Digitalisasi Informasi Kebencanaan Aceh
Digitalisasi Informasi Kebencanaan Aceh
R
JUDUL
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanya menjadi milik Allah
Optimalisasi Informasi Kebencanaan SWT. Hanya atas limpahan karunia-Nya Penulis
Berbasis Digital Pada BPBD Kabupaten sebagai Project Leader pada Pendidikan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan
Aceh Tenggara XVII Tahun 2022 dapat menyelesaikan tugas akhir
Proyek Perubahan yang berjudul Optimalisasi
MENTOR
Informasi Kebencanaan Berbasis Digital pada
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara untuk jangka
Mhd. Ridwan, SE,[Link] pendek ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Sekretaris Daerah Kab. Aceh Tenggara Dengan terselesaikannya laporan ini, penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah memberikan bantuan, dukungan dan fasilitasi
PROJECT LEADER dalam penyusunan Laporan Implementasi Proyek
Nazmi Desky, SKM, MAP. Perubahan ini khususnya kepada:
Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian
No. Peserta/NDH 16 Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia (PUSLATBANG KHAN
COACH LAN RI) Bapak Ir. Faizal Adriansyah, [Link], yang
memfasilitasi penyelenggaraan PKN Tingkat II; Bapak
Ir. Abdul Halim, [Link] Drs. H. Raidin Pinim, [Link] dan Bapak Bukhari yang
telah memberi kesempatan penulis untuk mengikuti
TIM PENDUKUNG PKN Tingkat II, dan sejak tanggal 2 Oktober 2022
sudah purna tugas sebagai Kepala Daerah Kabupaten
Sekretariat & Bidang-Bidang Pada Aceh Tenggara; Penjabat (Pj) Bupati Aceh Tenggara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bapak Drs. Syakir, [Link]; Bapak Mhd. Ridwan, SE,
Kabupaten Aceh Tenggara [Link], Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
Selaku Mentor yang telah banyak memberikan
dukungan dan arahan; Bapak Ir. Abdul Halim, [Link].
WORKING TEAM selaku Coach yang telah memberikan ide-ide kreatif,
bimbingan dan arahan dalam penulisan dan Tim
Staf Pelaksana Pada Badan Efektif yang dibentuk untuk mendukung proyek
Penanggulangan Bencana Daerah perubahan.
Kabupaten Aceh Tenggara Penulis menyadari Laporan Implementasi Proyek
Perubahan ini belum sempurna dan masih terdapat
PENERBIT kekurangan, oleh karena itu masukan dan saran untuk
penyempurnaan kami harapkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Kabupaten Aceh Tenggara Semoga Implementasi Proyek Perubahan ini
memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tenggara dan khususnya Aparatur Badan
CETAK Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh
November 2022 Tenggara.
Daftar
Pendahuluan
Isi
Latar Belakang (Burning Platform);
Tujuan & Manfaat Untuk Organisasi
Adaftif;
Output (Keluaran) dan Outcome
(Hasil/Manfaat);
Pelaksanaan Proyek
Rencana Proyek Perubahan
Capaian Tahapan Perubahan;
Perubahan Kepemimpinan Strategis;
Tahapan Perubahan Rencana Implementasi Strategi Marketing
Strategis/Mailstone; (Ketepatan Stakeholder Utama dan
Rencana Strategi Marketing; Strategi Komunikasi;
Gambaran Daerah
Gambaran Umum Daerah
Abstraks (Executive Summary)
Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 praktis, lebih lengkap, lebih cepat dan
Tahun 2007 tentang Penanggulangan mudah untuk disajikan sehingga petugas
Bencana menyebutkan defenisi bencana dan masyarakat lebih cepat dan lebih
adalah peristiwa atau serangkaian mudah menerima informasi kebencaan,
peristiwa yang mengancam dan Oleh karena itu diperlukan Teknologi
mengganggu kehidupan dan penghidupan Informasi seperti media sosisal (Facebook,
masyarakat yang disebabkan baik dari Instagram, WhatsApp, Twitter dan
faktor alam dan/atau faktor non alam YouTube) dan media online lainnya seperti
maupun faktor manusia sehingga Website serta Aplikasi yang berbasis
mengakibatkan timbulnya korban jiwa Android.
manusia, kerusakan lingkungan, kerugian Adapun manfaat yang diperoleh dari
harta benda dan dampak pisikologis. Implementasi Proyek Perubahan adalah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Terintegrasinya data kebencanaan dengan
(BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara di data penyaluran logistik, Memudahkan
bentuk berdasarkan Qanun Kabupaten untuk mendapatkan jenis dan lokasi
Aceh Tenggara Nomor 11 Tahun 2016 kejadian Bencana, Membuat sosialisasi
tentang Pembentukan Susunan Perangkat dan Peringatan dini melalui media sosial
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan dan Website, Melakukan kajian cepat,
dipertegas dengan Peraturan Bupati Aceh sistem dan manajemen informasi sudah
Tenggara Nomor 26 Tahun 2017 tentang terkoordinir dan terintegrasi berbasis digital
Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas dan memudahkan koordinasi dengan
dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Stakeholder untuk menetapkan status
Penanggulangan Bencana Daerah bencana, serta laporan kejadian bencana
Kabupaten Aceh Tenggara. dapat terdokumentasi dengan baik.
Berdasarkan hasil penentuan peringkat isu Ada 8 (delapan) Milestone jangka pendek
yang diperoleh dengan menggunakan yang dilaksanakan dalam Implementasi
metode Analisis ASTRID maka isu tentang Proyek Perubahan, dimulai dari
“belum tersedianya data informasi membentuk Tim Efektif, Membuat MoU
kebencanaan yang lengkap, cepat dan dengan Kominfo, Merancang media
terintegrasi” adalah isu yang paling aktual, informasi kebencanaan, membuat SK
paling relevan dan yang paling Bupati tentang pembentukan Tim
memungkinkan untuk dapat diselesaikan, Pengelola Sistem Informasi Penang-
apabila tidak cepat diatasi oleh Pemerintah gulangan Bencana, melaksanakan
Kabupaten Aceh Tenggara melalui BPBD Publikasi dan sosialisasi sistem informasi
Kabupaten Aceh Tenggara maka akan kebencanaan berbasis digital, Menyusun
menimbulkan permasalahan data korban Rencana kerja dan Anggaran (RKA),
bencana yang tidak akurat, perencanaan Mengoptimalkan website untuk Informasi
mitigasi bencana kurang baik dan Kebencanaan serta melakukan Evaluasi
pengurangan resiko bencana kurang dan Pelaporan, Selain Menyusun
Efektif dan Efisien, Informasi kebencanaan Milestone jangka pendek, kami juga
sangat dibutuhkan dalam hal kegiatan Menyusun Milestone jangka menengah
penanggulangan bencana, saat ini dan Milestone jangka Panjang yang
informasi kebencanaan tersebut masih tercantum didalam Implementasi Proyek
manual, kurang lengkap dan lambat dalam Perubahan ini.
menyajikan data. Untuk itu diperlukan
teknologi digital dalam mengumpulkan,
mengolah dan menyajikan data
kebencanaan tersebut Sehingga lebih
PENDAHULUAN
Era digital adalah suatu era yang mana
Berdasarkan Undang-undang Nomor setiap halnya bisa dilakukan dengan
24 Tahun 2007 tentang Penang- mudah dan tanpa ada batasan. Di era
gulangan Bencana menyebutkan modernisasi ini manusia dapat
defenisi bencana adalah peristiwa atau mendapatkan informasi dengan mudah
serangkaian peristiwa yang melalui teknologi informasi digital.
mengancam dan mengganggu Informasi kebencanaan sangat
kehidupan dan penghidupan dibutuhkan dalam hal kegiatan
masyarakat yang disebabkan baik dari penanggulangan bencana, saat ini
faktor alam dan/atau faktor non alam informasi kebencanaan tersebut masih
maupun faktor manusia sehingga manual, kurang lengkap dan lambat
mengakibatkan timbulnya korban jiwa dalam menyajikan data. Untuk itu
manusia, kerusakan lingkungan, diperlukan teknologi digital dalam
kerugian harta benda dan dampak mengumpulkan, mengolah dan
pisikologis. menyajikan data kebencanaan tersebut
Sehingga lebih praktis, lebih lengkap,
Sistem informasi kebencanaan lebih cepat dan mudah untuk disajikan,
merupakan sebuah sistem paduan Oleh karena itu diperlukan Teknologi
antara prosedur, sumberdaya manusia, Informasi seperti media sosisal
data dan teknologi informasi yang Facebook, Instagram, WhatsApp,
diorganisasikan untuk mengumpulkan, YouTube, dan Media Online lainnya
memproses, menyimpan, dan seperti Website serta aplikasi yang
menganalisis informasi kebencanaan berbasis Android.
yang ditujukan untuk mendukung
proses penanggulangan bencana, baik
pada tahap pra bencana, saat
terjadinya bencana (tanggap darurat)
maupun pasca bencana.
Latar Belakang Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh
Jenis-jenis bencana menurut Undang- Tenggara di bentuk berdasarkan
undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Qanun Kabupaten Aceh Tenggara
penanggulangan bencana yaitu : Nomor 11 Tahun 2016 tentang
1. Bencana alam adalah bencana Pembentukan Susunan Perangkat
peristiwa atau serangkaian peristiwa Daerah Kabupaten Aceh Tenggara dan
yang disebabkan oleh alam antara Peraturan Bupati Aceh Tenggara
lain gempa bumi, banjir, kekeringan, Nomor 26 Tahun 2017 tentang
angin puting beliung, tanah longsor Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas
dan lain lain; dan Fungsi serta Tata Kerja Badan
2. Bencana non alam adalah bencana Penanggulangan Bencana Daerah
yang diakibatkan oleh peristiwa atau Kabupaten Aceh Tenggara.
serangkaian peristiwa non alam
antara lain wabah penyakit seperti
Pandemi Covid-19, Penyakit Mulut
dan Kuku (PMK);
3. Bencana sosial adalah bencana
yang diakibatkan oleh peristiwa atau
serangkaian peristiwa yang
disebabkan oleh manusia yang
meliputi konflik sosial, kelompok
dan komunitas masyarakat
Media Informasi Kebencanaan pihak-pihak yang memiliki peranan
penting dalam pengembangannya dan
Media sosial seperti Instagram, Twitter, dapat membantu memberikan informasi
Facebook, WhatsApp, Youtube, akan terjadinya bencana.
termasuk Website dan Aplikasi
berbasis Android merupakan sarana Pentingnya dilakukan perubahan dalam
yang saat ini banyak diminati oleh hal pengelolaan data informasi
masyarakat untuk mencari informasi. kebencanaan meliputi penyajian
Namun tidak semua masyarakat di informasi lokasi, kejadian bencana,
Aceh Tenggara tertarik dan sadar akan jenis bencana, jumlah penduduk,
pentingnya informasi kebencanaan, jumlah korban jiwa dan detail korban
seperti di wilayah Aceh Tenggara yang bencana kepada masyarakat disajikan
potensi bencana alamnya cukup besar. secara digitalisasi dan terintegrasi
Beralih ke sistem peringatan dini sehingga laporan masyarakat saat
bencana alam di Indonesia, saat ini terjadi bencana, penyajian informasi
peringatan dini bencana alam di Aceh kebencaaan hingga, informasi
Tenggara masih kurang Optimal. penyaluran logistik tercatat secara
Sistem informasi kebencanaan di digitalisasi.
