KASUS -
KASUS K3
Kecelakaan lalu lintas
Latar Belakang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja tidak dapat dipisahkan dengan faktor
produksi dan jasa.
Perkembangan IPTEK di perusahaan.
Meningkatnya resiko bahaya di tempat kerja.
Meningkatnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Komitmen pimpinan perusahaan di bidang K3 rendah.
K3 belum mendapatkan perhatian yang memadai oleh semua pihak.
Isu HAM, K3 dan lingkungan terkait dengan perlindungan tenaga kerja.
Perlu perlindungan terhadap tenaga kerja dan masyarakat.
• Program K3 baru menjadi “Prioritas” belum
menjadi “Nilai”!
• Pelaksanaan K3 belum dikelola setara dengan
produksi, kualitas dan biaya !
• Program K3 belum didorong untuk “continuous
improvement”!
7
KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)
Upaya / pemikiran dalam menjamin keutuhan dan
kesempurnaan jasmani rohani manusia pada
Filosofi umumnya dan tenaga kerja pada khususnya serta
hasil karya dan budaya yang dalam rangka
menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan
Pancasila.
Ilmu dan penerapan teknologi pencegahan
Keilmuan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
Keselamatan (Safety)
• Mengendalikan kerugian dari kecelakaan
(control of accident loss)
• Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan
menghilangkan (mengontrol) resiko yang tidak
bisa diterima (the ability to identify and
eliminate unacceptable risks)
Kesehatan (Health)
Agar Tenaga Kerja memperoleh Derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik,
mental maupun sosial dengan usaha – usaha
preventif dan kuratif.
Sasarannya : Manusia (Tenaga Kerja)
DEFINISI INCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan, bilamana pada
saat itu sedikit saja ada
perubahan maka dapat
mengakibatkan terjadinya
accident.
DEFINISI ACCIDENT
Suatu kejadian yang tidak
diinginkan berakibat cedera pada
manusia, kerusakan barang,
gangguan terhadap pekerjaan
dan pencemaran lingkungan.
“HAZARD”
Adalah sumber bahaya potensial
yang dapat menyebabkan
kerusakan (harm).
Hazard dapat berupa bahan-
bahan kimia, bagian-bagian mesin,
bentuk energi, metode kerja atau
situasi kerja.
DANGER
Merupakan tingkat bahaya dari
suatu kondisi dimana atau kapan
muncul sumber bahaya.
Danger adalah lawan dari aman
atau selamat.
“RISK”
Resiko adalah ukuran kemungkinan
kerugian yang akan timbul dari sumber
bahaya (hazard) tertentu yang terjadi.
Untuk menentukan resiko membutuhkan
perhitungan antara konsekuensi/ dampak
yang mungkin timbul dan probabilitas,
yang biasanya disebut sebagai tingkat
resiko (level of risk).
AMAN (SELAMAT)
Aman (safe) adalah suatu kondisi
dimana atau kapan munculnya
sumber bahaya telah dapat
dikendalikan ke tingkat yang
memadai, dan ini adalah lawan
dari bahaya (danger).
Adalah suatu pelanggaran terhadap
prosedur keselamatan yang
memberikan peluang terhadap
terjadinya kecelakaan
Adalah suatu kondisi fisik atau
keadaan yang berbahaya yang mungkin
dapat langsung mengakibatkan
terjadinya kecelakaan
1. Kecelakaan Industri ( Industrial
Accident)
2. Kecelakaan dalam Perjalanan
(Community Accident)
Tidak diduga semula dan tidak
diinginkan
Mengganggu proses
Mengakibatkan kerugian phisik dan
material
Sebab dasar / Asal mula
Partisipasi pihak manajemen
Faktor manusia
Faktor lingkungan
Sebab Utama / gejala
Kondisi Tidak aman (Unsafe Condisi)
Perbuatan tidak aman (Unsafe Actions)
Khusus untuk penyakit akibat kerja
Akibat kecelakaan
Kerugian bersifat ekonomi
Kerugian bersifat non ekonomi
Faktor biologis (infeksi
hewan ,virus,bakteri,jamur,cacing)
Faktor kimia(debu,gas,uap,cairan )
Faktor fisika(kebisingan,getaran,suhu
Faktor fisiologi kerja(Sikap/cara
kerja,konstruksi mesin)
Faktor psikologis(rutinitas/suasana
kerja/hubungan kerja tdk nyaman)
Faktor mekanis(mesin/alat2berat)
LEMAHNYA SEBAB PENYEBAB
LANGSUNG INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR
(Kontak)
PROGRAM
TAK SESUAI FAKTOR PERBUATAN <KEJADIAN>
KECELAKAAN
PERORANGAN KONTAK
TAK AMAN ATAU
STANDAR DENGAN
&
TAK SESUAI FAKTOR ENERGI KERUSAKAN
KONDISI
KERJA ATAU
TAK AMAN YANG TAK
KEPATUHAN BAHAN/ ZAT
PELAKSANAAN DIHARAPKAN
TEORI DOMINO
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
LEMAHNYA PENGENDALIAN/KELEMAHAN
PENGAWASAN OLEH MANAJEMEN
LACK OF CONTROL
PROGRAM TIDAK SESUAI
STANDARD TIDAK SESUAI
KEPATUHAN TERHADAP
PELAKSANAAN K3
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB TAK
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
FAKTOR PRIBADI FAKTOR LINGKUNGAN
KEMAMPUAN FISIK PENGAWASAN / KEPEMIMPINAN
KEMAMPUAN MENTAL TIDAK KURANG /TDK ADANYA
LAYAK SEBAB DASAR STANDAR
EMOSI PENGADAAN (PURCHASING)
STRESS MENTAL KURANG PERALATAN
KURANG PENGETAHUAN & MAINTENANCE
KEAHLIAN PENGELOLAAN & SUPERVISI
MOTIVASI KURANG MEMADAI
SIKAP
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
PERBUATAN TAK AMAN KONDISI TAK AMAN
OPERASI TANPA OTORISASI PELINDUNG/PEMBATAS TIDAK LAYAK
GAGAL MEMPERINGATKAN
GAGAL MENGAMANKAN APD KURANG, TIDAK LAYAK
KECEPATAN TIDAK LAYAK PERALATAN RUSAK
MEMBUAT ALAT PENGAMAN TIDAK RUANG KERJA SEMPIT/TERBATAS
BERFUNGSI SISTEM PERINGATAN KURANG
PAKAI ALAT RUSAK
SEBAB LANGSUNG
BAHAYA KEBAKARAN
PAKAI APD TIDAK LAYAK
PEMUATAN TIDAK LAYAK KEBERSIHAN KERAPIAN KURANG
PENEMPATAN TIDAK LAYAK KEBISINGAN
MENGANGKAT TIDAK LAYAK TERPAPAR RADIASI
POSISI TIDAK AMAN TEMPERATUR EXTRIM
SERVIS ALAT BEROPERASI PENERANGAN TIDAK LAYAK
BERCANDA, CEROBOH
MABOK ALKOHOL, OBAT VENTILASI TIDAK LAYAK
GAGAL MENGIKUTI PROSEDUR LINGKUNGAN TIDAK AMAN
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB TAK
LANGSUNG
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR
KONTAK
STRUCK AGAINST menabrak/bentur benda diam/bergerak
STRUCK BY terpukul/tabrak oleh benda bergerak
FALL TO jatuh dari tempat yang lebih tinggi
FALL ON jatuh di tempat yang datar
CAUGHT IN tusuk, jepit, cubit benda runcing
INSIDEN
CAUGHT ON terjepit,tangkap,jebak diantara obyek besar
CAUGHT BETWEEN terpotong, hancur, remuk
CONTACT WITH listrik, kimia, radiasi, panas, dingin
OVERSTRESS terlalu berat, cepat, tinggi, besar
EQUIPMENT FAILURE kegagalan mesin, peralatan
EVIRONMENTAL RELEASE masalah pencemaran
LEMAHNYA PENYEBAB PENYEBAB TAK
INSIDEN KERUGIAN
KONTROL DASAR LANGSUNG
• MANUSIA
KERUGIAN
• PERALATAN
• MATERIAL
• LINGKUNGAN
Mencegah/ mengadakan usaha pencegahan
agar karyawan tidak mendapat luka/cidera/mati
Tidak terjadinya kerugian / kerusakan pada
alat /material/produksi
Upaya pengawasan thd 4 M yaitu : manusia,
material, mesin, metode kerja yang dapat
memberikan lingkungan kerja aman dan
nyaman sehingga tidak terjadi kecelakaan
Tidak
Tidakada
ada
Manusia cidera
cidera
Manusia
Mesin
Mesin Lingkungan
Lingkungankerja
kerja
PENGAWASAN aman
aman
Material
Material
Tidak
Tidakada
ada
Metode
Metode kerusakan/
kerusakan/
kerugian
kerugian
Upaya melakukan pekerjaan tanpa kecelakaan
Memberikan suasana atau lingkungan kerja yang aman
Kegiatan Keselamatan Kerja :
1. Keselamatan Kerja Uap
2. Keselamatan Kerja Mekanik : Pesawat Angkat Angkut dan
Pesawat Tenaga Produksi
3. Keselamatan Kerja Konstruksi Bangunan
4. Keselamatan Kerja Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya
5. Keselamatan Kerja Listrik
[Link] Kerja Kebakaran
Upaya melindungi tenaga kerja dari segala hal yang dapat
merugikan kesehatan kerja akibat kerja , dengan upaya :
1. Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja : Awal,
Berkala dan Khusus.
2. Pemeriksaan Lingkungan Tempat Kerja:
Faktor Fisik : Debu, Kebisingan,Pencahayaan,
Getaran, Gas Beracun/Berbahaya).
3. Ergonomi : Keserasian Tenaga Kerja dan Alat.
1. Semua kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah
2. K3 adalah bagian integral dari budaya, nilai dan operasi
perusahaan
3. Manajemen harus menetapkan kebijakan, menyiapkan
sarana prasarana dan menjamin sepenuhnya penerapan K3
4. K3 adaalh bagian integral dari perilaku, tanggung jawab dan
peran setiap tenaga kerja
5. Setiap Tenaga Kerja harus mempunyai rasa memiliki dalam
pelaksanaan operasi perusahaan
6. Setiap Tenaga Kerja harus memimpin, mengatur dirinya
sendiri dan mengoreksi satu sama lain
7. Semua potensi bahaya harus diidentifikasi dan dikendalikan
8. Semua kekurangan harus dilakukan koreksi
9. Akuntabilitas K3 harus ditetapkan, kinerja diukur dan
diketahui
10. K3 adalah “good for business success, vitality and
sustainability”.
Menyelamatkan karyawan, dari :
sakit, kesedihan, kehilangan masa depan, kehilangan
gaji/nafkah
Menyelamatkan keluarga, dari :
kesedihan, masa depan yg tak menentu, kehilangan
pendapatan
Menyelamatkan perusahaan, dari :
kehilangan tenaga kerja, pengelauaran biaya akibat
kecelakaan, kehilangan waktu karena terhenti kegiatan,
melatih atau mengganti karyawan yang celaka, bahkan
bisa sampai terhentinya produksi
Adalah suatu kejadian yang, antara lain :
Tidak direncanakan
Tidak diinginkan
Tidak diduga
Terjadi kapan saja
Dimana saja
Menimpa siapa saja
1. Permenaker [Link].03/M/1998 “Suatu kejadian yang
tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yg dapat
menimbulakn Korban Manusia dan atau Harta Benda.
2. UU No.3 Tahun 1992 “Kecelakaan yg terjadi berhubu-
ngan dg hubungan kerja,termasuk penyakit yg timbul
karena hubungan kerja,demikian pula kecelakaan yg
terjadi dlm perjalanan berangkat dari rumah menuju
tempat kerja dan pulang kerumah melalui jalan yang
biasa atau wajar dilalui.
1. Tindakan yang berbahaya (Unsafe Action) : Sikap kurang
baik/ceroboh, tidak memenuhi SOP, tidak pakai APD,
kesehatan tdk memenuhi syarat, tidak terampil.
2. Lingkungan kerja yang berbahaya (Unsafe
Condition) :Konstruksi pesawat/instalasi tdk memenuhi
syarat,alat pengaman/perlengkapan tdk berfungsi dg baik,
pengisian/pengangkutan/penempatan yg tidaktepat, lantai
licin.
3. Faktor Manajemen : Tidak melaksanakan syarat2 K3,
Prosedur kerja tidak ada, tidak mengikuti petunjuk
pembuatan peralatan teknik, pengawasan kurang baik.
