0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan26 halaman

WPP 573: Pengelolaan Perikanan Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang penentuan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) yang diperluas dari semula 9 WPP menjadi 11 WPP untuk menyempurnakan manajemen pemanfaatan perairan di seluruh Indonesia. WPP-RI baru tersebut mencakup perairan pedalaman, kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Diunggah oleh

Rammmmzz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan26 halaman

WPP 573: Pengelolaan Perikanan Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang penentuan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) yang diperluas dari semula 9 WPP menjadi 11 WPP untuk menyempurnakan manajemen pemanfaatan perairan di seluruh Indonesia. WPP-RI baru tersebut mencakup perairan pedalaman, kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Diunggah oleh

Rammmmzz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dasar-Dasar Penangkapan Ikan 2

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.01/MEN/2009


tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-
RI).Peraturan ini sebagai penyempurnaan dan mengganti Keputusan
Menteri Pertanian No.996/Kpts/IK.210/9/1999 tentang Potensi Sumber
Daya Ikan dan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan.
Upaya ini adalah merupakan langkah maju dalam menerapkan ketentuan
Internasional Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dalam
resolusi Nomor: 4/1995 atau Tatanan Pengelolaan Perikanan yang
Bertanggung jawab atau Berkelanjutan.
yakni merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan,
pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan
yang meliputi perairan pedalamanan, perairan kepulauan, laut teritorial, zona
tambahan, dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. (ZEEI)
 Untuk menyempurnakan manajemen pemanfaatan perairan itulah maka dilakukan
penentuan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) di seluruh
Indonesia dari 9 WPP menjadi 11 WPP,
Kesatu, WPP-RI 571 meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman;
Kedua, WPP-RI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan
Selat Sunda;
Ketiga, WPP-RI 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga
sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian Barat;
Keempat, WPP-RI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut
China Selatan
Kelima, WPP-RI 712 meliputi perairan Laut Jawa
Keenam, WPP-RI 713 meliputi perairan Selat Makasar, Teluk Bone, Laut Flores, dan
Laut Bali;
Ketujuh, WPP-RI 714 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau
Halmahera
Kedelapan, WPP-RI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut
Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau;
Kesembilan, WPP-RI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara pulau
Halmahera
Kesepuluh, WPP-RI 717 meliputi perairan Teluk
Cendrawasih dan Samudera Pasifik;
Kesebelas, WPP-RI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut
Arafura, dan Laut Timor bagian [Link] WPP pada
prinsipnya memiliki karakteristik yang berbeda, dimana
WPP di bagian timur umumnya memiliki potensi
sumberdaya ikan pelagis besar sehingga armada yang
beroperasi relatif lebih besar dibandingkan di WPP bagian
barat yang sebagian besar potensi sumberdaya ikannya
adalah jenis ikan pelagis kecilNamun demikian, dilihat
dari tingkat kepadatan nelayan, WPP bagian barat relatif
lebih padat dibandingkan bagian timur
Potensi, Produksi, dan Tingkat pemanfaatan
Sumberdaya Ikan di perairan Indonesia
Sumberdaya Ikan
Secara garis besar SDI dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu jenis ikan pellagis dan ikan demersal.
Ikan pellagis adalah kelompok ikan yang berada pada
lapisan permukaan hingga kolom air dan mempunyai
ciri khas utama, yaitu dalam beraktivitas selalu
membentuk gerombolan (schooling) dan melakukan
migrasi untuk berbagai kebutuhan hidupnya.
Sedangkan ikan demersal adalah ikan-ikan yang berada
pada lapisan yang lebih dalam hingga dasar perairan,
dimana umumnya hidup secara soliter dalam
lingkungan spesiesnya
Ikan Demersal
Ikan pelagis berdasarkan ukurannya dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu ikan pelagis kecil, misalnya ikan
layang, teri, kembung, lemuru dan [Link] ikan
pelagis besar, misalnya jenis ikan tuna, cakalang, tongkol,
dan lain-lain,
Penggolongan ini lebih dimaksudkan untuk memudahkan
dalam pemanfaatan dan pengelolaan, karena karakter
aktivitas yang berbeda kedua kelompok jenis ikan
tersebut.
Udang putih(Penaeus merguiensis), udang
krosok(Metapenaeus sp) dan udang belang Parapneosis sp.
Sumberdaya ikan pellagis kecil
 Sumberdaya ikan pelagis kecil merupakan suatu
sumberdaya yang poorly behaved, karena makanan
utamanya adalah plankton, sehingga kelimpahannya sangat
tergantung kepada faktor-faktor lingkugan.
 Sumberdaya ikan pelagis kecil diduga merupakan salah satu
sumberdaya perikanan yang paling melimpah di perairan
Indonesia dan mempunyai potensi sebesar 3,2 juta (Widodo
et al,1998). Sumberdaya ini merupakan sumberdaya neritik,
karena terutama penyebarannya adalah di perairan dekat
pantai, di daerah-daerah dimana terjadi proses penaikan air
(upwelling) dan sumberdaya ini dapat membentuk biomassa
yang sangat besar (Csirke, 1988).
SHOALING IKAN
Sumberdaya ikan pellagis besar
 Mereka melakukan melakukan migrasi dengan jarak
jauh (highly migratory species) melampaui batas-
batas yuridiksi suatu negara
Sifat epipelagis dan oseanis menjadikan penyebaran
sumberdaya ikan pelagis besar secara vertikal sangat
dipengaruhi lapisan thermoklin yang juga adalah
struktur lapisan massa air yang terbentuk akibat
perbedaan suhu
Demikian pula penyebaran secara horizontal yang
dipengaruhi oleh faktor perbedaan suhu dan juga
ketersediaan makanan
Ikan layaran (Istiophorus orientalis)
Distribusi vertikal jenis ikan tuna (Laevastu dan Hayes,
1982)
Upwelling
Upwelling: Gradien tekanan yang dapat menimbulkan
pergerakan air yang berasal dari lapisan bawah ke
Permukaan
Downwelling:Gradien tekanan yang dapat
menimbulkan pergerakan air yang berasal dari lapisan
atas ke bawah
Upwelling mengangkat massa air bagian bawah
kepermukaan (lapisan fotik/photic zone).
Massa air yang terangkat umumnya memiliki
kandungan zat hara yang tinggi yang dapat
dimanfaatkan oleh fitoplankton sebagai sumber energi.
Sketsa proses terjadinya upwelling di belahan
bumi utara. (Sumber: Stewart, 1983)
Daerah upwelling di Samudera Hindia pada
bulan Agustus (Wirtky 1961)
UPWELLING, PROSES PRODUKSI DAN
PEMBENTUKAN DPI
Ada dua kelompok rantai makanan yang ada di ekosistem
laut yaitu Rantai makanan grazing (grazing food chain)
dan Rantai makanan detrital (detritus food chain).
Persamaan umum proses fotosintesis yang terjadi pada
tumbuhan hijau (fitoplankton) adalah sbb:
6CO2 + 6 H2O ----------- C6H12O6 + 6 O2..(1)
Adapun rantai makanan di laut adalah sebagai berikut
Phytoplankton -> Zooplankton -> Predatory zooplankton -
> Filter feeders -> Predatory fish
Wilayah Upwelling Dunia
 Menurut Nybakken (1988) sekitar 90 % hasil perikanan dunia
dipanen dari sekitar 2-3 % luasan lautan, dan sebagian besar
dari luasan ini adalah daerah upwelling. Produktivitas rata-
rata dari daerah upwelling adalah sekitar 300 gC/cm2/tahun,
dan dapat memproduksi ikan basah sebesar 12 x 105
ton/tahun.
 Daerah upwelling utama di dunia umumnya terdapat di pantai
barat benua, meliputi daerah lepas pantai barat Amerika
Serikat dengan sistem arus California; daerah lepas pantai
semenanjung Siberia dan Afrika Barat Daya dengan sistem
arus Canary; daerah pantai barat Afrika Selatan dengan sistem
arus Benguela; dan daerah pantai barat Amerika Selatan,
dengan sistem arus Peru
Ikan terbang (Hirundichthys oxycephalus
RUAYA IKAN
Ruaya merupakan satu mata rantai daur hidup bagi
ikan untuk menentukan habitat dengan kondisi yang
sesuai bagi keberlangsungan suatu tahapan kehidupan
ikan.
Menurut Cushing(1968)ruaya ikan merupakan hal
yang fundamental untuk dunia perikanan karena
dengan mengetahui lingkaran ruaya ikan akan
diketahui daerah dimana stok atau sub populasi itu
hidup.
Ruaya Ikan Pari
Misalnya ikan Salmon yang mengadakan ruaya
overwintering pada awal musim dingin pergi ke sungai
yang agak dalam dimana selama musim dingin mereka itu
dalam keadaan tidak aktif dan biasanya tidak makan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi ruaya ikan.
Faktor luar adalah factor lingkungan yang secara langsung
atau tidak langsung memegang peranan di dalam aktivitas
ruaya ikan antara lain taksis, suhu, intensitas cahaya
matahari, air hujan, penambahan limbah
Faktor dalam ialah faktor yang terdapat dalam tubuh
misalnya sekresi kelenjar hormone, adanya osmoregulasi,
dan lain-lainnya yang berhubungan dengan faktor luar
tadi.
MATUR NUWUN

Anda mungkin juga menyukai