0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan21 halaman

Desain Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Dokumen tersebut membahas tentang desain penelitian kualitatif dan kuantitatif. Ia menjelaskan tujuan perkuliahan untuk memahami ruang lingkup dan ciri-ciri penelitian kualitatif serta desain penelitian kualitatif yang mencakup pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, dan penutup. Dokumen ini juga membandingkan karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif serta perbedaan antara k

Diunggah oleh

Giffary Adi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan21 halaman

Desain Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Dokumen tersebut membahas tentang desain penelitian kualitatif dan kuantitatif. Ia menjelaskan tujuan perkuliahan untuk memahami ruang lingkup dan ciri-ciri penelitian kualitatif serta desain penelitian kualitatif yang mencakup pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, dan penutup. Dokumen ini juga membandingkan karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif serta perbedaan antara k

Diunggah oleh

Giffary Adi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DESAIN PENELITIAN KUALITATIF

DAN KUANTITATIF

Tujuan Perkuliahan

1. Memahami secara singkat ruang lingkup


dan ciri-ciri penelitian kualitatif
2. Memahami desain penelitian kualitatif
Pengertian Desain Penelitian

Istilah lainnya rancangan Penelitian


Echols dan Hasan Shadly (1976)
Artinya rencana, pola, potongan, bentuk model, tujuan dan maksud.
Rancangan pada dasarnya merencanakan suatu
kegiatan sebelum dilaksanakan
Istilah Desain penelitian
Lincoln dan Guba (1985)
Rancangan dalam Penelitian kualitatif sebagai usaha merencanakan
kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjuk secara
pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-
masing.
Moleong (1990)
Sebagai usaha merencanakan dan menentukan segala kemungkinan dan
perlengkapan yang diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif.
Unsur-unsur Desain Penelitian
Menurut Lincoln dan Guba (1985), ada 10 unsur penelitian yakni:
1. Penentuan fokus Penelitian masalah penelitian
2. Menentukan Kesesuaian paradigma dengan fokus
3. Menentukan Kesesuaian paradigma dengan teori yang digunakan
dalam penelitian.
4. Penentuan dari mana dan dari siapa data dikumpulkan.
5. Penentuan tahap-tahap penelitian
6. Penentuan Teknik Penelitian  metode penelitian
7. Perencanaan pengumpulan data
8. Perencanaan prosedur dan pelaksanaan analisis data
9. Perencanaan perlengkapan penelitian
[Link] untuk pemeriksaan keabsahan data.
Desain Penelitian Kualitatif
Pendahuluan
 Judul Penelitian
 Latar Belakang Masalah
 Masalah Penelitian
 Tujuan Penelitian
 Tinjauan Pustaka/Teori dan Kesimpulan teoritik yang digunakan

Metode Penelitian
 Objek dan Informan Penelitian
 Cara memperoleh sumber data (informan dan menentukan unit
Analisis Data.
 Metode pengumpulan data dan keabsahan data
 Metode Analisis Data
 Rancangan Pembahasan (didkusi) hasil Penelitian
 Rancangan laporan Penelitian
Lanjutan….

Hasil Penelitian
 Penjelasan penelitian tentang pelaksanaan Penelitian
 Penyajian dan analisis data
 Pembahasan hasil penelitian
 Triangulasi untuk uji keabsahan data

Penutup
 Simpulan
 Rekomendasi
Desain Penelitian Kuantitatif
Pendahuluan
 Judul Penelitian
 Latar Belakang Masalah.
 Masalah Penelitian
 Tujuan Penelitian
 Tinjaun Pustaka/Teori dan Kesimpulan teoritis yang digunakan
 Hipotesis (kalau diperlukan)

Metode penelitian
 Populasi (sasaran) Penelitian
 Sampel dan Teknik sampling
 Meode pengumpulan Data
 Metode Analisis data
Lanjutan….

Analisis Data
 Rancangan Analisis data
 Rancangan Pembahasan (diskusi) hasil
penelitian
Karakteritik Penelitian Kualitatif
dan Kuantitatif
Istilah yang mencirikan penelitian kuantitatif
[Link]
2. Instrumen pengukuran
3. Validitas
4. Reliabilitas
5. Ojektivitas
6. Responden dsb

Istilah yang mencirikan penelitian kualitatif


[Link]
[Link] >< validitas
[Link], dsb
Ciri-ciri penelitian Kualitatif (dibandingkan
dengan Kuantitatif) (Alwasilah 2002)
Karakteristik Paradigma Saintifik Paradigma Kualitatif
Umum Kuantitatif Kualitatif
Teknik yang dipilih
Kriteria kualitas Kemantapan (rigor) Relevansi
Sumber Teori A priori Berlandaskan data (grounded)
Pertanyaan kausalitas Bisakah X menyebabkan Y ? Apakah X menyebabkan Y secara alamiah

Jenis pengetahuan Proposisional Proposisional dan tidak terucap (tacit)

Sikap Reduksionis Ekspansionis


Tujuan Verifikasi Penemuan (discovery)
Metodologis Kertas dan pinsil Peneliti sendiri
Instrumen
Waktu pengumpulan dan analisis data Sebelum penelitian Sewaktu dan setelah
Desain Dipersiapkan (preordinate) Mencuat dengan sendirinya
Gaya (style) Intervensi Seleksi
Latar (setting) Laboratorium Alam
Perlakuan (treatment) Stabil Bervariasi (berubah)
Unit Analitik Variabel Pola
Unsur kontekstual Dikontrol Inferensi yang disengaja
PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF
DAN PENELITIAN KUANTITATIF

GUBA DAN LINCOLN MEMBEDAKAN DARI SUDUT PARADIGMA:

UNTUK PENELITIAN KUANTITATIF DIGUNAKAN ISTILAH “SCIENTIFIC PARADIGM”,- ILMIAH,


SEDANGKAN PENELITIAN KUALITATIF DINAMAKAN “NATURALISTIC

INQUIRY” –INKUIRI ALAMIAH.

1. TEKNIK YANG DIGUNAKAN

PADA DASARNYA, BAIK TEKNIK KUALITATIF MAUPUN TEKNIK

KUANTITATIF DAPAT DIGUNAKAN BERSAMA-SAMA. NAMUN,

PENEKANANNYA DILETAKKAN PADA TEKNIK TERTENTU. PARADIGMA

ILMIAH MEMBERI TEKANAN PADA TEKNIK KUANTITATIF, SEDANGKAN

PARADIGMA ALAMIAH MEMBERI TEKANAN PADA PENGGUNAAN

TEKNIK KUALITATIF.
2. Kriteria Kualitas

Paradigma ilmiah sangat percaya pada kriteria


‘rigor’- yaitu kesahihan eksternal dan internal.
Keandalan dan objektifitas . Sebaliknya,
paradigma alamiah menggunakan kriteria
relevansi, yakni signifikansi dari pribadi
terhadap lingkungan senyatanya.
Usaha menemukan kepastian dan
keaslian merupakan hal yang penting dalam
penelitian alamiah.
3. Sumber Teori

Paradigma ilmiah :
pengetahuan tentang perilaku sosial diarahkan
pada ferifikasi hipotesis yang diturunkan dari
teori yang apriori- teori disusun dengan
analisis deduktif dan logis.

Paradigma alamiah :
menemukan teori dengan cara menariknya
sejak awal dari alam, yaitu dari data yang
berasal dari dunia nyata. Penyusunan teorinya
dimulai dari dasar. Cocok memenuhi fungsi
teori.
4. Pertanyaan tentang kausalitas :

Pertanyaan untuk paradigma ilmiah :


dapatkah X menyebabkan Y ? –hubungan
tersebut didemonstrasikan di laboratorium.
Paradigma alamiah kurang tertarik dengan
apa yang diusahakan terjadi, dalam situasi
yang dirancang terlebih dahulu, namun
lebih tertarik pada apa yang terjadi pada
latar alamiah.
Tipe pengetahuan yang digunakan

Ada dua tipe pengetahuan: yaitu pengetahuan proporsional


dan pengetahuan yang diketahui bersama, yang diketahui dan
disepakati bersama oleh subjek. Pengetahuan proporsional
adalah pengetahuan yang dapat dinyatakan dalam bentuk
bahasa. Sedangkan pengetahuan yang diketahui bersama
(tacit knowlegde) ialah : intuisi pemahaman atau perasaan
yang tidak dapat dinyatakan dengan kata-kata yang dalam halhal
tertentu diketahui oleh subjek.
Paradigma ilmiah, membatasi diri pada pengetahuan
proporsional. Pengetahuan tersebut merupakan esensi metode
untuk menyatakan proposisi secara eksplisit dalam bentuk
hipotesis yang diuji untuk menentukan validitasnya. Sebaliknya
paradigma alamiah mengijinkan dan mendorong pengetahuan
yang diketahui bersama guna dimunculkan untuk keperluan
membantu pembentukan teori dari dasar.
6. Pendirian

