STUDENT OBJECTIVE CLINICAL
ASSESMENT
( OSOCA )
ASUHAN BAYI DAN BALITA – STASE 7
DISUSUN OLEH : KELOMPOK UPTD PUSKESMAS CIDOLOG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI
UNIVERSITAS GALUH
ANGGOTA KELOMPOK :
Herni Susianti
Ani Herawati Dwi Herni A
Sri Sulastri Atik Rustika
Ratna Ningsih
01
Pengumpulan
Data Dasar
Data Subjektif Data Objektif
Seorang balita, umur 2 tahun, Kesadaran: CM, S 37°C, P 34x/menit,
Dibawa ibunya ke puskesmas
dengan keluhan mencret yang Mata tidak cekung, turgor kulit
belum sembuh sejak 2 minggu kembali cepat
yang lalu
Hasil anamnesis: balita masih
mau minum dan makan, BAB 3-
4 kali sehari,
Konsistensi cair, ada darah dalam
tinja, minum dan makan biasa.
02
Interpretasi Data
Dasar
1. Mencret yang belum sembuh sejak 2 minggu yang lalu
2. Konsistensi cair, ada darah dalam tinja, minum dan makan biasa
3. Suhu 37°C
Diare Persisten, yaitu Diare yang berlangsung lebih dari 14 hari secara
terus menerus. Diare persisten adalah diare yang berlangsung 15-30
hari, merupakan kelanjutan dari diare akut atau peralihan antara diare
akut dan kronik.
03
Identifikasi Diagnosa
dan Masalah Potensial
IDENTIFIKASI DIAGNOSA
1. Mencret yang belum sembuh sejak 2 minggu
yang lalu
Diagnosa Kebidanan :
2. Konsistensi cair, ada darah dalam tinja, minum An. XY umur 2 tahun jenis kelamin laki - laki
dan makan biasa dengan Diare Persisten
3. Suhu 37°C
MASALAH POTENSIAL
Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh dalam jumlah banyak akibat dehidrasi dapat memengaruhi kadar
mineral, garam, dan gula dalam darah. Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi organ tubuh dan
menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera mendapatkan penanganan dengan tepat.
04
Identifikasi Kebutuhan
Segera dan Rencana
Asuhan
Identifikasi Kebutuhan Segera Perencanaan Asuhan
• Tidak ada • 1). Melakukan pemenuhan intake cairan
agar memungkinkan anak tidak jatuh dalam
kondisi dehidrasi
• 2). Tanda bahaya yang mengancam jiwa
anak seperti dehidrasi, kejang dan segera
membawa anaknya kefasilitas kesehatan
terdekat apabila menemukan tanda bahaya
tersebut.
• 3). Pentingnya mengkonsumsi obat secara
teratur sesuai dosis.
Perencanaan Asuhan Perencanaan Asuhan
• 4). Kompres anaknya dan memakaikan
• 6). Cuci bahan makanan mentah sebelum di
baju yang tipis masak, Cuci bahan makanan mentah sebelum di
masak, masak makanan dengan benar, simpan
• 5). Pertahankan pola istrahat anak dengan sisanya ditempat yang dingin dan panaskan
dengan benar sebelum diberikan pada anak,
tidur siang 1-2 jam/hari serta tidur malam menggunakakan air bersih yang, minum air yang
sudah matang, cuci semua peralatan masak dan
7-8 jam/hari .
peralatan makan dengan air yang bersih dan
cukup
05
Penatalaksanaan
1). Melakukan pemenuhan intake cairan agar memungkinkan anak tidak jatuh dalam kondisi
dehidrasi
2). Mengenali tanda bahaya yang mengancam jiwa anak adanya dehidrasi dan kejang, bila
anak mengalami salah satu tanda bahaya tersebut segera melaporkan kepetugas kesehatan.
3). Pentingnya mengkonsumsi obat secara teratur sesuai dosis
4). Menjaga personal hygiene anaknya
5). Pertahankan pola makan, dan tetap memberikan makanan yang bergizi pada anak, dan
tambahkan makanan yang mengandung tinggi karbohidrat kedalam diet, misalnya, nasi putih,
mie dan kentang, serta banyak mengkonsumsi air putih.
6). Kompres anaknya dan memakaikan baju yang tipis.
7). Pertahankan pola istrahat anak dengan tidur siang 1-2 jam/hari serta tidur malam 7-8
jam/hari.
8). Cuci bahan makanan mentah sebelum di masak, Cuci bahan makanan mentah sebelum di
masak, masak makanan dengan benar, simpan sisanya ditempat yang dingin dan panaskan
dengan benar sebelum diberikan pada anak, menggunakakan air bersih yang cukup (ambi air
dari sumber yang bersih, simpan air dalam tempat yang bersih), minum air yang sudah matang,
cuci semua peralatan masak dan peralatan makan dengan air yang bersih dan cukup.
06
Evaluasi
1. Ayah pasien bersedia untuk tetap memberikan dan memperhatikan
asupan cairan yang dibutuhkan anak agar tidak jatuh dalam kondisi
dehidrasi
2. Ayah pasien mengerti dan dapat menjelaskan kembali mengenai
penjelasan yang telah diberikan, dan segera melaporkan kepetugas
kesehatan jika anaknya mengalami salah satu tanda bahaya tersebut
3. Ayah pasien mengerti dan bersedia memberikan obat pada anaknya
secara teratur sesuai dosis
4. Ayah pasien mengerti dan bersedia mengikuti anjuran yang diberikan.
Mind Map
TERIMAKASIH