0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan29 halaman

Digitalisasi Informasi Kebencanaan Aceh

Dokumen tersebut membahas optimalisasi informasi kebencanaan berbasis digital pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Saat ini, informasi kebencanaan masih manual, kurang lengkap dan lambat. Implementasi proyek perubahan ini diharapkan dapat mengintegrasikan data kebencanaan secara digital, memudahkan akses informasi, dan memperbaiki sistem penanggulangan bencana di daerah tersebut. Proyek ini dilaksanak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan29 halaman

Digitalisasi Informasi Kebencanaan Aceh

Dokumen tersebut membahas optimalisasi informasi kebencanaan berbasis digital pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Tenggara. Saat ini, informasi kebencanaan masih manual, kurang lengkap dan lambat. Implementasi proyek perubahan ini diharapkan dapat mengintegrasikan data kebencanaan secara digital, memudahkan akses informasi, dan memperbaiki sistem penanggulangan bencana di daerah tersebut. Proyek ini dilaksanak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPE PROYEK PERUBAHAN

OPTIMALISASI INFORMASI KEBENCANAAN


BERBASIS DIGITAL PADA BPBD
KABUPATEN ACEH TENGGARA
NAZMI DESKY, SKM, MAP.
No. Peserta/NDH 16

PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KAJIAN HUKUM ADMINISTRASI


NEGARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
(PUSLSTBANG KHAN LAN RI)
2022
PROPEPROYEK PERUBAHAN

R
JUDUL
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanya menjadi milik Allah
Optimalisasi Informasi Kebencanaan SWT. Hanya atas limpahan karunia-Nya Penulis
Berbasis Digital Pada BPBD Kabupaten sebagai Project Leader pada Pendidikan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan
Aceh Tenggara XVII Tahun 2022 dapat menyelesaikan tugas akhir
Proyek Perubahan yang berjudul Optimalisasi

MENTOR
Informasi Kebencanaan Berbasis Digital pada
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara untuk jangka
Mhd. Ridwan, SE,[Link] pendek ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Sekretaris Daerah Kab. Aceh Tenggara Dengan terselesaikannya laporan ini, penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah memberikan bantuan, dukungan dan fasilitasi
PROJECT LEADER dalam penyusunan Laporan Implementasi Proyek
Nazmi Desky, SKM, MAP. Perubahan ini khususnya kepada:
Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian
No. Peserta/NDH 16 Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia (PUSLATBANG KHAN
COACH LAN RI) Bapak Ir. Faizal Adriansyah, [Link], yang
memfasilitasi penyelenggaraan PKN Tingkat II; Bapak
Ir. Abdul Halim, [Link] Drs. H. Raidin Pinim, [Link] dan Bapak Bukhari yang
telah memberi kesempatan penulis untuk mengikuti
TIM PENDUKUNG PKN Tingkat II, dan sejak tanggal 2 Oktober 2022
sudah purna tugas sebagai Kepala Daerah Kabupaten
Sekretariat & Bidang-Bidang Pada Aceh Tenggara; Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bapak Drs. Syakir, [Link]; Bapak Mhd. Ridwan, SE,
Kabupaten Aceh Tenggara [Link], Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
Selaku Mentor yang telah banyak memberikan
dukungan dan arahan; Bapak Ir. Abdul Halim, [Link].
WORKING TEAM selaku Coach yang telah memberikan ide-ide kreatif,
bimbingan dan arahan dalam penulisan dan Tim
Staf Pelaksana Pada Badan Efektif yang dibentuk untuk mendukung proyek
Penanggulangan Bencana Daerah perubahan.
Kabupaten Aceh Tenggara Penulis menyadari Laporan Implementasi Proyek
Perubahan ini belum sempurna dan masih terdapat
PENERBIT kekurangan, oleh karena itu masukan dan saran untuk
penyempurnaan kami harapkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Aceh Tenggara Semoga Implementasi Proyek Perubahan ini
memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tenggara dan khususnya Aparatur Badan
CETAK Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh
November 2022 Tenggara.
Daftar
Pendahuluan
Isi
 Latar Belakang (Burning Platform);
 Tujuan & Manfaat Untuk Organisasi
Adaftif;
 Output (Keluaran) dan Outcome
(Hasil/Manfaat);
Pelaksanaan Proyek
Rencana Proyek Perubahan
 Capaian Tahapan Perubahan;
Perubahan  Kepemimpinan Strategis;
 Tahapan Perubahan Rencana  Implementasi Strategi Marketing
Strategis/Mailstone; (Ketepatan Stakeholder Utama dan
 Rencana Strategi Marketing; Strategi Komunikasi;

 Rencana Strategi Pengembangan


Kompetensi Dalam Proyek
Perubahan;
Penutup
 Identifikasi Potensi, Kendala dan  Kesimpulan
Solusinya;  Saran
 Tata Kelola Proyek Perubahan;

 Faktor Kunci Keberhasilan;

