PPFT Dasar
Tes Orientasi/Quick Test
Tes orientasi mengacu pada suatu tes singkat yang dilakukan untuk
mengetahui gangguan fungsi tubuh
Tujuan:
Memancing rasa sakit yang dikenali pasien melalui berbagai macam gerakan
aktif
Struktur yang terkena dapat diketahui dari gerakan mana yang memancing
keluhan atau terjadi limitasi
Regio Gerakan
Shoulder Joint a. Abduksi – elevasi shoulder
Elbow Joint b. Fleksi – ekstensi cervical & gerakan 3 dimensi
c. Palmar fleksi dg full fleksi jari – jari serta dorsal fleksi dg
full ekstensi.
Jika pd pemeriksaan ini ditemukan ada nyeri atau gerakan
terbatas, mk pemeriksaan pd wrist, hand and fingers dilanjutkan.
Wrist and Hand Joint Fleksi – ekstensi untuk semua sendi
Hip Joint a. Fleksi – ekstensi dlm posisi berdiri
b. Squat and bouncing and internal rotation
Knee Joint a. Squat and bouncing or flexion- extension
Ankle and Foot Joint Stand on heel and stand on toes
Neck Flexion –extension and 3 dimensional
Thorac Inspiration in extension and
Expiration in flexion
Lumbal Lumbal Rhytm :
Fleksi, Ekstensi, Lateral Fleksi Kanan & Kiri, Rotasi Kanan &
Kiri
EKSTREMITAS ATAS - SHOULDER JOINT
1. Abduksi-Elevasi shoulder → scapulohumeral rhythm
a. Jika pada ROM 60⁰ - 120⁰ perubahan gerakan humerus atau nyeri dikenal dg painful arch.
Indikasi ada iritasi pd suprahumeral yaitu; tendon m supraspinatus, infraspinatus,
subscapularis, tendon m. biceps caput longum serta bursa subacromialis.
b. Timbul nyeri pd akhir ROM, indikasi cidera pd AC & SC joint.
c. Jika dijumpai reserve scapulohumeral rhytm, kemungkinan adanya capsular pattern
glenohumeral joint.
d. Jika dijumpai ada bunyi pd scapulothoracal, indikasi adanya myofibrosis [Link] anterior
& atau m. subscapularis.
e. Lain-lain.
Reserve humeroscapular rhytm →hipomobile glenohumeral joint, sehingga terjadi gerakan lebih awal pada
scapula.