DONGENG
AHMAD ADI
FITRAH
Apa Itu
Dongeng?
Dongeng adalah bentuk sastra lama yang menceritakan mengenai suatu peristiwa atau
kejadian yang luar biasa berupa fiksi (tidak nyata) atau khayalan. Dongeng ini
merupakan bentuk cerita tradisional atau juga cerita yang disampaikan secara terun-
temurun dari nenek moyang yang mempunyai fungsi untuk dapat mengajarkan nilai-
nilai moral serta juga sebagai hiburan.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), dongeng adalah cerita yang tidak benar-
benar terjadi.
Ciri-Ciri
Dongeng
1. Diceritakan dengan alur yang sederhana.
2. Alur cerita singkat dan cepat.
3. Tokoh yang ada tidak diceritakan secara detail.
4. Peristiwa yang ada didalamnya kebanyakan fiktif atau khayalan.
5. Ditulis dengan gaya pencitraan secara lisan.
6. Lebih menekankan pada bagian isi atau persitiwa.
Struktur Dongeng
1. Pendahuluan, berisi kalimat pengantar untuk memulai
dongeng.
2. Isi (kejadian/Peristiwa), merupakan bagian penting dari dongeng
yang menceritakan mengenai urutan kejadian dari suatu
peristiwa.
3. Penutup, merupakan bagian akhir cerita yang dibuat untuk
mengakhiri cerita.
Unsur Dongeng
1. Tema merupakan suatu gagasan pokok yang mendasari terbentuknya
sebuah dongeng.
2. Latar atau setting merupakan ruang, waktu, suasana, serta juga alat pada
peristiwa/kejadian yang terjadi dalam sebuah karya sastra.
3. Alur atau plot ini merupakan jalan cerita dalam sebuah karya sastra.
Unsur Dongeng
4. Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita.
5. Penokohan merupakan watak, sifat, sikap, kondisi fisik serta juga
karakter yang dimiliki oleh tokoh dalam sebuah cerita.
6. Sudut pandang merupakan posisi pengarang dalam memandang suatu
peristiwa dalam sebuah cerita.
7. Amanat merupakan sebuah pesan yang ingin disampaikan seorang
penulis atau juga pengarang cerita kepada pembaca.
Jenis-Jenis Dongeng
1. Mite merupakan salah satu bentuk dongeng yang
menceritakan tentang hal-hal gaib seperti cerita dewa, hantu,
peri, serta hal-hal gaib lainnya.
2. Sage merupakan cerita dongeng yang menceritakan mengenai
kepahlawanan, keperkasaan, serta kesaktian dari seseorang
tokoh.
3. Fabel merupakan bentuk dongeng yang tokoh utamanya ini
ialah hewan yang mempunyai perilaku seperti manusia.
Jenis-Jenis Dongeng
4. Legenda merupakan dongeng yang menceritakan mengenai peristiwa
atau kejadian atau asal-usul dari suatu tempat atau juga benda.
5. Cerita jenaka merupakan cerita yang berisi mengenai peristiwa atau
kejadian-kejadian lucu yang menghibur siapa saja yang menontonnya.
6. Cerita pelipur lara merupakan cerita yang biasanya digunakan untuk
menjamu tamu serta juga menggunakan media seperti wayang dan
juga alat lainnya.
7. Cerita perumpamaan merupakan suatu bentuk dongeng yang
mengandung kiasan/ibarat nasihat-nasihat.
Teknik Mendongeng
1. Posisi harus nyaman.
2. Vokal dan ekspresi harus diperhatikan untuk memberi penekanan pada
hal-hal yang seru. Jangan lupa untuk melatih beragam vokal dari
karakter-karakter tertentu, misal suara kucing, suara gajah, suara ayam,
dan sebagainya.
3. Siapkan alat peraga jika memang dibutuhkan, tidak pun tak apa,
masih bisa menggunakan gerak tubuh.
4. Tenang jangan terlihat gugup.
Teknik Mendongeng
5. Improvisasi. Ada kondisi-kondisi tertentu dongeng perlu diimprovisasi
supaya tidak terdengar terlalu kaku, agar suasana nyaman dan akrab.
Pelibatan. Biasakan untuk melibatkan penonton dalam dongeng, buat
6. pertanyaan-pertanyaan atau keterlibatan penonton sesuai kemampuan
dan usianya.
