0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Fogging untuk Pengendalian Nyamuk DBD

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang fogging yang dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan asap insektisida. Fogging bertujuan untuk membunuh sebagian besar vektor penyakit demam berdarah yang infektif secara cepat dan menekan kepadatan nyamuk. Namun, fogging memiliki kelemahan karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak dapat memberantas nyamuk secara tuntas.

Diunggah oleh

998intanpuspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan15 halaman

Fogging untuk Pengendalian Nyamuk DBD

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang fogging yang dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa dengan menggunakan asap insektisida. Fogging bertujuan untuk membunuh sebagian besar vektor penyakit demam berdarah yang infektif secara cepat dan menekan kepadatan nyamuk. Namun, fogging memiliki kelemahan karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak dapat memberantas nyamuk secara tuntas.

Diunggah oleh

998intanpuspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FOGGING

PUSKESMAS CIPTOMULYO – DINAS KESEHATAN KOTA


MALANG TAHUN 2019
FOGGING
FOG = ASAP
FOGING : Pengasapan untuk membunuh
nyamuk dewasa
TUJUAN :
1. Membunuh sebagian besar vektor yang
infektif dengan cepat (knock down effect)
2. Menekan kepadatan vektor DHF selama
beberapa waktu
OBAT YANG DIGUNAKAN DI
FOGGING
Bahan aktif Organofosfat golongan
menengah
Dengan merk dagang :
- Malation ( Di Ind. 1972)
- Sinop
Pelarut : Solar
Bahan bakar : premium/ bensin
SIFAT RACUN INSEKTISIDA BAGI
KESEHATAN MANUSIA :

1. Karsinogenik ( Pembentukan jaringan


kanker pada tubuh )
2. Mutagenik ( Kerusakan genetik untuk
generasi yang akan datang )
3. Teratogenik ( Kelahiran anak cacat dari
ibu yang keracunan
Bahaya jangka panjang insektisida
(dampak Kronis ):
1. Sistem syaraf, berupa masalah ingatan,
sulit berkonsentrasi, perubahan
kepribadian, kelumpuhan, kehilangan
kesadaran koma
2. Perut, berupa muntah- muntah, sakit
perut, diare
3. Sistem kekebalan dan keseimbangan
hormon
Prinsip kerja pelaksanaan Foging
:
1. Sistem panas ( Thermal Fogging )
hasil semburan gas pembakaran memecah
larutan insect menjadi fog.
Cocok untuk indoor.
Contoh :
- Swing fog SN 11
- Swing fog SN 50
2. Sistem dingin ( Cold Fogging )

Bukan hasil semburan gas panas tp hasil tekanan


mekanik. Fog yg dihasilkan lebih [Link].
Jarak efektif semburan 50m dg kecepatan angin
6-8 km/jam
Kecepatan angin hrs rendah n suhu tdk terlalu
panas (06.00 – 10.00) sore (16.00 – 15.00)
Berat kosong 244 kg ( diangkut dg roda 4)
Contoh : ULV ( ultara low volume )
PROSEDUR PERMINTAAN
FOGGING :
BILA DITEMUKAN 1 / LEBIH PENDERITA DB

RT/RW SETEMPAT MENGAJUKAN


PERMOHONAN FOGGING KEPADA PUSKESMAS
TEMBUSAN : KELURAHAN

BILA HASIL SURVEY ( o/ Petugas Puskm. )


- Jentik > 20% positif
- Ditemukan ada 1/ lebih penderita DBD/ada
penderita DBD meninggal

PELAKSANAAN
FOGING GRATIS
HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM
FOGGING
1. PERSIAPAN SEBELUM FOGGING :
 Semua makanan minuman harus disimpan ditempat tertutup
rapat (mis : almari )
 Kompor, lampu/semua nyala api dimatikan
 Binatang piaraan dikeluarkan dr rmh. Ikan/ aquarium bisa
ditutup rapat
 Mainan anak2 disimpan ditempat aman dari semprotan
pengasapan
 Kasur, bantal,sprei dilipat
 Peralatan mamin n masak ditutup
 Semua jendela ditutup sedangkan pintu dibuka
 Kamar mandi & tempat penampungan air dikosongkan
 Selambu dibuka
2. PADA SAAT FOGGING
Semua penghuni hendaknya berada di luar
rumah
Semua penghuni tidak diperkenankan mengikuti
petugas fogging / keluar masuk rumah
Fogging dilaksanakan di dalam rumah !!!
3. SELESAI FOGGING
 Setelah fogging pintu ditutup selama 30mnt – 1jam
 Semua TPA bak mandi, gentong dibersihkan dengan cara
disikat bag dalamnya, agar telur nyamuk yang melekat
rontok
 Mengepel lantai n membersihkan mebelair dari bekas
penyemprotan agar penghuni rumah terhindar dari
keracunan
 Apabila ada [Link] yang terkena semprot harus dibuang
ditempat yang aman dari binatang peliharaan.
 Apabila ada serangga yang mati agar dikubur/ dibuang
ditempat sampah yang aman dari jangkauan binatang
peliharaan
 Bila air kamar mandi terkena fogging harus dikuras
KELEMAHAN FOGGING:
Dengan penyemprotan hanya Nyamuk dewasa
yang mati sedangkan jentik tidak mati
Sehabis difoging jentik akan menetas lagi jadi
nyamuk
Fogging tidak bisa memberantas nyamuk
Aedes aegypti secara tuntas
Sisa ( residu ) akan meracuni lingkungan
Pencemaran udara bisa membahayakan
kesehatan bagi manusia dan hewan.
Bisa menimbulkan keracunan pada manusia
Gejala Keracunan :
Sakit kepala, pusing, tremor, pupil
mengecil, penglihatan kabur/ gelap,
muntah, kejang perut, diare, sesak napas ,
berkeringat
Keluar lendir dari hidung, bahkan bisa
gagal jantung
PENANGANAN :
Kirim ke RS ( 2 jam kumbah lambung, > 2
jam injeksi )
ILUSTRASI
PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK
10

10
4
10 10

10 103

2 107
10 10
10
104
100~400 10
10
107
10 102
Asumsi:

10 103 1. Semua telur


menetas melahirkan
10 10
4
nyamuk betina
10 2. Berkembang biak
t1 t2 t3 t4 t510 waktu tidak ada gangguan

10 102 104 106 1012 1024


TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai