0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Budaya dan Pengaruh pada Kepribadian

Dokumen tersebut membahas penelitian tentang hubungan antara budaya dan kepribadian. Beberapa peneliti menemukan bahwa budaya dapat mempengaruhi kepribadian melalui sumber daya dan sistem sosial yang tersedia. Misalnya, orang Cina cenderung memiliki kepribadian yang menekankan harmoni, sedangkan orang Filipina menekankan keingintahuan sosial dan pengambilan resiko. Budaya juga berpengaruh pada locus of control sese

Diunggah oleh

Martin Rich
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Budaya dan Pengaruh pada Kepribadian

Dokumen tersebut membahas penelitian tentang hubungan antara budaya dan kepribadian. Beberapa peneliti menemukan bahwa budaya dapat mempengaruhi kepribadian melalui sumber daya dan sistem sosial yang tersedia. Misalnya, orang Cina cenderung memiliki kepribadian yang menekankan harmoni, sedangkan orang Filipina menekankan keingintahuan sosial dan pengambilan resiko. Budaya juga berpengaruh pada locus of control sese

Diunggah oleh

Martin Rich
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Budaya dan Kepribadian

Team Teaching
Kepribadian
• adalah seperangkat karakteristik perilaku dan kognitif, sifat atau
kecenderungan yang berbeda untuk setiap orang, yang relatif
menetap dalam situasi yang berbeda
• merupakan cara individu berinteraksi dengan orang lain
• relatif stabil sepanjang waktu dan konsisten di seluruh kondisi, situasi,
dan interaksi dengan orang lain
Penelitian budaya dan kepribadian
• Kepribadian banyak diteliti dalam penelitian etnografi, misalnya oleh
Margaret Mead, Edward Sapir, Weston Labarre, dan Ruth Benedict,
yang mengembangkan ide dan teori tentang budaya dan kepribadian
(Piker, 1998)
• Berry, Poortinga, Segall, & Dasen mengkaji konsep kepribadian
penduduk asli Afrika, yang berbeda dengan konsep Amerika atau
Barat. Misalnya orang Afrika memandang kepribadian terdiri dari
beberapa lapisan, yang mewakili aspek yang berbeda dari seseorang
Pengukuran kepribadian
• Personality Traits diukur dengan Five-Factor model of
Personality/FFMP. Ada lima dimensi yaitu Openness to experience,
Conscientiousness, Extroversion, Agreeableness, and Neuroticism
(OCEAN) (McCrae & Costa, 1999)
• Komponen inti dari FFMP adalah Basic Tendencies (Kecenderungan
Dasar), Characteristic Adaptations (Adaptasi Karakteristik) dan Self-
Concept (Konsep Diri)
 FFMP penelitiannya di buat di Amerika, oleh peneliti Amerika,
sehingga ada kemungkinan terdapat hal yang tidak terukur, sehingga
banyak peneliti lain yang mengembangkan skala yang mengukur
kepribadian asli sesuai dengan keadaan budaya setempat
 Hal ini karena peneliti menganggap bahwa budaya bisa
mempengaruhi nilai tentang berbagai macam sifat kepribadian.
• MacDonald (1998) mengusulkan pendekatan evolusioner, yaitu
struktur kepribadian dianggap sebagai mekanisme psikologis
universal, produk dari seleksi alam, yang menyajikan fungsi sosial dan
non-sosial dalam pemecahan masalah dan adaptasi lingkungan
• Budaya pada intinya dapat mempengaruhi kepribadian melalui
sumber daya, sistem budaya, dan sistem sosial yang tersedia di
lingkungan tertentu untuk membantu mencapai tujuan. Oleh karena
itu, budaya memainkan peran penting dalam memproduksi bentuk
dari perilaku tertentu
• Fanny Cheung (2001) mengukur kepribadian dengan alat ukur
Interpersonal Relatedness pada orang China
• Hasilnya adalah orang Cina mempunyai kepribadian dengan ciri
harmony (relationship orientation), yaitu terdiri dari harmoni
kepuasan, harmoni interpersonal, penghindaran konflik, dan
pemeliharaan keseimbangan.
• Penelitian semacam ini juga diterapkan pada sampel orang Cina dari
Singapura, Hawaii, Amerika Serikat bagian Barat, dan lainnya
• Katigbak, Church Guanzon-Lapena, Carlota, & del Pilar (2002) meneliti
tentang Filipino Personality Structure
• Hasilnya bahwa pada budaya Philipina terdapat pagkamadaldal
(keingintahuan sosial), pagkamapagsapalaran (mengambil resiko), dan
religiositas
• Sifat-sifat tersebut merupakan hal penting dalam memprediksi
perilaku, seperti merokok, minum berakohol, perjudian, beribadah,
toleransi pada homoseksual, toleransi terhadap hubungan pranikah
dan tanpa menikah, dan perilaku yang tidak dapat di prediksi oleh
FFMP.
• Adorno, Frenkel-Brunswik, & Levinson (1950) menunjukan adanya
kepribadian authoritarian dan mengembangkan skala untuk
mengetahui hal tersebut
• Penelitian tersebut dilanjutkan oleh Hofstede, Bond, dan Luk (1993)
yang meneliti orang di Denmark dan Belanda
• Mereka menemukan 6 dimensi kepribadian. Lima dimensi
berhubungan dengan FFMP, namun satu dimensi tidak berhubungan,
yang kemudian diberi nama sebagai ‘authoritarianism’
• Internal vs External Locus of Control, dikembangkan oleh Rotter
(1954, 1966), yaitu cara pandang orang mengenai bagaimana kontrol
yang mereka miliki terhadap perilaku mereka dan hubungannya
dengan lingkungan
• Orang dengan internal locus of control melihat perilaku dan
hubungannya dengan orang lain tergantung dari perilaku dan usaha
dirinya sendiri
• Namun orang dengan external locus of control, memandang perilaku
dan hubungannya dengan lingkungan dan orang lain adalah
bergantung pada kekuatan di luar dirinya, serta di luar kendali mereka
• Orang Eropa Amerika memiliki skor pengendalian internal yang lebih
tinggi daripada orang Asia Timur, Swedia, Zambia, Zimbabwe, Afrika
Amerika dan Filipina, dan Brasil (Hamid, 1994)

• Orang Amerika lebih memilih untuk mengambil tanggung jawab


pribadi untuk peristiwa dan situasi, serta melihat diri mereka memiliki
kendali pribadi akan peristiwa tersebut
• Penelitian Yamaguchi meneliti mengenai cara memahami kontrol
lintas budaya yaitu dengan cara direct, indirect, proxy, collective
control.
• Deci and Ryan menemukan teori determinasi diri atau penentuan
nasib sendiri, yaitu orang yang independent berperilaku sesuai
dengan kepentingan, nilai-nilai, atau keinginan mereka sendiri
• Kebalikan dari otonomi adalah heteronomi, yaitu tindakan seseorang
dianggap dikendalikan oleh orang lain
• Secara umum, orang Amerika memiliki skor internal locus of control
yang tinggi, sedangkan orang non-Amerika lebih memiliki external
locus of control
• Penemuan ini sering digambarkan sebagai budaya Amerika yang
mementingkan individualitas, keterpisahan, dan keunikan, yagn
berbeda dengan budaya kolektif yang lebih menekankan pada
kergantungan antar individu
• Smith, Dugan, dan Trompenaars (1997), dengan studi 14 negara
tentang locus of control dan afeksi, menemukan perbedaan terbesar
adalah pada gender
• Proxy control adalah kontrol oleh orang lain untuk kepentingan diri
sendiri, yang merupakan bentuk kontrol yang dapat digunakan ketika
kontrol pribadi, baik langsung atau tidak langsung, tidak tersedia atau
tidak sesuai. Kontrol ini cocok untuk kelangsungan hidup orang dalam
posisi lemah dan tidak dapat mengubah lingkungan mereka sendiri
• Collective control merupakan salah satu upaya untuk mengontrol
lingkungan sebagai anggota kelompok, serta kelompok berfungsi
sebagai agen kontrol. Dalam situasi ini harmoni antar pribadi
berkurang karena kelompok berbagi tujuan kontrolnya

Anda mungkin juga menyukai