patofisiologi
Iritasi usus oleh suatu patogen mempengaruhi lapisan mukosa
usus, sehingga terjadi peningkatan produk-produk sekretorik, termasuk
mukus. iritasi oleh mikroba juga mempengaruhi lapisan otot sehingga
terjadi peningkatan motilitas. Peningkatan motilitas menyebabkan
banyak air dan elektrolit terbuang karena waktu yang tersedia untuk
penyerapan zat-zat tersebut dikolon terbuang. Individu yang
mengalami diare berat dapat meninggal akibat syok hipovolemik dan
kelainan elektrolit. Toksin kolera yang dikeluarkan oleh bakteri kolera
adalah contoh dari bahan yang sangat merangsang motilitas dan secara
langsung menyebabkan sekresi air dan elektrolit kedalam usus besar,
sehingga unsur-unsur plasma yang penting ini terbuang dalam jumlah
besar (Buku saku patofisiologi, EGC hal 520-521)
Patofisiologi
Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah:
a. Gangguan Osmotik
makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam
rongga
meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus.
b. Gangguan sekresi
Akibat rangsangan tertentu pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan
elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi
rongga usus.
c. Gangguan motilitas usus
Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap
makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltic usus menurun akan
mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.
Patofisiologi
1. Diare osmotik
2. Diare sekretorik
3. Diare eksudatif
4. Diare karena gangguan motilitas
1. Diare osmotik
• Bahan yang tidak dapat diserap akan meningkatkan osmolaritas dalam rongga usus kemudian menarik air
dan elektrolit dari plasma ke rongga usus dan terjadi diare.
• Contoh : Intoleransi makanan, waktu pengosongan lambung yang cepat, defisiensi enzim laktase, laksan
osmotik.
2. Diare sekretorik
• Toksin yang dikeluarkan bakteri (toksin kolera), pengaruh garam empedu, hormon intestinal seperti gastrin
vasoactive intestinal polypeptide (VIP) yang akan mengganggu transport cairan elektrolit (abs << atau
sekresi >> ).
• Toxin menstimulasi cAMP dan cGMP yang akan menstimulasi sekresi cairan & elektrolit.
Diare sekretorik terbagi menjadi 2 yaitu:
• Aktif : akan mengganggu aliran (absorpsi) dari lumen usus ke dalam plasma atau percepatan cairan air dari
plasma ke lumen.
• Pasif : terjadi tekanan hidrostatik dalam jaringan karena terjadi ekspansi air dari jaringan ke lumen usus.
Contoh : peninggian tekanan vena mesenterial, obstruksi sistem limfatik, iskemia usus, proses peradangan
.3. Diare eksudatif
• Kerusakan mukosa usus halus atau usus besar akibat inflamasi.
• Inflamasi & eksudasi dapat terjadi akibat infeksi bakteri, non infeksi (gluten sensitive
enteropathy, IBD), atau akibat radiasi.
• Contoh : kolitif ulserosa, penyakit Crohn, amebiasis, shigellosis, champylobacter,
yersinia.
Rasa haus Minum biasa Sangat haus Malas/ tidak bisa minum
Bacterial replacement
2 tablet atau 1 granul 3-4 kali sehari,
(Lactobacillus aciophilus)
diberikan bersama susu, jus, atau air
(Lactobacillus bulgaricus)
(A to Z Drug Facts,2003)
PABA Sulfonamid
Dihidropteroat
sintessa berkompetisi
dengan PABA
[Link]
Dihidrofolat
Trimetroprim
reduktase
[Link]
Purin
DNA
INTERAKSI OBAT
• Thiazolidinedione : trimetoprim mengurangi metabolisme antidiabet
thiazolidinedione
• Metotrexat : trimetoprim meningkatkan efek toksik metotrexat
• Fenitoin : trimetoprim dan derivat sulfonamid menurunkan metabolisme
fenitoin
• Dapson : trimetoprim meningkatkan konsentrasi plasma dapson dan
sebaliknya
• Derivat sulfonamide : trimetoprim meningkatkan efek samping hipoglikemia dari
derivat sulfonamid
• Vaksin tifoid : antibiotik mengurangi efek dari vaksin tifoid
• Warfarin : derivat sulfonamid meningkatkan efek antikoagulannya
(Drug Information Handbook 17th ed)
Komposisi
Non- forte
Trimetoprim : 80 mg/tab
Sulfametaksazole : 400 mg/tab
Forte
Trimetoprim : 160 mg/tab
Sulfametaksazole : 800 mg/tab ISO Vol 47
Hal.172
Penyimpanan
Cara penyimpanan obat dengan menyimpannya pada lemari obat atau disimpan
di tempat kering, sejuk, tidak lembab, dan terhindar dari cahaya matahari
langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Aspek Informasi Obat Pustaka
Pengobatan oral untuk infeksi saluran kemih karena E. Coli, Klebsiella dan
Drug Information Handbook
Indikasi enterobacter sp, M. Morganii, P. Mirabilis dan P Vulgaris; diare karena
17th Edition
enterogenik E. Coli.
