0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Teori dan Jenis Penyimpangan Sosial

Dokumen tersebut membahas tentang sosiologi perilaku menyimpang, yang meliputi konformitas sebagai perilaku sesuai norma kelompok, penyimpangan sebagai perilaku tidak sesuai norma, dan beberapa teori perilaku menyimpang seperti teori asosiasi diferensial, teori pelabelan, dan teori faktor struktural Merton. Jenis perilaku menyimpang dibedakan menjadi primer, sekunder, individual, kelompok, situasional, dan sistematis. Fak

Diunggah oleh

hasna.izzatu33
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan13 halaman

Teori dan Jenis Penyimpangan Sosial

Dokumen tersebut membahas tentang sosiologi perilaku menyimpang, yang meliputi konformitas sebagai perilaku sesuai norma kelompok, penyimpangan sebagai perilaku tidak sesuai norma, dan beberapa teori perilaku menyimpang seperti teori asosiasi diferensial, teori pelabelan, dan teori faktor struktural Merton. Jenis perilaku menyimpang dibedakan menjadi primer, sekunder, individual, kelompok, situasional, dan sistematis. Fak

Diunggah oleh

hasna.izzatu33
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOSIOLOGI

PERILAKU
MENYIMPANG
Perhatikan Gambar Berikut!
Gambar A Gambar B

Konformitas Penyimpangan
Konformitas
merupakan bentuk interaksi ketika seseorang berperilaku
terhadap orang lain sesuai dengan norma dan harapan kelompok
atau masyarakat tempat tinggalnya.
PENYIMPANGAN SOSIAL
Suatu perilaku yang diekspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota
masyarakat yang secara disadari atau tidak disadari, tidak menyesuaikan diri
dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian besar anggota
masyarakat.
TEORI
PERILAKU
MENYIMPANG
Differential association theory
Edwin H. Sutherland

Penyimpangan bersumber pada pergaulan dengan orang yang


berperilaku menyimpang. Penyimpangan dipelajari melalui
proses alih budaya. Melalui proses belajar ini, seseorang
mempelajari suatu budaya menyimpang
Labelling theory
Edwin M. Lemert

Penyimpang (deviant) karena proses labelisasi


(pemberian julukan atau cap) oleh masyarakat
terhadap orang tersebut. Terdapat dua jenis perilaku
menyimpang dalam lingkup teori ini:
• Penyimpangan primer, yaitu perilaku
menyimpang yang dilakukan seseorang namun
pelakunya masih dapat diterima secara sosial.
• Penyimpangan sekunder, yaitu perilaku
menyimpang yang tidak dapat ditolerir
masyarakat.
Penyimpangan Faktor Struktural
Robert K. Merton
Perilaku menyimpang merupakan bentuk dari adaptasi terhadap situasi
tertentu. Merton mengidentifikasi 5 cara adaptasi, yaitu :

• Konformitas, perilaku seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan
masyarakat.
• Inovasi (innovation), mengikuti tujuan dengan cara yang dilarang masyarakat
• Ritualisme (ritualism), meninggalkan tujuan budaya, tetapi tetap berpegang pada
cara yang telah ditetapkan masyarakat
• Retretisme (retreatism), tidak mengikuti tujuan dan cara yang ditetapkan
masyarakat
• Pemberontakan (rebellion), tidak lagi mengikuti struktur sosial yang ada dan
berupaya menciptakan struktur sosial yang baru
Jenis Perilaku Menyimpang
PRIMER SEKUNDER INDIVIDU
Penyimpangan yang Perbuatan yang dilakukan Penyimpangan yang
bersifat temporer atau secara khas dengan dilakukan oleh seorang
sementara dan hanya memperlihatkan perilaku individu dengan
menguasai sebagian kecil menyimpang. melakukan tindakan -
kehidupan seseorang. tindakan yang
menyimpang dari norma -
norma yang berlaku.
Jenis Perilaku Menyimpang
KELOMPOK SITUASIONAL SISTEMATIK
Penyimpangan yang Penyimpangan yang Tingkah laku yang disertai
dilakukan secara disebabkan oleh pengaruh organisasi sosial khusus,
berkelompok dengan macam - macam kekuatan status formal, peranan -
melakukan tindakan - situasional / sosial di luar peranan, nilai - nilai, norma
individu dan memaksa dan moral tertentu yang
tindakan yang
individu tersebut berbuat semuanya berbeda dengan
menyimpang dari norma - situasi umum.
norma masyarakat. menyimpang
SIFAT PERILAKU MENYIMPANG
POSITIF NEGATIF

Berdampak positif terhadap sistem Pelaku bertindak mengikuti nilai-nilai


sosial karena mengandung unsur sosial yang dipandang rendah dan
inovasi, kreativitas, dan memperkaya berakibat buruk serta mengganggu
alternatif sistem sosial.
Faktor Penyebab Perilaku
Menyimpang
• Proses sosialisasi yang tidak sempurna

2. Proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang

3. Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang


Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang

Penyalahgunaan Narkoba

Penyimpangan Seksual

Penyalahgunaan Alkohol

Kenakalan Remaja
Thank You!