A. Biaya Langsung
- biaya kompensasi
- biaya perawatan/pengobatan
- biaya reparasi peralatan
- biaya penyelidikan
B. Biaya Tidak Langsung
- Kehilangan waktu dari teman teman sekerja krn pekerjaan terhenti
- Kehilangan waktu karena karyawan lain menolong korban
- Kehilangan waktu untuk persoalkan apa yang baru terjadi
- Biaya pelatihan ulang dan hilang waktu kerja
Tujuan dilakukan pemeriksaan kecelakaan
Adalah untuk, antara lain :
Mencari penyebab dari terjadinya kecelakaan tersebut
Memberikan rekomendasi / tindakan untuk koreksi
dari penyebab tersebut di atas
Memberikan tindakan pencegahan terhadap
kecelakaan tersebut
Akhirnya diharapkan dengan tindakan
koreksi/pencegahan yang diberikan, maka tidak terjadi
kecelakaan yang sama atau sejenis
Pembinaan K3, dapat dilakukan antara lain dengan :
A. Penyuluhan, dapat berupa :
- ceramah-ceramah K3
- pemasangan poster-poster K3
- pemutaran film/slide K3
B. Safety Talk (Toolbox Meeting)
Dilakukan setiap awal gilir kerja/shif
C. Safety Training
- Pelatihan penggunaan peralatan kesl. Kerja
- Pelatihan pemadam kebakaran
- Pelatihan pengendalian keadaan darurat
- Pelatihan P3K
D. Safety Inspection
- Inspeksi rutin
- Inspeksi berkala
- Inspeksi K3 bersama, dll
E. Safety Investigasi
Investigasi terhadap kejadian berbahaya/hampir kecelakaan
F. Safety Meeting
Suatu pertemuan yang membahas hal-hal yg
berkaitan dgn permasalahan K3
G. Safety audit
H. Pemantauan Lingkungan Kondisi Kerja
I. Penyedian Alat-Alat Perlengkapan K3
- Alat Pelindung Diri
- Alat Perlengkapan K3
J. Organisasi K3
K. Program K3 Tahunan
Berguna sbg evaluasi pelaksanaan K3 yang
telah diterapkan (dpt sbg monitoring)
Unsur-unsur program K3 :
- Kebijakan/Policy K3
- Tanggung Jawab K3
- Rasa Keterlibatan
- Motivasi
A. Pengendalian Teknis ( Engineering
Control)
1. Eliminasi
2. Substitusi
3. Isolasi
4. Perubahan Proses
5. Ventilasi
B. Pengendalian Administratif
1. Pengurangan waktu kerja
2. Rotasi, Mutasi
C. Alat Pelindung Diri
• Rekruitmen Tenaga Kerja dilakukan sesuai prosedur mendapatkan
pelatihan, penyuluhan ditempatkan sesuai kemampuan
• Semua perbuatan dan kondisi berbahaya dilaporkan, dicatat dan
ditindak lanjuti
• Setiap karyawan mendapatkan instruksi kerja yang tepat
• Setiap karyawan mendapatkan indoktrinasi K3 dan dilakukan
komunikasi, konsultasi secara berkala
• Setiap karyawan memahami dan mempraktekkan K3
• Setiap karyawan memahami manfaat, cara pemakaian, perawatan dan
penyimpanan APD
• Setiap kecelakaan dilakukan investigasi dan dianalisa serta dilaporkan
• Tindak dan tanduk setiap manager adalah pencerminan tentang
kepedulian terhadap K3
• Disiplin dalam implementasi menuju pembangunan karakter budaya K3
• Semua peralatan, pesawat, bahan berbahaya, instalasi yang
berbahaya telah mempunyai perijinan dan dilakukan pengujian
berkala
• Semua peralatan, pesawat, bahan berbahaya, instalasi yang
berbahaya telah dilakukan identifikasi/penilaian resiko, pengendalian
baik administratif maupun tehnis
• Semua peralatan, pesawat, bahan berbahaya, instalasi yang
berbahaya dilayani oleh operator petugas yang berkwalifikasi dan
kompetensi
• Semua jenis pekerjaan beresiko dilakukan penilaian dan dibuatkan
standar operasi kerja selamat
• Kondisi lingkungan kerja dilakukan pengukuran dan pengujian untuk
mengetahui parameternya
TERIMA
TERIMA KASIH
KASIH