0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan19 halaman

Evaluasi Risiko dalam Farmakoepidemiologi

Dokumen tersebut membahas beberapa ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi manfaat dan risiko dari suatu intervensi medis, seperti penggunaan obat, dalam konteks penelitian klinis dan epidemiologi. Ukuran-ukuran tersebut diantaranya adalah risiko relatif, odds ratio, tingkat kejadian kontrol, tingkat kejadian eksperimen, pengurangan risiko absolut, jumlah orang yang perlu diobati, dan jumlah orang yang perlu dirugikan.

Diunggah oleh

daisyahk1204
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan19 halaman

Evaluasi Risiko dalam Farmakoepidemiologi

Dokumen tersebut membahas beberapa ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi manfaat dan risiko dari suatu intervensi medis, seperti penggunaan obat, dalam konteks penelitian klinis dan epidemiologi. Ukuran-ukuran tersebut diantaranya adalah risiko relatif, odds ratio, tingkat kejadian kontrol, tingkat kejadian eksperimen, pengurangan risiko absolut, jumlah orang yang perlu diobati, dan jumlah orang yang perlu dirugikan.

Diunggah oleh

daisyahk1204
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Evaluasi nilai Relative Risk (RR),

Odds Ratio (OD), Control Event Rate (CER),


Experiment Event Rate (EER), Absolute
Risk Reduction (ARR), Number Need ti
Treet (NNT), Number Need to Harm (NNH)
Asniar Pascayantri, [Link]., Apt
CONTENTS
01 Pengantar

02 Risk ratio/relative risk

03 Odds ratio

04 Control Event Rate (CER)

05 Experiment Event Rate (EER)

06 Absolute Risk Reduction (ARR)

07 Number Needed To Treat (NNT)

08 Number Need to Harm (NNH)


Pengantar

• Evaluasi nilai Relative Risk (RR), Odds Ratio (OR), Control Event Rate (CER),
Experiment Event Rate (EER), Absolute Risk Reduction (ARR), Number
Needed to Treat (NNT), dan Number Needed to Harm (NNH) memiliki
berbagai kegunaan dalam konteks penelitian klinis, farmasi, dan
epidemiologi.
• Klinis 🡪 telaah uji klinis
• Farmasi 🡪 evidence based mecine
• Epidemiologi 🡪 penyakit
RISK RATIO/ ❖ Probabilitas kejadian suatu peristiwa pada kelompok yang
terpapar dengan faktor risiko tertentu dibandingkan
RELATIVE dengan probabilitas kejadian peristiwa yang sama pada
kelompok yang tidak terpapar dengan faktor risiko
RISK tersebut.
❖ Relative risk digunakan memahami hubungan antara
faktor risiko tertentu dan hasil kesehatan, serta dalam
mengevaluasi efektivitas intervensi untuk mengurangi
risiko penyakit.
❖ Contoh: sebuah uji klinis acak, buta ganda,
membandingkan obat E yang merupakan obat baru
penurun tekanan darah dengan obat C sebagai kontrol,
yang telah lama dipakai sebagai obat antihipertensi.
Kedua obat tersebut diberikan selama 1 tahun.
Target yang diharapkan adalah penurunan tekanan darah
diastolik sampai di bawah 90 mmHg. Kejadian yang ingin
dihindarkan ialah stroke. Obat E ini mempunyai efek
samping menimbulkan batuk ringan.
RISK RATIO/ ❖ Relative risk dihitung dengan menggunakan jumlah kejadian
yang diamati dalam kelompok yang terpapar dan kelompok
RELATIVE yang tidak terpapar. Biasanya, relative risk dinyatakan
sebagai rasio, di mana nilai 1 menunjukkan bahwa tidak ada
RISK perbedaan dalam risiko antara kedua kelompok, nilai yang
lebih besar dari 1 menunjukkan risiko yang lebih tinggi pada
kelompok yang terpapar, sementara nilai yang kurang dari
1 menunjukkan risiko yang lebih rendah pada
kelompok yang terpapar.

