0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan32 halaman

Panduan Administrasi Tes Rorschach

Diunggah oleh

4b9bv94sbg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan32 halaman

Panduan Administrasi Tes Rorschach

Diunggah oleh

4b9bv94sbg
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ADMINISTRASI

TES RORSCHACH
Administrasi Tes Rorschach

1. Ada 10 kartu resmi dalam tes ini.


2. Kartu-kartu tersebut umumnya dirahasiakan dari publik
sehingga terdapat reaksi spontan dari subjek.
3. Kartu-kartu tersebut tebal, karton persegi panjang dengan
ukuran 6 5/8 inches by 9 1/5 inches.
4. 5 dari kartu tes berwarna hitam di kertas putih,
2 kartu berwarna merah dan hitam di kertas putih,
dan 3 sisanya berwarna-warni (multicolored).
Administrasi Tes Rorschach
(cont.)

1. Kesiapan tester dan testee


• Siap dan bersedia melakukan tes
• Sehat secara fisik dan psikis
2. Suasana lingkungan
• Bervariasi, testee dibuat merasa santai
• Testee membangun rapport (hubungan yang baik)
• Fisik: ruangan, lingkungan, penerangan,
sirkulasi udara, dan lain-lain.
Karakteristik Kartu Tes
Rorschach

Karakteristik masing-masing kartu Rorschach (I-X)


 Kartu kromatik: berwarna selain hitam, putih dan
abu-abu, kartu II, III, VIII, IX, X
 Kartu akromatik : berwarna hitam, putih dan abu-
abu. kartu I, IV, V, VI, VII.
KARTU I

• Black ink. Sebuah bentuk segitiga kasar, arahkan ke bawah  menunjukkan luas,
rubah seperti wajah dengan telinga menonjol. Naughty bits: sepasang payudara
(bulatan proyeksi di blot bagian atas); sosok perempuan vertikal, batang tubuh
nya sebagian terlihat melalui gaun tipis (sepanjang garis tengah).*
• Seberapa cepat Anda menjawab diambil sebagai indikasi seberapa baik Anda
mengatasi situasi baru.
• Jika subjek tidak memberikan lebih dari 1 respon untuk kartu 1, beberapa
Psikolog akan memberikan hint untuk melihat gambar lebih dekat.
KARTU II

• Black and red ink. Dua bercak abu-abu gelap menggambarkan figur
yang sedang menari. Naughty bits: penis (tengah atas, tinta hitam);
Vagina (daerah merah di tengah bawah).
• Bercak merah pada kartu II seringkali dilihat sebagai darah, dan kartu
ini adalah kartu yang paling khas. Respon subjek terhadap kartu ini
digunakan untuk mengukur bagaimana mereka menangani perasaan
marah atau luka batin. Bisa juga menghasilkan respon seksual.*
KARTU III
Disebut “kartu
penolong”
(recovered
card). Untuk
subjek yang
mengalami
kesulitan
dengan kartu I.
.

• Black and red ink. Dua sosok yang jelas. (Tinta hitam) saling
berhadapan/membelakangi. Berbentuk kupu-kupu blot merah antara
kedua sosok. Naughty bits: penis dan payudara (pada posisi anatomis yang
tepat untuk setiap gambar).*
• Bercak tinta merah biasanya dipersepsikan secara terpisah. Respon yang
umum adalah "bow-tie" atau "ribbon" (inner red area) dan sebagai perut
dan kerongkongan (outer red areas).
• Kartu III berupa dua manusia yang saling berinteraksi, dan digunakan
untuk mengetahui bagaimana subjek berhubungan dengan orang lain.
KARTU IV Disebut juga
father card
karena
menimbulkan
persepsi adanya
unsur yang
berkuasa dan
juga
menakutkan
.

• Black ink. Bentuk segitiga kasar, mengarah ke atas, dengan dua daerah
tikungan rendah menyerupai sepatu/boots atau hewan peliharaan.
Naughty bits: two penises (di kedua sisi blot, dekat puncak segitiga);
Vagina (di tengah baris di dekat bagian atas dari blot).
• Deskripsi ummnya adalah beruang, gorilla, atau pria mengenakan mantel
tebal. Bad descriptions adalah monster atau monster atau gorilla yang
menyerang-teori Rorschach menyamakan deskrpsi Anda dengan persepsi
Anda terhadap sosok ayah atau sosok pria yang berkuasa.*
• Kartu IV didominasi oleh warna gelap, digunakan untuk mengetahui
bagaimana subjek mengatasi stres dan depresi.
KARTU V
Disebut juga
seperti kartu III
“kartu
penolong”
Variasi jawaban
tidak banyak
kareba
bentuknya jelas
dan sederhana.

• Black ink. A simple, bat like shape. Naughty bits: two penises (the "ears"
or "antennae").
• Kartu yang paling mudah di interpretasikan menurut Rorschach.
• Mengartikan proyeksi di ujung sayap kalelawar sebagai kepala buaya
mensignifikansi hostility. Melihat sepasang antena kupu-kupu atau kaki
sebagai gunting atau pliers disignifikansi sebagai castration complex.*
Disebut sex
KARTU VI card
Bagi testi yang
mempunyai
problem seksual,
.
kemungkinan
testi menolak
memberikan
jawaban

• Black ink. Bentuk yang tidak teratur seperti karpet kulit hewan. Naughty bits: penis
(center line at top); vagina (below penis).
• Merupakan blot yang paling sulit karena seluruh blotnya seperti tidak membentuk
suatu apapun.
• Dasarnya, rahasia dari kartu ini adalah dengan memutarnya. A good response
adalah dengan menyebutnya seperti binatang bersembunyi (satu-satunya respon
yang paling beralasan ketika memegangnya sisi kanan atas).*
• Digunakan untuk mengukur kedekatan antar individu, termasuk persepsi
seksual.
KARTU VII

Karena
berkaitan
dengan
kelembutan dan
kewanitaan,
maka kartu ini
disebut dengan
mother card.

• Black ink. Blot berbentuk huruf U, setiap sisi dari U menyerupai


sosok wanita dalam dress narrow-waisted. Naughty bits: a
vagina (on center line at bottom of U).
• Digunakan untuk mengukur feminitas , termasuk hubungan
dengan wanita dalam kehidupan subjek (hubungan dengan
ibu).
• Pink, blue, gray, and orange ink. Sebuah
susunan melingkar yang hampir
berhubungan - segitiga abu-abu
KARTU VIII (menunjuk ke atas) di atas, sepasang
persegi panjang biru di tengah, blot pink
dan oranye di bagian bawah, dan dua
blot merah muda berbentuk seperti
"hewan“ terbentuk di sisi kanan dan kiri
lingkaran. Naughty bits: a vagina (pink-
orange area at bottom).
• Penting bagi Anda untuk melihat hewan
berkaki empat, seperti singa, babi,
beruang, dll. Mereka salah satu
tanggapan yang paling umum pada tes,
dan Anda diasumsikan sebagai orang
cacat mental jika Anda tidak
melihatnya.*
• Kartu ini lebih kompleks dan
berwarna. Terkait dengan "perubahan
kecepatan" subjek dalam mengerjakan
sesuatu, tingkat rangsangan emosional
dan situasional subjek.
Kartu ini
KARTU IX disebut sebagai
intelectual
blocking card,
karena hanya
orang yang
berintelek cukup
tinggi yang
mampu
memberikan
jawaban yang
baik..

• Green, orange, and pink ink. Sebuah persegi panjang tegak yang sangat tidak
beraturan. Oranye di bagian atas, daerah hijau yang menonjol di pusat,
merah muda di bagian bawah. Naughty bits: a vagina (center line at bottom).
• Karakteristik kartu IX adalah bentuknya tidak jelas dan menyebar, sehingga
menciptakan ketidakjelasan. Jika subjek kesulitan menjawab kartu ini,
maka itu mungkin menunjukkan bahwa subjek juga kesulitan jika
berurusan dengan data-data tidak terstruktur.*
KARTU X

• Pink, blue, gray, green, yellow, and orange ink. Beraneka macam bentuk
berwarna cerah, bentuk yang paling kacau dari semua kartu. Naughty bits:
penis and testes (top center, gray ink).*
• Ada dua jawaban holistic yang baik: kehidupan laut dan pemandangan
melalui mikroskop. Beberapa subjek melihat dua wajah kemerahan di
tengah atas, dipisahkan oleh maple orange key.*
• Secara struktural mirip dengan kartu VIII, namun lebih kompleks.
Mencerminkan bagaimana upaya subjek untuk keluar dari situasi tertentu
dan rasa keingintahuan subjek dan untuk menguji kemampuan organisasi.
ADMINISTRASI TES
RORSCHACH (CONT.)
Langkah-Langkah dalam Administrasi

1. Persiapan alat-alat tes Rorschach

2. Memperkenalkan teknik kepada responden.

3. Memberikan instruksi tes.

4. Fase performance proper (PP)

5. Fase inquiry

6. Analogy

7. Testing the limits


Persiapan Tes

Kesiapan Tester dan Testi

• Testi harus diperlakukan sedemikian rupa sehingga merasa santai (perlu adanya
rapport)

Suasana Lingkungan
• Tester dan Testi duduk berdampingan
• Tester duduk berhadap-hadapan dengan testi
• Tester duduk di samping testi membentuk sudut siku
Pengaturan Tempat Duduk
• 10 kartu Rorschach, kartu I paling atas, keadaan dibalik sehingga gambar/bercak
tinta menghadap ke bawah
• 2 lembar jawaban (untuk performance proper dan inquiry)
• Alat pengukur waktu atau stopwatch
• Alat tulis
Persiapan alat-alat tes Rorschach
PERKENALAN/INSTRUKSI
TES

1. Memperkenalkan tes kepada responden.

“Sekarang kita akan melakukan tes noda tinta – apa Anda pernah
mendengar tentang tes ini sebelumnya?”

Saya akan memperlihatkan kepada Anda beberapa kartu noda tinta


dan bertanya kepada Anda kartu itu berbentuk seperti apa, dll.

2. Jangan perlihatkan kartu kepada responden. Tumpuk kartu


menghadap ke bawah sesuai urutan dengan kartu I di paling atas.
(paling bawah kartu X), kartu bisa
diletakkan disamping/dipangku
memberikan intruksi menggunakan kata-kata netral dan tidak sugestif.
Tahap-tahap Tes

1. Performance Proper (PP)

Pada tahap ini, tester menyajikan 10 kartu bercak tinta secara urut
Testi diberi kesempatan untuk memberikan respon secara spontan
Tugas tester adalah mencatat:
Respon atau jawaban Respon yang diberikan subjek
testi perlu dinomori dengan Romawi

Waktu reaksi

Waktu Waktu respon tiap kartu

Waktu respon total

Posisi kartu yang dipegang


Posisi Kartu testi saat memberi respon
><v 6 “Loosli-Usteri”
Tester juga mencatat tingkah laku dan ekspresi wajah testi saat respon

• Tester sebaiknya menjawab hal itu terserah kepada testi.


• Setiap orang memperlakukan kartu itu secara berbeda-beda, maka testi
dipersilahkan memperlakukan sesuai keinginannya.

Bila testi bertanya “Apakah kartu boleh dipegang atau diputar-putar?”


• Tester harus juga menjawab terserah kepada testi
• Bila hanya 1 jawaban: “Apakah anda mengira hanya boleh satu
jawaban?”.
• Jika testi menjawab “ya”, maka diberitahu bahwa jawaban boleh lebih
dari satu.
Bila testi bertanya, “Berapa jawaban yang harus diberikan?”.

• Tester menjawab, “Beberapa orang dapat melihat lebih dari satu hal
pada setiap kartu. Kalau anda melihatnya seperti itu, silahkan
memberitahukan kepada saya”.

Jika testi mengatakan “tidak, saya hanya punya satu jawaban”.


Jika sudah dipancing demikian, namun testi jawab bahwa
hanya itu saja jawabannya, maka tester tak perlu lagi
bertanya atau memeberi rangsangan lebih lanjut.
• Sejauh ini tidak ada patokan, menurut eksperimen
Rorschach sendiri, orang normal memberikan respon 15-30
jawaban untuk kesepuluh kartu.
• Jawaban 50 buah adalah maksimal.

Apabila testi memberi respons terlalu banyak

• “Jawaban yang terlalu banyak belum tentu akan membuat


hasil tes lebih baik”.

Tester boleh memberikan saran untuk tidak memberikan


respons terlalu banyak.
Bila testi menghubungkan bercak dengan pengalaman masa lalu,
maka tester hendaknya mengulang instruksi: mengatakan apa yang
dilihat dari bercak itu.

Saat testi khawatir akan tujuan tes, tester boleh menceritakan


sepuluh kartu ini adalah hasil seleksi dari beribu-ribu kartu.