Gambaran Daerah
 Gambaran Umum Daerah
Abstraks (Executive Summary)
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 praktis, lebih lengkap, lebih cepat dan
Tahun 2007 tentang Penanggulangan mudah untuk disajikan sehingga petugas
Bencana menyebutkan defenisi bencana dan masyarakat lebih cepat dan lebih
adalah peristiwa atau serangkaian mudah menerima informasi kebencaan,
peristiwa yang mengancam dan Oleh karena itu diperlukan Teknologi
mengganggu kehidupan dan penghidupan Informasi seperti media sosisal (Facebook,
masyarakat yang disebabkan baik dari Instagram, WhatsApp, Twitter dan
faktor alam dan/atau faktor non alam YouTube) dan media online lainnya seperti
maupun faktor manusia sehingga Website serta Aplikasi yang berbasis
mengakibatkan timbulnya korban jiwa Android.
manusia, kerusakan lingkungan, kerugian Adapun manfaat yang diperoleh dari
harta benda dan dampak pisikologis. Implementasi Proyek Perubahan adalah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Terintegrasinya data kebencanaan dengan
(BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara di data penyaluran logistik, Memudahkan
bentuk berdasarkan Qanun Kabupaten untuk mendapatkan jenis dan lokasi
Aceh Tenggara Nomor 11 Tahun 2016 kejadian Bencana, Membuat sosialisasi
tentang Pembentukan Susunan Perangkat dan Peringatan dini melalui media sosial
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan dan Website, Melakukan kajian cepat,
dipertegas dengan Peraturan Bupati Aceh sistem dan manajemen informasi sudah
Tenggara Nomor 26 Tahun 2017 tentang terkoordinir dan terintegrasi berbasis digital
Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas dan memudahkan koordinasi dengan
dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Stakeholder untuk menetapkan status
Penanggulangan Bencana Daerah bencana, serta laporan kejadian bencana
Kabupaten Aceh Tenggara. dapat terdokumentasi dengan baik.
Berdasarkan hasil penentuan peringkat isu Ada 8 (delapan) Milestone jangka pendek
yang diperoleh dengan menggunakan yang dilaksanakan dalam Implementasi
metode Analisis ASTRID maka isu tentang Proyek Perubahan, dimulai dari
“belum tersedianya data informasi membentuk Tim Efektif, Membuat MoU
kebencanaan yang lengkap, cepat dan dengan Kominfo, Merancang media
terintegrasi” adalah isu yang paling aktual, informasi kebencanaan, membuat SK
paling relevan dan yang paling Bupati tentang pembentukan Tim
memungkinkan untuk dapat diselesaikan, Pengelola Sistem Informasi Penang-
apabila tidak cepat diatasi oleh Pemerintah gulangan Bencana, melaksanakan
Kabupaten Aceh Tenggara melalui BPBD Publikasi dan sosialisasi sistem informasi
Kabupaten Aceh Tenggara maka akan kebencanaan berbasis digital, Menyusun
menimbulkan permasalahan data korban Rencana kerja dan Anggaran (RKA),
bencana yang tidak akurat, perencanaan Mengoptimalkan website untuk Informasi
mitigasi bencana kurang baik dan Kebencanaan serta melakukan Evaluasi
pengurangan resiko bencana kurang dan Pelaporan, Selain Menyusun
Efektif dan Efisien, Informasi kebencanaan Milestone jangka pendek, kami juga
sangat dibutuhkan dalam hal kegiatan Menyusun Milestone jangka menengah
penanggulangan bencana, saat ini dan Milestone jangka Panjang yang
informasi kebencanaan tersebut masih tercantum didalam Implementasi Proyek
manual, kurang lengkap dan lambat dalam Perubahan ini.
menyajikan data. Untuk itu diperlukan
teknologi digital dalam mengumpulkan,
mengolah dan menyajikan data
kebencanaan tersebut Sehingga lebih
PENDAHULUAN
Era digital adalah suatu era yang mana
Berdasarkan Undang-undang Nomor setiap halnya bisa dilakukan dengan
24 Tahun 2007 tentang Penang- mudah dan tanpa ada batasan. Di era
gulangan Bencana menyebutkan modernisasi ini manusia dapat
defenisi bencana adalah peristiwa atau mendapatkan informasi dengan mudah
serangkaian peristiwa yang melalui teknologi informasi digital.
mengancam dan mengganggu Informasi kebencanaan sangat
kehidupan dan penghidupan dibutuhkan dalam hal kegiatan
masyarakat yang disebabkan baik dari penanggulangan bencana, saat ini
faktor alam dan/atau faktor non alam informasi kebencanaan tersebut masih
maupun faktor manusia sehingga manual, kurang lengkap dan lambat
mengakibatkan timbulnya korban jiwa dalam menyajikan data. Untuk itu
manusia, kerusakan lingkungan, diperlukan teknologi digital dalam
kerugian harta benda dan dampak mengumpulkan, mengolah dan
pisikologis. menyajikan data kebencanaan tersebut
Sehingga lebih praktis, lebih lengkap,
Sistem informasi kebencanaan lebih cepat dan mudah untuk disajikan,
merupakan sebuah sistem paduan Oleh karena itu diperlukan Teknologi
antara prosedur, sumberdaya manusia, Informasi seperti media sosisal
data dan teknologi informasi yang Facebook, Instagram, WhatsApp,
diorganisasikan untuk mengumpulkan, YouTube, dan Media Online lainnya
memproses, menyimpan, dan seperti Website serta aplikasi yang
menganalisis informasi kebencanaan berbasis Android.
yang ditujukan untuk mendukung
proses penanggulangan bencana, baik
pada tahap pra bencana, saat
terjadinya bencana (tanggap darurat)
maupun pasca bencana.
Latar Belakang Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh
Jenis-jenis bencana menurut Undang- Tenggara di bentuk berdasarkan
undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Qanun Kabupaten Aceh Tenggara
penanggulangan bencana yaitu : Nomor 11 Tahun 2016 tentang
1. Bencana alam adalah bencana Pembentukan Susunan Perangkat
peristiwa atau serangkaian peristiwa Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan
yang disebabkan oleh alam antara Peraturan Bupati Aceh Tenggara
lain gempa bumi, banjir, kekeringan, Nomor 26 Tahun 2017 tentang
angin puting beliung, tanah longsor Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas
dan lain lain; dan Fungsi serta Tata Kerja Badan
2. Bencana non alam adalah bencana Penanggulangan Bencana Daerah
yang diakibatkan oleh peristiwa atau Kabupaten Aceh Tenggara.
serangkaian peristiwa non alam
antara lain wabah penyakit seperti
Pandemi Covid-19, Penyakit Mulut
dan Kuku (PMK);
3. Bencana sosial adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh manusia yang
meliputi konflik sosial, kelompok
dan komunitas masyarakat
Media Informasi Kebencanaan pihak-pihak yang memiliki peranan
penting dalam pengembangannya dan
Media sosial seperti Instagram, Twitter, dapat membantu memberikan informasi
Facebook, WhatsApp, Youtube, akan terjadinya bencana.
termasuk Website dan Aplikasi
berbasis Android merupakan sarana Pentingnya dilakukan perubahan dalam
yang saat ini banyak diminati oleh hal pengelolaan data informasi
masyarakat untuk mencari informasi. kebencanaan meliputi penyajian
Namun tidak semua masyarakat di informasi lokasi, kejadian bencana,
Aceh Tenggara tertarik dan sadar akan jenis bencana, jumlah penduduk,
pentingnya informasi kebencanaan, jumlah korban jiwa dan detail korban
seperti di wilayah Aceh Tenggara yang bencana kepada masyarakat disajikan
potensi bencana alamnya cukup besar. secara digitalisasi dan terintegrasi
Beralih ke sistem peringatan dini sehingga laporan masyarakat saat
bencana alam di Indonesia, saat ini terjadi bencana, penyajian informasi
peringatan dini bencana alam di Aceh kebencaaan hingga, informasi
Tenggara masih kurang Optimal. penyaluran logistik tercatat secara
Sistem informasi kebencanaan di digitalisasi.
Indonesia khususnya di wilayah Aceh
Tenggara masih perlu dibenahi lebih
lanjut. Di era digitalisasi ini, diharapkan
Akibat Jika Masalah Tidak
Diselesaikan Manfaat
 Data informasi kebencanaan tidak  Perencanaan penanggulangan
lengkap dan tidak terpadu; bencana berbasis data dan
 Tidak dapat melakukan pendataan kajian; Memudahkan untuk
secara baik dan cepat; melakukan pendataan korban
 Informasi kebencanaan yang bencana;
diterima oleh masyarakat tidak  Memudahkan masyarakat dalam
akurat; menerima informasi bencana;
 Perencanaan penanggulangan  Mitigasi bencana dapat dilakukan
bencana tidak terintegrasi dengan dengan baik dan tepat sasaran.
sistem.
Solusi
Kondisi Yang Diharapkan  Membangun Tim Efektif dengan
 Tersedianya aplikasi pendataan stakeholder terkait;
berbasis digital;  Menyusun [Link] kebijakan
 Tersedianya sistem peringatan dini daerah;
bencana berbasis digital;  Membangun system yang berbasis
 Adanya informasi kebencanaan digital;
melalui media sosial, Website dan  Melakukan pendekatan kepada
aplikasi Android; pimpinan untuk mendukung
 Adanya peningkatan kapasitas SDM terhadap aksi perubahan.
dibidang digital.
Target
2. Pedoman Penggunaan Aplikasi
 Jangka Pendek: Tim Efektif dan Sistem Informasi Kebencanaan
stakeholder terkait sudah paham (SIK);
maksud aksi perubahan yang akan
dilaksanakan serta Penyelesaian 3. Qanun Kabupaten Aceh Tenggara
Regulasi; No 11 tahun 2016 tentang
 Jangka Menengah: Terbangunnya Pembentukan Susunan Perangkat
sistem yang berbasis digital; Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
 Jangka Panjang: Beroperasi secara dan Peraturan Bupati Aceh
berkesinambungan dan dapat Tenggara No. 26 Tahun 2017
digunakan. tentang Kedudukan susunan
Organisasi Badan Penanggulangan
Referensi Bencana Daerah Kabupaten Aceh
Ada beberapa acuan yang mendasari Tenggara.
kegiatan Mengoptimalisasi Informasi
Kebencanaan Berbasis Digital pada 4. Website BNPB Tentang informasi
Badan Penanggulangan Bencana Kebencanaan di seluruh wilayah
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara Indonesia.
dapat terlaksana yaitu :

1. Adanya dukungan yang kuat dari


pimpinan daerah Kabupaten Aceh
Tenggara dukungan secara moril
dan materil terhadap kegiatan yang
direncanakan dalam Rancangan
Proyek Perubahan ini.
Tujuan dan Manfaat Untuk
Organsasi Adaptif

Tujuan
Tujuan yang dihasilkan dari rancangan 3. Tersedianya Informasi
proyek perubahan Optimalisasi Kebencanaan yang mudah di Akses
Informasi Kebencanaan Berbasis baik melalui Media Sosial maupun
Digital pada BPBD Kabupaten Aceh Website resmi BPBD Kab. Aceh
Tenggara adalah: Tenggara bagi Permerintah
Kabupaten Aceh Tenggara,
1. Terselenggaranya Tugas Pokok dan Stakeholder, dan Masyarakat;
Fungsi BPBD Kab. Aceh Tenggara
sebagaimana tertuang dalam 4. Tersedianya Petunjuk Teknis atau
Peraturan Bupati Aceh Tenggara Petunjuk Pelaksanaan tentang tata
Nomor 26 tahun 2017 tentang cara pendataan, publikasi,
Kedudukan, susunan Organisasi, pengendalian dan pemanfaatan
Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja informasi kebencanaan.
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; 5. Tersedianya aplikasi kebencanaan
berbasis android untuk mendukung
2. Terlaksananya Tugas BPBD aktivitas kebencanaan yang efektif
Kabupaten Aceh Tenggara dalam dan efisien
menyediakan Informasi
Kebencanaan secara digital;
Manfaat lokasi kejadian Bencana;
 Mendapatkan informasi tentang jenis
a. Bagi Peserta bencana dan mudah untuk
Adapun Manfaat bagi peserta selaku melakukan koordinasi dengan dinas
Kepala Pelaksana BPBD Kab. Aceh terkait;
Tenggara dalam pelaksanaan proyek  Memudahkan pemerintah daerah
perubahan Optimalisasi Informasi untuk menetapkan status keadaan
Kebencanaan Berbasis Digital pada bencana baik tingkat daerah, tingkat
BPBD Kab. Aceh Tenggara, adalah provinsi maupun tingkat nasional dan
memudahkan peserta dalam upaya-upaya apa yang harus
melaksanakan tugas pokok dan fungsi dilakukan untuk meminimalir dampak
khususnya dalam hal penanggulangan bencana serta prinsip Pengurangan
bencana dikarenakan sistem dan Risiko Bencana;
manajemen informasi sudah  Pemerintah daerah juga bisa
terkoordinir dan terintegrasi berbasis membuat sosialisasi melalui media
digital. sosial, televisi dan radio untuk
mengurangi angka risiko bencana.
b. Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh
Tenggara
Secara umum manfaat dari
terlaksananya Program Optimalisasi
Informasi Kebencanaan Berbasis
Digital bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tengggara, adalah :

