0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan53 halaman

Rapat Persiapan Pelaksanaan Proyek PCM

Rapat ini membahas persiapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan, termasuk pengaturan organisasi, jadwal, mutu, asuransi, dan penyelesaian pekerjaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan53 halaman

Rapat Persiapan Pelaksanaan Proyek PCM

Rapat ini membahas persiapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan, termasuk pengaturan organisasi, jadwal, mutu, asuransi, dan penyelesaian pekerjaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRA CONSTRUCTION MEETING

(PCM)
TAHUN 2019

Maumere, 29 Mei 2019


PCM
BINA MARGA T. A 2019
Ruang Lingkup
PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN, REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN
Tujuan
MENYATUKAN PENGERTIAN TERHADAP SELURUH DOKUMEN
KONTRAK DAN MEMBUAT KESEPAKATAN TERHADAP HAL-HAL
PENTING YAG BELUM TERDAPAT DALAM DOKUMEN KONTRAK
MAUPUN KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN KENDALA YANG
AKAN TERJADI DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN.
Acuan
A. PERPRES RI NOMOR 16 TAHUN 2018 TENTANG
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH.
B. KEPMEN PU NOMOR 349/KPTS/M/2004 TENTANG PEDOMAN
PENYELENGGARAAN KONTRAK JASA PELAKSANAAN
KONSTRUKSI (PEMBORONGAN)
C. PERMEN PU NOMOR 05/PRT/M/2014 TENTANG PEDOMAN
SISTEM MANAGEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM.
D. PERMEN PU NOMOR 31/PRT/M/2015 TENTANG STANDART
DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN
JASA KONSULTANSI.
E. DOKUMEN KONTRAK
Waktu Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (PCM)

 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus sudah menyelenggarakan Rapat


Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (PCM) selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak
tanggal diterbitkanya SPMK dan sebelum dilaksanakan pekerjaan .
Peserta Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (PCM)

 Unsur Pejabat Pembuat Komitmen


 PPK
 Direksi Lapangan
 Unsur Konsultan Pengawas
 Direktur
 Supervision Engineer
 Tenaga Profesional/Tenaga Ahli
 Unsur Kontraktor
 Direktur
 General Superintentdant
 Site Manager
PERSIAPAN
PRE CONSTRUCTION MEETING
(PCM)
Penyusunan Program Mutu

 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan


pelaksanaan pekerjaan (PCM) untuk disetujui.
 Program Rencana Mutu Kontrak (RMK) yang disusun oleh penyedia dan
disepakati oleh PPK serta dapat direvisi sesuai kebutuhan.
Isi RMK

 Informasi mengenai pekerjaan yang dilaksanakan


 Organisasi Kerja Penyedia
 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
 Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
 Prosedur Instruksi Kerja; dan
 Pelaksana Kerja
 Stritmap
RENCANA MUTU KERJA

 Program mutu dapat direvisi sesuai kondisi lokasi pekerjaan.


 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi Addendum
Kontrak dan Peristiwa Kompensasi.
 Pemutakhiran program mutu harus menunjukan perkembangan kemajuan setiap
pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan, termasuk perubahan
terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harus mendapat persetujuan
PPK.
RENCANA MUTU KERJA

 RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak
dipenuhi sebagaimana mestinya.
 Penyedia jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai
ketentuannya
 Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban penyedia jasa.
 PPK menerapkan dan mengendaliakan pelaksanan RMK secara konsisten untuk
mencapai mutu yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan kegiatan.
PELAKSANAAN
PRE CONSTRUCTION MEETING
(PCM)
LINGKUP PELAKSANAAN
MENGURAIKAN PENJELASAN
NAMA PAKET KEGIATAN, KODE,
NOMOR KONTRAK, SUMBER
DANA,LOKASI,LINGKUP
PEKERJAAN,WAKTU
Informasi Kegiatan PELAKSANAAN DAN
PENANGGUNG JAWAB PENYEDIA
JASA
Asuransi Pekerjaan

 Semua barang dan peralatan – peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan
pelaksanaan pekerjaan, serta personil untuk pelaksanaan pekerjaan atas segala resiko yaitu
kecelakaan kerusakan –kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga.
 Asuransi untuk pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerja, sesuai ketentuan
yang berlaku tiap orang untuk cidera badan termasuk kematian untuk satu kali peristiwa
 Perlindungan terhadap kegagalan bangunan. Kegagalan bangunan di ganti sesuai dengan
kerusakan bangunan
Pekerjaan Tambah Kurang / Perubahan Kegiatan Pekerjaan

 Menambah atau mengurangi kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam kontrak;


 Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran;
 Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
 Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10% ( sepuluh persen ) dari nilai harga yang tercantum dalam
kontrak awal.
 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen secara tertulis kepada penyedia
jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang
tercantum dalam kontrak.
 Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan amandemen kontrak
Pemeliharaan Pekerjaan

 Masa Pemeliharaan adalah 365 hari kalender untuk pekerjaan Aspal dan 180 hari kalender untuk
pekerjaan Beton K.125.
 Segala hal yang berhubungan dengan konstruksi lapangan selama masa pemeliharaan menjadi
tanggung jawab kontraktor. Setelah masa pemeliharaan selesai kontraktor harus mengajukan serah
terima ke 2 ( FHO ) yang dituangkan dalam Berita Acara
Kompensasi

 Dapat diberikan bila dapat dibuktikan merugikan penyedia jasa sesusi syarat umum kontrak
Denda

 Besarnya denda kepada penyedia jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1/1000
(per seribu) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan,
 Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus
kontrak.
Struktur
Organisasi PPK
Struktur organisasi yang menjelaskan
keterkaitan pihak-pihak dalam pelaksanaan
kegiatan beserta tugas tanggung jawab dan
wewenang masing masing kedudukan dalam
struktur organisasi.

KONSULTAN KONTRAKTOR
Tata Cara Pengaturan Pekerjaan

 Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction) Penyedia Jasa sudah memberikan jadwal teknis
pekerjaan, mobilisasi personil, bahan dan alat dan daftar personil inti yang bertanggung jawab di
lapangan.
 Saat Awal Proyek (At-Project Starting) meliputi koordinasi awal, pengecekan bersama terkait dengan
item-item pekerjaan dan jadwal pelaksanaan konstruksi, sistem kerja dll. Pembuatan direksi keet,
Sampel material dan Pengajuan Job Mix Formula
 Pelaksanaan Proyek (Project Construction) dengan kegiatan meliputi pengendalian kualitas pelaksanaan
pekerjaan, pengukuran tahap pelaksanaan pekerjaan dan pembayarannya, monitoring dan pelaporan
pelaksanaan pekerjaan, pelaksanaan test akhir pada pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan
dokumentasi
Tata Cara Pengaturan Pekerjaan

 Request. Direksi berhak menolak request apabila terjadi penyimpangan dari rencana / gambar, mutu
bahan tidak sesuai dan hasil test lab ( bila ada ) tidak memenuhi persyaratan. Direksi berhak membongkar
konstruksi terpasang apabila diragukan kualitasnya atau belum mengajukan request / ijin pelaksanaan
 Laporan – laporan ( harian, mingguan, bulanan, amandemen dan lain-lain ) harus sudah diserahkan pada
tanggal yang ditentukan. Untuk laporan bulanan dibuat setiap tanggal 25. Laporan harian dan mingguan
disampaikan kepada pihak proyek pada hari jumad.
 Dokumen Mutu. Berupa hasil tes uji mutu di Lab / lapangan. Seluruh laporan hasilnya dilaporkan /
diserahkan kepada Direksi dan juga kepada Panitia Uji Mutu.
 Foto Dokumentasi meliputi pelaksanaan 0%, 25%, 50%, 75%, 100% diambil pada titik yang sama.
 Laporan-laporan atau dokumen lain yang diperlukan
Tata Cara Pengaturan Pekerjaan

 Saat Proyek Selesai (Project Completion) dengan kegiatan meliputi masa pemeliharaan, pemeriksaan
bersama, serah terima pekerjaan, pembayaran akhir dan evaluasi dan penilaian pekerjaan yang telah
selesai dilaksanakan
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

 Menguraikan tahapan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan perencanaan waktu termasuk


perencanaan bobot pekerjaan. Menguraikan penggunaan peralatan,material dan personil dalam tahapan
kegiatan.
 Berupa Kurva S
 Harus sudah diserahkan sebelum pelaksanaan pekerjaan
 Apabila terlambat melaksanakan pekerjaan tidak sesuai jadwal maka PPK memberikan peringatan
secara tertulis atau dikenakan ketentuan kontrak kritis.
Mobilisasi Peralatan dan Personil

 Mobilisasi harus mulai dilaksanakan sejak diterbitkan SPMK, yaitu antara lain mendatangkan peralatan
dan personil, menyiapkan fasilitas kantor dan gudang
Penyusunan Rencana Pemeriksaan Lapangan

 Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, setelah penerbitan SPMK, Direksi teknis bersama-sama
dengan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan Untuk melakukan pengukuran dan
pemeriksaan detail kondisi lapangan guna menetapkan kuantitas awal ( MC - 0 ).
 Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Apabila dalam pemeriksaan
bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk amandemen
kontrak.
Sosialisasi

 Pengguna Jasa bersama-sama Penyedia Jasa pada tahap awal melaksanakan sosialisasi kepada
masyarakat dan pemerintah setempat, demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
 Penyedia Jasa wajib memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan sosialisasi, terutama terhadap
jalur-jalur tapak konstruksi yang akan dikerjakan.
Program Mutu (RMK)

 Komitmen dan dapat direvisi sesuai kebutuhan.


 Program mutu minimal berisi: Informasi pengadaan; Organisasi proyek Pejabat Pembuat Komitmen
dan penyedia jasa; Jadual pelaksanaan pekerjaan; Prosedur pelaksanaan pekerjaan; Prosedur
instruksi kerja; Pelaksana kerja.
 Format disesuaikan dengan yang sudah berlaku sesuai Lampiran Permen PU No. 4 /PRT / 2009
Kriteria Pekerjaan Kritis dan Terlambat

Kontrak dinilai dalam katagori kritis apabila :


 Dalam periode I ( Rencana Pelaksanaan fisik 0 % - 70 % dari kontrak) realisasi fisik
pelaksanaan terlambat 10 % dari rencana.
 Dalam periode II ( Rencana pelaksanaan fisik70 % - 100 % ) dari kontrak realisasi fisik
pelaksanaan terlambat 5 % dari rencana.
 Rencana Pelaksanaan fisik 100 % apabila pekerjaan belum selesai dan masa
pelaksanaan sudah habis kontrak tersebut dikenakan denda sesuai ketentuan kontrak.
Kriteria Pekerjaan Kritis dan Terlambat

 Bagi proyek yg kondisi fisiknya berada pada titik kritis, PPK akan melakukan SCM (show
Couse Meeting) / rapat pembuktian.
 Tujuan rapat pembuktian untuk mencari solusi dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan
di lapangan.
 Batasan keterlambatan (Deviasi) dijelaskan pada tabel berikut ini.
Kriteria Pekerjaan Kritis dan Terlambat

No Status Keterlambatan Rekomendasi Penyelenggara

Periode I RF Periode II RF
0 – 70% 0 – 100%

1. Terlambat > 10 >20% >5>10% Peringatan I Proyek

2. Kritis >20% >10% Peringatan II Kepala Dinas

Kepala Dinas
3. Pra Pemutusan Kontrak TEST CASE Peringatan III

Usul ke Bupati
Tim SCM Tingkat
4. Pemutusan Kontrak TEST CASE GAGAL untuk Pemutusan
Kabupaten
Kontrak
Pengaturan dan Pengedalian Lalu - Lintas

Kewajiban Kontraktor
 Kontraktor harus membatasi peralatan dan timbunan material yang dapat mengganggu kelancaran lalu-
lintas.
 Bahan-bahan bekas galian / sisa timbunan tidak boleh dibiarkan menumpuk dan segera diangkat agar
tidak mengganggu lalu- lintas.
 Kontraktor harus menyediakan personil dan sarana untuk pengendalian lalu-lintas dalam jumlah serta
jenis yang cukup dan tetap selama pekerjaan berlangsung.
 Penempatan material untuk pekerjaan pekerjaan timbunan dan pekerjaan agregat harus ditempatkan
sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan lalu-lintas dilokasi tersebut terganggu.
Pengalihan Tugas Dengan Sub Kontraktor

 Penyerahan sebagian pekerjaan kepada sub kontraktor harus mendapatkan persetujuan dari PPK.
 Kontraktor dilarang menyerahkan pekerjaan utama pada sub kontraktor.
 Pekerjaan yang dilaksanakan oleh sub kontraktor harus dipimpin oleh Personil Kontraktor Utama
yang berada dilapangan.
Kesehatan dan Keselamatan Tenaga Kerja

 Peraturan tentang kesehatan kerja harus dipatuhi oleh Kontraktor.


 Kontraktor diminta untuk melaksanakan hal-hal berikut ini dengan sungguh-sungguh :
 Keamanan para pekerja ditempat pekerjaan.
 Kontraktor menyediakan tempat tinggal yang layak bagi pekerja yang perlu menginap ditempat pekerjaan.
 Pada Kantor lapangan harus disediakan kotak PPPK yang berisi obat-obatan penting untuk pertolongan
pertama.
 Asuransi Pihak Ketiga harus disiapkan oleh Kontraktor sebelum menghadapi hal-hal yang tidak terduga
dikemudian hari yang berkaitan dengan penggunaan bahan, peralatan dan pelaksanaan.
 Alat-alat perlengkapan keselamatan kerja ( helm, sepatu, sarung tangan dan lain-lain yang dianggap perlu).
Tata Cara Permintaan Pembayaran

 Segera setelah SPMK telah dipenuhi, kontraktor wajib mengajukan permintaan pembayaran uang
muka dengan melampirkan rincian rencana penggunaan uang muka. Uang muka adalah fisik dan
pengembalian uang muka diperhitungkan pada setiap pembayaran lunas seluruhnya atau paling
lambat pengembalian/cicilan uang muka tersebut lunas pada saat prestasi pekerjaan mencapai
75% atau sebelum dilakukan serah terima pekerjaan selesai
 Uang muka dibayar untuk membiayai moblisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi
kepada pemasok bahan/material dan persiapan teknis lainnya.
 Uang muka yang telah diberikan kepada Penyedia Barang/Jasa harus segera dipergunakan unutk
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Rencana Penggunaan Uang Muka yang telah mendapat
persetujuan dari PPK.
Tata Cara Permintaan Pembayaran

 Surat Permohonan
 Salinan Jaminan Uang Muka
 Rencana Penggunaan Uang Muka
 Foto Fisik 0% termasuk foto papan nama proyek
 Jadwal pelaksanaan pekerjaan (Kurva ”S”)
 Daftar personil teknis dilapangan dilampiri kontak person
 Daftar lokasi quary pengambilan material
 Hasil pengujian material dar laboratorium
 Surat pernyataan kebenaran rekening dan NPWP
 Copy rekening perusahaan dan NPWP (Khusus perusahaan luar kabupaten sikka diwajibkan memiliki NPWP Cabang
Maumere)
Tata Cara Permintaan Pembayaran

 Pembayaran pekerjaan dibuat dengan sistim Bulanan ( Monthly Certificates/MC)


 Pembayaran dilakukan berdasarkan presentasi pekerjaan yang telah dicapai yang dituangkan dalam
Berita Acara Kemajuan Fisik Pekerjaan dan kewajiban pajak serta denda (jika ada).
 Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan oleh Pengguna Angaran apabila penyedia telah mengajukan
surat permohonan pembayaran dengan melampirkan laporan hasil kemajuan pekerjaan.
 Permohonan dan pembayaran prestasi pekerjaan untuk tahap pertama dapat dilakukan apabila prestasi
pekerjaan telah mencapai sekurang-kurangnya 40% (empat puluh perseratus)
Tata Cara Permintaan Pembayaran

 Pembayaran prestasi hasil pekerjaan terakhir sebesar 100% (seratus persen) dari nilai kontrak dilakukan
apabila :
 Pelaksanaan pekerjaan dinyatakan telah selesai (fisik 100%) yang dinyatakan dengan Berita Acara
Pemeriksaan Kemajuan Fisik Pekerjaan.
 Telah dilakukanSerah Terima Pekerjaan yang dinyatakan dalam Berita Acara Penyerahan Pertama
Pekerjaan (PHO).
 Penyedia telah menyelesaikan kewajibannya terhadap kontrak termasuk pelunasan Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan, pelunasan sewa alat berat dan alat-alat laboratorium apabila menggunkan milik Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka.
Tata Cara Permintaan Pembayaran

Dokumen Pembayaran MC
 Salinan SPD
 Salinan rekomendasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
 SSP disertai fatur pajak (PPN dan PPh) yang telah ditandatangani wajib pajak dan wajib pungut.
 Surat Perjanjian/Kontrak (apabila belum dikirim)
 Addendum Kontrak (bila ada)
 Berita Acara Pemeriksanaan Kemajuan Fisik Pekerjaan /Monthly Certificate (MC) dilampirkan dengan data visual,
backup data, laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan yang menjelaskan fisik pekerjaan yang akan
diajukan pembayaran dan hasil pengujian dari laboratorium sesuai jenis konstruksi.
 Berita Acara Pembayaran.
 Kwitansi bermeterai yang ditandatangani oleh Penyedia dan PPK serta disetujui oleh Pengguna Anggaran
Tata Cara Permintaan Pembayaran
Dokumen Pembayaran 100%
 Salinan SPD
 Salinan rekomendasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
 SSP disertai fatur pajak (PPN dan PPh) yang telah ditandatangani wajib pajak dan wajib pungut.
 Surat Perjanjian/Kontrak (apabila belum dikirim)
 Addendum Kontrak (bila ada)
 Berita Acara Pemeriksanaan Kemajuan Fisik Pekerjaan /Monthly Certificate (MC) dilampirkan dengan data visual, backup data, laporan harian, laporan mingguan,
laporan bulanan yang menjelaskan fisik pekerjaan yang akan diajukan pembayaran dan hasil pengujian dari laboratorium sesuai jenis konstruksi.
 Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO)
 Salinan Jaminan Pemeliharaan
 Berita Acara Pembayaran.
 Kwitansi bermeterai yang ditandatangani oleh Penyedia dan PPK serta disetujui oleh Pengguna Anggaran.
 Salinan bukti pembayaran Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
 Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan menyewa alat berat dan alat laboratorium milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sikka maka harus
dilengkapi salinan bukti pelunasan pembayaran sewa.
 Surat pemberitahuan potongan denda keterlambatan pekerjaan dari PPK pabila pekerjaan mengalami keterlambatan.
PHO dan FHO

 Pekerjaan dinyatakan selesai 100 % jika pekerjaan tersebut telah diselesaikan sesuai Kontrak CCO
atau Adendum Kontrak Akhir.
 Setelah Kontraktor mengajukan permohonan selesai 100 % dalam tempo selambat-lambatnya 7
(tujuh) hari dengan membuat Berita Acara Fisik 100%, Direksi Teknis/ Konsultan atas persetujuan
Pejabat Pembuat Komitmen akan melakukan pemeriksaan dan menetapkan penyelesaian pekerjaan.
 Hasil pemeriksaan tersebut berupa daftar kerusakan dan kekurangan serta instruksi penangannnya.
Penanganan pekerjaan ini harus sudah diselesaikan oleh Kontraktor sebelum PPHP memeriksa
lapangan.
Perubahan Kontrak

 Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak.


 Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut:
 Pejabat Pembuat Komitmen memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa untuk melaksanakan
perubahan kontrak, atau penyedia jasa mengusulkan perubahan kontrak;
 Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari Pejabat Pembuat Komitmen dan
mengusulkan perubahan harga dan/atau waktu pelaksanaan (bila ada) selambat-lambatnya dalam waktu 7
(tujuh) hari;
 Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil negosiasi;
 Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak.
RENCANA MUTU KONTRAK
ISI RENCANA MUTU KONTRAK

Paling kurang memuat :


 Informasi mengenai pekerjaan yang dilaksanakan
 Organisasi Kerja Penyedia
 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
 Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
 Prosedur Instruksi Kerja; dan
 Pelaksana Kerja
 Stritmap
INFORMASI KEGIATAN

 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah


 Nama Kegiatan :
 Lokasi Kegiatan :
 Jangka waktu pelaksanaan kegiatan :
 Pembiayaan : (Sumber, Besaran dan MAK)
 Nama Pengguna Jasa & alamat :
 Nama Penyedia jasa & alamat :
 Sistem Kontrak :
 Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst ………. sesuai kebutuhan
INFORMASI KEGIATAN

Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ……., terdiri dari struktur organisasi
tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak
Pengguna Jasa.
JADWAL PELAKSAAN KEGIATAN
PROSEDUR PELAKSANAAN

AGGREGATE SPREADER WATER TANK TRUCK


VIBRO ROLLER
VIBRO ROLLER
DUMP TRUCK

 Sub base
PROSEDUR INSTRUKSI KERJA
PELAKSANA KERJA
STRITMAP
-Selesai -
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai