0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan19 halaman

Uji Kompetensi Pelaksana Pekerjaan Jalan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai uji kompetensi yang mencakup substansi presentasi tentang penerapan SMK3-L, komunikasi di tempat kerja, dan melaksanakan berbagai pekerjaan konstruksi jalan seperti drainase, tanah, perkerasan, dan pelengkap jalan. "

Diunggah oleh

boynugraha727
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan19 halaman

Uji Kompetensi Pelaksana Pekerjaan Jalan

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai uji kompetensi yang mencakup substansi presentasi tentang penerapan SMK3-L, komunikasi di tempat kerja, dan melaksanakan berbagai pekerjaan konstruksi jalan seperti drainase, tanah, perkerasan, dan pelengkap jalan. "

Diunggah oleh

boynugraha727
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UJI KOMPETENSI

[Link].04. PENJELASAN SINGKAT PROYEK TERKAIT /


KEGIATAN TERSTRUKTUR LAINNYA

Skema Sertifikasi : Pelaksana Lapangan


Pekerjaan Jalan Level 5
Kualifikasi : Teknisi/Analis Jenjang 5
Nama Asesi :
NIK Asesi :
Tgl. Asesmen : 19 Januari 2024
TUK :
Nama Asesor :
SUBSTANSI PRESENTASI
Substansi yang harus disampaikan antara lain:
Menerapkan SMK3-L dan Komunikasi di tempat kerja
Melaksanakan pekerjaan drainase
Melaksanakan pekerjaan tanah
Melaksanakan pekerjaan perkerasan berbutir
Melaksanakan pekerjaan perkerasan aspal
Melaksanakan pekerjaan perkerasan beton semen
Melaksanakan pekerjaan pelengkap jalan
Menerapkan Peraturan Perundang - Undangan, Sistem Manajemen Mutu (SMM),
dan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L)

Unit kompetensi ini diterapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas


pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jalan, meliputi:
1. Identifikasi Peraturan dan perundang-undangan terkait jasa konstruksi
2. Identifikasi Ketentuan yang berkaitan dengan SMK3L pelaksanaan pekerjaan Jalan
3. Ketentuan tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM)
4. Identifikasi resiko, penilaian resiko dan pengendalian resiko K3
 Penerapan SMK3-L
 Memenuhi 9 (Sembilan) komponen
 Komitmen Keselamatan Konstruksi biaya penerapan SMK3 - L.
 Penyiapan RKK;
 Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
 Menggunakan tenaga kerja kompeten  Sosialisasi, promosi, dan pelatihan;
bersertifikat;  Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri;
 Menggunakan peralatan yang memenuhi  Asuransi dan perizinan;
standar kelaikan;
 Personel Keselamatan Konstruksi;
 Menggunakan material yang memenuhi
standar mutu;  Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan;
 Menggunakan teknologi yang memenuhi  Rambu-rambu yang diperlukan;
standar kelaikan;  Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan
 Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur Konstruksi, dan
(SOP); dan
 Memenuhi 9 (Sembilan) komponen  Kegiatan dan peralatan terkait dengan
biaya penerapan pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi
SMKK.
MELAKSANAKAN KETENTUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) DI TEMPAT KERJA

1. Mengidentifikasi lokasi pekerjaan akan potensi resiko kecelakaan


pekerjaan.
2. Menyiapkan perlengkapan K3L yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan.
3. Menerapkan ketentuan K3L di tempat kerja.
4. Menerapkan Langkah-langkah antisipasi potensi kecelakaan di lokasi
pekerjaan.
5. Membuat laporan penerapan ketentuan K3L.
 Penerapan SMK3-L

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

Alat Pelindung Diri (APD) terdiri dari :


- Alat pelindung kepala (helm)
- Alat pelindung mata
- Alat pelindung telinga
- Alat pelindung pernafasan
- Alat pelindung tangan
- Pakaian pelindung
- Alat pelindung kaki
 Penerapan SMK3-L

KELENGKAPAN DAN
PELAKSANAAN SMK3-L

RAMBU – RAMBU K3
Melakukan Komunikasi di Tempat Kerja
Unit kompetensi ini dilaksanakan dengan tujuan dapat melaksanakan
komunikasi yang efektif dan efisien selama melaksanakan pekerjaan, baik
dengan bawahan maupun atasan manajer lapangan pelaksanaan pekerjaan
Jalan, seperti:
1. Menginterpretasikan informasi dan instruksi dari atasan
2. Melakukan komunikasi dengan rekan kerja
3. Melakukan komunikasi dengan bawahan
• Membuat gambar kerja /shop drawing
• Gambar rencana diinventarisasi berdasarkan dokumen
kontrak.
• Melakukan uitzet untuk mengetahui kondisi lapangan
terkait pekerjaan yang akan dilaksanakan,
• Penyesuaian dilakukan terhadap gambar rencana sesuai

Melakuka
dengan kondisi lapangan hasil uitset
• Mobilisasi sumber daya
• Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan diidentifikasi sesuai

n dengan jadwal kerja.


• Peralatan, bahan, dan tenaga kerja disiapkan sesuai dengan jadwal
kerja.

Pekerjaan • Instruksi kerja disampaikan secara tertulis pada pihak-pihak


terkait.

Persiapan • Melakukan koordinasi pekerjaan, baik teknis maupun nonteknis


• Permasalahan yang timbul dirumuskan secara cermat dan
sistematis.
• Permasalahan yang timbul didiskusikan dengan pihak-
pihak terkait.
• Solusi pemecahan masalah disepakati dengan pihak-pihak
terkait.
Melaksanakan Pekerjaan
Tanah
•Pekerjaan tanah merupakan proses penyiapan lahan
agar sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sebelum
pelaksanaan pembangunan dilakukan. Berikut sedikit
penjelasan dari pekerjaan tanah pada proyek jalan :

• Pekerjaan Galian
• Pekerjaan Timbunan
• Penyiapan Badan Jalan
• Pemadatan
Melaksanakan
Pekerjaan Perkerasan
Berbutir

Perkerasan berbutir biasanya


digunakan untuk Lapis pondasi
agregat yaitu lapisan struktur yang
berada di atas tanah /sub grade yang
berfungsi untuk memberikan daya
dukung pada jalan sehingga
permukaan jalan tetap dalam kondisi
stabil. Lapis pondasi agregat dibagi
menjadi 2 tipe struktur yaitu agregat
kelas A dan agregat kelas B.
Melaksanakan Pekerjaan Perkerasan Berbutir
Metode Pelaksanaan • Metode Pelaksanaan Agregat Kelas A
Pelaksanaan agregat kelas B dilakukan Pelaksanaan lapis pondasi agregat kelas A
setelah subgrade siap. Berikut langkah- hampir sama dengan LPB. Berikut langkah
langkah pekerjaan agregat kelas B. kerja pondasi agregat kelas A.
1. Pekerjaan persiapan subgrade. Apabila
1. Proses pengangkutan dari stockpile
sudah siap maka dilakukan pengukuran menuju lokasi penghamparan
menggunakan alat ukur seperti TS, menggunakan dump truck.
theodolit maupun waterpass.
2. Proses pengangkutan agregat dari stockpile 2. Penghamparan agregat menggunakan
menuju lokasi penghamparan Motor Grader. Tebal hamparan agregat
maksimum 20 cm.
menggunakan dump truck.
3. Penghamparan agregat menggunakan 3. Proses pemadatan menggunakan alat berat
Motor Grader. Tebal hamparan agregat vibro roller. Pada saat pemadatan perlu
maksimum 20 cm. menjaga kadar air. Oleh karena itu perlu
4. Proses pemadatan menggunakan alat berat dilakukan penyiraman menggunakan truck
vibro roller. Pada saat pemadatan perlu water tank.
menjaga kadar air. Oleh karena itu 4. Pengujian ketebalan LPA atau tes spit
perlu dilakukan penyiraman menggunakan
truck water tank. 5. Pengujian kepadatan agregat
menggunakan metode sand cone. Tingkat
5. Pengujian ketebalan LPB atau tes spit
kepadatan sampai 100%.
6. Pengujian kepadatan agregat
menggunakan metode sand cone. Tingkat 6. Pengujian CBR lapangan dan CBR lab.
kepadatan sampai 100%. Nilai CBR minimal 90%.
7. Pengujian CBR lapangan dan CBR lab.
Nilai CBR minimal 60%
Melaksanakan Pekerjaan
Perkerasan Beton Semen

• Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Perkerasan Jalan


Beton Semen (Pd T-05-2004-B) prosedur
pelaksanaan perkerasan beton mencakup
persyaratan bahan, penyiapan tanah dasar dan lapis
pondasi, penyiapan pembetonan, pembetonan,
pengendalian mutu dan pembukaan untuk lalu-lintas.
• Tersedianya JMF beton sebelum pengecoran
• Pada saat pengecoran dilakukan test slump,
dimana kriteria penerimaan slump
didasarkan pada nilai slump yang terdapat
pada JMF
Pengendalian • Pembuatan benda uji silinder untuk
Mutu pengujian mutu beton
• Saat di tuang, dilakukan penggetaran agar
tidak keropos setelah beton mengering
• Perawatan beton sampai umur 28 hari
dengan di rendam air
Melaksanakan Pekerjaan Perkerasan Aspal

• Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet berupa lapis perata, lapis pondasi,
lapis antara atau lapis aus campuran beraspal panas yang terdiri dari agregat dan bahan aspal
yang dicampur secara panas di pusat instalasi pencampuran, serta menghampar dan
memadatkan campuran tersebut di atas pondasi
• Surface course Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur
Pada tahap ini material yang dipakai adalah campuran aspal panas dapat berupa AC-WC
(Asphalt Concrete-Wearing Course) dan HRS-WC (Hot Rolled Sheet-Wearing Course)
• Base Course Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur
Pada tahap ini material yang dipakai adalah campuran aspal panas dapat berupa AC-BC
(Asphalt Concrete-Base Course) dan HRS-BC (Hot Rolled Sheet-Base Course)
• Subbase course Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur
Pada tahap ini material yang dipakai adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA), Pondasi
Agregat Kelas B (LPB), atau Pondasi Agregat Kelas C (LPC)
• Subgrade Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur
Tahap ini adalah Tanah Existing pada dasar yang akan dikerjakan
Melaksanakan Pekerjaan Perkerasan
Aspal

Pekerjaan Penghamparan dengan Pekerjaan Pemadatan dengan Pekerjaan Pemadatan


Finisher Tandem Roller dengan Tire Roller
Melaksanakan Pekerjaan
Perkerasan Aspal
• Tersedianya JMF
• Pada saat penghamparan dilakukan
pemeriksaan suhu campuran, dimana
Pengendalian kriteria penerimaan adalah 130 derajat
celcius
Mutu
• Pemeriksaan ketebalan hampar
• Core drill untuk pengujian density dan kadar
aspal
Melaksanaka Pelengkap Jalan adalah untuk mendukung fungsi dan

n keamanan konstruksi jalan yang meliputi marka dan


rambu lalulintas
Metode pelaksanaan. Pengecatan Marka Jalan
Pekerjaan • Pastikan penandaan
marka permukaan perkerasan
jalan pada
dimensi dan
Jala
Pelengkap dengan penempatan yang presisi.
• Pengecatan dilakukan dengan mesin yang

n mampu menghasilkan suatu lapisan yang rata


dan seragam dengan tebal minimum 1,5 mm
dan dengan suhu 204 – 218 °C.
• Taburkan segera Butiran kaca (glass bead)
diatas permukaan cat, kadar 450 gram/m2.
• Lindungi marka yang masih basah dari lalu
lintas sampai marka tersebut kering dan bisa
untuk dilalui.
Melakukan Pekerjaan
Akhir
Membuat Laporan berupa MC akhir yang di dalamnya terdapat laporan
progress pekerjaan, backupa perhitungan volume akhir dan gambar
asbuild drawing

Anda mungkin juga menyukai