 Memudahkan mendapatkan data


c. Bagi Stakeholder  Memudahkan melakukan kajian
cepat dalam melakukan penanganan
Stakeholder yang memanfaatkan bencana;
Program Optimalisasi Informasi  Terintegrasinya data kebencanaan
Kebencanaan Berbasis Digital seperti dengan data penyaluran logistik
beberapa Organisasi Perangkat kepada masyarakat yang terdampak
Daerah (OPD), Instansi Vertikal, TNI, bencana;
Polri, PMI, BASARNAS, LSM dan  Membuat dokumentasi pasca
lembaga lainnya tentu berharap ada kejadian bencana;
manfaat yang diperoleh dari  Memudahkan masyarakat dalam
terlaksananya proyek perubahan mengakses aplikasi emergency
tersebut, yaitu: respons terkait kebencanaan di
Kabupaten Aceh Tenggara;
 Memudahkan stakeholder dalam
memperoleh dan mempublikasikan
data yang bersumber dari akun
media sosial dan website resmi
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara;
Output (Keluaran) dan Adapun Outcome yang dihasilkan
Outcome (Hasil/Manfaat) dalam Rancangan Proyek Perubahan
Optimalisasi Informasi Kebencanaan
1. Output (Keluaran) Berbasis Digital Pada BPBD
Output yang dihasilkan dalam Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022
Rancangan Proyek Perubahan ini adalah:
Optimalisasi Informasi Kebencanaan  Berjalannya Tim Proyek Perubahan;
Berbasis Digital pada BPBD Kabupaten  Tersebar luasnya Informasi
Aceh Tenggara Tahun 2022 ini adalah: Kebencanaan pada akun resmi
 Terbentuknya Tim Proyek BPBD Kabupaten Aceh Tenggara
Perubahan; baik di Media Sosial maupun
 Tersedianya Informasi Kebencanaan Website dan bisa diakses oleh
di akun resmi BPBD Kabupaten Pemerintah Kabupaten Aceh
Aceh Tenggara baik di Media Sosial Tenggara, Stakeholder dan
maupun Website. masyarakat luas.
 Ditetapkannya regulasi berupa Surat  Regulasi yang dikeluarkan berupa
Keputusan Bupati Aceh Tenggara Surat Keputusan Bupati Aceh
tentang Pembentukan Tim Tenggara tentang Pembentukan Tim
Pengelolaan Sistem Informasi Pengelolaa Sistem Informasi
Penanggulangan Bencana. Peanggulangan Bencana menjadi
 Tersedianya aplikasi emergency landasan bagi BPBD Kabupaten
respons terkait kebencanaan di Aceh Tenggara, Stakeholder dan
Kabupaten Aceh Tenggara. masyarakat dalam memperoleh
informasi kebencanaan serta tata
cara pendataan, publikasi,
pengendalian dan pemanfaatan
informasi kebencanaan.
2. Outcome (Hasil/Manfaat)
Pemimpin perubahan memiliki Informasi ( Waktu kegiatan
kemampuan mempengaruhi atau diminggu ke IV) dengan rencana
menggerakan staf dan pemangku output keluaran yaitu Pembuatan
kepentingan (stakeholders) untuk SK Bupati Tentang Pembentukan
terlibat dan mendukung upaya Tim Pengelola Sistem Informasi
pemerintah. Pencapaian Pelaksanaan Berbasis Digital.
Proyek Perubahan Jangka Pendek 5. Publikasi Informasi melalui Media
yaitu: Sosial dan Website ( Waktu
1. Membangun tim Proyek perubahan kegiatan diminggu ke V) dengan
(Waktu kegiatan diminggu ke I ); rencana output keluaran yaitu
dengan rencana output keluaran Publikasi dan sosialisasi sistem
yaitu Koordinasi dengan mentor; informasi kebencanaan berbasis
Pembentukan Tim Efektif; Distribusi digital.
tugas anggota; dan Penerbitan SK 6. Menyusun Rencana dan Anggaran (
Tim Efektip Waktu kegiatan diminggu ke VI)
2. Rapat Koordinasi antara BPBD dengan rencana output keluaran
dengan lintas sektor (Waktu yaitu Menyusun Renja Lampiran
kegiatan diminggu ke II ) dengan RKPD Tahun 2023.
rencana output keluaran yaitu 7. Mengoptimalkan website BPBD
Melaksanakan rapat koordinasi untuk Informasi Kebencanaan
dengan lintas sektor; Membuat draf (Waktu kegiatan diminggu ke VII)
kesepakatan antara BPBD dengan dengan rencana output keluaran
lintas sektor dan Penandatangan yaitu Kerjasama dengan Kominfo;
kesepakatan dengan lintas sektor. Memperbaharui Informasi
3. Merancang media Informasi kebencanaan di Website.
Kebencanaan (Waktu Kegiatan 8. Evaluasi dan Pelaporan (Waktu
diminggu ke III ) dengan rencana kegiatan diminggu ke VII), dengan
output keluaran yaitu Pembuatan rencana output keluaran yaitu rapat
akun media sosial untuk informasi Evaluasi Rapat Implementasi
kebencanaan, Pembuatan jadwal Capaian Proyek Perubahan.
talkshow live streaming tentang
Informasi Kebencanaan.
4. Pembentukan Tim Pengelola Sistem
Analisis Ligkungan Strategis

Metode Analisis Lingkungan Strategis Rumusan Strategi yang dilakukan:


dengan menggunakan Analisis SWOT Memanfaatkan peralatan dan
yaitu: kendaraan sebagai penunjang dalam
1. Peluang (Opportunity) Mitigasi, Pencegahan dan Penanganan
Adanya dukungan dari pemerintah Tanggap Darurat Bencana.
daerah dan pusat serta dukungan dari
relawan dan lembaga terkait dan Melakukan pelatihan dan peningkatan
mengoptimalkan pemanfaatan media kapasitas TRC, Damkar dan
sosial, Website dan Aplikasi. Pusdalops.

2. Ancaman (Threat) Memanfaatkan dukungan dari


Adanya Interpensi oleh APH, Interpensi pemerintah pusat, daerah dan relawan
LSM dan Wartawan, Kebijakan dari untuk melakukan kolaborasi dan
pemerintah yang sering berubah-ubah, peningkatan SDM di bidang Digitalisasi.
Jaringan internet sering terkendala dan
tidak bisa digunakan.

3. Kekuatan (Strength)
Kuantitas SDM yang cukup seperti
TRC, Damkar, Pusdalops, Analis
Kebencanaan dan lain-lain dan
tersedianya sarana dan prasarana
yang memadai.

