0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan9 halaman

Hukum dan Hikmah Hutang Piutang

Dokumen tersebut membahas tentang hutang piutang dalam Islam. Terdapat 7 poin utama yaitu pengertian hutang piutang, dasar hukum dalam Al-Qur'an, hukum hutang piutang, rukun dan syarat hutang piutang, ketentuan hutang piutang, tambahan dalam hutang piutang, dan hikmah hutang piutang. Dokumen ini menjelaskan bahwa hutang piutang dalam Islam diatur secara halus dan menghindari riba serta selal

Diunggah oleh

mitaalfi7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan9 halaman

Hukum dan Hikmah Hutang Piutang

Dokumen tersebut membahas tentang hutang piutang dalam Islam. Terdapat 7 poin utama yaitu pengertian hutang piutang, dasar hukum dalam Al-Qur'an, hukum hutang piutang, rukun dan syarat hutang piutang, ketentuan hutang piutang, tambahan dalam hutang piutang, dan hikmah hutang piutang. Dokumen ini menjelaskan bahwa hutang piutang dalam Islam diatur secara halus dan menghindari riba serta selal

Diunggah oleh

mitaalfi7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hutang Piutang

1. Pengertian hutang piutang

• Hutang piutang (Qardun)mempunyai istilah lain yang disebut (daenun)


yang mempunyai arti memutus. Sedangkan menurut terminologi /istilah
adalah memeberikan sesuatu kepada orang lain dengan perjanjian bahwa
dia akan mengembalikan sesuatu yang diterimanya dalam jumlah yang
sama dan dalam waktu yang disepakati.
2. Dasar hukum hutang piutang

QS Al-Baqarah ayat 245


Yang artinya : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah pinjaman
yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah) maka Allah akan melipat
gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah
menyempitkan dan melapangkan (rejeki) dan kepadaNalah kamu
dikembalikan
.
3 Hukum hutang piutang

Hukum asal utang piutang adalah mubah. Namun hukum tersebut berubah
sesuai keadannya.
a. Orang yang berhutang adalah boleh/mubah. Dan hukum orang yang
mmneri hutang adalah sunnah karena sudah membantu sesama.
b. Orang yang berhutang dan menghutangi keduanya menjadi wajib, kalau
peminjam dalam keadaan terdesak dan dipinjami seorang yang mampu.
c. Haram jika hutang terkait dalam hal-hal yang melanggar ajaran agama
islam.
4. Rukun dan syarat hutang piutang

Rukun hutang piutang ada tiga yaitu:


a. Dua orang yang berakad.
1) Orang yang memberi hutang syaratnya merdeka,baligh, berakal dan
rasyid (pandai) mampu membedakan yang baik dan buruk.
2) Orang yang berhutang syaratnya: merdeka, baligh dan berakal.
b. Harta yang dihutangkan dengan syarat :
1) Milik orang yang memberi hutang contoh uang
2) Dapat ditakar, ditimbang dan dihitung
3) Diketahui kadar dan sifatnya.
c. Sighat ijab kabul.
5. Ketentuan hutang piutang .
• Pada dasarnya qardlu adalah ta’awun (tolong menolong). Walau demikian
sifat ta’awun bisa berujung permusuhan, merasa menyesal karena sudah
menolong sesama karena orang yang berakad tidak mengetahui akad yang
mereka lakukan.
• a. Hutang piutang dianjurkan ditulis, dipersaksikan walaupun tidak wajib.
• b. Pemberi hutang tidak boleh mengambil keuntungan dari orang yang
berhutang. Jika ini terjadi maka namanya riba.
• c. Memayarkan hutang dengan cara yang baik dan tidak menyakitkan.
• “Sebak-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian
(hutang) HR. Al Bukhari.
• d. Berhutang dengan niat akan melunasi.
• e. Tidak berhutang kecuali dalam keadaan darurat. Misal tidak ada jalan
keluar selain berhutang karena keadaan terdesak.
• [Link] melunasi hutang sesuai kemampuan yang dimiliki dan waktu yang
disepakati.
• g. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan segera
memberithukan kepada pihak yang memberi hutang jangan diam diri dan
lari dari kenyataan. Karena hal ini akan memperparah keadaan.
• h. Memberi tenggang waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam
melunasi hutangnya.
6. Tambahan dalam hutang piutang

• Tambahan dalam hutang piutang dibagi menjadi dua yaitu :


• a. Tambahan yang disyaratkan
• b. Tambahan yang tidak disyaratkan
7. Hikmah hutang piutang
a. Bagi orang yang berpiutang antara lain :
1) Menambah rasa syukur kepada Allah atas karunuanya diberi
kelapangan rejeki.
2) Memupuk sikap peduli atau empeti pada orang yang membutuhkan.
3) Mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan.
4) Menambah pahala karena sebagai ladang ibadah.
b. Bagi yang berhutang antara lain :
1) Menguji kesabaran dan keimanan
2) Kesulitan hidup menjadi berkurang.
3) Dapat membantu terpenuhi kebutuhan hidupnya.

Anda mungkin juga menyukai