Hafalkan Cerita. Hal yang paling penting adalah menguasai cerita
7. yang akan kita bawakan.
Contoh
Dongeng
Contoh
Dongeng
JACK DAN PARA PERAMPOK
dari Twenty Tellable Tales oleh Margaret read MacDonald
Jack melakukan suatu perjalanan. Dia pergi, berjalan jauh dan jauh hingga akhirnya dia bertemu
seekor kucing.
Kucing itu berkata “MEOW…MEOW…MEOW…kamu mau kemana, Jack?”
“saya hendak bepergian!” Kata Jack.
“bisakah saya ikut bersamamu?”
“tentu! Kata Jack. “ikutlah denganku”
Dan mereka pun pergi sembari bernyanyi. Satu dua,,, satu dua,, satu dua tiga,,,,
Hingga akhirnya mereka bertemu seekor kambing “Mbee…Mbee…Mbeee…Kamu mau
kemana, Jack?”
“saya hendak bepergian!”, kata Jack.
“bisakah saya ikut bersamamu?”
“tentu!” kata Jack. “Ikutlah denganku!”
Dan mereka pun pergi sembari bernyanyi. Satu dua,,, satu dua,, satu dua tiga,,,,
Hingga mereka pun bertemu seekor sapi “NGAAWWWL….”NGAAWWWL…….NGAAWWWL…
“kamu mau kemana, Jack?”
“saya hendak bepergian!”. Kata Jack.
“bisakah saya ikut bersamamu?”
“tentu!” kata Jack. “ikutlah denganku!”
Dan mereka pun pergi sembari bernyanyi. Satu dua,,, satu dua,, satu dua tiga,,,,
Hingga mereka pun bertemu seekor ayam jantan. ,“KUKKURUYUU! KUKKURUYUU! ”
“Kamu mau kemana, Jack?”
“saya hendak bepergian!”, kata Jack.
“bisakah saya ikut bersamamu?”
“tentu!” kata Jack. “Ikutlah denganku!”
Dan mereka pun pergi sembari bernyanyi. Satu dua,,, satu dua,, satu dua tiga,,,,
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
Hingga malam pun tiba.
“dimana kita akan tidur?” tanya para hewan itu.
"Serahkan itu padaku”, kata Jack.
Jack melihat sebuah rumah di atas bukit. Jack memanjat bukit dan melihat ke jendela.
Ada tiga perampok yang sedang menghitung emas mereka.
Jack berkata, "Inilah yang akan kita lakukan."
Jack meletakkan sapi didekat jendela.
Kemudian, Jack meletakkan kambing itu di punggung sapi.
Selanjutnya, Jack meletakkan kucing di punggung kambing.
Terakhir, Jack meletakkan si ayam jantan di punggung kucing.
Jack berkata, "Ketika saya memberi aba-aba ... buatlah keributan yang MENGGEMPARKAN!
"Ketika Jack memberi aba-aba, sapi mulai “Ngaawwlll ...". " kambing mulai “Mbee ..." kucing
itu mulai “Meow ..." dan ayam itu mulai menangis " KUKKURUYUU..."
Tiga perampok itu pun ketakutan!Mereka belum pernah mendengar suara seperti itu! Mereka
melihat keluar jendela dan mereka melihat seekor binatang yang bagian tubuhnya ada seperti
bagian tubuh Sapi, bagian tubuh kambing, bagian tubuh kucing, dan bagian tubuh ayam jantan!
Mereka belum pernah melihat binatang seperti itu! Para perampok melemparkan uang mereka
ke udara. Mereka berlari keluar pintu dan menuruni bukit. Mereka pun tidak pernah kembali.
Jack dan para hewan pun memasuki rumah tersebut dan menghitung emasnya. Masing-masing
dari mereka mendapat satu tas berisikan emas.
Ada tas untuk sapi, tas untuk kambing, tas untuk kucing, tas untuk ayam, dan tas untuk Jack.
keesokan paginya, mereka pun pulang ke rumah sama seperti dengan cara mereka datang.
Satu dua,,, satu dua,, satu dua tiga,,,,
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
Naik bukit….turun bukit dan melewati lembah…
mereka pun pulang dan menjadi kaya
Thank
You !