Indonesia khususnya di wilayah Aceh
Tenggara masih perlu dibenahi lebih
lanjut. Di era digitalisasi ini, diharapkan
Akibat Jika Masalah Tidak
Diselesaikan Manfaat
Data informasi kebencanaan tidak Perencanaan penanggulangan
lengkap dan tidak terpadu; bencana berbasis data dan
Tidak dapat melakukan pendataan kajian; Memudahkan untuk
secara baik dan cepat; melakukan pendataan korban
Informasi kebencanaan yang bencana;
diterima oleh masyarakat tidak Memudahkan masyarakat dalam
akurat; menerima informasi bencana;
Perencanaan penanggulangan Mitigasi bencana dapat dilakukan
bencana tidak terintegrasi dengan dengan baik dan tepat sasaran.
sistem.
Solusi
Kondisi Yang Diharapkan Membangun Tim Efektif dengan
Tersedianya aplikasi pendataan stakeholder terkait;
berbasis digital; Menyusun [Link] kebijakan
Tersedianya sistem peringatan dini daerah;
bencana berbasis digital; Membangun system yang berbasis
Adanya informasi kebencanaan digital;
melalui media sosial, Website dan Melakukan pendekatan kepada
aplikasi Android; pimpinan untuk mendukung
Adanya peningkatan kapasitas SDM terhadap aksi perubahan.
dibidang digital.
Target
2. Pedoman Penggunaan Aplikasi
Jangka Pendek: Tim Efektif dan Sistem Informasi Kebencanaan
stakeholder terkait sudah paham (SIK);
maksud aksi perubahan yang akan
dilaksanakan serta Penyelesaian 3. Qanun Kabupaten Aceh Tenggara
Regulasi; No 11 tahun 2016 tentang
Jangka Menengah: Terbangunnya Pembentukan Susunan Perangkat
sistem yang berbasis digital; Daerah Kabupaten Aceh Tenggara
Jangka Panjang: Beroperasi secara dan Peraturan Bupati Aceh
berkesinambungan dan dapat Tenggara No. 26 Tahun 2017
digunakan. tentang Kedudukan susunan
Organisasi Badan Penanggulangan
Referensi Bencana Daerah Kabupaten Aceh
Ada beberapa acuan yang mendasari Tenggara.
kegiatan Mengoptimalisasi Informasi
Kebencanaan Berbasis Digital pada 4. Website BNPB Tentang informasi
Badan Penanggulangan Bencana Kebencanaan di seluruh wilayah
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara Indonesia.
dapat terlaksana yaitu :
Tujuan
Tujuan yang dihasilkan dari rancangan 3. Tersedianya Informasi
proyek perubahan Optimalisasi Kebencanaan yang mudah di Akses
Informasi Kebencanaan Berbasis baik melalui Media Sosial maupun
Digital pada BPBD Kabupaten Aceh Website resmi BPBD Kab. Aceh
Tenggara adalah: Tenggara bagi Permerintah
Kabupaten Aceh Tenggara,
1. Terselenggaranya Tugas Pokok dan Stakeholder, dan Masyarakat;
Fungsi BPBD Kab. Aceh Tenggara
sebagaimana tertuang dalam 4. Tersedianya Petunjuk Teknis atau
Peraturan Bupati Aceh Tenggara Petunjuk Pelaksanaan tentang tata
Nomor 26 tahun 2017 tentang cara pendataan, publikasi,
Kedudukan, susunan Organisasi, pengendalian dan pemanfaatan
Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja informasi kebencanaan.
Badan Penanggulangan Bencana
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; 5. Tersedianya aplikasi kebencanaan
berbasis android untuk mendukung
2. Terlaksananya Tugas BPBD aktivitas kebencanaan yang efektif
Kabupaten Aceh Tenggara dalam dan efisien
menyediakan Informasi
Kebencanaan secara digital;
Manfaat lokasi kejadian Bencana;
Mendapatkan informasi tentang jenis
a. Bagi Peserta bencana dan mudah untuk
Adapun Manfaat bagi peserta selaku melakukan koordinasi dengan dinas
Kepala Pelaksana BPBD Kab. Aceh terkait;
Tenggara dalam pelaksanaan proyek Memudahkan pemerintah daerah
perubahan Optimalisasi Informasi untuk menetapkan status keadaan
Kebencanaan Berbasis Digital pada bencana baik tingkat daerah, tingkat
BPBD Kab. Aceh Tenggara, adalah provinsi maupun tingkat nasional dan
memudahkan peserta dalam upaya-upaya apa yang harus
melaksanakan tugas pokok dan fungsi dilakukan untuk meminimalir dampak
khususnya dalam hal penanggulangan bencana serta prinsip Pengurangan
bencana dikarenakan sistem dan Risiko Bencana;
manajemen informasi sudah Pemerintah daerah juga bisa
terkoordinir dan terintegrasi berbasis membuat sosialisasi melalui media
digital. sosial, televisi dan radio untuk
mengurangi angka risiko bencana.
b. Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh
Tenggara
Secara umum manfaat dari
terlaksananya Program Optimalisasi
Informasi Kebencanaan Berbasis
Digital bagi Pemerintah Kabupaten
Aceh Tengggara, adalah :
3. Kekuatan (Strength)
Kuantitas SDM yang cukup seperti
TRC, Damkar, Pusdalops, Analis
Kebencanaan dan lain-lain dan
tersedianya sarana dan prasarana
yang memadai.
4. Kelemahan (Weakness)
Kurangnya data Kebencanaan,
Kurangnya Koordinasi dan Kolaborasi
stakeholder, Belum adanya regulasi
dan Rendahnya SDM di bidang Digital.
RENCANA PROYEK Sistem Informasi Berbasis Digital;
PERUBAHAN 5. Publikasi dan sosialisasi sistem
informasi kebencanaan berbasis
Tahapan Perubahan Rencana digital;
Strategi/ Milestone 6. Menyusun Rencana dan Anggaran
peningkatan kapasitas SDM dan
Rencana Tahapan Jangka Pendek pembuatan aplikasi berbasis
1. Membangun Tim Proyek Perubahan Android;
dengan rincian kegiatan yaitu 7. Mengoptimalkan website BPBD
melakukan Koordinasi dengan untuk Informasi Kebencanaan;
mentor, Pembentukan Tim Efektif, 8. Evaluasi dan Pelaporan;
Distribusi tugas anggota dan
Penerbitan SK Tim Kerja.
2. Membuat kesepakatan antara
BPBD dengan lintas sektor dengan
rincian kegiatan yaitu Melaksanakan
rapat koordinasi dengan lintas
sektor, Membuat draf kesepakatan
antara BPBD dengan lintas sektor,
Penandatangan kesepakatan
dengan lintas sektor;
3. Merancang media Informasi
Kebencanaan dengan rincian
kegiatan yaitu Pembuatan media
online, media sosial tentang
informasi kebencanaan dan
Pembuatan jadwal talkshow live
streaming tentang Informasi
Kebencanaan;
4. Pembuatan SK Bupati Tentang
Rencana Tahapan Jangka Menengah
(Januari s.d Desember 2023)
1. Koordinasi dengan stakeholder Rencana Tahapan Jangka Panjang
eksternal Tentang Sistem Informasi (Tahun 2024 s.d Tahun 2025)
Kebencanaan Berbasis Digital;
2. Pembuatan Aplikasi Sistem 10. Penyempurnaan Sistem Informasi
Informasi Kebencanaan Berbasis Kebencanaan berbasis digital;
Android; 11. Penyempurnaan Aplikasi Sistem
3. Pelatihan Peningkatan Kapasitas Informasi Kebencanaan Berbasis
SDM pengelolaan informasi; Android;
4. Pelatihan kapasitas TRC, DAMKAR 12. Pengurangan Indeks Resiko
dan PUSDALOPS; Bencana (IRB);
5. Penguatan Kapasitas Tim 13. Penyusunan Rencana Kontijensi
JITUPASNA dan Mitigasi Bencana Bencana Alam, Bencana Non Alam
Kabupaten; dan Bencana Sosial;
6. Pembentukan Forum PRB 14. Penyampaian Sistem Informasi
Kabupaten Aceh Tenggara; Kebencanaan Berbasis Digital ke
7. Penyusunan Dokumen Kajian Pemerintahan Kute dan
Resiko Bencana (KRB); masyarakat;
8. Penyusunan Dokumen Rencana 15. Perencanaan Penanggulangan
Penanggulangan Bencana (RPB); Bencana Berbasis Data.