4. Kelemahan (Weakness)
Kurangnya data Kebencanaan,
Kurangnya Koordinasi dan Kolaborasi
stakeholder, Belum adanya regulasi
dan Rendahnya SDM di bidang Digital.
RENCANA PROYEK Sistem Informasi Berbasis Digital;
PERUBAHAN 5. Publikasi dan sosialisasi sistem
informasi kebencanaan berbasis
Tahapan Perubahan Rencana digital;
Strategi/ Milestone 6. Menyusun Rencana dan Anggaran
peningkatan kapasitas SDM dan
Rencana Tahapan Jangka Pendek pembuatan aplikasi berbasis
1. Membangun Tim Proyek Perubahan Android;
dengan rincian kegiatan yaitu 7. Mengoptimalkan website BPBD
melakukan Koordinasi dengan untuk Informasi Kebencanaan;
mentor, Pembentukan Tim Efektif, 8. Evaluasi dan Pelaporan;
Distribusi tugas anggota dan
Penerbitan SK Tim Kerja.
2. Membuat kesepakatan antara
BPBD dengan lintas sektor dengan
rincian kegiatan yaitu Melaksanakan
rapat koordinasi dengan lintas
sektor, Membuat draf kesepakatan
antara BPBD dengan lintas sektor,
Penandatangan kesepakatan
dengan lintas sektor;
3. Merancang media Informasi
Kebencanaan dengan rincian
kegiatan yaitu Pembuatan media
online, media sosial tentang
informasi kebencanaan dan
Pembuatan jadwal talkshow live
streaming tentang Informasi
Kebencanaan;
4. Pembuatan SK Bupati Tentang
Rencana Tahapan Jangka Menengah
(Januari s.d Desember 2023)
1. Koordinasi dengan stakeholder Rencana Tahapan Jangka Panjang
eksternal Tentang Sistem Informasi (Tahun 2024 s.d Tahun 2025)
Kebencanaan Berbasis Digital;
2. Pembuatan Aplikasi Sistem 10. Penyempurnaan Sistem Informasi
Informasi Kebencanaan Berbasis Kebencanaan berbasis digital;
Android; 11. Penyempurnaan Aplikasi Sistem
3. Pelatihan Peningkatan Kapasitas Informasi Kebencanaan Berbasis
SDM pengelolaan informasi; Android;
4. Pelatihan kapasitas TRC, DAMKAR 12. Pengurangan Indeks Resiko
dan PUSDALOPS; Bencana (IRB);
5. Penguatan Kapasitas Tim 13. Penyusunan Rencana Kontijensi
JITUPASNA dan Mitigasi Bencana Bencana Alam, Bencana Non Alam
Kabupaten; dan Bencana Sosial;
6. Pembentukan Forum PRB 14. Penyampaian Sistem Informasi
Kabupaten Aceh Tenggara; Kebencanaan Berbasis Digital ke
7. Penyusunan Dokumen Kajian Pemerintahan Kute dan
Resiko Bencana (KRB); masyarakat;
8. Penyusunan Dokumen Rencana 15. Perencanaan Penanggulangan
Penanggulangan Bencana (RPB); Bencana Berbasis Data.
9. Evaluasi dan Pelaporan.
Rencana Strategi Marketing
Identifikasi Stakeholder
Dalam membangun Tim Efektif sebagai
upaya untuk mensukseskan Stakeholer External
Rancangan Proyek Perubahan yang Stakeholder eksternal yang dilibatkan
diajukan harus diawali dengan dalam proyek perubahan ini adalah
pengidentifikasian stakeholder yang Bupati Aceh Tenggara dan Wakil Bupati
terlibat didalamnya sebagai berikut: Aceh Tenggara berperan sebagai
Stakeholer Internal Pembina serta memberi petunjuk juga
Stakeholder internal yang diberdayakan arahan, BNPB, BPBA, BMKG,
dalam proyek perubahan ini adalah BAPPEDA, BPKD, Dinas Sosial, Dinas
Sekretaris BPBD, Para Kepala Bidang Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas
BPBD, Kasubbag Umum, Analis Pangan, Kominfo dan Basarnas
Kebencanaan, dan Analis Kebakaran berperan sebagai tim koordinasi.
berperan mengolah data serta Kecamatan, Pengulu Kute, Tagana,
memberikan arahan. Dari Non ASN karang taruna, RAPI, Forum PRB
yang dilibatkan antara lain Pusdalops (Pengurangan Resiko Bencana),
PB, Admin Website dan Admin Media Programer, LSM/Pers dan PMI
Sosial yang berperan menginput data. berperan sebagai Tim pendukung/Mitra
Kemudian Tim Reaksi Cepat (TRC) dan serta Pelaksana
Pemadam Kebakaran Berperan
mengumpulkan data.
Pemetaan Stakeholder

Melakukan pemetaan terhadap


stakeholder merupakan langkah yang
sangat penting bagi sebuah organisasi
publik karena akan memberikan
inspirasi tentang bagaimana suatu
organisasi harus bekerja bersama
dengan stakeholder dengan berbagai
tingkat kepentingan dan pengaruh yang
berbeda. Dengan melakukan pemetaan
terhadap stakeholder, sebuah Analisis Stakeholder
organisasi dapat memetakan dengan Setelah dilakukan pengidentifikasian
jelas tentang posisi stakeholder maka Langkah selanjutnya adalah
terhadap program yang akan menganalisis stakeholder berdasarkan
dirancang/dijalankan oleh organisasi pengaruh dan kepentingannya
tersebut. Adapun pemetaan sebagaimana gambar dibawah ini:
stakeholder dilakukan melalui
pengklasifikasian sebagai berikut:
Rencana Strategi Pengembangan menyajikan data serta pengembangan
Kompetensi Dalam Proyek informasi kebencanaan yang lebih
Perubahan mudah di akses oleh masyarakat.

