0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan68 halaman

Komitmen Manajemen Senior BRCGS

Perusahaan harus memiliki komitmen senior manajemen yang kuat untuk memenuhi standar keamanan pangan global. Mereka harus menetapkan struktur organisasi yang jelas dan tanggung jawab untuk menjamin efektivitas manajemen. Perusahaan juga diharuskan melaksanakan dan mendokumentasikan rencana keamanan pangan berdasarkan prinsip HACCP serta melakukan audit internal secara berkala untuk memastikan kepatuhan."

Diunggah oleh

Rahayu Martha Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan68 halaman

Komitmen Manajemen Senior BRCGS

Perusahaan harus memiliki komitmen senior manajemen yang kuat untuk memenuhi standar keamanan pangan global. Mereka harus menetapkan struktur organisasi yang jelas dan tanggung jawab untuk menjamin efektivitas manajemen. Perusahaan juga diharuskan melaksanakan dan mendokumentasikan rencana keamanan pangan berdasarkan prinsip HACCP serta melakukan audit internal secara berkala untuk memastikan kepatuhan."

Diunggah oleh

Rahayu Martha Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Senior Management Commitmen

1.1 Senior Management Commitmen & Continual Improvment

Pimpinan perusahaan harus menunjukkan komitmen penuh untuk


melaksanakan persyaratan Global Standart Food safety (GFS) dan
memfasilitasi peningkatan berkelanjutan dari keamanan, management
mutu, budaya mutu dan keamanan pangan di perusahaan

1.2 Organisational structure, responsibilities and management authority


1.1.1 Perusahaan harus memiliki kebijakan terdokumentasi
yang menyatakan niat untuk memenuhi kewajibannya untuk menghasilkan produk
yang aman, legal, dan otentik dengan kualitas yang ditentukan, dan tanggung
jawabnya kepada pelanggannya. Ini akan:
• ditandatangani oleh orang yang bertanggung jawab secara keseluruhan atas lokasi
tersebut
• dikomunikasikan kepada semua staf
• menyertakan komitmen untuk terus meningkatkan budaya keamanan dan kualitas
makanan di lokasi.

1.1.2 FSQC harus dilakukan dan dikembangkan terus menerus untuk mencapai culture
positive
Dilakukan review terhadap efektifitas aktivitas setelah selesai
Review dilakukan minimal 1 tahun sekali
1.1.3 Sasaran Mutu.
Perusahaan menetapkan sasaran mutu untuk menetapkan keamanan, keaslian, legalitas
dan kualitas sesuai dengan kebijakan mutu.
Sasaran mutu harus jelas, terdokumentasi, dikomunikasikan ke staff dan dilakukan
monitoring serta dilaporkan setiap 3 bulan sekali ke pimpinan dan seluruh staff.

1.1.4 Management Review


Dilakukan secara berkala, minimal 1 tahun sekali
Dihadiri oleh managemen senior
Mereview kinerja pemenuhan persyaratan BRC
Terdokumentasi dan dikomunikasikan ke staff terkait
1.1.5 Meeting Program
Minimal 1 bulan sekali membahas tentang: food safety, authenticity, legality, integrity
dan quality issue.

1.1.6 Sistem Pelaporan Rahasia


Memiliki system pelaporan yang dijaga kerahasianannya
Mekanisme pelaporan harus dikomunikasikan ke staff
Pimpinan harus menindaklanjuti jika ada pelaporan
Hasil assessment dan tindaklanjut didokumentasikan

1.1.7 Senior management berkomitmen untuk menyediakan SDM dan finansial


yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dan pemenuhan persyaratan
BRCGS
1.1.8 Update Regulasi
Mempunyai system yg memastikan perusahaan mendapat informasi terkini terkait : kemamanan
produk, peraturan negara asal dan negara tujuan, resiko terhadap keaslian bahan baku dll

1.1.9 Memiliki Standart BRCGS Issue 9 copi original

1.1.10 Audit Resertifikasi


Resertifikasi (UNA/NA/ blanded) Harus dilakukan pada atau sebelum jatuh tempo audit yang tertera
pada sertifikat

1.1.11 Kehadiran saat audit


Senior management harus hadir saat opening dan closing meeting
Anggota senior management harus hadir selama audit >> diskusi tentang implementasi FSQC.
Kepala Departemen terkait harus hadir selama audit
1.1.12 Management Senior harus memastikan akar masalah dari temuan sebelumnya
telah ditindaklanjuti

1.1.13 Penggunaan Logo BRCGS dan nomer sertifikat BRCGS


Hanya boleh digunakan sesuai protocol, contoh : tidak boleh ada dikemasan

1.1.14 Jika diharuskan oleh undang – undang, maka produk harus memiliki nomer
pendaftaran.
Contoh : MD, Halal, HACCP
1. Senior Management Commitmen

1.1 Senior Management Commitmen & Continual Improvment

1.2 Organisational structure, responsibilities and management authority

Perusahaan harus memiliki struktur organisasi dan hubungan


komunikasi yang jelas untuk memastikan management yg efektif dalam
menjamin keamanan, keaslian, legalitas dan kualitas produk
1.2.1 Memiliki struktur organisasi
Terdokumentasi (terdapat diokumen job desk).
Wakil Ketika pemegang jabatan berhalangan harus ditetapkan

1.2.2 Tanggung Jawab


Terdokumentasi Seluruh staff memahami tanggungjawabnya dan dapat bekerja sesuai
prosedure.

1.2.3 Staff harus bersedia melapor ketidaksesuaian kepada atasan

1.2.4 Konsultan (Ahli dari eksternal)


Konsultan boleh digunakan namun tanggung jawab harian tetap menjadi tanggung
jawab management
2. Rencana Keamanan Pangan - HACCP
Perusahaan harus melaksanakan secara efektif Rencanan Keamanan pangan mencakup
prinsip HACCP

[Link] HACCP
Harus multi disiplin (QA, QC, Produksi, Teknik, Sanitasi)
Ketua tim harus memahami, memiliki kompetensi dan pengalaman serta pelatihan tentang HACCP
Jika ada persyarata kusus harus mengikuti
Anggota Tim HACCP harus memiliki pengetahuan tentang produk, proses dan bahaya

2.1 Cakupan HACCP termasuk tahapan proses dan produk harus di tetapkan (manual
HACCP)
2.2 Pre Requisite Program
Harus ada GMP dan SSOP yang mempertimbangkan production risk zoning, harus terdokumentasi
dan dimasukkan dalam bahan review HACCP

2.3 Deskripsi Produk


Membuat deskripsi setiap produk / grub produk
Informasi yang relavan sebagai Analisa bahaya dikumpulkan dipelihara, dikendalikan dan
didokumentasi :
a) Literatur
b) Sejarah dan bahaya katagori produk tertentu
c) Regulasi
d) Persyaratan pelanggan
e) Peta pabrik
f) Diagram distribusi air
g) Zoning area
2.4 Menetapkan Target Pengguna

2.5 Menetapkan Diagram Alir


2.6 Verifikasi Diagram Alir
2.7 Identifikasi Potensial Bahaya
Mengidentifikasi bahaya, melakukan Analisa bahaya, menetapkan Tindakan pengendalian
Jika pengendalian bahaya dilakukan melalui PRP, perlu dilakukan validasi

2.8 Menentukan CCP


2.9 Menentukan Batas Kritis CCP
Harus ada validasi
2.10 Penentuan Monitoring CCP
2.11 Penentuan Tindakan Koreksi
2.12 Validasi dan Verifikasi HACCP
A. Validasi harus dilakukan setiap terjadi perubahan
B. Verifikasi dapat dilakukan melalui : internal audit, review laporan, review complain dan
recall. Hasil verifikasi dicatat dan dikomunikasi kepada tim HACCP

C. Review dilakukan setiap ada perubahan, minimal 1 tahun sekali oleh tim HACCP

2.13 Dokumentasi dan Pencatatan


3.1 Food Safety & Quality Manual
Proses dan prosedure perusahaan untuk memenuhi persyaratan BRCGS harus terdokumentasi
meliputi penerapan yang konsisten, pengadaan pelatihan, lingkungan selama proses produksi
Prosedure harus diterapkan sepenuhnya dan tersedia untuk staff

3.2 Dokumen Kontrol


Perusahaan harus memiliki prosedur untuk mengelola dokumen, memastikan system pengendalian
dokumen efektif.
Hanya dokumen yang berlaku yg tersedia dan digunakan.
Perlu dibuat list dokumen yg meliputi: no dokumen, judul, edisi, tanggal efektif dan alas an
perubahan

3.3 Record completion and maintenance


Perusahaan harus menyimpan catatan asli dan ada prosedurnya
Minimal penyimpanan catatan = masa simpan produk + 12 bulan
3.4 Internal audit
Menunjukkan bahwa audit internal adalah bukti penerapan yang efektif dan implementasi
persyaratan keamanan pangan yang merujuk pada GSF dan system management mutu keamanan
pangan

3.4.1 Program Audit Internal :


Minimal ada 4 tanggal audit tersebar sepanjang tahun
Frekwensi audit ditetapkan berdasarkan risk assessment sebelumnya
Ruang Lingkup audit minimal : HACCP, PRP, Food Froud & Food Defance, prosedur pemenuhan
standart

3.4.2 Auditor internal


Harus kompeten dan terlatih (ada sertifikat eksternal/internal), tidak boleh mengaudit departemen
sendiri
3.4.3 Pelaksanaan Audit Internal
Sesuai program, hasil audit dilaporkan ke auditee, hasil perbaikan diverifikasi, ketidak sesuaian
diverifikasi

3.4.4 Inspeksi lingkungan pabrik dan peralatan produksi (audit internal GMP)
Minimal inspeksi terhadap kinerja haosekeeping, bangunan dan peralatan
Dilakukan berdasarkan resiko, setiap ada perubahan (minimal 1 bulan sekali di area open produk)

3.5 Supplier and raw material approval and performance monitoring

3.5.1 Pengelolaan pemasok bahan baku dan kemasan


Perusahaan harus memiliki program approval supplier dan program pemantauan yang efektif
untuk semua bahan mentah termasuk kemasan.
[Link] Risk Asessment
Terdokumentasi untuk setiap bahan baku dan kemasan
Diperbarui jika ada resiko baru muncul, penarikan produk, perubahan pada jenis RM, pengolahan RM,
Supplier. Minimal perbaruan setiap 3 tahun sekali.

3..5.1.2 Prosedure Aproval Supplier


Supplier dipilih berdasarkan :
a. Supplier memiliki sertifikasi BRC/ GFSI
b. Audit Supplier ;
pastikan audit mencakup food safety, HACCP review, product security dan food defence,
pengimplementasian manajemen mutu serta GMP
Harus dilakukan oleh auditor kompeten
c. Kuisioner :
Hanya bisa dilakukan untuk pemasok dengan resiko rendah (missal pemasok karton, stapping band)
[Link] Penilaian Kinerja Supplier
Harus terdokumentasi tentang kinerja pemasok berdasarkan resiko dan kriteria kerja pemasok.
Untuk supplier yang persetujuannnya menggunakan kuisioner harus diterbitkan ulang minimal 3
tahun sekali

[Link] List Aproval Supplier

[Link] Bahan baku, tambahan dan kemasan yang dibeli dari non pabrikan

[Link] Supplier harus memiliki system teaceability yang efektif


Perusahaan harus memastilkan supplier (produsen/ manufactur) menerapkan system teach
Jika berdasarkan kuisioner : penilaian dilakukan minimal 3 tahun sekali.
RM yang langsung dari farm >> teach tidak wajib (mis: data panen, data budidaya perikanan/
pertanian)
[Link] Harus ada Prosedur Aproval Supplier jika
a. Supplier RM ditentukan oleh buyer
b. Informasi persetujuan pemasok tidak tersedia (mis, produk komoditas pertanian curah)
Untuk kasus diatas harus dilakukan pengujian produk untuk menentukan kualitas dan keamanan
RM

3.5.2 Prosedure penerimaan, pengawasan dan Managemen RM dan bahan kemas


Pengawasan dan enerimaan RM (termasuk kemasan primer) harus memastikan tidak
membahayakan keamanan, keabsahan, kualitas produk dan keasliannya. Prosedur harus mencakup
:
[Link] Prosedure penerimaan RM & kemasan primer
[Link] Prosedure Ketika ada perubahan
3.5.3 Managemen Supplier Jasa, harus ada:
• Procedure persetujuan dan monitoring supplier jasa berdasarkan risk assessment
• Kontrak dan persetujuan formal
• Review kinerja
Supplier jasa meliputi : pest control, laundry, sanitasi, teknik, transportasi, gudang luar,
pengemasan di luar, lab, catering, limbah, jasa training dan jasa konsultan

3.5.4 Management Proses oleh Pihak Ketiga


Jika ada tahapan yang dilakukan oleh pihak ketiga, maka harus dikelola untuk memastikan hal
yang tidak aspek keamanan, legalitas dan keaslian produk dengan cara :
[Link] Mendeklarasikan dan mendapat approval dari pemilik brand
[Link] ada procedure approval dan monitoring proses yang dikerjakan pihak ketiga
[Link] Resiko keamanan, keasian dan legal produk menjadi bagian dari HACCP plan
[Link] Harus ada persyaratan yang di outsourced : mencakup setiap penanganan kusus produk,
didokumentasikandalam spect jasa dan harus disepakati

[Link] Harus dibuat kontrak dan menjaga treachbility

[Link] Harus ada prosedur inspeksi dan pengujian yang frekuensi dan metodenya
berdasarkan risk asessment