Common questions

Didukung oleh AI

Robert K. Merton mengidentifikasi lima bentuk adaptasi perilaku terhadap situasi: 1) Konformitas, mengikuti cara dan tujuan masyarakat. Misal, seseorang bekerja keras untuk mendapatkan keberhasilan yang diakui masyarakat. 2) Inovasi, mengikuti tujuan dengan cara yang dilarang, seperti melakukan korupsi untuk memperoleh kekayaan. 3) Ritualisme, meninggalkan tujuan budaya namun tetap menjalankan cara yang ditetapkan, misalnya seseorang yang secara rutin bekerja tanpa mengejar kenaikan jabatan. 4) Retretisme, tidak mengikuti tujuan atau cara, contohnya pecandu narkoba yang menarik diri dari tuntutan sosial. 5) Pemberontakan, menciptakan struktur sosial baru, misalnya kelompok yang menolak kapitalisme dan mengadopsi sistem kolektif .

Penyimpangan negatif berdampak buruk terhadap sistem sosial karena pelakunya cenderung mengikuti nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan dapat mengganggu struktur sosial yang ada. Misalnya, kejahatan atau perilaku antisosial dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum, meningkatkan rasa ketidakamanan, dan melemahkan kepercayaan antar individu dalam masyarakat. Ini dapat memicu respons dari kontrol sosial seperti penegakan hukum yang lebih ketat, tetapi juga dapat menumbuhkan ketidakpuasan terhadap otoritas jika tidak dikelola dengan baik .

Penyimpangan situasional merujuk pada perilaku menyimpang yang disebabkan oleh pengaruh-pengaruh situasional atau sosial yang ada di sekitar individu. Contohnya, tekanan dari kelompok sebaya atau situasi ekonomi yang buruk dapat memaksa individu untuk bertindak secara menyimpang dari norma-norma yang ada. Konsep ini menekankan bahwa bukan semata-mata kehendak individu, tetapi kekuatan eksternal yang memengaruhi keputusan untuk menyimpang .

Konformitas dianggap sebagai bentuk adaptasi yang paling diterima dalam masyarakat karena individu yang konformal mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat. Ini mencerminkan penerimaan penuh dari norma-norma sosial dan memperkuat stabilitas serta keteraturan dalam masyarakat. Konformitas membantu dalam mempertahankan kohesi sosial dan mencegah terjadinya konflik yang timbul dari penyimpangan nilai-nilai .

Proses sosialisasi berperan penting baik dalam mencegah maupun menyebabkan perilaku menyimpang. Sosialisasi yang sempurna memperkenalkan individu kepada norma-norma yang diterima dan memfasilitasi konformitas kepada nilai-nilai sosial. Sebaliknya, sosialisasi yang tidak sempurna atau sosialisasi subkebudayaan menyimpang dapat memperkenalkan norma-norma bertentangan dengan masyarakat umum, sehingga meningkatkan kemungkinan perilaku menyimpang berkembang, karena individu belajar dan menginternalisasi norma menyimpang dari lingkungannya .

Menurut teori pelabelan Edwin M. Lemert, ada dua jenis penyimpangan: penyimpangan primer dan sekunder. Penyimpangan primer adalah perilaku menyimpang yang pelakunya masih dapat diterima secara sosial, sementara penyimpangan sekunder adalah perilaku menyimpang yang tidak dapat ditolerir oleh masyarakat. Teori ini menekankan bahwa labelisasi oleh masyarakat dapat mempengaruhi apakah suatu perilaku dianggap menyimpang atau tidak .

Teori asosiasi diferensial oleh Edwin H. Sutherland menjelaskan bahwa perilaku menyimpang bersumber dari pergaulan dengan orang-orang yang berperilaku menyimpang. Perilaku ini dipelajari melalui proses alih budaya, di mana seseorang mempelajari suatu budaya menyimpang melalui interaksi dengan kelompok sosial yang memiliki nilai-nilai menyimpang .

Penyimpangan individu adalah ketika seorang individu melakukan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku secara pribadi, sedangkan penyimpangan kelompok melibatkan tindakan menyimpang yang dilakukan bersama-sama oleh sekelompok orang. Penyimpangan kelompok biasanya dipengaruhi oleh kekuatan situasional atau sosial yang lebih besar yang memaksa individu untuk berbuat menyimpang bersama kelompoknya .

Inovasi, sebagai bentuk dari perilaku menyimpang, dapat berdampak positif bagi sistem sosial karena mengandung unsur kreativitas dan memperkaya alternatif dalam cara pandang atau bertindak. Misalnya, inovasi dalam teknologi yang awalnya dianggap menyimpang atau tidak lazim dapat menjadi terobosan yang mendorong kemajuan ekonomi dan sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat .

Penyimpangan sistematik dibedakan dari penyimpangan lainnya dengan adanya organisasi sosial khusus yang memiliki status formal, peranan, nilai-nilai, norma, dan moral tertentu yang berbeda dari situasi umum dalam masyarakat. Berbeda dengan penyimpangan individu atau situasional yang mungkin berbasis kejadian atau tekanan eksternal, penyimpangan sistematik diorganisir dan terstruktur, serta sering kali melibatkan perubahan berkelanjutan dalam norma dan nilai kelompok .

Anda mungkin juga menyukai