Skenario 2 : Pioderma
MODUL MASALAH INTEGUMEN DAN
MUSKULOSKELETAL
Pioderma
Definisi : merupakan infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri
piogenik.
2 bentuk pyoderma :
[Link] superficial terbatas pada epidermis
a. Impetigo non bulosa/krustosa
b. Impetigo bulosa
c. Ektima
d. Folikulitis
e. Karbunkel
[Link] Profunda epidermis dan dermis
a. Erisipelas
b. Sellulitis
c. Flegmon
d. Abses multipel kelenjar keringat
e. Hidradenitis
Klasifikasi Pioderma (FK UI, 2016) :
1. Pioderma primer
lnfeksi terjadi pada kulit yang normal. Gambaran klinisnya tertentu, biasanya
disebabkan oleh satu macam mikroorganisme.
2. Pioderma sekunder
Pada kulit telah ada penyakit kulit lain. Gambaran klinis tak khas dan meng-ikuti
penyakit yang telah ada. Jika penyakit kulit disertai pioderma sekunder disebut
impetigenisata, contohnya: dermatitis impetigenisata, skabies impetigenisata.
Tanda impetigenisata ialah jika terdapat pus, pustul, bula purulen, krusta
berwama kuning kehijauan, pembesaran kelenjar getah bening regional,
leukositosis, dapat pula disertai demam.
Pioderma
Faktor Risiko
- Kebersihan yang buruk
- Malnutrisi
- Lingkungan dan populasi yang padat
- Penyakit kulit yang menyertai : scabies, pediculosis kapitis, dermatitis atopic
Impetigo Krustosa
Nonbullous impetigo is the most common form of impetigo. (70%
impetigo)
Etiologi :
Streptococcus B hemolyticus: group A. (GAS; Streptococcus
pyogenes). Umumnya grup A, kadang oleh serogroup lain seperti
C dan G
S. aureus
Patofisiologi :
-Adanya lesi kecil pada kulit memudahkan bakteri menginfeksi.
-Streptococcus memiliki teichoic acid untuk berikatan dengan
reseptor fibronectin.
-Komplikasi : infeksi streptococcus grup A membentuk
kompleks imun antigen streptococcal di glomerulus Acute
post-streptococcal Glomerulonephritis.
Impetigo Krustosa
Gejala
-Gatal, eritem
-Demam, limfadenopati jarang ditemukan.
- Lesi kulit diawali papul yang akan menjadi vesikel
kemerahan. Kemudian menjadi pustule yang membesar
dan pecah menjadi krusta warna kuning keemasan.
(perubahan kulit ini biasanya terjadi 1 minggu)
-Predileksi : Wajah, sekitar hidung dan mulut (karena
dianggap sumber infeksi dari daerah tersebut)
Impetigo Bulosa
Bullous impetigo is a form of impetigo
seen primarily in young children
Etiologi : S. aureus
Patomekanisme
S. aureus produksi Epidermolytic toxin
A loss of cell adhesion in the superficial
epidermis by targeting the protein
desmoglein 1 Terbentuk Bula
Impetigo Bulosa
Gejala
- Gatal dan eritem
- Demam, limfadenopati jarang
- Lesi : vesikel yang membesar membentuk bulla hipopion dengan cairan
kekuningan. Jika pecah terbentuk krusta kecoklatan dan skuama anular
dengan bagian tengah eritem (kolaret) dan cepat mengering.
- Nikolsky sign (-)
Tempat predileksi
Aksila, dada, punggung
Nikolsky sign : pada impetigo bulosa negatif
Nikolsky sign positif ketika kulit mudah luntur saat permukaan dibersihkan dengan cotton
bud atau jari. Contohnya pada pemphigus vulgaris.
Ektima/Impetigo ulseratif
Merupakan bentuk pioderma ulseratif yang disebabkan oleh
S. Aureus dan atau Streptococcus grup A.
Patofisiologi
Bisa berawal dari impetigo yang tidak ditangani dg baik
Impetigo yang sangat lembab (tertutup sepatu, iklim panas),
higyenitas buruk
Gejala
- Nyeri, limfadenopati regional di sekitar lesi
- Lesi : Tampak sebagai krusta tebal berwarna kuning,
biasanya berlokasi di tungkai bawah, yaitu tempat yang relatif
banyak mendapat trauma. Jika krusta diangkat ternyata lekat
dan tampak ulkus yang dangkal, tepi ulkus meninggi, indurasi,
berwarna keunguan.
Pemeriksaan Pioderma
-Pengecatan gram
-Kultur
-Biopsi
Tatalaksana Impetigo
• Non Medikamentosa-
1. Mandi 2 kali sehari dengan sabun
2. Mengatasi/identifikasi faktor predisposisi dan keadaan komorbid, misalnya infestasi parasit, dermatitis
atopik, edema, obesitas dan insufisiensi vena.
• Medikamentosa –
Prinsip: pasien berobat jalan, kecuali pada erisipelas, selulitis dan flegmon derajat berat dianjurkan rawat inap.
Terdapat beberapa obat/tindakan yang dapat dipiih sesuai dengan indikasi sebagai berikut:
1. Topikal
· Bila banyak pus atau krusta: kompres terbuka dengan permanganas kalikus 1/5000, asam salisilat 0,1%, rivanol 1‰,
larutan povidon iodine 1%; dilakukan 3 kali sehari masing-masing ½-1 jam selama keadaan akut.
· Bila tidak tertutup pus atau krusta: salep/krim asam fusidat 2%, mupirosin 2%. Dioleskan 2-3 kali sehari, selama 7-10
hari
2. Sistemik: minimal selama 7 hari
Lini pertama: · Kloksasilin/dikloksasilin (golongan penisilin resisten-penisilinase)
• Dewasa 4x250-500 mg/hari per oral (ppk perdoski).
• Dewasa 3x250 mg/hari sebelum makan (FK UI, 2016)
• Anak-anak 25-50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis
• Kelebihan : gol obat ini berkhasiat bagi s. Aureus yang telah membentuk penisilinase.
· Amoksisilin dan asam klavulanat:
• Dewasa 3x250-500 mg/hari (ppk perdoski)
• Dewasa 4x500 mg, dapat diberikan setelah makan(lebih praktis) (FK UI, 2016)
• Anak-anak 25 mg/kgBB/hari terbagi dalam 3 dosis
· Sefaleksin
• 25-50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis.
3. Tindakan
Apabila lesi abses besar, nyeri, disertai fluktuasi, dilakukan insisi dan drainase.
Folikulitis, Furunkel,
Karbunkel
Pioderma pada folikel rambut
Folikulitis
Etiologi : S. aureus (gram positif)
Dibedakan menjadi 2 bentuk :
Folikulitis superfisialis (impetigo Bockhart/impetigo
folikular)
Predileksi: skalp (anak-anak), dagu, aksila, ekstremitas
bawah, bokong (dewasa). Terdapat rasa gatal dan panas.
Kelainan berupa pustul kecil dome-shaped, multipel, mudah
pecah pada folikel rambut.
Folikulitis profunda (sycosis barbae)
Predileksi: dagu, atas bibir.
Nodus eritematosa dengan perabaan hangat, nyeri.
Furunkel
Furunkel ialah radang folikel rambut dan sekitarnya.
Etiologi : s aureus
Gejala :
Nyeri
Lesi : Nodul eritematosa berbentuk kerucut, ditenganya
terdapat pustule . Dapat membesar 1-3 cm, setelah
beberapa hari dapat berfluktuasi membentuk pus.
Predileksi : dimanapun yang terdapat folikel rambut,
terutama daerah yang mengalami gesekan dan maserasi
(wajah, leher, ketiak, selangkangan, paha, dan bokong).
Karbunkel
Carbuncle adalah perpaduan dari beberapa
folikel yang meradang menjadi satu massa
inflamasi dengan drainase purulen dari
beberapa folikel.
Karbunkel timbul bila yang terkena beberapa
folikel rambut. Karbunkel lebih besar, diameter
dapat mencapai 3-10 cm, dasar lebih dalam.
Nyeri dan sering disertai gejala konstitusi. Pecah
lebih lambat, bila sembuh dapat meninggalkan
jaringan parut.
Tatalaksana
- Sebagian besar folikulitis tanpa komplikasi dapat sembuh sendiri
- dapat diberikan antimikroba benzoil peroksida topical 2x/hari sampai lesi hilang
dan antibiotic topical
- jika lesi luas diberikan antibiotic sistemik
- mencuci kulit dengan sabun antibakteri, menggunakan baju longgar, berpori, dan
ringan
- Cari factor predisposisi jika furunkulosis atau karbunkel berulang (seperti diabetes)