SEJARAH ARSITEKTUR TIMUR
ARSITEKTUR MESOPOTAMIA
. DAN ASIA TENGAH
DISUSUN OLEH :
NAMA : RIO ANGGARA
NRP : 142023006
DOSEN : RANDY RIZAL,
S.T.,[Link].
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Mesopotamia
Mesopotamia adalah suatu peradaban yang muncul di suatu lembah yang
diapit oleh sungai euphraat dan sungai tigris. Peradaban ini mulai muncul
pada tahun 3500 SM. Pada awalnya daratan ini adalah daerah yang diduduki
oleh suatu bangsa yang bernama bangsa Sumer dan memiliki ibukota di
Nipur.
Setelah itu pada tahun 2700 SM di sebelah utara Mesopotamia muncul
bangsa Semit yang berpusat di kota Akkad dan dipimpin oleh raja Sargon.
Bangsa ini menganut kepercayaan kepada kekuatan matahari, sehingga
bangunan peribadatannya memiliki berpuncak-puncak dan disebut dengan
“ziggurat” yang artinya gunung suci.
Namun pada tahun 549 SM, kerajaan Assyra dikalahkan oleh bangsa
Persia yang dipimpin oleh Cyrus dan menaklukan babilonia. Namun bangsa ini
tidak memiliki daya cipta arsitektur. Kejayaan Persia berakhir pada tahun 330
SM ketika ditaklukan oleh Iskandar Akbar. Dan setelah wafatnya beliau,
didirikan kerajaan – kerajaan lain salah satunya kerajaan Sasaina (226- 612 M)
yang menjadi penerus kebudayaan Mesopotamia purba ke arsitektur Bisantin.
Ditanah Mesopotamia tidak kaya akan bahan kayu dan batu alam. Oleh
karena itu mereka membuat bahan bangunan dari tanah liat yang dibakar dan
diberi glasur. Atau sekarang disebut juga dengan batu bata. Ukuran batu bata
pada saat itu lebih besar dari batu bata dijaman modern ini, yaitu dengan
ukuran panjar lebar 40 cm x 40 cm dan tebal 5 – 10 cm. Peradaban
Mesopotamia sangat berpengaruh terhadap perkembangan arsitektur. Dengan
bangunan – bangunan yang mulai dibangun dan kota – kota yang teratur dan
indah.
Nama bangunan untuk tempat memuja ini disebut “Zigurat” yang artinya tidak lain dari
“gunung suci”. Bangsa Sumeria percaya bahwa banjir yang ditimbulkan Sungai Eufrat dan
Tigris dapat menghancurkan kota kota yang mereka bangun. Untuk itu, bangsa Sumeria
membangun kuil-kuil yang megah dan indah di kota-kota mereka agar dewa menyukai
mereka. Kuil-kuil tersebut mereka bangun sangat tinggi karena mereka percaya, semakin
tinggi kuil semakin dekat mereka dengan dewa. Tinggi kuil-kuil tersebut mencapai 88
meter.
Bangunan ini dipercaya sebagai tempat tinggal dewa sehingga bangunan ini bukan
tempat pemujaan untuk masyarakat, justru diletakkan [Link] kota memiliki “
Zigurat”nya
[Link] contoh ziggurat di Irak dan Ur. Tanah pertanian yang subur ini
miskin
akan bahan bangunan kayu dan batu alam, tetapi kaya akan tanah liat yang mereka buat
menjadi bata (mentah atau dibakar dan diberi glasur) dan bahan bangunan inilah yang
menjadi bahan bangunan [Link] Sumeria mencapai mansa kejayaannya saat
dipimpin oleh Raja Ur-Nammu. Namun, sekitar tahun 2.300 tahun SM bangsa Sumeria
dapat ditaklukkan oleh bangsa Akkadia di bawah pimpinan Raja Sargon. Babylonia Lama
(1.720 – 1.350 tahun SM). Pada abad ke 21 SM bangsa Amorit yang berasal dari Syria
menguasai daerah bangsa Semit dan mendirikan suatu kerajaan yang bernama Babilonia.
Karakteristik Bangunan Ziggurat di Babilonia Ziggurat berasal dari kata zagaru yang
artinya bangunan tinggi seperti gunung karena merupakan menara bertingkat yang makin
lama makin kecil. Dibangun pada tingkatan pada lahan dasar berbentuk persegi panjang
oval, atau persegi, ziggurat adalah struktur pir amidal. Pada akhir milenium ketiga, tahap
tingkatan bertambah dua atau lebih, dan dihiasi dengan strip pilar yang besar, hingga masa
Neo- Babilonia terdapat tujuh tingkatan. Pada tingkat paling atas adalah bangunan kuil,
yang menjadi tempat kehadiran sang dewa bila berurusan dengan manusia. Sarana
penghubung adalah tangga atau jalan landai. Bagain paling akhir dari suatu ziggurat
bertingkat tujuh menunjukkan bahwa tingginya adalah sama dengan lebar dasarnya, dengan
suatu kuil berbentuk kubus terletak di puncaknya. Kepercayaan Masyarakat Babylonia
menggunakan seni untuk menandakan rasa hormat mereka dan untuk menunjukan
kehebatan dewa dewi mereka. Itu diperlihatkan dengan representasi secara simbolis dan
spontanitas yang digambarkan dalam lukisan - lukisan bergambar binatang. Alkitab
menyatakan bahwa semua ajaran yang salah di dunia berasal dari Babylon.
Patung ini adalah patung Singa Babylon yang merupakan symbol
dari Dewi Ishtarm dikatakan bahwa dipunggung singa itu terdapat
sadel yang biasa ditunggangi oleh dewi Ishtar. Kuil-kuil di Babylonia
merupakan sebuah struktur yang besar dan rumit yang terdiri dari
batu bata yang tidak selesai, dan ditopang oleh dinding. Penggunaan
batu bata pada kuil mengarahkan kita pada penggunaan awal dari
pilar dan kolom, dan lukisan berwarna dan sculpture. Pada abad ke
tiga sebelum masehi, diperkirakan ada 1179 kuil dengan ukuran dan
status yang berbeda, lalu ada sekitar 153 kuil lain dengan ukuran
besar yang dibangun dan didedikasikan untuk dewa dan dewi
mereka. Ada 4 kuil yang paling terkenal, yaitu kuil Nanmakh yang
berarti wanita yang hebat, dan Kuil Ishtar, Kuil Babylon, dan Kuil
Marduk.
The ziggurat of Urnamu Dibangun oleh raja
Nebukadnezzar
The Ziggurat of Urnamu. Ziggurat of Urnamu Salah satu lambang
kesombongan manusia pada masa itu. Dibangun untuk membangun hubungan
dengan para Dewa. Sering juga disebut jalan menuju surga. Peron-peronnya
diwarnai hitam, merah, biru, yang tertinggi dilapisi perak. Ziggurat at Choga-
Zanbil, Detail Arsitektural Material : Bata dan lumpur aspal Mereka
menproduksi batu bata bakar dalam jumlah besar. Bagian dalam ziggurat di
Choga- Zanbil. Salah satu relief yang ada pada Ziggurat di Chonga-Zanbil,
Elam Relief ini hanya terdapat pada salah satu batu bata saja, bangsa Babilonia
tidak menerapkan pada seluruh batuan yang ada. Kemungkinan ini hanya
sebagai penunjuk sejarah kapan bengunan tersebut bediri. Detail Arsitektur
pada bangunan lain (selain pada Ziggurat) Merupakan patung patung penjaga
pada sebuah bangunan pada zaman itu An Assyrian winged bull. Hewan-hewan
yang dijadikan simbol-simbol pada relief bangunan.
Interior Gate: dedicated to Ishtar (god) Material : glazed bricks
Dominasi hewan : Kuda. Elemen arsitektural Ziggurats. kolom
kolom pada gerbang berbentuk persegi panjang dan berukuran besar.
di bagian atasnya ukurannya lebih besar. Kolom materialnya
menggunakan bahan batu bata kolom didesain berlapis. Pintu
(bukaan) menggunakan bentuk lengkung (arch) sebagai simbol
estetika. Dome pada bagian enterance terdapat dome diatasnya yang
menyimbolkan surga. bagian tertinggi di bumi (tangga) merupakan
bagian terendah dari surga (dome). Tangga berupa susunan dari batu-
batu dengan teknik sederhana (tumpuk) melambangkan bumi sebagai
tahapan menuju surga.
MASJID BOLO HAOUZ (ASIA TENGAH)
Pada 1914 penguasa Muslim setempat, Sayyid Alim Khan (meninggal 1920)
mengadakan renovasi pada Masjid Bolo Haouz, Tiga tahun kemudian, sebuah menara
silindris yang tak terlalu tinggi ditambahkan dekat bangunan utama Masjid Bolo Haouz
dengan dilengkapi ornamen-ornamen karya perupa lokal Shirin Muradov. Pintu utama
masjid ini menghadap ke arah timur. Di bagian depan Masjid Bolo Haouz terdapat
selasar yang di sangga 20 pilar yang berbentuk silindris, te tapi tidak terlalu lebar.
Pilar-pilar itu berbahan dasar kayu pohon kenari, pohon pop lar, dan pohon elm.
Mereka terletak sejajar dalam dua deret, yakni masing-masing 10 pilar. Pada
langit-langit atap selasar itu ada corak ornamen dengan warna dominan biru.
Corak-corak geometris di sana begitu khas arsitektur Islam Asia Tengah yang
juga mendapatkan pengaruh dari Persia (Iran). Ceruk jendela besar berbentuk
lengkung kubah berada pada bagian depan masjid itu atau tepatnya di sisi
kanan dan kiri pintu utama. Warna krem pada dinding tersebut tampak serasi
dengan warna biru pada corak ornamen.
Masjid Bolo Hauz itu atau sebagian dialek juga mengenal dengan Bala Hauz,
artinya masjid berkolam. Masjid ini memiliki kolam berbentuk oktagonal atau
bersegi delapan, yang terletak pada halaman depan masjid. Bolo Hauz
dibangun pada 1712 oleh Abu'l Fayud Khan (1711- 1747). Masjid ini
dipersembahkan bagi Bibi Khanum, ibu dari Dinasti Astarkhanid. Dinasti ini
merupakan bagian dari Khanate Bukhara yang menguasai Transoxiana dan
Khurasan, kini Asia Tengah antara 1599 dan 1753. Masjid ini awalnya
didirikan sebagai bagian dari masjid di lingkungan kerajaan yang berada di
kawasan alun-alun Registan Bukhara. Ini menjadikan Masjid Bolo Hauz satu-
satunya situs sejarah yang telah dirawat cukup baik di lingkungan ini. Kawasan
alun-alun Registan Bukhara layaknya alun-alun Registan di Kota Samarkand.
Di alun-alun Registan Samarkand terkenal dengan pusat situs sejarah Islam
penting.
Madrasah Ulugh Beg era Timurid (abad ke 14-15) hingga makam para
penguasa Dinasti Shaybanid (abad ke 16). Sedangkan di lingkungan Registan
Bukhara, Masjid Bolo Hauz merupakan bagian penting dari situs bersejarah
Islam di kota ini hingga abad ke-19. Di kawasan masjid ini dikelilingi oleh dua
masjid lain dan di sekitarnya terdapat tempat tinggal para komandan tentara
kerajaan. Di lingkungan ini juga terdapat gudang senjata, tempat pembuatan
senjata, dan Khanqah atau dikenal dengan tempat berkumpulnya para sufi.
Dalam perkembangannya, beberapa ikon bagian masjid ini telah ditambahkan
oleh penguasa setelah era Dinasti Astarkhanid, di antaranya penambahan
dekorasi fasad/eksterior pada bagian timur masjid oleh penguasa Dinasti
Manghit terakhir Sayyid Alim Khan pada 1914.
TERIMA KASIH