Pemetaan sikap pengembangan Identifikasi Potensi, Kendala dan


kompetensi dalam proyek perubahan Solusinya
yaitu Project Leader memahami dan Sebagaimana dijelaskan di atas, dalam
mampu mengidentifikasi kendala dalam penyusunan Proyek Perubahan ini
pembuatan sistem informasi keben- Penulis melakukan berbagai
canaan berbasis digital. pengukuran dan identifikasi atas
Rencana Pengembangan Kompetensi berbagai hal yang akan dihadapi pada
selama peserta Diklat PKN II yaitu tahap implementasi. Mempertim-
pengembangan sistem Informasi bangkan berbagai aspek hingga
kebencanaan yang selama ini masih menyusun rencana strategis yang
manual menjadi sistem berbasis digital, dapat dipilih. Dengan harapan Proyek
dan mampu menciptakan organisasi Perubahan dapat berjalan
pembelajaran di instansi yang dipimpin. sebagaimana perencanaan yang
disusun.
Rencana pengembangan kompetensi
untuk tim dan organisasi kerja dan
rencana pengkaderan yaitu
peningkatan kapasitas SDM dibidang
Teknologi informasi dan mampu
menggunakan teknologi dalam
menginput data, mengolah data dan

Potensi
Solusi
masalah

• Kurang lengkapnya • Menyediakan secara akurat


informasi data bencana setiap data bencana yang
yang diperoleh; terjadi dan membuat
• Masih rendahnya SDM dokumentasi kebencanaan;
petugas di lapangan • Melakukan pelatihan dan
dalam hal penyelamatan peningkatan kapasitas TRC,
dan mengumpulkan data Damkar dan Pusat
kebencanaan; Pengendali Operasi
• Rendahnya keterlibatan (Pusdalops)
para pihak dalam hal • Melakukan pertemuan dan
penanggulangan koordinasi stakeholder
bencana; internal dan stakeholder
• Sarana prasarana eksternal;
kebencanaan belum • Memfasilitasi sarana
optimal dan sudah tidak prasarana dan peralatan
memadai untuk memudahkan setiap
petugas lapangan dalam
melaksanakan kegiatan
penangguangan bencana;
Tata Kelola Proyek Perubahan pada bab sebelumnya.

Untuk melaksanakan proyek 1. Mentor


perubahan dilakukan berbagai kegiatan Mentor Proyek Perubahan adalah
yang mendukung sehingga proyek atasan langsung Project Leader, yaitu
perubahan yang dilakukan sesuai Mhd. Ridwan, SE, [Link] Sekretaris
kebutuhan organisasi dan pro- Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
perubahan. Sebagaimana diketahui sebagai pembimbing langsung Project
bahwa Pusat Pelatihan dan Leader (Peserta PKN) dan pendukung
Pengembangan Kajian Hukum berjalannya proyek perubahan. Adapun
Administrasi Negara (Puslatbang tugas Mentor sebagai berikut:
KHAN) Lembaga Administrasi Negara a. Memberi persetujuan pelaksanaan
Republik Indonesia (LAN-RI) pada saat proyek perubahan;
ini mengenalkan pembelajaran b. Menjadi sumber inspirasi bagi
berbasis e-Learning dan Daring (tatap peserta PKN dalam penerapan
muka), pembelajaran menekankan rancangan proyek perubahan;
peserta mampu berinovasi dan c. Memberi masukan untuk
melakukan perubahan. Dengan metode mempermudah penerapan
ini pelaksanaan proyek perubahan rancangan proyek perubahan;
memungkinkan proses membangun d. Memonitoring perkembangan
strategi komunikasi yang efektif untuk pelaksanaan Laboratorium
mendukung perubahan yang Kepemimpinan;
dilaksanakan. e. Melakukan intervensi bila peserta
Berdasarkan hal tersebut di atas maka mengalami permasalahan dalam
kegiatan proyek perubahan melaksanakan kegiatan-kegiatan
Optimalisasi Informasi Kebencanaan selama tahap Latihan
Berbasis Digital Pada Badan Kepemimpinan;
Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Aceh Tenggara
dilaksanakan sebagai implementasi
dari tujuan dan lingkup proyek
perubahan sebagaimana dijelaskan
2. Project Leader Coach adalah Ir. Abdul Halim, [Link].
Project Leader (Peserta PKN) adalah yang membantu Project Leader
Nazmi Desky, SKM.M,AP. Kepala (Peserta PKN) dalam menyusun
Pelaksana Badan Penanggulangan Proyek Perubahan. Dalam
Bencana Daerah Kabupaten Aceh menjalankan tugasnya, Coach/
Tenggara dengan tugas utama Pembimbing membimbing peserta PKN
menerapkan rancangan perubahan yang menjadi tanggungjawabnya
yang telah dibuat. Mengacu pada secara jarak jauh menggunakan
rancangan perubahan, tugas peserta Teknologi Informasi. Dalam
PKN sebagai berikut: pelaksanaan proyek perubahan,
a. Menerapkan milestones/roadmap Coach/Pembimbing melakukan tugas
sesuai dengan rancangan proyek sebagai berikut:
perubahan; h. Melakukan monitoring peserta
b. Berkonsultasi dengan coach/ dalam mengkomunikasikan
pembimbing tentang penerapan pelaksanaan kegiatan proyek
rancangan proyek perubahan; perubahannya kepada atasan
c. Berkonsultasi dengan mentor/ langsungnya, bawahannya dan
atasan langsung tentang penerapan stakeholder lainnya selama tahap
rancangan perubahan; Laboratorium Kepemimpinan;
d. Mengajukan dukungan kepada i. Melakukan komunikasi dengan
atasan langsung untuk mendukung mentor/atasan langsung peserta
penerapan Proyek Perubahan; mengenai progress pelaksanaan
e. Mempengaruhi para stakeholder rancangan proyek perubahan;
untuk mendukung penerapan j. Melakukan intervensi bila peserta
proyek perubahan; mengalami permasalahan dalam
f. Mempengaruhi dan mengendalikan melaksanakan kegiatan-kegiatan
bawahan untuk menerapkan proyek selama tahap Laboratorium
perubahan; Kepemimpinan.
g. Menyusun laporan implementasi
Proyek Perubahan.