3.6 Spesifikasi
Perlu adanya spesifikasi bahan baku, kemasan, produk akhir dan segala produk dan jasa yang
dapat mempengaruhi keutuhan produk akhir
Ada persetujuan / kontrak untuk produk customer branded
Ada review spesifikasi minimal 1 tahun sekali
3.7 Corective Action & Preventive Action
Perusahaan harus menunjukkan bahwa semua masalah yang diidentifikasi dapat digunakan untuk
melengkapi Tindakan koreksi dan mencegah keterulangan
3.7.1 memiliki procedure koreksi dan penanganan masalah termasuk penyelesaian akar
masalah dan implementasi Tindakan pencegahan

3.7.2 Harus dilakukan inversigasi dan pencatatan meliputi : penyebab/akar masalah, Tindakan
koreksi, penanggung jawa hingga verifikasi terhadap perbaikan

3.8 Control Terhadap Produk Yang Tidak Sesuai


Perusahaan harus memilikiprosedure penanganan produk tidak sesuai dan memastikan bahwa
produk yang tidak memenuhi spest dikelola secara efektif agar tidak di release
3.9 Ketelusuran
Perusahaan harus dapat menelusuri seluruh lot RM/kemasan dari supplier melalui seluruh tahapan
proses hingga distribusi ke konsumen atau sebaliknya

3.9.1 Ada Prosedur Treachbility


Mencakup seluruh proses, bagaimana system dilakukan dan persyaratan labeling dan rekaman

3.9.2 Treachbility Mencakup Setiap Material

3.9.3 Tes Treachbility


Dilakukan untuk setiap kelompok produk
Memastikan ketelusuran supplier RM / kemasan – Produk akhir
Memastikan mass balance (termasuk printed label)
Dilakukan ujicoba minimal 1 tahun sekali
Dapat tertelusur dalam waktu 4 jam
3.9.4 treachtibility untuk produk rework

3.10 Penangan Komplain


Komplain harus dapat ditangani secara efektif, harus ada rekaman/rekap complain dan trend data
komplain

3.11 Management Of Incident, Product Withdrawal And Product Recall


3.11.1 harus ada prosedur pelaporan dan managemen insiden
3.11.2 harus ada procedure penarikan produk
3.11.3 Ada uji coba penarikan produk dan kejadian luar biasa minimal 1 tahun sekali
3.11.4 Harus ada procedure untuk menginformasikan ke Badan Sertifikasi
4.1 EXTERNAL STANDART
Lingkungan produksi harus memiliki ukuran, lokasi dan konstruksi yang sesuai serta dipelihara
untuk mengurangi resiko kontaminasi dan menghasilkan produk yang aman dan legal

4.1.1 Aktivitas di sekitar lingkungan produksi


4.1.2 area luar produksi
4.1.3 Penataan/susunan bangunan

4.1.4 Pengendalian Staff, contractor dan visitor

4.2 FOOD DEFECE


Sistem harus melindungi produk, perusahaan dan brand dari malicious contamination saat
berada di bawah pengawasan perusahaan

4.2.1 Penanggung jawab; memahami food defence dan jika dipersyaratkan perundangan,
pelatihan harus dilakukan
4.2.2 Memiliki dokumen Treat Assesment / TACCP
Mencakup potensi resiko, dan caman ekternal internal.
Direview minimal setahun sekali atau saat resiko baru muncul

4.2.3 TACCP mencakup RM dan Produk

4.2.4 Area yang berisiko


Harus diidentifikasi, diawasi dan dikendalikan
Termasuk Gudang penyimpanan eksternal, titik masuk produk dan RM
Karyawan harus dilatih site security dan food defence

4.3 LAYOUT, PRODUCT FLOW AND SEGREGATION


Denah pabrik, alur proses dan pergerakan karyawan harus memadai untuk mencegah
resiko kontaminasi terhadap produk

