0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan6 halaman

Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Penelitian kuantitatif berfokus pada pengukuran dan analisis statistik data kuantitatif untuk menguji hipotesis. Metode ini didasarkan pada paradigma ilmiah dan asumsi bahwa fenomena sosial dapat diukur dan memiliki pola deterministik seperti hukum alam. Penelitian kuantitatif memiliki kekuatan seperti spesifisitas, replikabilitas, dan generalisabilitas hasil, tetapi juga

Diunggah oleh

Giffary Adi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan6 halaman

Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif

Ringkasan dokumen tersebut adalah: Penelitian kuantitatif berfokus pada pengukuran dan analisis statistik data kuantitatif untuk menguji hipotesis. Metode ini didasarkan pada paradigma ilmiah dan asumsi bahwa fenomena sosial dapat diukur dan memiliki pola deterministik seperti hukum alam. Penelitian kuantitatif memiliki kekuatan seperti spesifisitas, replikabilitas, dan generalisabilitas hasil, tetapi juga

Diunggah oleh

Giffary Adi Nugraha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDEKATAN PENELITIAN

KUANTITATIF

Pertemuan ke 9

#1
Pengertian dan Ciri-ciri
Penelitian Kualitatif
 Kuantitatif berarti sesuatu yang dapat diukur,,
 Kuantita adalah hal-hal yang berhubungan dengan jumlah
(quantity) dan nomor (number).
 Penelitian yang bersifat kuantitaif lebih ditandai dengan
penggunaan operasi statistik, baik untuk menggambarkan suatu
variabel dan mengetahui perbedaan antar variabel dengan
menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang maupun untuk
menganalisis hubungan dua/lebih variabel.
 banyak menggunakan data-data kuantitatif untuk dianalisis,
pengamatan kuantitatif lebih menekankan kepada proses
mencatat, menghitung, membuat persentase atau rata-rata dari
gejala yang diamati.
#2
Pengertian dan Ciri-ciri
Penelitian Kualitatif
 Desain atau rancangan penelitian kuantitatif harus disusun
terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan untuk
mengumpulkan data. Artinya desain tersebut lebih bersifat
pasti, ajeg atau kaku, tidak dimungkinkan mengalami
perubahan
 diarahkan pada verifikasi hipotesis yang diturunkan dari teori
atau dalil-dalil yang disusun secara deduktif dan logis.
 alat pengumpul data kuesioner.
 Hasil penelitian membuat suatu generalisasi dari asumsi-
asumsi thd gejala sosial yang diteliti, karena tindakan mansuia
mempunyai suatu kesamaan-kesamaan tertentu di antara
manusia-manusia lainnya.
#3
Assumsi Teoritis Penelitian Kualitatif

 Secara teoritis jika dilihat dari dasar teori munculnya metode


penelitian kuantitatif merupakan sebagai akibat dari cara
pandang atau asumsi dasar para ilmuwan sosial yang berada di
dalam kubu positivistik atau penelitian ini termasuk ke dalam
katagori aliran scientific paradigm (paradigma ilmiah).

#4
 Semua asumsi di atas memberikan cara yang juga berbeda dalam
memahami dan menjelaskan gejala sosial. Berbeda dengan aliran Humanis,
Positivistik melihat gejala sosial sebagai suatu benda yang mempunyai
sifat-sifat sama dengan gejala alam yaitu dapat dihitung, diukur atau
dijumlahkan. Seperti layaknya hukum alam maka gejala sosialpun
mempunyai pola dan tunduk terhadap hukum-hukum deterministik. Gejala
sosial merupakan suatu fakta yang obyektif dan eksternal.

 Dengan demikian gejala sosial itu tidak muncul berdiri sendiri dan harus
dijelaskan melalui gejala sosial lain. Apapun ynag menimbulkan pengaruh
trehadap tindakan manusia haruslah dicari penyebabnya pada faktor
eksternal yang berada di luar diri manusia itu.

#5
Kekuatan dan Kelemahan
Penelitian Kuantitatif (Pramono, 2002)

Kekuatan Kelemahan
Spesifik (specificty) Kaku, Desain penelitian yang spesifik,
Kespesifikan penelitian kuantitatif ketat dan pasti menjadikan proses
tercermin dalam desain/rancangan penelitian harus tetap berpedoman pada
rancangan tersebut.
Dapat diulang (Replicability) sesuai Tingkat Kedalaman
dengan langkah-langkah Pengulangan ini cenderung mengisolasi gejala sosial ke
bertujuan mengetahu apakah kesimpulan dalam suatu variabel dan terdapat
yang diperoleh sama dengan sebelumnya pembatasan maka penelitian kuantitatif
pada waktu dan tempat yang berbeda. hanya melihat masalah pada bagian-bagian
tertentu saja
Dapat digeneralisasi (Generalizability) Kurang valid
kesimpulan yang berlaku umum kualitas pengukuran terhadap aspek
tertentu saja. lebih dalam hal
realibilitasnya.
#6

Anda mungkin juga menyukai