Paradigma ilmiah berpendirian ‘reduksionis’


menyempitkan penelitian pada fokus yang relatif kecil.
Pencari tahu membentuk hipotesis, lalu mencari
informasi yang akan memberikan jawaban berkenaan
dengan pengujian hipotesis yang dibangunnya.
Pencari tahu alamiah mempunyai pendirian
ekspansionis. Mereka mencari perspektif yang akan
mengarahkan pada deskripsi dan pengertian fenomena
sebagai keseluruhan.
Pencari tahu alamiah bersifat; terbuka, menjajagi dan
kompleks.
7. Maksud

Paradigma ilmiah mempunyai maksud dalam


usahanya menemukan pengetahuan melalui verifikasi
hipotesis yang dispesifikasikan secara a priori. Pencari
tahu alamiah, menitikberatkan upayanya pada usaha
menemukan unsurunsur atau pengetahuan yang
belum ada dalam teori yang berlaku.

8. Instrumen
Untuk mengumpulkan data, paradigma ilmiah
memanfaatkan tes tertulis atau menggunakan alat fisik
lainnya. Pencari tahu alamiah, dalam pengumpulan
data lebih banyak bergantung kepada dirinya sebagai
alat pengumpulan data.
9. Waktu mengumpulkan data dan aturan analisis

Paradigma ilmiah, dapat menetapkan semua aturan


pengumpulan data dan analisis data sebelumnya.
Mereka sudah mengetahui hipotesis yang akan
diuji dan dapat mengembangkan instrumen yang
cocok dengan variabel. Paradigma alamiah, tidak
diperkenankan memformulasikan secara apriori,
datanya dikumpulkan serta dikategorisasikan
dalam bentuk kasar dan diunitkan oleh
peneliti/analis.
10. Desain

Bagi paradigma ilmiah, desain harus disusun


secara pasti sebelum fakta dikumpulkan. Sekali
desain digunakan, maka tidak boleh
mengubahnya dalam bentuk apapun –
mengaburkan variabel sehingga penafiran
bermakna tidak mungkin dilakukan.
Bagi paradigma alamiah, desain dapat disusun
sebelumnya secara tidak lengkap, apabila sudah
mulai digunakan, mulai dilengkapi dan
disempurnakan.
11. Latar
Pencari tahu ilmiah, bersandarpada latar laboratorium untuk
keperluan mengadakan kontrol. Pencari tahu alamiah
cenderung mengadakan penelitian dalam latar alamiah.

12. Perlakuan
Bagi paradigma ilmiah, konsep perlakukan sangat penting,
pada setiap eksperimen, perlakuan itu harus stabil dan tidak
bervariasi, karena akan menentukan unsur yang berpengaruh
pada suatu variabel tertntu.
Untuk paradigma alamiah, konsep perlakuan asing karena
perlakuan menyertakan beberapa cara manupulasi atau
intervensi.
13. Satuan kajian

Satuan kajian paradigma ilmiah adalah


variabel dan semua hubungan yang
dinyatakan di antara variabel atau sistem
variabel. Sebaliknya paradigma alamiah,
berpendirian agar satuan kajian lebih
sederhana, lebih menekankan pada
kemurnian sistem pola yang diamati
secara alamiah.
14. Unsur- unsur kontekstual

Peneliti alamiah senantiasa berusaha mengontrol


seluruh unsur yang mengganggu yang dapat
mengaburkan unsur- unsur itu dari fenomena yang
menjadi pusat perhatian atau yang mengacu pada
pengaruh terhadap fenomena itu.
Penelitian alamiah, bukan hanya tidak tertarik
pada kontrol, melainkan mengundang adanya ikut
campur sehingga mereka secara lebih baik dapat
mengerti peristiwa dalam dunia nyata dan
merasakan pola- pola yang ada di dalamnya.

Anda mungkin juga menyukai