ANALISIS BEBAN KERJA
Kelompok
FELIX MICHAEL SUHENDRA – 293231014
ARIEF KARIMAUV – 293231045
HERU SETIAWAN – 293231042
[Link] SUNAYYA – 293231038 1
Definisi
Beban Kerja
Suatu kondisi dari Sejumlah target pekerjaan
pekerjaan dengan uraian atau target hasil yang
tugasnya yang harus harus dicapai dalam satu
diselesaikan pada batas satuan waktu tertentu
waktu tertentu ([Link] Nomor:
(Diana & Harta, 2017). KEP/75/[Link]/7/2004)
2
Analisi BEBAN
ANALISA BebanKERJA
Kerja
Teknik manajemen yang
dilakukan secara
sistematis untuk
Proses penentuan jumlah Suatu teknik manajemen
memperoleh informasi
jam kerja orang (man yang dilakukan secara
mengenai tingkat
hours) yang sistematis untuk
efisiensi dan efektivitas
dipergunakan atau memperoleh informasi
kerja organisasi
diperlukan untuk mengenai tingkat
berdasarkan volume
menyelesaikan suatu efektifitas dan efisiensi
kerja
beban kerja tertentu kerja oraganisasi
Peraturan Menteri
dalam waktu tertentu. (Adawiyah, 2013)
Keuangan Republik
Indonesia Nomor
175/Pmk.01/2016
3
PRINSIP
melalui proses analisis melalui tahapan-tahapan yang
yang matang sesuai dengan kondisi nyata jelas dan berurutan
Singularita
Akurat Holistic Wajar Sistematis
s
mencakup semua Beban Kerja hanya sekali
produk/kegiatan dan tidak ada produk yang ganda
4
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN ANALISIS BEBAN KERJA
(AZAN, 2021)
Mengumpulk Pengolahan Menetapkan
Telaah/analisis
an data data. hasil
• Mengumpulkan data beban kerja baik individual maupun • Menelaah hasil olahan data, yakni menganalisis serta
unit, yang dilaksanakan dengan pengisian instrumen formulir
mengaplikasikan hitungan kuantitatif tertentu untuk
isian, formulir inventarisasi jumlah pemangku jabatan,
menentukan pengaruh atau efisiensi dari beban kerja dan
panduan wawancara, dan pengamatan langsung serta
referensi.
tingkat produktivitas maupun variabel lain yang ingin
diketahui
• Verifikasi & pengolahan data beban kerja yang
dikumpulkan, yang dilaksanakan dengan merekapitulasi • Menetapkan hasil analisis beban kerja, yaitu proses
jumlah beban kerja jabatan, penghitungan kebutuhan menetapkan evaluasi serta penilaian berdasarkan data
pejabat/pegawai, tingkat efisiensi unit, dan prestasi kerja unit yang telah diolah dan ditelaah sebelumnya
5
TUJUAN ANALISA BEBAN
KERJA
Untuk mengidentifikasi kebutuhan karyawan yang berkualitas atau
kuantita sekarang atau untuk masa depan
Sebagai tolok ukur kinerja karyawan secara terukur kerja baik waktu
kerja maupun kerja
Meratakan beban kerja karyawan sesuai dengan minimum
kebutuhan dan persyaratan pekerjaan
Sebagai panduan untuk meningkatkan keterampilan saat bekerja dan
perencanaan referensi untuk pelatihan pengembangan untuk para
karyawan
6
Hanjani & Singgih, 2019
Peraturan Menjadi acuan untuk penataan dan penyempurnaan struktur
MANFAAT Kementerian
Keuangan (PMK) organisasi
Nomor
175/PMK.01/2016 Merupakan landasan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja
Tahun 2016
tentang Pedoman
Pelaksanaan Sarana peningkatan kinerja kelembagaan
Analisis Beban
Kerja (Workload
Analysis) di Menjadi acuan standar beban kerja jabatan atau unit kerja,
Lingkungan
Kementerian kebutuhan pegawai dan juga penetapan kenaikan jabatan
Keuangan
Menjadi acuan untuk penyempurnaan program pelatihan dan
pengembangan
Merupakan acuan untuk menilai kesehatan organisasi
Menjadi bahan pendukung untuk mengetahu keseimbangan
antara beban kerja dan jumlah sumber daya yang dimiliki
Analisis beban kerja merupakan salah satu upaya yang
dilakukan perusahaan untuk menjaga well-being karyawan.
7
METODE ANALISIS BEBAN KERJA
PERTANYAAN
WAWANCARA
OBSERVASI
8
Faktor-Faktor Dalam Analisis Beban Kerja
Beban Kerja, Volume kerja Waktu kerja
• sejumlah • Suatu variabel • lama masa
kegiatan yang yang tidak yang
harus tetap dan dihabiskan
diselesaikan cenderung untuk
oleh seseorang fleksibel menyelesaikan
ataupun suatu dalam serangkaian
organisasi perhitungan tugas pada
dalam periode analisis beban masing-masing
tertentu kerja bidangnya.
dengan
keadan kerja
normal.
9
PERHITUNGAN ANALISIS BEBAN KERJA
METODE FULL TIME EQUIVALENT
Beberap Adawiyah, (2013) metode dimana waktu yang digunakan
a untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan dibandingkan
terhadap waktu kerja ke jumlah orang yang dibutuhkan
Pendapat untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu.
Ahli
Dewi dan Satrya dalam Pambudi (2017), Full Time
Equivalent adalah salah satu metode analisis beban
kerja yang berbasiskan waktu dengan cara mengukur
lama waktu penyelesaian pekerjaan kemudian waktu
tersebut dikonversikan ke dalam indeks nilai FTE.
10
FULL TIME EQUIVALENT
Implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu overload, normal,
dan underload. Berdasarkan pedoman analisis beban kerja yang
dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara pada tahun 2010
Total hours = Frequency x process time x working days current time
60
Kemudian hasil dari perhitungan total hours sebagai acuan
perhitungan FTE dimana :
FTE = Total hours
Effective hours/year
11
LANGKAH ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT
(DEWI DAN SATRYA, 2012)
Menetapkan unit kerja beserta kategori tenaganya
Menetapkan waktu kerja yang tersedia dalam satu
tahun.
Menetapkan standar kelonggaran, meliputi jenis kegiatan dan waktu dalam
menyelesaikan suatu kegiatan yang tidak terkait dengan pokoknya.
Menetapkan beban kerja.
Menghitung kebutuhan tenaga kerja per unit kerja.
12
CONTOH PERHITUNGAN BEBAN KERJA
Unit casemix di RS X mendapat tugas dari Pimpinan RS (Direktur) untuk menyelesaikan
seluruh berkas klaim kepada BPJS setiap bulan di tanggal 5. Unit Casemix tersebut
memiliki SDM sebanyak 12 orang. Tiap karyawan di unit casemix memiliki tugas dan
tanggung jawab mengelola berkas klaim dan salah satunya adalah mengkoding diagnosa
sesuai ICD 10 vol. 1 & 3 dan tindakan sesuai ICD 9 CM dengan estimasi lama pekerjaan
15 menit. Faktor Kelonggaran sebanyak 10%. Waktu efektif kerja Senin-Kamis pk
07.30-16.15 dengan waktu istirahat 60 menit sebanyak 465 menit /hari dan hari jumat
pk. 06.30-15.30 dengan waktu istirahat 90 menit sebanyak 450 menit. Hari kerja dalam 1
bulan adalah 22 hari kerja
Total jumlah berkas klaim yang dikelola Bulan Februari 2024 berdasarkan data jumlah
berkas klaim sebanyak :
• Rawat Jalan: 7.882 Berkas
13
• Rawat Inap: 1.736 Berkas
PERHITUNGAN ANALISIS BEBAN KERJA DI RAWAT JALAN (RJ)
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑜𝑢𝑟𝑠 RJ = (Frequency × process time × working days current time)/60
= (7.882 𝑋15 𝑋7,45)/60 = 14,681 menit
Allowance :
Senin-Kamis = 5 % x jumlah hari 1 bulan x jam kerja sehari = 5% x 17 hari x 465 menit = 395
menit
Jumat = 5 % x jumlah hari 1 bulan x jam kerja sehari = 5% x 4 hari x 450 menit = 90 menit
Hasil Kategori
Effective hours : Perhitungan
Total Efektif jam kerja Senin-kamis = 465 menit x 17 hari = 7,905 menit Beban Kerja
Total Efektif jam kerja Jumat = 450 menit x 4 = 1,800 menit
0-0,99 Underload
Total efektif jam kerja Senin-Jumat = 7,905+1800=9,705 menit
1 – 1,28 Normal
𝐹𝑇𝐸 = (𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑜𝑢𝑟𝑠+𝐴𝑙𝑙𝑜𝑤𝑎𝑛𝑐𝑒) / (𝐸𝑓𝑓𝑒𝑐𝑡𝑖𝑣𝑒 ℎ𝑜𝑢𝑟𝑠 /𝑦𝑒𝑎𝑟) >1,28 Overload
= (14.681+395+90)/9,705 = 1,56
14
PERHITUNGAN ANALISIS BEBAN KERJA DI RAWAT INAP (RI)
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 ℎ𝑜𝑢𝑟𝑠 RI = (Frequency ×process time ×working days current time)/60
= (1.736 𝑋 15 𝑋 7,45)/60 = 3.278 menit
Allowance :
Senin-Kamis = 5 % x jumlah hari 1 bulan x jam kerja sehari = 5% x 17 hari x 465 menit = 395
menit
Jumat = 5 % x jumlah hari 1 bulan x jam kerja sehari = 5% x 4 hari x 450 menit = 90 menit
Effective hours :
Hasil Kategori
Total Efektif jam kerja Senin-kamis = 465 menit x 17 hari = 7,905 menit Perhitungan
Total Efektif jam kerja Jumat = 450 menit x 4 = 1,800 menit Beban Kerja
Total efektif jam kerja Senin-Jumat = 7,905+1800=9,705 menit 0-0,99 Underload
1 – 1,28 Normal
𝐹𝑇𝐸 = (𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑜𝑢𝑟𝑠 + Allowence)/(𝐸𝑓𝑓𝑒𝑐𝑡𝑖𝑣𝑒 ℎ𝑜𝑢𝑟𝑠 /𝑦𝑒𝑎𝑟) >1,28 Overload
= (3,278+395+90)/9,705 = 0,38
15
OUTPUT
Pengolahan data Beban Kerja dapat menghasilkan penghitungan antara lain:
• Jumlah beban kerja
• Tingkat efisiensi jabatan/unit
• Tingkat efektivitas jabatan/unit
16
TERIMAKASIH
17