4.3.1 Zona resiko


4.3.2 Peta Pabrik
Dapat menjelaskan :
• Production risk zoning : hight-risk, hight care, ambient, low risk dan enclosed product
• Akses karyawan, RM, Produk jadi dan produk terbuka
• Alur pergerakan karyawan, RM/Kemasan, pembuangan limbaj, rework
• Lokasi fasilitas staff
• Segregasi waktu digunakan
4.4 Lingkungan pabrik, bangunan dan fasilitas lainnya harus sesuai dengan tujuan
penggunaan
Meliputi:
4.4.1 dinding
4.4.2 Lantai
4.4.3 Plafon
4.4.4 Atap gantung/berongga
4.4.5 Tangga / lantai 2 yang berdekatan / melewati bagian atas opent product area
4.4.6 Jendela
4.4.7 Pintu
4.4.8 Lampu dan penerangan
4.4.9 Ventilasi
4.4.10 Plastik curtain
4.5. UTILITIES – WATER, ICE, AIR, AND OTHER GAS
4.5.1 Air
Seluruh air (es dan uap) yang digunakan memenuhi persyaratan air minum, tidak ada resiko
kontaminasi, jumlah cukup
Penyimpanan missal tangka dan penanganan harus diatur untuk meminimalisir resiko
Pengujian mikro dan kimia sesuai regulasi, minimal 1 tahun sekali

4.5.2 Diagram distribusi Air


4.5.3 Udara dan Gas Lainnya
Harus sesuai regulasi

4.6 EQUIPMENT
Seluruh peralatan produksi dan penanganan produk harus sesuai dengan tujuan
penggunaan dan harus digunakan untuk meminimalisasi resiko kontaminasi produk
4.6.1 Harus ada spesifikasi peralatan baru

4.6.2 Harus ada identifikasi design dan kontrusi. Peralatan yg kontak dengan produk harus
food grade

4.6.3 ada prosedur commissioning

4.6.4 harus ada prosedur peralatan bergerak

4.6.5 Peralatan yang tidak digunakan/ tidak terpakai


Disimpan dalam kondisi bersih.
Peralatan yang tidak digunakan setiap hari harus dibersihkan dan didisinfeksi sebelum
digunakan
4.6.6 Peralatan Bergerak (forklip, hand pallet, lift dll)
Bila digunakan diarea produk terbuka tidak menyebabkan resiko terhadap produk
Bila digunakan di area luar, harus dibersihkan dan didisfeksi sebelum masuk ke area produksi

4.6.7 Peralatan Batery charging


Tidak disimpan diarea produk terbuka kecuali dalam keadaan tertutup sempurna

4.7 MAINTENANCE
Program pemeliharaan harus diterapkan dipabrik dan peralatan untuk mencegah
kontaminasi serta mengurangi resiko kerusakan
4.7.1 Rencana preventive maintenance terjadwal

4.7.2 Inspeksi peralatan


4.7.3 Dokumen Perbaikan Peralatan
4.7.4 Pemeliharaan dan pembersihan
4.7.5 Bahan dan Bagian Penyususn Peralatan
4.8 STAFF FACILITIES
Harus dapat mengakomodasi jumlah karyawan, didesain dan dioperasikan untuk meminimalisir
resiko kontaminasi dan harus dipelihara dalam kondisi baik dan bersih
4.8.1 Fasilitas Ganti Baju
4.8.2 Fasilitas Loker
4.8.3 Pakaian
4.8.4 Fasilitas Cuci Tangan
4.8.5 Toilet
4.8.6 Ruang Merokok
4.8.7 Ruang Makan

4.8.8 Catering (Termasuk Vending Machine)


4.9 KONTAMINASI BAHAN KIMIA DAN FISIK
Fasilitas dan prosedur yang memadai harus diterapkan untuk mengendalikan kontaminasi fisik dan
kimia
4.9.1 Kontrol bahan kimia
Ada daftar bahan kimia pangan dan non pangan
Ada MSDS dan spect
Area penyimpanan terpisah antara bahan kimia pangan dan non pangan
Akses dibatasi
Terdapat prosedur penanganan tumpahan, pembuangan dan pengembalian

4.9.2 Kontrol benda tajam


Harus ada prosedur penyimpanan dan penggunaan benda tajammenghindari kemasan yang
mennggunakan stapples/paku payung

4.9.3 Kontrol kaca, plastic, keramik dan lainnya


4.9.4 Kontrol kemasan dari bahan kaca/ benda pecah lainnya
4.9. 5 Kontrol Kayu

4.9.6 Kontaminasi fisk lainnya


Kontaminasi dari RM
Kontaminasi dari portable handle equipment (alat tulis, hp dll): harus dibatasi penggunaannya.
Design alat tulis:
• Tidak terdiri dari small part
• Dapat dideteksi logam
• Digunakan diarea kontaminasi dapat dicegah

4.10 PERALATAN PENGHILANG DAN PENDETEKSI BENDA ASING


Resiko kontaminasi harus dikurangi atau dihilangkan dengan penggunaan peralatan yang efektif
untuk menghilangkan benda asing
4.10.1 Selesi benda asing dan peralatannya
Ada risk asisesment terhadap jenis benda asing dan alat penghilangnya
Prosedure pengujian dan monitoring investigasi
4.10.2 Sringan dan Ayakan- NA

4.10.3 Metal detector


Detektor logam harus tersedia kecuali tidak dapat meningkatkan keamanan pangan atau telah
menggunakan metode yang lebih efektif dan justifikasi harus di dokumentasikan.
Sistem operasi harus berhenti otomatis dan alarm menyala saat logam terdeteksi
Menetapkan prosedur pegoperasian dan pengecekan MD
Terdapat procedure pengujian MD

4.10.4 Magnet - NA
4.11 HOUSE KEEPING & HYGIENE
Sistem kebersihan dan pemeliharaan harus dilakukan untuk memastikan higienitas
dipelihara secara terus menerus dan kontaminasi dapat diminimalisir
1. Prosedur pembersihan untuk bangunan dan fasilitas
2. Prosedur pembersihan peralatan proses dan peralatan yang kontak langsung dengan
makanan
3. Pengecekan kebersihan alat sebelum digunakan
4. Peralatan kebersihan harus diidentifikasi sesuai kebutuhan
5. Program pemantauan lingkungan harus dilakukan untuk organisme pathogen dan
pembusuk yang relevann, minimal untuk area produk terbuka dan ready to eat.
Program harus direview minimal 1 kali pertahun atau jika ada perubahan
4.12 PENANGANAN LIMBAH
Penanganan limbah harus dikelola sesuai legal, mencegah akumulasi, resiko kontaminasi
dan menarik hama

4.12.1 Lisensi Pembuangan Limbah


Mempunyai ijin pembuangan limbah cair, ijin pengumpulan sementara limbah B3
Kontraktor limbah B3 harus belisensi dan catatan pemindahan harus terpelihara

4.12.2 Tempat limbah eksternal & internal


Harus diidentifikasi, tertutup, berfungsi dengan baik dan dikosongkan sesuai frekwensi
4.12.3 Pembuangan sampah dari open product area harus tidak membahayakan keamanan
produk
4.12.4 Jasa Pihak Ketiga
Jika produk yang tidak aman atau bahan bermerek dagang dimusnahkan oleh pihak ketiga menjadi spesialis
dalam pembuangan produk atau limbah yang aman dan harus memberikan catatan yang mencakup jumlah
limbah yang dikumpulkan untuk pemusnahan atau pembuangan.
Catatan pemusnahan atau pembuangan harus dipelihara. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk
limbah tidak masuk kembali ke rantai pasokan makanan setelah dikirim untuk dibuang

4.3 MANAGEMENT SURPLUS FOOD AND PRODUCT FOR AMINAL FEED


Seluruh produk yang dijual ke karyawan atau untuk amal aman dikonsumsi dan memenuhi
persyaratan legal serta trechbility dipelihara
Produk sampingan/ surplus yg digunakan untuk pakan ternak harus dipisah dari limbah dan
kontaminasi selama penyimpanan dan tetap memenuhi persyaratan legislative yang relevan
4.14 MANAGEMENT HAMA
Seluruh bagian perusahaan harus memiliki program managemen pencegahan hama yang efektif. Program
managemen hama harus memenuhu seluruh aturan yang berlaku

Tidak ada infestasi hama


Dapat dilakukan secara internal atau menggunakan jasa kompeten
Frekwensi kunjungan dilakukan oleh penilaian resiko. Penilaian resiko harus ditinjau ulang setiap
ada perubahan denah dan kasus hama
Terdapat dokumentasi dan rekaman managemen hama
Alat harus dioperasikan secara tepat
Harus memiliki tindakan pencegahan untuk burung
Tindakan segera setelah ditemukan hama
4.15 FASILITAS PENYIMPANAN
Seluruh fasilitas yang digunakan dalam penyimpanan RM, kemasan, dan produk harus sesuai dengan
peruntukannya

Prosedur pemeliharaan keamanan dan kualitas produk selama penyimpanan


Suhu dan admotfir penyimpanan
Rotasi stock (FIFO)

4.16 TRANSPORTASI
Perlu adanya procedure untuk memastikan bahwa managemen pengiriman dan kendaraan yang
digunakan untuk transportasi produk tidak berisiko terhadapkemanan, keselamatan dan kualitas
produk.
Prosedure loading dan transportasi
Persyaratan kemdaraan
Kontrol suhu selama transport
Prosedure pembersihan
Prosedur transportasi

