Stainless Steel Crown
drg. Mia Ayustina Prasetya, Sp.
KGA
Introduction
• Chrome Steel Crowns, pertama kali dikenalkan
oleh Humphrey pada tahun 1950.
• Lebih dikenal dengan istilah Stainless Steel
Crowns.
Indikasi
• Restorasi gigi sulung dan gigi permanen muda dengan
lesi karies yang luas/ lesi karies multipel
• Restorasi gigi sulung dan permanen hipoplasia yang
tidak bisa direstorasi dengan bahan restorasi lain.
• Restorasi gigi dengan anomali herediter semacam
dentinogenesis imperfecta / amelogenesis imperfecta
• Restorasi setelah pulpotomi / pulpektomi pada gigi
sulung atau gigi permanen muda saat ada
kemungkinan fraktur korona.
• Restorasi fraktur gigi
• Restorasi gigi sulung yang digunakan sebagai
gigi penyangga.
• Perlekatan untuk habit breaking dan piranti
ortodontik.
• Bruxism
• Handicapped children
Kontra Indikasi
• Sebagai restorasi permanen gigi permanen.
• Gigi sulung yang resorpsinya lebih dari ½
panjang akar.
Klasifikasi SSC
Klasifikasi Crown berdasar bentuk :
1. Untrimmed : mahkota panjang, butuh trimming.
Contoh : Sankim, Unitex Crowns.
2. Pretrimmed (prefestooned) : pendek dan tidak
berkontur, sisi paralel. Contoh : 3M SSC, Denovo
Crowns.
3. Precontoured : Sudah berkontur, bell shape.
Contoh : 3M Ni-Chromium ioncrowns, Unitek
SSC
4. Prevented Crowns : Resin based composite
3M Unitek
Denovo Crowns
Nu Smile
Klasifikasi berdasar metal
1. Stainless Steel Crowns (Unitek, Rocky
Mountain)
2. Nickel Based Crowns (3M Ion Ni-Chromium)
terdiri dari nikel 70%, chromium 15%, ferrous
10%.
Tersedia dalam bentuk pretrimmed dan
precontoured.
Peralatan : Bur
• Round – untuk pengambilan karies
• Flame shaped diamond bur – untuk
pengurangan daerah oklusal
• Long thin tapered diamond bur – untuk
pengurangan daerah proximal, bukal dan
lingual.
• Rubber wheel/green stone – finishing dan
polishing.
Peralatan : tang
• Johnson no 114 (Rocky Mountain) – untuk
general contouring in the occlusal and middle
region.
• No. 417 (Unitek) Crimping Pliers – untuk
membentuk kurvatur di daerah servical.
• No. 112 (Dentarum) – membentuk convexity dan
titik kontak.
• No. 137 Gordon – Untuk general contouring dan
shaping
Prinsip Preparasi
1. Pemilihan crown
2. Preoperative Occlusal Evaluation
3. Lokal anestesi
4. Aplikasi rubberdam
5. Penempatan wedges
6. Preparasi gigi
7. Trial fitting, trimming, contouring the crown
8. Finishing
1. Pemilihan Crown
• Panjang occlusogingival harus pas.
• Margin crown harus sesuai dengan kontur gigi
dan gingiva.
• Pengukuran mahkota mesiodistal menggunakan
calliper.
• Ingat bahwa kontur gingival margin berbeda-
beda.
2. Preoperative Occlusal Evaluation
• Probe/sonde diletakkan dan menyentuh gigi
sebelah menyebelah sebagai perbandingan
untuk pengurangan daerah oklusal.
3. Lokal Anestesi
• Tidak mutlak digunakan, berguna untuk
mengurangi rasa ngilu pada saat preparasi
• Kapan LA tidak digunakan?
4. Aplikasi Rubberdam
• Sangat berguna untuk mencegah masuknya SSC
tertelan
• Sebagai isolasi jika langsung dilakukan
perawatan pulpa
Penggunaan wedges
• Kira-kira menurut anda apa gunanya?
6. Preparasi gigi
• Oklusal (1.5 – 2 mm tgtg permukaan oklusal)
Round bur besar, tapered fissure, flame.
• Proksimal
Menggunakan tapered fissure bur sampai tidak ada
titik kontak.
• Bukal lingual
Minimal namun perlu.
Kenapa minimal?
• Finishing
Semua line angle harus bu;at.
7. Trial fitting, trimming, conturing
• Tujuan : margin crown terletak pada gingival
sulcus untuk menghasilkan kontur gigi ideal.
• Pencobaan pemasangan crown idealnya dimulai
dengan penempatan bagian lingual terlebih
dahulu. Apa gunanya?
• Cervical margin SSC crown harus sejajar dengan
margin gingiva
Tambahan soal SSC
• Gingival margin contour. Jelaskan dan
gambarkan perbedaan kontur gingiva molar 1
dan molar 2.
• Apakah ada beda kontur bagian bukal dan
lingual?
• Bagian mahkota yang berlebih digunting dan
harus diberi jarak dengan pasien. Gunanya?
• Margin SSC dihaluskan menggunakan stone
hijau.
• Konturing menggunakan 114 plier dan crimping
plier.
• . Tidak boleh ada gingiva yang tertekan dan
peninggian daerah oklusal
Pliers
8. Finishing
• Menggunakan stone hijau dengan sudut
kemiringan 45˚ untuk membentuk margin ideal.
• Stone dan rubber wheel untuk menghilangkan
scratch dan mendapatkan kilau ideal.
Cementation
• ZnOE, ZnPO4, polycarboxylate, GIC
• Menghilangkan debris, isolasi, permukaan
dentin dilapisi varnish.
• Pengisian SSC dengan semen ½ - 2/3
• Insersi crown, setelah pas pasien diinstruksikan
untuk menggigit perlahan.
• Semen ½ setting, mengambil kelebihan semen
• Cek oklusi
• Instruksi postcementation.
Any questions?