9. Evaluasi dan Pelaporan.
Rencana Strategi Marketing
Identifikasi Stakeholder
Dalam membangun Tim Efektif sebagai
upaya untuk mensukseskan Stakeholer External
Rancangan Proyek Perubahan yang Stakeholder eksternal yang dilibatkan
diajukan harus diawali dengan dalam proyek perubahan ini adalah
pengidentifikasian stakeholder yang Bupati Aceh Tenggara dan Wakil Bupati
terlibat didalamnya sebagai berikut: Aceh Tenggara berperan sebagai
Stakeholer Internal Pembina serta memberi petunjuk juga
Stakeholder internal yang diberdayakan arahan, BNPB, BPBA, BMKG,
dalam proyek perubahan ini adalah BAPPEDA, BPKD, Dinas Sosial, Dinas
Sekretaris BPBD, Para Kepala Bidang Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas
BPBD, Kasubbag Umum, Analis Pangan, Kominfo dan Basarnas
Kebencanaan, dan Analis Kebakaran berperan sebagai tim koordinasi.
berperan mengolah data serta Kecamatan, Pengulu Kute, Tagana,
memberikan arahan. Dari Non ASN karang taruna, RAPI, Forum PRB
yang dilibatkan antara lain Pusdalops (Pengurangan Resiko Bencana),
PB, Admin Website dan Admin Media Programer, LSM/Pers dan PMI
Sosial yang berperan menginput data. berperan sebagai Tim pendukung/Mitra
Kemudian Tim Reaksi Cepat (TRC) dan serta Pelaksana
Pemadam Kebakaran Berperan
mengumpulkan data.
Pemetaan Stakeholder
Potensi
Solusi
masalah
3. Coach
Faktor Kunci Keberhasilan gal 22 September 2022;
Keberhasilan proyek perubahan ini 3) Tersedianya Media Sosial
ditentukan oleh dukungan seluruh Facebook, Instagram, Whatsapp,
stakeholders yang terkait untuk Twitter dan Youtube sebagai sarana
implementasi proyek perubahan media informasi kebencanaan;
Optimalisasi Informasi Kebencanaan 4) Ditetapkannya SK Bupati Aceh
Berbasis Digital Pada Badan Tenggara Nomor: 360/223/2022,
Penanggulangan Bencana Daerah tentang Pembentukan Tim
Kabupaten Aceh Tenggara, sehingga Pengelola Sistem Informasi
sangat mempengaruhi kelancaran Penanggulangan Bencana
tahapan pelaksanaan proyek Pemerintah Kabupaten Aceh
perubahan. Tenggara;
5) Terimplementasinya aplikasi-aplikasi
Kriteria Keberhasilan media sosial (Facebook, Instagram,
1) Ditetapkannya Keputusan Kepala WhatsApp, Twitter, YouTube dan
Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Website resmi BPBD Kabupaten
Tenggara Nomor: Peg.800/142.1/ Aceh Tenggara;
SK-TEPB/VIII/2022 tentang 6) Tersedianya program kerja prioritas
Pembentukan Tim Efektif Proyek Proyek Perubahan pada Peraturan
Perubahan Optimalisasi Informasi Bupati Aceh Tenggara Nomor 14
Kebencanaan Berbasis Digital Pada Tahun 2022 tentang Rencana Kerja
Badan Penanggulangan Bencana Pemerintah Kabupaten Aceh
Daerah Kabupaten Aceh Tenggara; Tenggara Tahun 2023;
2) Terjalinnya hubungan kerjasama 7) Terkelolanya Website BPBD
MoU (Memorandum of Kabupaten Aceh Tenggara dan
Understanding) antara Badan berita informasi kebencanaan
Penanggulangan Bencana Daerah terbaru;
Kabupaten Aceh Tenggara dengan 8) Evaluasi dan Pelaporan
Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Aceh Tenggara Nomor:
360/238/BPBD-MoU/ IX/2022, tang-
GAMBARAN DAERAH Kabupaten Aceh Selatan dan Kota
Subulussalam, Provinsi Aceh.
Kabupaten Aceh Tenggara merupakan
salah satu kabupaten di Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari
yang dikelilingi hutan Taman Nasional 16 (enam belas) Kecamatan, 385 (Tiga
Gunung Leuser dan Bukit Barisan Ratus Delapan Puluh Lima) Desa dan
dengan ketinggian 25-1.000 mdpl. 51 (Lima Puluh Satu) Kemukiman.
Ibukota Kabupaten Aceh Tenggara Dilihat dari aspek topografi, Kabupaten
adalah Kota Kutacane. Secara Aceh Tenggara memiliki bentuk wilayah
Astronomis Kabupaten Aceh Tenggara yang beragam, mulai dari lembah/datar
terletak pada 3o55’23”-4o16’37” (kemiringan 0-3%), sampai bergunung
Lintang Utara dan 96o43’23”-98 10’32” (kemiringan di atas 40%). Adapun
Bujur Timur. Selanjutnya menurut letak gambaran umum topografi Kabupaten
geografis, batas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.
Aceh Tenggara adalah sebagai berikut:
Sedangkan ketinggian wilayah
Sebelah Utara Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara dapat
Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh diklasifikasikan pada beberapa kelas,
dan Kabupaten Langkat, Provinsi antara 0 s/d 100 meter diatas
Sumatera Utara; permukaan laut (dpl) hingga > 1.600
Sebelah Selatan Berbatasan dengan meter dpl. Berdasarkan kelas
Kota Subulussalam dan Kabupaten ketinggian tersebut terlihat didominasi
Aceh Selatan, Provinsi Aceh serta oleh ketinggian 800 s/d 1.600 meter
Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera dpl atau sebesar 35,54% dari total luas
Utara; wilayah keseluruhan kabupaten Aceh
Sebelah Timur Berbatasan dengan Tenggara
Kabupaten Langkat dan Karo, Provinsi
Sumatera Utara;
Sebelah Barat Berbatasan dengan
Total luas wilayah sungai di Kabupaten Kabupaten Aceh Tenggara sebesar
Aceh Tenggara 424.203,50 Ha dengan 52,83 jiwa per km². Kecamatan
wilayah terluas adalah Wilayah Sungai Babussalam memiliki kepadatan
(WS) Strategis Nasional Alas-Singkil penduduk tertinggi yaitu mencapai
dengan luas 327.829,24 Ha yang terdiri 3.164.14 jiwa per km² dan kecamatan
dari Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kepadatan penduduk terendah
Singkil. Sedangkan WS Lintas yaitu Kecamatan Babul Rahmah
Kabupaten Baru-Kluet yang terdiri dari sebesar 10.94 jiwa per km². Kecamatan
empat DAS memiliki DAS terluas DAS Babussalam memiliki kepadatan
Kluet dengan luas 91.017,91 Ha dan penduduk tertinggi dikarenakan
DAS terkecil adalah DAS Trumon memiliki sarana dan prasarana wilayah
dengan luas 1.110,01 Ha. serta akses yang lebih lengkap
dibandingkan kecamatan lainnnya.
Jumlah penduduk berdasarkan data Sedangkan Kecamatan Darul Hasanah
Dinas Kependudukan dan Pencatatan memiliki kepadatan penduduk terendah
Sipil Kabupaten Aceh Tenggara Tahun dikarenakan sebagian besar wilayah
2021 berjumlah 224,119 jiwa yang kecamatan merupakan wilayah Taman
terdiri dari 112.455 jiwa laki-laki dan Nasional Gunung Leuser.
111.664 jiwa perempuan. Dilihat dari
distribusi penduduk berdasarkan
kecamatan, Kecamatan Babussalam
memiliki jumlah penduduk paling
banyak yaitu 29.996 jiwa dan
Kecamatan Tanoh Alas memiliki jumlah
penduduk paling sedikit yaitu 4.898
jiwa.