Jika menggunakan kontraktor harus memiliki procedure approval, ada penilaian kinerja
5.1 PENGEMBANGAN DAN PRODUK BARU
Tersedia procedure pengembangan dan perubahan produk dan pembatasan ruang lingkup produk
baru untuk mengendalikan masuknya bahaya (allergen, glass packaging,mikro dan ingredients)
Semua produk baru dan formulasi harus disetujui oleh ketua / anggota tim HACCP
Uji coba produk baru harus didokumentasi dan jika tidak dilakukan harus ada assessment yag
terdokumentasi
Uji Coba umur simpan

5.2 LABELING PRODUCT


Pelabelan produk harus sesuai dengan persyaratan dan mengandung informasi safe handling
display, penimpanan, dan preparasi produk dalam rantai pasok makanan dan saat di costumer.
Memiliki sisrem verifikasi ingredient dan labeling allergen
Memiliki prosedur approval artwork dan sign off
5.3 MANAGEMENT ALERGEN
Perusahaan harus memiliki system managemen bahan allergen untuk meminimalisir resiko
kontaminasi allergen pada produk dan memenuhi persyaratan label negara tujuan
Harus ada Asessment terhadap keberadaan dan peluang cross allergen termasuk:
a. review spect RM, allergen
b. statement dari supplier
c. Kebijakan dan procedure penanganan RM hingga produk akhir
d. Pertimbangan fisik material allergen
e. Pengendalian untuk mengurangi / menghilangkan resiko cross contak

Perlu adanya pengendalian pada peralatan dan alat kebersihan


Jika risk asessmen menunjukkan cros contak allergen tidak dapat dihindari, maka allergen warning
harus dicantumkan pada label sesuai undang undang berlaku
5.4 PRODUCT AUTHENTICITY, CLAIMS
Sistem yang diberlakukan memampu meninimalisir resiko pemalsuan bahan baku dan
memastikan seluruh deskripsi produk dan claim legal, akurat dan terverifikasi

5.4.1 Penanggung jawab VACCP;


harus memahami resiko di perusahaan, mempunyai pengetahuan tentang RM, jika di
persyaratkan perundangan, pelatihan harus di lakukan
5.4.2 akses informasi;
asosiasi erdagangan, pemerintah, swasta,update regulasi
5.4.3 Vulnerability assessment
Dilakukan untuk semua RM,
disusun dalam vulnerability assessment plant (VACCP)
Direview minimal 1 tahun sekali atau jika ada perubahan
5.4.4 Jika RM diidentifikasi memiliki resiko pemalsuan, maka harus ada proses
jaminan

5.4.5 - 7 Klaim Pada produk akhir


Contoh klain: logo halal, produk organic, HACCP dll
Harus ada mass balanca sesuai persyaratan sertifikasi, minimal per 6 bulan
Harus ada sertifikat

5.5 KEMASAN PRODUK


Kemasan produk dan proses pembelian kemasan harus sesuai dengan kegunaan.
Kemasan harus disimpan dalam kondisi untuk mencegah kontaminasi
Kemasan sesuai karakteristik produk akhir
Kemasan primer harus ada bukti bebeas resiko migrasi kimia
Kemasan sementara harus warna kontras dan tidak mudah sobek
Ada management kemasan bekas
5.6 PRODUCT INSPECTIOM, ON SITE PRODUCT TESTING &
LABORATORY ANALISYS
Perusahaan harus memiliki inspeksi dan analisissubcon untuk memastikan
keamanan, keaslian, legality dan quality sesuai prosedur
5.6.1 Program pengujian terjadwal
Termasuk metode, proses sampling, proses pengiriman ke lab, frekuensi dan batas

5.6.2Pencatatan dan Review


5.6.3 Validasi dan Verifikasi Umur Simpan
5.6.4 Pathogen testing
Dapat disubkan, ada procedure pencegahan resiko kontaminasi ke produk
5.6.5 laboratirum internal – NA
5.7 PRODUCT RELEASE
Perusahaan memastikan produk akhir tidak dirilis kecuali jika seluruh procedure
telah dilaksanakan

5.8 PET FOOD and ANIMAL FEED – NA


5.9 ANIMAL PRIMARY CONVERSION - NA
6.1 CONTROL OF OPERATION
Perusahaan menerapkan spesifikasi proses / prosedur yang memastikan proses produksi aman
dan legal sesuai dengan kualitas yang di inginkan
Meliputi :
1. Spesifikasi rm, bahan kemas, FG
2. Setting peralatan
3. Proses monitoring
4. Validasi terhadap perubahan proses
5. Pengecekan awal produksi
Review dilakukan jika terjadi perubahan
0 6.2 LABELING & PACK CONTROL
Harus ada pengendalian label yg memastikan pelabelan dan pengkodean telah sesuai

