0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan27 halaman

Memahami Fetal Growth Restriction

FGR adalah gangguan pertumbuhan janin yang disebabkan oleh faktor patologis seperti disfungsi plasenta. FGR meningkatkan risiko kematian janin, bayi baru lahir, dan morbiditas jangka pendek dan panjang. Penanganannya meliputi pemantauan pertumbuhan janin, nutrisi ibu, dan tindakan medis seperti bed rest.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan27 halaman

Memahami Fetal Growth Restriction

FGR adalah gangguan pertumbuhan janin yang disebabkan oleh faktor patologis seperti disfungsi plasenta. FGR meningkatkan risiko kematian janin, bayi baru lahir, dan morbiditas jangka pendek dan panjang. Penanganannya meliputi pemantauan pertumbuhan janin, nutrisi ibu, dan tindakan medis seperti bed rest.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fetal Growth Restriction

(Gangguan Pertumbuhan Janin)

Bdn. Desi Trianita, [Link].,[Link]


Latar Belakang
 FGR merupakan komplikasi kehamilan
umum yang di seluruh dunia dan
penyebab utama lahir mati, kematian
neonatal, dan morbiditas neonatal
jangka pendek dan panjang.
 Pertumbuhan janin dipengaruhi oleh
faktor instriksi dan ekstrinsik (janin,
plasenta, utero-plasenter, keadaan ibu
Definisi
 FGR adalah kegagalan janin dalam
memenuhi potensi pertumbuhannya karena
faktor patologis, yang paling umum adalah
disfungsi plasenta. Di seluruh dunia, FGR
merupakan penyebab utama lahir mati,
kematian neonatal, dan morbiditas jangka
pendek dan panjang
 Morbiditas dan mortalitas perinatal
kehamilan dengan FGR lebih tinggi daripada
kehamilan normal.
PERTUMBUHAN JANIN NORMAL
 Kecepatan pertumbuhan berat dan
panjang setiap minggu tidak sama
 Puncak pertumbuhan:
Panjang mulai 20 minggu (TM II)
Berat mulai Uk 33 minggu (TM III)
 Pada kehamilan 28 minggu:
Panjang – 71%
Berat badan – 32%
KECEPATAN PERTUMBUHAN
BERAT BADAN
1. 0-15 minggu : 10 gr/minggu
2. 16-27 minggu : 85 gr/minggu
3. 28-37 minggu : 200 gr/minggu
4. 38-42 minggu : 70 gr/minggu
20 minggu – berat 10%

28 minggu – kecepatan tumbuh maksimal, berat

badan 1.000 gr
Mempertahankan tidak terjadi partus prematurus

meskipun hanya beberapa minggu sangat penting


Pertumbuhan Janin
 Ada 3 fase pertumbuhan:
1. Hiperplasi – trimester I
2. Hiperplasi dan hipertrofi – trimester II
3. Hipertrofi – trimester III
 Pertumbuhan tersebut disokong oleh:

1. Ibu – plasenta – janin


2. Metabolisme anaerob – CO2
3. Sumber tenaga – glukose
4. Sintesa protein – asam amino
5. Kelebihan disimpan- glikogen dan lemak
Klasifikasi
 Simetris: ukuran badan secara proporsional
kecil, gangguan pertumbuhan terjadi sebelum
UK 20 minggu, sering o.k. kelainan kromosom
atau infeksi.
 Asimetris: ukuran badan tidak proporsional,
gangguan pada trimester III, sering o.k.
insufisiensi plasenta,
ETIOLOGI : FAKTOR JANIN
 Kelainan khromosome: Trisomy 18, sindroma Turner
 Kelainan bawaan: achondroplasia, osteogenesia
imperfekta
 Infeksi intra uterine: Rubella, CMV, Toxoplasma,
sifilis
 Obat teratogenik: dephenyl hydantoin, carbamazepin
bila diminum pada fase organogenesis, antara
minggu ke-3 sampai ke-8 pascakonsepsi.
ETIOLOGI : GABUNGAN IBU
DAN JANIN
 Malnutrisi berat
 Perokok
 Alkoholisme
 Pecandu narkoba
ETIOLOGI : IBU
1. Sosial ekonomi rendah
2. Riwayat keluarga FGR
3. Riwayat Obstetri jelek/pernah FGR
4. Berat badan/kenaikan berat badan
selama hamil rendah
5. Kehamilan dengan komplikasi obstetri
6. Kehamilan dengan komplikasi medik
ETIOLOGI : UTEROPLASENTER
 Hamil kembar
 Placenta previa
 Thrombosis plasenta
 Plasenta kecil
 Infeksi plasenta
 Kelainan plasenta
 Kelainan uterus
 Serotinus
Morbiditas
Morbiditas Perinatal:
- Prematuritas,Oligohidramnion,DJJ