Satu dengan 2 kekuatan (sulfamethoxazole 800 mg and trimethoprim 160 mg) Drug Information Handbook
Dosis tablet setiap 12 jam untuk 10-14 hari. 17th Edition
Diare : oral : Satu dengan 2 kekuatan tablet setiap 12 jam untuk 5 hari
Hipersensitif terhadap sulfonamida; anemia megaloblastik yang disebabkan Drug Information Handbook
Kontraindikasi karena kekurangan folat; kehamilan; menyusui; dan janin umur dibawah 2 17th Edition
bulan
Drug Information Handbook
Gangguan pencernaan mual, muntah, anoreksia
Efek Samping 17th Edition
Reaksi dematologi ruam atau urtikaria
Efek samping Muntah terjadi karena terlalu cepat pemberiannya dan segera dihentikan selama Martindal ed 36
10 menit yang dilanjutkan dengan yang jumlah yang lebih kecil. page 1672
Risiko hipernatremia atau overhydration
Overdosis solusi rehidrasi oral pada pasien dengan gangguan ginjal dapat
menyebabkan hipernatremia dan hiperkalemia
Manfaat :
• Menggantikan kehilangan Zink dan mempercepat penyembuhan diare serta
meningkatkan kekebalan tubuh.
• Zinc merupakan mineral penting bagi tubuh dan sekitar 300 enZim dalam tubuh
yang bergantung pada enZim.
Kontarindikasi Direct injection of undiluted solution into peripheral vein A to z drug facts
Interaksi Fluoroquinolones; tetracyclines: Absorption of these agents may be decreased, A to z drug facts
quinolone, golongan tetracylin DIH ed 17,2009
perhatian Ibu hamil, laktasi, renal impartment, ben z yl alkohol A to z drug facts
ADSORBEN
Adsorben
Adsorben adalah zat padat yang dapat menyerap zat cair dimana dapat
menghentikan episode diare. agen adsorben diduga berfungsi terutama melalui adsorpsi
dari racun dan zat-zat lain yang menghasilkan diare. Adsorben yang biasa digunakan
adalah Kaolin/pektin, dan attapulgit.
Mekanisme aksi Attapulgit :
Attapulgite merupakan adsorbent dan tidak diabsopsi oleh saluran cerna, sebagian
besar dimetabolisme di usus dan dikeluarkan melalui feses. Attapulgite adalah sebuah
adsorptif magnesium aluminium phyllosilicate yang mengikat racun , bakteri dan air.
Bekerja non-selektif, mengadsorpsi air, enterotoxin, juga obat dan nutrisi. Pemberian
adsorbent berjarak 2 – 3 jam dengan pemberian obat lain.
Mekanisme aksi Kaolin
Kaolin adalah suatu absorben untuk menyerap toksin
baik yang berupa gas atau bahan beracun lainnya yang
merangsang dari saluran usus, selanjutnya membentuk
lapisan pelindung pada dinding usus. Pektin sebagai
bahan yang berfungsi untuk menghilangkan hasil
pertumbuhan bakteri yang bersifat racun. Karena
kemampuannya membentuk asam galakturonat dari
kuman maka bisa berefek mematikan kuman yang
merugikan.
Aspek Attapulgit koalin / pectin
Indikasi untuk mengatasi gejala diare dan kram pengobatan gejala diare
Kontraindikasi Pasien yang hypersensitive terhadap attapulgite atau komponen Gunakan pada bayi dan anak-anak <3 tahun
penyusunnya. tanpa bimbingan dokter; gunakan untuk> 2
hari atau di hadapan demam tinggi; obstruksi
usus; radang usus besar.
Dosis Dewasa : 2 tablet setelah buang air besar pertama kali, 2 DEWASA: PO 60-120 ml (kekuatan biasa)
tablet tiap kali setelah buang air besar berikutnya. Maksimal atau 45-90 ml (konsentrat) setelah masing-
12tablet/hari. masing diare.
Anak 6-12 tahun : ½ dosis dewasa. Maksimal 6 tablet/hari. ANAK 6-12 YR: PO 30-60 ml (kekuatan
biasa) atau 30 ml (konsentrat) per dosis.
ANAK 3-5 YR: PO 15-30 ml (kekuatan
biasa) atau 15 ml (konsentrat) per dosis.
Mekanisme kerja
Bekerja memblok asetilkolin yang dilepaskan dari terminal syaraf pada reseptor muskarinik.
Hiosin N-bromida memiliki reseptor yg khas pada ganglia parasimpatik viseral dan menunjukkan
efek antispasmodik yg khas pada otot polos saluran ceran.