❖ Relative risk dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

RR =1; tidak ada hubungan


RR >1; faktor risiko
RR <1; faktor protektif
❖ Memahami hubungan antara paparan terhadap suatu
ODDS obat atau faktor risiko tertentu dengan kejadian penyakit
atau hasil klinis tertentu.
RATIO ❖ OR menggambarkan perbandingan odds kejadian suatu
peristiwa antara dua kelompok yang berbeda, misalnya,
kelompok yang menggunakan obat tertentu dan
kelompok kontrol yang tidak menggunakan obat
tersebut.
❖ Dalam konteks farmakoepidemiologi, OR sering
digunakan dalam studi kohort atau penelitian kasus
kontrol untuk mengevaluasi apakah penggunaan obat
tertentu terkait dengan peningkatan atau penurunan
risiko terjadinya suatu kejadian kesehatan tertentu,
seperti efek samping atau hasil klinis yang tidak
diinginkan.
❖ Contoh: mengevaluasi apakah penggunaan obat A terkait
dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Studi ini
melibatkan dua kelompok: kelompok yang menggunakan
obat A dan kelompok yang tidak menggunakan obat A
❖ Odds risk dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
ODDS
RATIO
❖ Interpretasi OR adalah jika OR > 1, maka terdapat
peningkatan risiko kejadian pada kelompok yang terpapar
dibandingkan dengan kelompok yang tidak terpapar

❖ Misal Dalam kelompok yang menggunakan obat A (terpapar), ditemukan 50 kasus


penyakit jantung dari total 200 individu. Sedangkan dalam kelompok yang tidak
menggunakan obat A (non-terpapar), ditemukan 30 kasus penyakit jantung dari total
200 individu.
❖ Odds kejadian dalam kelompok yang terpapar (obat) adalah 50/200=0.25, sedangkan
odds kejadian dalam kelompok yang tidak terpapar (non-obat) adalah 30/200=0.15
❖ Maka, odds ratio untuk studi ini adalah:

❖ Interpretasi OR adalah jika OR > 1, maka terdapat peningkatan risiko kejadian pada
kelompok yang terpapar dibandingkan dengan kelompok yang tidak terpapar. Jadi
dalam contoh ini, penggunaan obat A terkait dengan risiko yang lebih tinggi untuk
penyakit jantung.
CONTROL ❖ Control Event Rate (CER) adalah ukuran proporsi kejadian
atau hasil yang diamati dalam kelompok kontrol atau
EVENT kelompok yang tidak menerima intervensi dalam sebuah
studi.
RATE (CER) ❖ Dalam bidang farmakoepidemiologi, CER sering
digunakan sebagai bagian dari perhitungan OR (Odds
Ratio), ARR (Absolute Risk Reduction), dan NNT
(Number Needed to Treat).
❖ Rumus umum untuk menghitung Control Event Rate
(CER) dalam farmakoepidemiologi adalah sebagai berikut:
CONTROL ❖ Misalkan kita memiliki sebuah studi farmakoepidemiologi
yang ingin mengevaluasi efek obat A terhadap risiko
EVENT penyakit jantung.
❖ Dalam studi ini, kita memiliki dua kelompok: kelompok yang
RATE (CER) menggunakan obat A dan kelompok kontrol yang tidak
menggunakan obat A.
❖ Dalam kelompok kontrol (non-obat A), ditemukan 30 kasus
penyakit jantung dari total 200 individu
❖ Maka, Control Event Rate (CER) dalam studi ini adalah:

❖ Artinya, 15% dari individu dalam kelompok kontrol mengalami penyakit jantung.
❖ Penting untuk dicatat bahwa Control Event Rate memberikan dasar untuk perhitungan
Absolute Risk Reduction (ARR) dan Number Needed to Treat (NNT) dalam studi
farmakoepidemiologi. Dengan mengetahui CER, kita dapat mengevaluasi efektivitas
suatu intervensi (seperti penggunaan obat A) dalam mengurangi risiko penyakit
jantung dan membuat keputusan klinis yang lebih informan
EXPERIMENT ❖ Experiment Event Rate (EER) adalah ukuran proporsi kejadian
atau hasil yang diamati dalam kelompok eksperimen atau
EVENT RATE kelompok yang menerima intervensi dalam sebuah studi
farmakoepidemiologi.
(EER) ❖ EER sering digunakan dalam perhitungan Absolute Risk
Reduction (ARR) dan Number Needed to Treat (NNT) untuk
mengevaluasi efek dari suatu intervensi seperti penggunaan
obat.
❖ Rumus umum untuk menghitung Experiment Event Rate (EER)
dalam farmakoepidemiologi adalah sebagai berikut:
EXPERIMENT ❖ Misalkan kita memiliki sebuah studi farmakoepidemiologi yang ingin
mengevaluasi efek obat A terhadap risiko penyakit jantung. Dalam
EVENT RATE studi ini, kita memiliki dua kelompok: kelompok yang menggunakan
obat A dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan obat A.
(EER) ❖ Dalam kelompok yang menggunakan obat A (kelompok eksperimen),
ditemukan 50 kasus penyakit jantung dari total 200 individu.
❖ Maka, Experiment Event Rate (EER) dalam studi ini adalah:

❖ Artinya, 25% dari individu dalam kelompok yang menggunakan obat A mengalami penyakit
jantung.
❖ Penting untuk dicatat bahwa EER memberikan dasar untuk perhitungan Absolute Risk
Reduction (ARR) dan Number Needed to Treat (NNT) dalam studi farmakoepidemiologi.
Dengan mengetahui EER, kita dapat mengevaluasi efektivitas suatu intervensi (seperti
penggunaan obat A) dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan membuat keputusan klinis
yang lebih informan.
RELATIVE RISK ❖ menunjukkan berapa persen obat perlakuan yang dapat meningkatkan
risiko memperoleh efek samping
INCREASE ❖ RRI diperoleh dengan rumus :

(RRI) RRI = (CER-EER) / CER x 100% yang menunjukkan berapa besar


risiko obat perlakuan yang dapat menyebabkan efek samping dalam
periode tertentu
❖ Absolute Risk Reduction (ARR) adalah ukuran perbedaan absolut
ABSOLUTE antara tingkat risiko kejadian antara kelompok yang menerima
RISK intervensi dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi
REDUCTION dalam sebuah studi farmakoepidemiologi.
❖ ARR menggambarkan besarnya manfaat yang diberikan oleh suatu
(ARR) intervensi dalam mengurangi risiko penyakit atau kejadian tertentu.
❖ Rumus umum untuk menghitung Absolute Risk Reduction (ARR)
dalam farmakoepidemiologi adalah sebagai berikut:

❖ CER adalah Control Event Rate, yaitu tingkat kejadian dalam kelompok kontrol
(kelompok yang tidak menerima intervensi).
❖ EER adalah Experiment Event Rate, yaitu tingkat kejadian dalam kelompok
eksperimen (kelompok yang menerima intervensi).
ABSOLUTE ❖ Misalkan kita memiliki sebuah studi farmakoepidemiologi yang ingin

RISK mengevaluasi efek obat A terhadap risiko penyakit jantung. Dalam studi ini,
kita memiliki dua kelompok: kelompok yang menggunakan obat A dan
REDUCTION kelompok kontrol yang tidak menggunakan obat A.
❖ Dalam kelompok kontrol (non-obat A), ditemukan Control Event Rate
(ARR) (CER) sebesar 15%, sedangkan dalam kelompok yang menggunakan obat A
(kelompok eksperimen), ditemukan Experiment Event Rate (EER) sebesar
25%.
❖ Maka, Absolute Risk Reduction (ARR) dalam studi ini adalah:

❖ Artinya, terdapat penurunan risiko absolut sebesar 10% dalam kelompok yang menggunakan obat A dibandingkan
dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan obat A. Penurunan risiko absolut sebesar ini menunjukkan manfaat
yang signifikan dari penggunaan obat A dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
❖ Penting untuk dicatat bahwa nilai ARR yang positif menunjukkan bahwa intervensi mengurangi risiko kejadian,
sedangkan nilai negatif menunjukkan bahwa intervensi meningkatkan risiko kejadian. Dalam konteks
farmakoepidemiologi, nilai ARR yang positif biasanya dianggap sebagai indikator keefektifan suatu obat atau
intervensi.
❖ Number Needed to Treat (NNT) adalah ukuran yang digunakan
NUMBER dalam bidang farmakoepidemiologi untuk mengevaluasi efektivitas
NEEDED TO suatu intervensi, seperti penggunaan obat, dalam mencegah satu
TREAT kejadian yang tidak diinginkan atau menghasilkan satu hasil yang
diinginkan dalam satu kelompok pasien selama periode waktu
(NNT) tertentu.
❖ Rumus umum untuk menghitung Number Needed to Treat (NNT)
adalah sebagai berikut:

❖ Absolute Risk Reduction (ARR) adalah perbedaan absolut antara tingkat risiko
kejadian antara kelompok yang menerima intervensi (EER) dan kelompok kontrol
(CER)
❖ Misalkan kita memiliki sebuah studi farmakoepidemiologi yang
NUMBER mengevaluasi efektivitas obat A dalam mencegah serangan jantung.

NEEDED TO Dalam studi ini, kelompok kontrol (non-obat A) memiliki tingkat


kejadian serangan jantung sebesar 10%, sedangkan kelompok
TREAT eksperimen (kelompok yang menggunakan obat A) memiliki tingkat
kejadian serangan jantung sebesar 5%. Dengan menggunakan rumus
(NNT) sebelumnya, kita dapat menghitung ARR sebagai berikut:

❖ Maka, Number Needed to Treat (NNT) untuk obat A dalam mencegah


satu serangan jantung adalah:

❖ Artinya, 20 pasien perlu diobati dengan obat A selama periode waktu tertentu agar satu serangan jantung
dapat dicegah.
❖ Indikator prediksi → semakin kecil nilai NNT, semakin efektif suatu obat dalam mencegah kejadian yang
tidak diinginkan atau menghasilkan hasil yang diinginkan. Oleh karena itu, NNT adalah ukuran penting
dalam membantu penilaian klinis dan pengambilan keputusan dalam penggunaan obat di bidang
farmakoepidemiologi.
❖ Number Needed to Harm (NNH) adalah ukuran yang digunakan dalam
NUMBER bidang farmakoepidemiologi untuk mengevaluasi risiko suatu intervensi,
NEEDED TO seperti penggunaan obat, dalam menyebabkan satu kejadian yang tidak
diinginkan atau efek samping tertentu pada satu kelompok pasien selama
HARM periode waktu tertentu.
(NNH) ❖ Rumus umum untuk menghitung Number Needed to Harm (NNH)
adalah sebagai berikut:

❖ Absolute Risk Increase (ARI) adalah perbedaan absolut antara tingkat risiko
kejadian antara kelompok yang menerima intervensi (EER) dan kelompok kontrol
(CER)

Misalkan kita memiliki sebuah studi farmakoepidemiologi yang mengevaluasi efek


samping obat A dalam meningkatkan risiko penyakit jantung. Dalam studi ini,
kelompok kontrol (non-obat A) memiliki tingkat kejadian penyakit jantung sebesar
5%, sedangkan kelompok eksperimen (kelompok yang menggunakan obat A)
memiliki tingkat kejadian penyakit jantung sebesar 10%. Dengan menggunakan
rumus sebelumnya, kita dapat menghitung Absolute Risk Increase (ARI) sebagai
berikut:
NUMBER ❖ Maka, Number Needed to Harm (NNH) untuk obat A dalam
NEEDED TO menyebabkan satu kasus penyakit jantung adalah:

HARM
(NNH)
❖ Artinya, 20 pasien perlu diobati dengan obat A selama periode
waktu tertentu agar satu kasus penyakit jantung dapat disebabkan
oleh obat tersebut.

indikator prediksi → semakin kecil nilai NNH, semakin


tinggi risiko yang terkait dengan penggunaan obat, sehingga
NNH adalah ukuran yang penting dalam membantu
penilaian klinis dan pengambilan keputusan dalam
penggunaan obat di bidang farmakoepidemiologi.
THANK
YOU

Anda mungkin juga menyukai