0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Pengantar Analisis Wacana dalam Bahasa

Dokumen ini membahas tentang analisis wacana yang merupakan studi tentang penggunaan bahasa di luar tingkat kalimat. Analisis wacana muncul sebagai reaksi terhadap linguistik formal dan digunakan untuk memahami makna yang tersirat dalam wacana lisan maupun tulis dengan mempertimbangkan konteks sosial, partisipan, dan sarana komunikasi.

Diunggah oleh

husnulaliyah6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Pengantar Analisis Wacana dalam Bahasa

Dokumen ini membahas tentang analisis wacana yang merupakan studi tentang penggunaan bahasa di luar tingkat kalimat. Analisis wacana muncul sebagai reaksi terhadap linguistik formal dan digunakan untuk memahami makna yang tersirat dalam wacana lisan maupun tulis dengan mempertimbangkan konteks sosial, partisipan, dan sarana komunikasi.

Diunggah oleh

husnulaliyah6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HELLO!

WELCOME
BACK!
DISCOURSE ANALYSIS
CLASS
The Study of Discourse
 Pengertian discourse/wacana?
 Kembali pada pengertian dan fungsi
languange/bahasa
 Discourse/wacana digunakan dalam berbagai
kalangan pada studi bahasa, psikologi, politik,
komunikasi, sastra dst pada awal kemunculannya
di tahun 70an.
 Mengapa bukan dari ahli ilmu bahasa?
 Sociology: wacana merujuk pada hubungan antar konteks
sosial bahasa.
 Linguistics: unit bahasa yang lebih besar dari kalimat.

- Analisis wacana merupakan reaksi dari linguistik formal


atau saling berkebalikan.
 Socio Psychology: pembicaraan/diskursus.
 Politics : praktik pemakaian bahasa, terutama politik bahasa.
Linguistics study
 Merujuk pada satuan bahasa terlengkap baik lisan maupun tulisan
 Sebagai teks wacana bukan hanya deretan kalimat.
 Wacana yang baik memiliki unsur cohesion /kohesi dan
coherence/koherensi.
 Cohesion: keserasian unsur” wacana
 Coherence: kepaduan wacana sehingga membawa ide yang dapat
dipahami khalayak.
E.g:
 “Unding pergi bersama temannya, mobil dia bagus.” (koheren tapi
tidak kohesif)
 “Unding pergi bersama temannya. Mobil Unding bagus.” (Koheren
dan kohesif)
Type and Form of Discourse
Wujud dari bentuk wacana dalam hasil wacana yang
dibuat seperti:
 Text: wacana dalam wujud tulisan (novel, berita, cerpen
dst)
 Talk : wacana dalam wujud lisan (wawancara, obrolan,
pidato dst)
 Act : wacana dalam wujud tindakan (lakon, drama, tari)
 Artifact : wacana dalam wujud jejak (bangunan, fashion,
puing dst)
Discourse context
 Konteks merupakan ciri alam di luar bahasa yang
menumbuhkan makna. Konteks wacana dibentuk
oleh berbagai unsur yang berhubungan dengan
unsur” yg terdapat dalam setiap komunikasi
bahasa seperti yang dikemukakan Hymes (1964):
 Setting (latar)
Percakapan di pasar pada pkl 15.00 menghasilkan
wacana berikut:
Pembeli: Bang, ada jamur merang?
Penjual : Habis neng, jam segini mana ada yang
masih jualan jamur merang!
 Participants (peserta)

Mengacu pada peserta percakapan yaitu pembicara


(penyapa/addressor) dan pendengar
(pesapa/addressee). Contoh pada percakapan di atas.
 Ends(Hasil)
Mengacu pada tujuan percakapan. Misalnya seorang
ibu ingin memberikan parenting yang baik pada
anaknya tapi belum tentu hasilnya juga baik.
 Messange (amanat)

Mengacu pada bentuk dan isi amanat. Bentuk berupa


surat, essay, pemberitahuan, dsb.
 Key (cara)

Mengacu pada cara melaksanakan percakapan.


Semangat, santai, intimidatif dst.
 Instrument (sarana)

Mengacu pada penggunaan bahasa baik lisan maupun


tulis
Discourse Analysis
 Muncul sebagai reaksi terhadap linguistik murni.
 “Analisis wacana merupakan cabang ilmu bahasa
yang dikembangkan untuk menganalisis suatu unit
bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Analisis
wacana lazim digunakan untuk menemukan
makna wacana yang persis sama atau paling tidak
sangat ketat dengan makna yang dimaksud oleh
pembicara dalam wacana lisan, atau oleh penulis
dalam wacana tulis” (Kartomiharjo 1992: 21).

Anda mungkin juga menyukai