Efek sedatif dari hiosin dapat ditingkatkan dengan alkohol atau depresan SSP lainnya.
(Martindale 36th : 1734)
Aspek Informasi Obat pustaka
Komposisi Hyoscine-N-butylbromide (ISO 48: 500)
Indikasi Anastesi, kejang anoxic, empedu, kolik ginjal, gangguan Martindale 36th : 1735
jantung, depresi, dismenore, gangguan mata, gangguan
gastrointestinal (antispasmodik), vertigo
Kontra indikasi ileus paralitik , pyloric stenosis , megakolon toksik , dan BNF 61 : 47
pembesaran prostat, glaukoma
Efek samping Sembelit, bradikardia ( diikuti oleh takikardia , palpitasi dan BNF 61 : 47
aritmia ) , mengurangi bronkial sekresi , urgensi kemih dan
retensi, mulut kering, mual , muntah , dan pusing ; sangat
jarang , sudut tertutup glaukoma dapat terjadi
perhatian Perhatian telah disarankan pada pasien lansia dan pada Martindale 36th : 1734
pasien dengan gangguan hati, atau ginjal fungsi, sebagai
efek samping CNS telah dinyatakan menjadi lebih mungkin
pada pasien ini. Telah ada laporan langka peningkatan
frekuensi kejang di pasien epilepsi.
ANTI
MORTILITAS
Obat Manfaat Resiko
Loperamid Diare akut, kronis ESO : badan tdk enak, konstipasi, ileus
paralitikus, depresi SSP
interaksi Alcohol, barbiturate, SSP depresan, obat penenang; dapat meningkatkan aksi A to Z Drug Facts
dari MAO inhibitor. Dapat memicu krisis hipertensi.
Perhatian Kehamilan: Kategori B. anak-anak: kontraindikasi pada anak-anak <2th. Diare: A to Z Drug Facts
jangan berikan untuk diare yang berkaitan dengan organisme yang menembus
mukosa usus (salmonella, sigella).
Efek samping CV: Takikardia. SSP: Pusing; kantuk; sedasi; sakit kepala; rasa tidak enak; A to Z drug Facts
kelesuan; kegelisahan; euforia; depresi; mati rasa ekstremitas; kebingungan.
Derm: Pruritus; edema angioneurotic; urtikaria; kulit kering dan selaput lendir;
pembilasan. GI: Mulut kering; anoreksia; mual; muntah; ketidaknyamanan
perut; ileus paralitik; megakolon toksik; pankreatitis; sembelit. GU: retensi urin.
LAIN: Pembengkakan gusi; anafilaksis; hipertermia
2. Co-phenotrope
aspek Informasi obat pustaka
indikasi Tambahan untuk Rehidrasi pada diare akut. Kontrol konsistensi feses setelah BNF 61
kolostomi atau ileostomi.
kontraindikasi analgesik opioid harus dihindari pada pasien dengan depresi pernafasan akut dan BNF 61
ketika ada risiko dari ileus paralitik. Mereka juga kontra-ditunjukkan dalam kondisi
yang berhubungan dengan mengangkat tekanan intrakranial dan cedera kepala
(analgesik opioid mengganggu respon pupil penting bagi neurologis penilaian).
pasien koma tidak boleh diobati dengan analgesik opioid.
dosis Tablet, Co-phenetrope 2,5/0,025 (difenoksilat hidroklorida 2,5 mg, atropine sulfat 25 BNF 61
mikrogram), dosis awalnya 4 tablet kemudian 2 tablet setiap 6 jam sampai diare
terkontrol. ANAK 4-9 tahun 1 tablet 3 x sehari. 9-12 tahun 1 tablet 4 kali sehari. 12-
16 tahun 2 tablet 3 x sehari.
kontraindikas kolitis pseudomembran karena penggunaan antibiotik; diare akut yang terkait dengan A to Z Drug Facts
i organisme yang menembus dinding usus (misalnya, toksigenik Escherichia coli,
Salmonella, dan Shigella); kondisi di mana sembelit harus dihindari; diare berdarah;
demam; kolitis ulserativa akut (potensi megakolon toksik).
Mencegah adesi patogen, kompetisi nutrien dan faktor pertumbuhan dengan patogen,
efek tropik yang baik bagi fungsi fisiologik dan integritas mukosa usus serta aktivitas
laktase diketahui dapat memperbaiki absorpsi dan membantu mengatasi kelainan yang
terjadi selama diare, sehingga mampu meminimalkan gangguan nutrisi yang terjadi.
Lacto B
Dapat dicampurkan kedalam susu atau dari buah
Dapat dicampurkan kedalam bubur atau makanan bayi
Dilarutkan dengan air minum
LACTO B
INDIKASI Gangguan pencernaan termasuk diare, penyakit DIH 17th
radang usus, dan infeksi gastrointestinal.
Menyeimbangkan bakteri flora normal pada saluran
pencernaan.