3. Coach
Faktor Kunci Keberhasilan gal 22 September 2022;
Keberhasilan proyek perubahan ini 3) Tersedianya Media Sosial
ditentukan oleh dukungan seluruh Facebook, Instagram, Whatsapp,
stakeholders yang terkait untuk Twitter dan Youtube sebagai sarana
implementasi proyek perubahan media informasi kebencanaan;
Optimalisasi Informasi Kebencanaan 4) Ditetapkannya SK Bupati Aceh
Berbasis Digital Pada Badan Tenggara Nomor: 360/223/2022,
Penanggulangan Bencana Daerah tentang Pembentukan Tim
Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga Pengelola Sistem Informasi
sangat mempengaruhi kelancaran Penanggulangan Bencana
tahapan pelaksanaan proyek Pemerintah Kabupaten Aceh
perubahan. Tenggara;
5) Terimplementasinya aplikasi-aplikasi
Kriteria Keberhasilan media sosial (Facebook, Instagram,
1) Ditetapkannya Keputusan Kepala WhatsApp, Twitter, YouTube dan
Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Website resmi BPBD Kabupaten
Tenggara Nomor: Peg.800/142.1/ Aceh Tenggara;
SK-TEPB/VIII/2022 tentang 6) Tersedianya program kerja prioritas
Pembentukan Tim Efektif Proyek Proyek Perubahan pada Peraturan
Perubahan Optimalisasi Informasi Bupati Aceh Tenggara Nomor 14
Kebencanaan Berbasis Digital Pada Tahun 2022 tentang Rencana Kerja
Badan Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten Aceh
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; Tenggara Tahun 2023;
2) Terjalinnya hubungan kerjasama 7) Terkelolanya Website BPBD
MoU (Memorandum of Kabupaten Aceh Tenggara dan
Understanding) antara Badan berita informasi kebencanaan
Penanggulangan Bencana Daerah terbaru;
Kabupaten Aceh Tenggara dengan 8) Evaluasi dan Pelaporan
Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Aceh Tenggara Nomor:
360/238/BPBD-MoU/ IX/2022, tang-
GAMBARAN DAERAH Kabupaten Aceh Selatan dan Kota
Subulussalam, Provinsi Aceh.
Kabupaten Aceh Tenggara merupakan
salah satu kabupaten di Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari
yang dikelilingi hutan Taman Nasional 16 (enam belas) Kecamatan, 385 (Tiga
Gunung Leuser dan Bukit Barisan Ratus Delapan Puluh Lima) Desa dan
dengan ketinggian 25-1.000 mdpl. 51 (Lima Puluh Satu) Kemukiman.
Ibukota Kabupaten Aceh Tenggara Dilihat dari aspek topografi, Kabupaten
adalah Kota Kutacane. Secara Aceh Tenggara memiliki bentuk wilayah
Astronomis Kabupaten Aceh Tenggara yang beragam, mulai dari lembah/datar
terletak pada 3o55’23”-4o16’37” (kemiringan 0-3%), sampai bergunung
Lintang Utara dan 96o43’23”-98 10’32” (kemiringan di atas 40%). Adapun
Bujur Timur. Selanjutnya menurut letak gambaran umum topografi Kabupaten
geografis, batas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.
Aceh Tenggara adalah sebagai berikut:
Sedangkan ketinggian wilayah
Sebelah Utara Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara dapat
Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diklasifikasikan pada beberapa kelas,
dan Kabupaten Langkat, Provinsi antara 0 s/d 100 meter diatas
Sumatera Utara; permukaan laut (dpl) hingga > 1.600
Sebelah Selatan Berbatasan dengan meter dpl. Berdasarkan kelas
Kota Subulussalam dan Kabupaten ketinggian tersebut terlihat didominasi
Aceh Selatan, Provinsi Aceh serta oleh ketinggian 800 s/d 1.600 meter
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera dpl atau sebesar 35,54% dari total luas
Utara; wilayah keseluruhan kabupaten Aceh
Sebelah Timur Berbatasan dengan Tenggara
Kabupaten Langkat dan Karo, Provinsi
Sumatera Utara;
Sebelah Barat Berbatasan dengan
Total luas wilayah sungai di Kabupaten Kabupaten Aceh Tenggara sebesar
Aceh Tenggara 424.203,50 Ha dengan 52,83 jiwa per km². Kecamatan
wilayah terluas adalah Wilayah Sungai Babussalam memiliki kepadatan
(WS) Strategis Nasional Alas-Singkil penduduk tertinggi yaitu mencapai
dengan luas 327.829,24 Ha yang terdiri 3.164.14 jiwa per km² dan kecamatan
dari Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kepadatan penduduk terendah
Singkil. Sedangkan WS Lintas yaitu Kecamatan Babul Rahmah
Kabupaten Baru-Kluet yang terdiri dari sebesar 10.94 jiwa per km². Kecamatan
empat DAS memiliki DAS terluas DAS Babussalam memiliki kepadatan
Kluet dengan luas 91.017,91 Ha dan penduduk tertinggi dikarenakan
DAS terkecil adalah DAS Trumon memiliki sarana dan prasarana wilayah
dengan luas 1.110,01 Ha. serta akses yang lebih lengkap
dibandingkan kecamatan lainnnya.
Jumlah penduduk berdasarkan data Sedangkan Kecamatan Darul Hasanah
Dinas Kependudukan dan Pencatatan memiliki kepadatan penduduk terendah
Sipil Kabupaten Aceh Tenggara Tahun dikarenakan sebagian besar wilayah
2021 berjumlah 224,119 jiwa yang kecamatan merupakan wilayah Taman
terdiri dari 112.455 jiwa laki-laki dan Nasional Gunung Leuser.
111.664 jiwa perempuan. Dilihat dari
distribusi penduduk berdasarkan
kecamatan, Kecamatan Babussalam
memiliki jumlah penduduk paling
banyak yaitu 29.996 jiwa dan
Kecamatan Tanoh Alas memiliki jumlah
penduduk paling sedikit yaitu 4.898
jiwa.

Pada tahun 2021, kepadatan penduduk


PELAKSANAAN PROYEK Penandatangan kesepakatan
PERUBAHAN dengan lintas sektor.
3. Merancang media Informasi
Capaian Tahapan Perubahan Kebencanaan dengan output
Pelaksanaan Proyek Perubahan keluaran yaitu Pembuatan akun
Optimalisasi Informasi Kebencanaan media sosial untuk informasi
Berbasis Digital Pada Badan kebencanaan, Pembuatan jadwal
Penanggulangan Bencana Daerah talkshow live streaming tentang
Kabupaten Aceh Tenggara Informasi Kebencanaan.
dilaksanakan sebagaimana jadwal 4. Pembentukan Tim Pengelola Sistem
yang telah direncanakan pada Informasi dengan output keluaran
Milestone Jangka Pendek. Khususnya yaitu Pembuatan SK Bupati Tentang
kegiatan yang telah diagendakan untuk Pembentukan Tim Pengelola Sistem
dilaksanakan sejak September hingga Informasi Berbasis Digital.
akhir Oktober 2022. Hal ini dilakukan 5. Publikasi Informasi melalui Media
seiring dengan pertimbangan visibilitas Sosial dan Website dengan output
pelaksanaan kegiatan dan Pendidikan keluaran yaitu Publikasi dan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat sosialisasi sistem informasi
II Angkatan XVII Tahun 2022. Sebagai kebencanaan berbasis digital.
langkah optimalisasi, pelaksanaan 6. Menyusun Rencana dan Anggaran
beberapa kegiatan dilakukan dalam dengan output keluaran yaitu
waktu yang bersamaan. Adapun Menyusun Renja Lampiran RKPD
realisasi pencapaian pelaksanaan Tahun 2023.
Proyek Perubahan Jangka Pendek 7. Mengoptimalkan website BPBD
dijabarkan sebagai berikut: untuk Informasi Kebencanaan
1. Membangun tim Proyek perubahan dengan output keluaran yaitu
dengan rencana output keluaran Kerjasama dengan Kominfo;
yaitu Koordinasi dengan mentor; Memperbaharui Informasi
Pembentukan Tim Efektif; Distribusi kebencanaan di Website.
tugas anggota; dan Penerbitan SK 8. Evaluasi dan Pelaporan dengan
Tim Efektip output keluaran yaitu Laporan Akhir
2. Rapat Koordinasi antara BPBD Implementasi Proyek Perubahan.
dengan lintas sektor dengan output
keluaran yaitu Melaksanakan rapat
koordinasi dengan lintas sektor;
Membuat draf kesepakatan antara
BPBD dengan lintas sektor dan
Kepemimpinan Strategis menengah, dan jangka panjang.
Tugas Pemimpin adalah memimpin Dengan tetap mempertimbangkan
atau mengelola sumber daya untuk ketersediaan waktu dan visibilitas
mencapai tujuan organisasi atau pelaksanaan kegiatan yang
kondisi atau kinerja organisasi yang direncanakan. Namun pada Laporan
lebih baik. Seorang Pemimpin harus Implementasi Proyek Perubahan
dapat mengubah kondisi semula Optimalisasi Informasi Kebencanaan
menjadi kondisi yang lebih baik, lebih Berbasis Digital Pada Badan
menyenangkan, kinerja lebih atau Penanggulangan Bencana Daerah
terbaik (better or best performance) Kabupaten Aceh Tenggara dibatasi
dan sebagainya seperti karakter hanya pada Tahapan Kegiatan Jangka
pemimpin yang disebutkan dibawah ini: Pendek yang diselenggarakan sejak
1. Mampu membangun sinergi antar bulan September hingga Oktober 2022.
unit organisasi & stakeholders;
2. Mampu menjadi motor penggerak Pada tanggal 21 Oktober 2022
perubahan strategis di instansinya; bertempat di ruang Rapat Badan
3. Memiliki karakter mengelola yang Penanggulangan Bencana Daerah
terbuka, mengelola keberagaman, Kabupaten Aceh Tenggara, dilakukan
mencapai hasil yang maksimal paparan implementasi Sistem Informasi
dilingkungan kerjanya dan dari beberapa media informasi, baik
berdampak luas; Media Sosial BPBD Aceh Tenggara
4. Pemimpin perubahan memiliki maupun Website resmi BPBD Aceh
tujuan jelas yang ingin di capai; Tenggara yang telah dibuat. Dari hasil
5. Pemimpin perubahan memiliki cara pembuatan akun yang telah dilakukan
untuk melakukan perubahan, pada tahap Login (masuk) dan
dengan kata lain paham dan tahu publikasi informasi penanggulangan
apa yang harus dilakukan untuk bencana maka dapat dijelaskan
mengubah dari keadaan biasa saja beberapa akun media informasi dan
menjadi keadaan yang lebih baik; website resmi BPBD Kabupaten Aceh
Tenggara yang ada telah berfungsi dan
Implementasi Strategi Marketing sesuai dengan kebutuhan.

Implementasi strategi marketing melalui Facebook (FB), Whatsapp (WA),


pendampingan proyek perubahan Instagram (IG), Channel Youtube,
diselenggarakan dengan Twitter dan Website
melaksanakan rangkaian kegiatan yang
telah direncanakan pada rencana
kegiatan jangka pendek, jangka
PENUTUP Informasi kebencanaan sehingga
pengelolaan informasi kebencanaan
Kesimpulan lebih tertata dan lebih baik lagi;
3. Tersedianya media sosialisasi,
Sejak dimulainya pelaksanaan proyek Himbauan dan Peringatan dini
perubahan ini diharapakan dapat Cuaca Ekstreem yang berbasis
memberikan hasil yang positif sesuai Digital sehingga lebih mudah
dengan tujuan dan manfaat proyek diterima oleh masyarakat;
perubahan dimana informasi 4. Tersedianya Aplikasi Android untuk
kebencanaan akan diperoleh dengan melakukan pendataan dan
cepat dan akurat serta kegiatan Emergency respons terkait
penanggulangan bencana seperti kebencanaan di Kabupaten Aceh
kesiapsiagaan, penanganan darurat Tenggara;
bencana, dan penanganan
pascabencana dapat dilaksanakan
dengan baik, ada beberapa kesimpulan
yang diperoleh dari proyek perubahan
yaitu sebagai berikut :
1. Tersedianya sistem informasi
kebencanaan yang berbasis digital
baik melalui media sosial, Website
maupun Aplikasi sehingga
masyarakat lebih mudah dan lebih
cepat dalam mengakses informasi
kebencanaan serta mendorong
stakeholder untuk bersinergi
menjadikan media informasi
tersebut sebagai sarana berbagi
informasi tentang kebencanaan;
2. Terbentuknya tim pengelola Sistem
Saran
3. Perlu dilakukan sosialisasi kepada
Dari pelaksanaan proyek perubahan ini masyarakat tentang sistem
dapat direkomendasikan beberapa hal informasi Kebencanaan berbasis
sebagai berikut : digital sehingga masyarakat dapat
1. Perlunya komitmen pimpinan dan melaporkan informasi kejadian
seluruh staf BPBD Kabupaten Aceh bencana secara cepat dan akurat;
Tenggara untuk menerapkan dan 4. Akan melakukan monitoring dan
melaksanakan Proyek Perubahan; evaluasi pada setiap tahun agar
2. Perlu adanya dukungan kebijakan Proyek Perubahan lebih baik dan
dan anggaran untuk keberlanjutan lebih sempurna;
dan pengembangan proyek
perubahan ini;

Anda mungkin juga menyukai