6.2.1 Proses dan pengendalian kemasan


Memastikan hanya kemasan yang dipakai yang ada di mesin pengemas
Setting kode printing dilakukan oleh staff berwenang
Harus ada pemeriksaan kecocokan penggunaan label dengan ketentuan pembeli

6.2.2 Pemeriksaan Lini Produksi


Dilakukan pemeriksaan terdokumentasi bahwa area proses telah bersih dari printed/coded
packaging dan label proses sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan setiap sebelum produksi dan
ketika ada perubahan jenis produk

6.2.3 Prosedure Pengemasan & Pelabelan


Untuk memastikan produk dikemas dan diberi label dengan benar: awal pengemasan, selama
proses, saat pergantian batch dan akhir produksi
Pemeriksaan harus mencakup verifikasi labeling, kualitas, barcode, allergen, negara asal
0 6.3 QUANTITY – WEIGHT, VOLUME AND NUMBER CONTROL
Nett weight harus sesuai dengan kemasan
Prosedure pengujian dan pengecekan berat termasuk proses penanganan kemasan riject

6.4 KALIBRASI DAN KONTROL ALAT UKUR


Perusahaan mampu menunjukkan bahwa alat ukur yang digunkan akurat dan terpercaya
Ada identifikasi dan daftar alat ukur
Prosedure kalibrasi
Alat untuk mengendalikan CCP, operasional dan lab harus di kalibrasi eksternal
0 7.1 TRAINING : HM HANDLING, PREPARATION, PROCESSING, PACKING AND STORAGE
Perusahaan memastikan seluruh personel kompeten dengan cara training atau berdasarkan
pengalaman kerja

1. Seluruh keryawan harus diberi pelatihan sebelum bekerja


2. Karyawan CCP harus dilatih, ada SK, ditetapkan standart kompetensinya dan di assessment
3. Program pelatihan

4. Semua karyawan termasuk teknik harus ditraining tentang handling allergen


5. Training pelabelan dan kemasan untuk petugas yg relevan

6. Semua training di catat dan di review


0 7.2 PERSONAL HYGIENE: HM HANDLING, PREPARATION, PROCESSING, PACKING AND STORAGE
Standart personal hygiene perusahaan mampu meminimalisir resiko kontaminasi produk dari
personel dan mudah diaplikasikan oleh seluruh personel

7.2.1 Persyaratan personal hygine harus didokumentasikan dan dikomunikasikan serta di cek
secara rutin

7.2.2 Cuci tangan; harus dilakukan dan frekwensi disesuaikan dengan tingkat resiko. Instruksi
yang tepat dengan mempertimbangkan Bahasa karyawan termasuk adanya gambar, KFDA = 20
DETIK BRC = 40-60 detik
7.2.3 Plester ; semua luka harus ditutup plester biru yg bisa terdeteksi logam, harus
dimonitoring penggunaannya

7.2.4 Test Plester : dilakukan setiap batch pada plester yang dibeli, catatan disimpan dan
dipelihara
7.2.5 Obat pribadi : harus dikontrol, ada procedure dan catatan
0 7.3 MEDICAL SCREENING
Perusahaan memiliki procedure memastikan staff, pengunjung dan kontraktor tidak menjadi
sumber penyebaran penyakit
1. Terdapat procedure awareness untuk karyawan, visitor dan kontraktor
2. Terdapat procedure jika karyawan sakit / pernah kontak dengan penderita sakit

7.4 PROTECTIVE CLOTING : STAFF OR VISITORS TO PRODUCTION AREAS


Baju pelindung harus digunakan saat bekerja atau memasuki area produksi

7.4.1 Persayaratan Baju Pelindung

7.4.2 jumlah dan fungsi baju pelindung

7.4.3 Laundry
Pakaian harus dilaundry oleh approved laundry / inhouse laundry kecuali untuk pakaian
pelindung yang tidak digunakan untuk tujuan keamanan produk dan untuk dikenakan di
enclosed area atau low risk
0 7.4.4 Ganti baju produksi
7.4.5 Sarung tangan
7.4.6 frekwensi mencuci perlengkapan keja yang tidak bias di laundry
NA
0 8.1 LAUOYT, PRODUCT FLOW AND SEGRGATION AREA
Perusahaan harus memiliki fasilitas produksi yangdapat mencegah kontaminasi pathogen pada
produk

8.1.1 Peta pabrik (4.3.2)


8.1.2 Segregasi High risk area – NA
8.1.3 Segregasi high- care area – NA
8.1.4 Ambient high care

8.2 BUILDING FABRIC IN HIGH RISK AND HIGHT


NA

Anda mungkin juga menyukai