abnormal,Meningkatkan angka SC,Asfiksia


intrapartum, Skor APGAR yang rendah,
Hipoglikemi, Hipokalsemia, Polisitemia,
hiperbilirubinemia, hipotermia, apnoe, kejang,
dan infeksi.
Mortalitas
 Mortalitas perinatal bayi-bayi dengan
FGR 7-8 kali lebih tinggi daripada bayi
normal.
 Kira-kira 26% kejadian lahir mati
berhubungan dengan FGR.
Mortalitas perinatal
 Faktor yang
mempengaruhi:
derajat keparahan
FGR, saat terjadinya
FGR, umur kehamilan
dan penyebab FGR.
Faktor Resiko- umum
 Lingkungan sosioekonomi rendah
 Riwayat FGR dalam keluarga
 Riwayat obstetrik yang buruk
 Berat badan sebelum hamil dan selama
kehamilan yang rendah
 Komplikasi obstetrik dalam kehamilan
 Komplikasi medik dalam kehamilan
Faktor Resiko Sebelum dan
Selama Kehamilan
 Faktor yang terdeteksi sebelum
kehamilan: riwayat FGR sebelumnya,
riwayat penyakit kronis, indeks masa
tubuh yang rendah, maternal hipoksia
AKIBAT LEBIH LANJUT
 Dalam persalinan:
 [Link] darah dalam intervilli <<
transfer O2 << - hipoksia
Tekanan uterus – FASE deselerasi
lambat kala 2 memanjang, partus lama
 2. Progresif – akumulasi asam laktat
– asidosis, defisi basa >> pH turun
asfiksia
AKIBAT LEBIH LANJUT
 3. Asidosis hipoksia – aspirasi
mekoneum – fetal death
Atau: hipoksi terus menerus-
penimbunan as laktat di sel otak –
kerusakan otak
 4. Selain itu: glikogen jantung <<-
daya tahan janin menghadapai
stress persalinan <<
PENANGANAN KEHAMILAN DENGAN
JANIN TUMBUH LAMBAT
1. Kehamilan dengan FGR tanpa adanya tanda
gawat janin akut atau tanpa tanda
membahayakan ibu – bukan indikasi
terminasi

2. Selama tidak ada tanda gawat janin akut –


pertumbuhan janin intrauterine bisa
dilanjutkan sampai matur jika tidak ada
tanda gawat janin akut.
TERAPI LAIN KEHAMILAN DENGAN
JANIN TUMBUH LAMBAT
 Tujuan untuk memperbaiki
pertumbuhan janin:
1. Pemberian nutrisi
2. Memperbaiki sirkulasi
Intake 2.200 kalori/hari
- Vitamin
- Hindari rokok dan alcohol
Jika Anemia dan infeksi: diobati
 Faktor yang terdeteksi selama kehamilan:
peninggian hCG, riwayat pemakaian obat-
obat tertentu (obat anti konvulsan sperti
hydantoin dll), perdarahan pervaginam,
kelainan plasenta, partus prematurus,
kehamilan ganda, kurangnya pertambahan
BB selama kehamilan
 Kecurigaan akan FGR ditegakkan
berdasarkan pengamatan faktor resiko dan
ketidaksesuaian tinggi fundus uteri dengan
usia kehamilan, tetapi pemeriksaan klinis
sering kurang akurat karena: kesalahan
penentuan HPHT, kesalahan cara
pengukuran TFU.
Skrining
 Dilakukan dengan cara pengukuran TFU
secara rutin pada waktu ANC mulai usia
kehamilan 20 minggu sampai aterm.
 Suspect FGR jika terdapat 1 tanda-tanda berikut:
-TFU 3 cm atau lebih di bawah normal
- pertambahan BB ibu  5 kg pada UK 24 minggu atau  8 kg
pada UK 32 minggu (untuk ibu dengan BMI 30)
- estimasi BB  10 persentil
- sebelum UK 34 minggu, plasenta grade 3.
- ibu merasa gerakan janin berkurang
 TERMINASI MUTLAK bila:
B. Umur kehamilan
1.  37 minggu.
2. 32-36 minggu: konservatif selama 10
hari berhasil pada 50% kasus
3. <32 minggu: perawatan konservatif
tidak menjanjikan, sebagian
kasus berakhir dengan
terminasi
TERAPI LAIN
 Bed rest
 Nutrisi dengan protein tinggi
 Pemberian obat-obatan

Anda mungkin juga menyukai