Saat seorang testi tidak mau memberi respon disebut “kartu


kosong”, maka dibahas pada tahap inquiry.
2. Inquiry
 Tahap kedua ini dilakukan sesudah performance proper,
dimana testi dirancang untuk mengungkap bagaimanatesti
samai pada respon yang diberikan, sehingga dapat diberikan
skor dengan tepat.
 Tujuan → Untuk memperjelas jawaban agar dapat diberi skor
dengan tepat, dapat dilakukan dengan:
a. Memperoleh berbagai keterangan dari testi tentang bagai
mana cara dia melihat bercak sehingga sampai pada konsep
jawabannya.
b. Memberikan kesempatan kepada testi untuk melengkapi
jawabannya maupun menambah respon-respon baru.
A. INQUIRY UNTUK LOKASI
Merupakan bagian bercak yang dijadikan sebagai landasan bagi testi
untuk memberikan konsep jawabannya. Dengan cara testi diminta
untuk:
a. Melingkari/menunjukkan lokasi gambar pada kartu.
b. Melingkari lokasi pada location chart dengan pensil
c. Menjiplak gambar yang dilihat pada kartu itu diatas kertas
tembus.
d. Menggambarkan jawabannya secara bebas berdasarkan pada
bercak pada kertas lain
B. INQUIRY UNTUK DETERMINAN
Tujuan → Untuk mengungkapkan bagaimana cara testi melihat bercak,
sehingga dia mencapai konsep tersebut. Aspek-aspek determinan:
a) Penggunaan bentuk (form) → pasti (definit), kurang pasti (semi-
definint), tidak pasti (in-definit)
b) Gerakan (movement) → makhluk (manusia/binatang), objek-objek
mekanis, gerakan tersirat
c) Perbedaan gelap & terang bercak (shading)
d) Warna (color)
C. INQUIRY UNTUK ISI (CONTENT)
 Biasanya tidak diperlukan lagi karena konsep
yang di lihat sudah cukup jelas
 Dilakukan apabila tester masih ragu dengan
jawaban testii
D. HAL-HAL YANG PERLU
DICATAT DALAM INQUIRY
 Semua jawaban yang harus dicatat secara teliti
 Tester perlu mencatat/menggambar lokasi yang digunakan testi untuk
membuat jawaban
 Jawaban baru yang menjadi tambahan pada tahap inquiry disebut
dengan jawaban tambahan (additional)
3. Tahap Analogy
 Bersifat opsional, boleh dilaksanakan tetapi juga boleh tidak
dilaksanakan. Tergantung pada kondisi tes atau jawaban yang
diberikan.
 Tahap ini dilakukan apabila tester menjumpai situasi:
a. Ada “kartu kosong” atau ditolak testi
b. Determinan/lokasi tertentu muncul sangat sedikit/hanya satu,
padahal bercak mempunyai fasilitas tersebut.
 Pertanyaan pada tahap analogy bersifat membandingkan atau
manganalogikan dengan jawaban testi sendiri yang sudah ada (bukan
jawaban orang lain).
 Pertanyaan bersifat analogi diberikan jika ada kartu yang tidak
memiliki jawaban sama sekali.
 Tidak diperkenankan mengajukan pertanyaan bersifat langsung dan
sugestif.
 Tahap analogy dilakukan apabila jawaban-jawaban yang diberikan
testi dari 10 kartu itu ada satu determinan yang muncul.
4. Tahap Testing The Limit
 Tahap ini dilakukan apabila pada tahap sebelumnya testi tidak
dapat memberika jawaban tertentu, yaitu:
a. Tidak ada lokasi keseluruhan (W) atau sebagian besar (D)
b. Tidak ada konsep manusia/hewan yang sedang bergerak, skor
M/FM
c. Tidak ada jawaban yang mengkombinasikan antara bentuk dan
warna (FC)
d. Tidak ada jawaban yang menggunakan shading atau skor
mengandung c, K, k
e. Tidak ada jawaban populer
f. Tidak ada jawaban pada satu kartu atau lebih (menolak untuk
menjawab)
Prosedur Khusus
Digunakan dalam situasi-situasi khusus, untuk orang-orang
yang gangguan mental

a. Prosedur asosiasi bebas (free association procedure)

• Situasi klinis
• Testee memberi jawaban yang isi content berulang-ulang,misal
: kartu warna 2,3,8,9,10, semua direspon darah
• Tambahan interpretasi kualitatif

[Link] pembentukan konsep (concept formation


procedure)

• Tester memberikan seluruh kartu Misal : ditanya berkali-kali


tidak bisa, lalu ditekan. Cara : kartu dikelompokkan berdasar
warna oleh tester, lalu ditanya kepada testee, pengelompokan
berdasar warna?sehingga dapat menjawab warna dipaksa
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai