0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Ciri dan Pengendalian Virus Rabies

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian. Virus RNA berbentuk peluru yang menginfeksi melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Gejala awalnya meliputi gelisah dan sakit kepala, kemudian diikuti dengan kejang otot dan kematian. Diagnosis didasarkan pada tes immunofluoresensi atau isolasi virus. Kontrol meliputi program vaksinasi hewan dan manusia serta regulasi transportasi hewan.

Diunggah oleh

Tiara Ambar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Ciri dan Pengendalian Virus Rabies

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian. Virus RNA berbentuk peluru yang menginfeksi melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Gejala awalnya meliputi gelisah dan sakit kepala, kemudian diikuti dengan kejang otot dan kematian. Diagnosis didasarkan pada tes immunofluoresensi atau isolasi virus. Kontrol meliputi program vaksinasi hewan dan manusia serta regulasi transportasi hewan.

Diunggah oleh

Tiara Ambar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RABIES

Synonym: Hydrophobia, Lyssa


Etiology: Virus RNA bentuk spt peluru
Genus : Lyssavirus
Family : Rhabdoviridae
2 Jenis Ag  nucleoprotein (internal)
glycoprotein (Ag-permukaan)
yg membentuk Ab neutralisasi

Garry C de V Dept. VPH


Virus rabies yg klasik  virus jalanan, tg diisolasi
langsung dari hewan dan tidak mengalami
modifikasi di laboratorium, mempunyai masa
inkubasi bervariasi dan menyerang kel. Ludah.
 virus fixed, virus yg
mengalami adaptasi di lab. dgn pasase serial pd
intracerebral dan mempunyai masa inkubasi
hanya 4–6 hari serta tidak menyerang kel.
Ludah
Ditemukan ada 5 jenis virus di Afrika (Sahara)
yang ada hubungannya dgn v. Rabies yi :
1. Lagos bat virus (LBV) dari kelelawar
frugivorous di Nigeria, Afrika tengah-selatan
Garry C de V Dept. VPH
2. Mokala virus (MOK) dari hewan Crocidura spp,
kucing dan anjing di Nigeria, Cameroon,
Zimbabwe
3. Duvenhage virus (DUV) dari manusia di Afr. Sel
4. Kotonkan virus (KOT) dari Culicoides di Nigeria
5. Obodhiang virus (OBOD) dari nyamuk Mansonia
uniformis di Sudan
Namun virus ini tdk penting dlm epidemiologi peny.
KOT virus mirip dgn ephemeral bovine fever.
Virus ini mempunyai tingkat reaksi silang tertentu thd
v. Rabies berdasarkan uji immuno-fluorescence dan
CFT yg membingungkan D/
Garry C de V Dept. VPH
• Geographic distribution : Tersebar di seluruh
benua, namun tidak di pulau2 di Oceania.
Negara yg bebas rabies adl : Uruguay,
Barbados, Jamaica, kep. Caribbea, Japan,
Scandinavia, Irlandia, Inggris, Belanda,
Bulgaria, Spanyol, Portugal.
• Di negara tertular, rabies tidak tersebar merata,
ada daerah yang bebas di negara2 tsb.
Kejadian : 2 siklus rabies  urban
 wild
Kejadian rabies yg tercatat umumnya dari kota
dimana penderita manusia akibat digigit anjing
rabies
Garry C de V Dept. VPH
• Negara tertular yg melaksanakan vaksinasi
routine, angka insidensi mendekati 0 – 2
• Tahun 1984 IR di dunia 1135 kasus 90 di
Afrika, 213 di Amerika, 831 di Asia, 1 di Eropa.
Namun sebenarnya diperkirakan kejadiannya
adalah 20.482 kasus karena banyak negara yg
sedang berkembang di Amerika (1,3 %), Afrika
(0,6 %), Asia (98 %), Oceania (0,01 %), Eropa
(0,01 %) yg tidak melakukan epidemiologic
surveillance.

Garry C de V Dept. VPH


Penyakit pd manusia: Masa inkubasi 2-8 mgg,
kadang2 10 hari – 8 bulan. Dari 500 kasus yg
dipelajari 4-10 % memiliki masa inkubasi <6 bln
Masa inkubasi ini tgt pd – dosis virus yg masuk
- Letak daerah gigitan
- Parahnya luka
Gejala penyakit mulai dari gelisah, sakit kepala,
demam sedikit, lesu, rasa nyeri pada daerah
gigitan.
Fase ekstasi  hyperesthesia, peka terhadap
sinar dan suara, pupil mata dilatasi, salivasi
meningkat. Lalu timbul kejang otot yang
mengakibatkan keluarnya air dari lambung.
Garry C de V Dept. VPH
• Bila fase excitasi berlanjut maka dapat terjadi
kejang otot pernafasan  dapat mati atau
paralysis umum.
• Pada manusia penyakit berlangsung 2 – 6 hari
kemudian diakhiri dengan kematian.
Penyakit pada hewan  lihat di penyakit Viral
- Furious rabies
- Paralytic (dumb) rabies
Diagnosis: - Direct Immunofluorescence test
- Intracerebral inoculation pada tikus u/
mengisolasi virus
- Microskopik  negri bodies diwarnai
dengan cat Seller atau May-Grunwald
Garry C de V Dept. VPH
atau Mann
Control:
1. Program pengendalian dan pemberantasan
Rabies
2. Pengendalian rabies pada hewan liar
3. Peraturan internasional tentang tatacara
pengangkutan (transportasi) hewan
4. Pencegahan rabies pada manusia
vaksinasi tidak menjamin keberhasilan
perlindungan 100 %.

Garry C de V Dept. VPH

Anda mungkin juga menyukai