0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Panduan Lengkap tentang Rabies dan Pencegahannya

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf melalui gigitan hewan. Virusnya menyebar lewat air liur hewan terinfeksi. Gejalanya bervariasi antara demam, sakit kepala, hingga kelumpuhan. Diagnosa didasarkan pada luka gigitan dan tes laboratorium. Pengobatannya meliputi vaksinasi dan serum anti-rabies. Pencegahannya lewat vaksinasi hewan dan hindari kontak dengan hewan liar.

Diunggah oleh

tristanyogapratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Panduan Lengkap tentang Rabies dan Pencegahannya

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf melalui gigitan hewan. Virusnya menyebar lewat air liur hewan terinfeksi. Gejalanya bervariasi antara demam, sakit kepala, hingga kelumpuhan. Diagnosa didasarkan pada luka gigitan dan tes laboratorium. Pengobatannya meliputi vaksinasi dan serum anti-rabies. Pencegahannya lewat vaksinasi hewan dan hindari kontak dengan hewan liar.

Diunggah oleh

tristanyogapratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rabies

Oleh
ENI SUSIATI
Pengertian Rabies

• Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf
manusia. Virus rabies yang bernama Lyssavirus menular ke manusia
melalui gigitan hewan. Itulah mengapa penyakit ini termasuk penyakit
zoonosis.
• Di Indonesia, penyakit ini terkenal dengan nama penyakit anjing gila. Hal
ini karena hewan yang paling sering menyebabkan rabies adalah anjing.
• Meski begitu, ada banyak hewan lain yang juga bisa menyebabkan
penyakit ini, seperti kucing, kelelawar dan kera.
• Hewan yang terinfeksi bisa menularkan virus penyakit tersebut melalui
air liur, gigitan, atau cakaran dan jilatan pada kulit seseorang yang
terluka.
• Biasanya, hewan yang berisiko tinggi menularkan rabies adalah hewan
liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Penyebab Rabies

• Penyebab rabies adalah infeksi virus Lyssavirus. Virus ini menyebar melalui
air liur hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan
virus melalui gigitan hewan atau orang lain.
• Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyebar ketika air liur
hewan yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka atau selaput lendir,
seperti mulut atau mata. Hal ini bisa terjadi jika hewan tersebut menjilat
luka terbuka di kulit kamu.
• Semua hewan mamalia bisa menyebarkan virus rabies. Namun, berikut
hewan yang paling umum menularkan penyakit tersebut:
• Hewan peliharaan dan ternak, seperti kucing, sapi, anjing, musang,
kambing, kuda.
• Hewan liar, seperti kelelawar, berang-berang, rubah, monyet, rakun, sigung.
• Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, virus bisa menyebar ke penerima
transplantasi jaringan dan organ dari organ yang terinfeksi.
Masa Inkubasi dan Sumber Penularan

• Masa inkubasi rabies, atau waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh hingga
menimbulkan gejala, bervariasi. Pada hewan, masa inkubasi penyakit ini adalah sekitar 3-8
minggu.
• Sementara itu, pada manusia, masa inkubasi umumnya 2-8 minggu. Namun, terkadang bisa
10 hari sampai 2 tahun.
• Sumber penularan yang utama adalah anjing, kucing, dan kera. Setelah virus masuk ke dalam
tubuh manusia, selama sekitar 2 minggu virus akan tetap tinggal di tempat masuk dan atau di
dekat tempat gigitan.
• Kemudian, virus akan bergerak ke ujung-ujung serabut saraf posterior, tanpa menunjukkan
perubahan fungsinya. Selama proses perjalanan virus ke otak, virus akan membelah diri atau
bereplikasi.
• Jika virus sudah mencapai otak, mereka akan menyebar luas ke semua bagian neuron. Selain
itu, virus juga akan masuk ke sel-sel limbik, hipotalamus, dan batang otak.
• Setelah bereplikasi pada neuron-neuron sentral, virus rabies akan bergerak keseluruh organ
dan jaringan tubuh. Hingga akhirnya menyerang organ-organ dan jaringan tubuh yang
penting.
• Ada beberapa fakta menarik mengenai penyakit ini yang juga perlu kamu ketahui. Simak
artikel Ini 5 Fakta tentang Penyakit Rabies.
Faktor Risiko Rabies

• Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko


terjadinya infeksi ini, yaitu:
• Bepergian atau tinggal di negara berkembang.
• Bersentuhan dengan hewan liar yang terinfeksi. Ini
termasuk kelelawar dalam goa.
• Bekerja sebagai dokter hewan.
• Bekerja di laboratorium yang rentan berkontak dengan
virus.
• Memiliki luka terbuka pada kulit.
• Menerima transplantasi organ dari orang yang terinfeksi.
Gejala Rabies

• Apa yang terjadi jika terkena rabies? Gejala penyakit ini umumnya muncul 3
hingga 12 minggu setelah kontak langsung dengan hewan terinfeksi.
• Beberapa gejala awal yang dapat muncul meliputi:
• Peningkatan suhu tubuh.
• Sakit kepala.
• Merasa tidak enak badan.
• Rasa tidak nyaman di lokasi gigitan.
• Beberapa hari kemudian, gejala lain yang dapat muncul adalah:
• Kebingungan atau perilaku agresif.
• Melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata (halusinasi).
• Mulut memproduksi banyak air liur.
• Kejang otot.
• Kesulitan menelan dan bernapas.
• Ketidakmampuan untuk bergerak (lumpuh).
Diagnosis

• Hingga saat ini, belum ada pemeriksaan yang dapat mendiagnosis infeksi virus. Penyakit ini umumnya baru
bisa terdeteksi setelah pengidap mengalami gejala.
• Setelah gejala muncul, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan pada pengidap. Ini termasuk bekas
gigitan, cakaran atau luka terbuka.
• Pemeriksaan dapat mengetahui seberapa besar risiko infeksi pada pengidap.
• Kategori luka rabies dari intensitas keparahannya adalah:
• Rendah. Berupa jilatan atau sentuhan di kulit.
• Sedang. Berupa gigitan atau cakaran yang tidak menyebabkan perdarahan.
• Tinggi. Berupa gigitan, jilatan atau cakaran pada area luka terbuka, mata atau mulut dan menyebabkan
perdarahan.
• Setelah terdeteksi, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan prosedur ini:
• Tes antibodi. Ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekebalan tubuh untuk melawan virus.
• CT scan atau MRI. ini bertujuan untuk mendeteksi peradangan pada otak akibat virus.
• Biopsi. Ini bertujuan untuk mendeteksi protein virus dari sampel jaringan luka.
• Kultur virus rabies atau PCR. ini bertujuan untuk mendeteksi adanya air liur hewan pada luka pengidap.
• Prosedur diagnosis juga akan dokter lakukan pada hewan. Dokter hewan akan mengamati selama 10 hari
untuk melihat tanda penyakit ini.
• Namun, ada atau tidaknya gejala pada hewan, dokter tetap akan menyuntikkan vaksin untuk meminimalisir
risiko infeksi.
Pertolongan Pertama dan Pengobatan Rabies

• Pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan jika baru saja tergigit hewan yang
terkena infeksi virus rabies, adalah:
• Jika ada perdarahan atau luka terbuka, tekan area luka dengan kain bersih atau
kasa steril.
• Bersihkan atau cuci luka gigitan atau cakaran hewan dengan air mengalir dan
sabun, selama 10–15 menit.
• Kemudian, oleskan cairan antiseptik dengan kandungan povidone iodine atau
alkohol dengan kadar 70 persen ke area luka.
• Segeralah ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
• Di rumah sakit, dokter biasanya akan memeriksa dan membersihkan luka gigitan
atau cakaran.
• Lalu, dokter akan memberi serum dan vaksin rabies. Dengan tujuan untuk
membantu sistem kekebalan tubuh melawan virus ini, agar infeksi pada otak
dapat kamu cegah.
Komplikasi Rabies

• Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:


• Distonia yaitu kontraksi otot tanpa terkendali.
• Balismus yaitu gerakan tubuh tanpa sadar.
• Koreoatetosis yaitu gerakan tidak terkendali berupa
hentakan.
• Gangguan motorik halus.
• Masalah pada komunikasi verbal dan nonverbal.
• Gangguan pola berjalan.
• Perubahan kekuatan motorik pada lengan dan tungkai.
Pencegahan Rabies

• Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah paparan virus:
• Vaksinasi hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing.
• Hindari kontak hewan peliharaan dengan hewan liar, terutama yang
menunjukkan gejala. Kamu juga perlu menjaga jarak dengan hewan liar. Kamu
bisa mewaspadai hewan tersebut dengan mengetahui
Ini Cara Mengenali Tanda Anjing Terkena Rabies.
• Tutup semua celah dan lubang di rumah yang bisa jadi sarang hewan liar.
• Dapatkan vaksin rabies, terutama bila kamu ingin bepergian atau sering
berada di sekitar hewan-hewan yang mungkin terinfeksi.
• Bila kamu digigit atau dicakar binatang liar, segera temui dokter sesegera
mungkin.
• Selain itu, pencegahan dan pemberantasan penyakit ini dapat kamu lakukan
dengan memberi vaksin rabies pada hewan peliharaan, setiap 1 tahun sekali.
Kapan ke Dokter?

• Segera buat janji medis setelah digigit, dijilat


atau dicakar oleh hewan apapun atau hewan
yang mungkin terinfeksi rabies.
• Perawatan yang tepat dan cepat dapat
meminimalisir risiko komplikasi yang serius.

Anda mungkin juga menyukai