TEKNIK BANGUNAN GEDUNG 8
Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja
• 1. Menginterpretasikan informasi di tempat kerja
• Informasi yang terkait dengan tugas baik verbal maupun tulisan diidentifikasi untuk memastikan berasal dari
sumber yang benar.
• Pertanyaan disampaikan untuk memperoleh informasi tambahan dan pemahaman terhadap instruksi yang
diberikan sesuai prosedur.
• Media penyampaian informasi dipilih sesuai dengan prosedur.
• 2. Melakukan koordinasi dengan unit-unit terkait
• Jadwal koordinasi disusun sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
• Materi koordinasi dibuat sesuai dengan kebutuhan.
• Materi disampaikan pada unit-unit terkait.
• Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan sesuai dengan jadwal.
• 3. Melakukan kerjasama dalam kelompok kerja
• Tujuan kelompok kerja diidentifikasi berdasarkan sumber yang benar.
• Tugas dan tanggung jawab individu dalam kelompok kerja diidentifikasi untuk mencapai kinerja yang efektif dan
efisien.
• Tugas dan tanggung jawab dalam kelompok kerja dilakukan sesuai dengan tujuan kelompok kerja
Mengendalikan Pengumpulan Data Perancangan Struktur Bangunan Gedung
• 1. Melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait
• Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan.
• Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi koordinasi.
• Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
• 2. Membuat jadwal rencana kerja survei
• Tahapan pekerjaan diidentifikasi sesuai dengan jenis pekerjaan.
• Jumlah tenaga kerja yang diperlukan dihitung berdasarkan tahapan pekerjaan yang direncanakan.
• Waktu pelaksanaan setiap pekerjaan direncanakan sesuai dengan tahapan pekerjaan.
• Jadwal rencana kerja disusun sesuai dengan tahapan pekerjaan.
• 3. Mengoordinir pelaksanaan survei di lokasi yang akan dibangun gedung
• Jenis survei diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan struktur bangunan gedung.
• Peralatan survei diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.
• Tenaga survei disiapkan sesuai dengan kebutuhan.
• Survei lapangan dikoordinir untuk mengambil data awal perancangan.
• Posisi/letak pondasi bangunan gedung ditentukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi sekitar lokasi.
• Tipe dan sistem struktur ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
• lapangan.
• Material dan tipe struktur atas, serta pondasi bangunan gedung ditentukan berdasarkan kondisi lapangan.
4. Mengoordinir pengumpulan data perancangan struktur bangunan gedung
1. Data untuk perancangan struktur diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Koordinasi pengambilan data dilakukan dengan ahli lain dan instansi terkait sesuai dengan kebutuhan perancangan.
3. Pengambilan data perancangan bangunan gedung dikoordinir sesuai dengan prosedur yang ada.
4. Data hasil survei diperiksa keakuratan dan validasinya sesuai dengan standar.
5. Melakukan analisis data
1. Diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Dievaluasi kesesuaiannya dengan kebutuhan perancangan.
3. Dianalisis untuk menentukan jenis dan tipe pondasi.
4. Data dianalisis untuk menentukan jenis dan tipe struktur atas bangunan gedung.
6. Membuat laporan hasil survei
1. Data untuk membuat laporan disiapkan sesuai dengan kebutuhan.
2. Metode survei yang digunakan dalam pengambilan data dijelaskan dalam laporan hasil.
3. Hasil analisis data tanah, angin, gempa, pembebanan, dan situasi di sekitar lokasi gedung disusun sesuai dengan kondisi
lapangan.
4. Kesimpulan hasil survei pengumpulan data dibuat sesuai dengan kondisi lapangan.
5. Laporan hasil survei disusun sesuai dengan format yang telah ditentukan
Membuat Perancangan Struktur Atas Bangunan Gedung Bertingkat Rendah
1. Melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait
1. Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan.
2. Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi koordinasi.
3. Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
2. Melakukan pemilihan jenis dan sistem struktur serta material struktur atas bangunan gedung bertingkat
rendah
1. Jenis, sistem struktur, dan material struktur atas bangunan gedung bertingkat rendah diidentifikasi sesuai dengan data
lapangan.
2. Jenis, sistem struktur, dan material struktur atas bangunan gedung bertingkat rendah dianalisis sesuai dengan kondisi
lapangan.
3. Jenis, sistem struktur, dan material struktur atas bangunan gedung bertingkat rendah ditentukan berdasarkan kondisi
lapangan.
3. Menghitung bebanbeban yang bekerja pada struktur atas gedung bertingkat rendah
1. Data pendukung disiapkan untuk menghitung beban-beban yang bekerja pada struktur atas gedung bertingkat rendah.
2. Jenis-jenis beban yang bekerja pada struktur atas diidentifikasi sesuai dengan kondisi gedung yang akan dibangun.
3. Beban yang bekerja pada bangunan atas dihitung sesuai dengan standar pembebanan bangunan gedung.
4. Melakukan analisis struktur gedung bertingkat rendah
1. Data pendukung disiapkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan.
2. Model struktur atas bangunan gedung dibuat berdasarkan jenis, sistem struktur, dan bahan yang sudah ditentukan.
3. Gaya dalam pada struktur atas bangunan gedung dihitung dengan metode yang tepat.
4. Gaya dalam hasil perhitungan diperiksa sesuai dengan model struktur.
5. Membuat perancangan detail struktur atap
1. Data pendukung dan gaya dalam hasil analisis struktur disiapkan sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Struktur rangka atap diidentifikasi sesuai dengan bahan dan sistem strukturnya.
3. Struktur rangka atap dirancang berdasarkan bahan yang digunakan dan hasil analisis struktur sesuai dengan standar.
4. Kekuatan dan stabilitas struktur rangka atap diperiksa sesuai dengan standar.
5. Sketsa hasil perancangan atap dibuat sesuai dengan hasil perhitungan.
6. Membuat perancangan detail pelat lantai
1. Data pendukung untuk membuat perancangan pelat lantai disiapkan sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Mutu bahan pelat lantai ditentukan sesuai dengan standar.
3. Tebal pelat lantai didesain sesuai dengan standar.
4. Penulangan pelat lantai dihitung sesuai dengan beban-beban yang bekerja.
5. Kekuatan dan stabilitas pelat lantai diperiksa sesuai dengan standar.
6. Sketsa hasil perancangan pelat lantai dibuat sesuai dengan hasil perhitungan.
7. Membuat perancangan detail balok
1. Data pendukung untuk membuat perancangan balok disiapkan sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Struktur balok diidentifikasi sesuai dengan bahan dan sistem strukturnya.
3. Mutu bahan balok ditentukan sesuai dengan material yang digunakan.
4. Balok dirancang berdasarkan bahan yang digunakan dan hasil analisis struktur sesuai dengan standar
5. Kekuatan dan stabilitas balok diperiksa sesuai dengan standar.
6. Sketsa hasil perancangan balok dibuat sesuai dengan hasil perhitungan.
8. Membuat perancangan detail kolom
1. Data pendukung untuk membuat perancangan kolom disiapkan sesuai dengan kebutuhan perancangan.
2. Struktur kolom diidentifikasi sesuai dengan bahan dan sistem strukturnya.
3. Mutu bahan kolom ditentukan sesuai dengan material yang digunakan.
4. Kolom dirancang berdasarkan bahan yang digunakan dan hasil analisis struktur sesuai dengan standar.
5. Kekuatan dan stabilitas kolom diperiksa sesuai dengan standar.
6. Sketsa hasil perancangan kolom dibuat sesuai dengan hasil perhitungan.
9. Merancang metode pelaksanaan struktur atas bangunan gedung bertingkat rendah
1. Metode pelaksanaan struktur atas bangunan bertingkat rendah diidentifikasi sesuai dengan hasil
perancangan.
2. Metode pelaksanaan struktur atas bangunan bertingkat rendah dipilih yang paling efektif dan efisien.
3. Metode pelaksanaan struktur atas bangunan bertingkat rendah ditentukan berdasarkan kondisi
lapangan.
10. Membuat laporan hasil perancangan struktur atas bangunan gedung bertingkat rendah
1. Data untuk membuat laporan disiapkan sesuai dengan kebutuhan.
2. Kriteria dan dasar perancangan struktur atas bangunan gedung disusun dalam laporan akhir sebagai
dasar melakukan perancangan struktur.
3. Perhitungan beban yang bekerja dan hasil analisis struktur atas bangunan gedung dibuat sesuai dengan
kondisi gedung.
4. Hasil perhitungan perancangan struktur atas bangunan gedung dibuat sesuai dengan kondisi gedung.
5. Gambar detail hasil perancangan struktur atas disusun dalam laporan perancangan.
Membuat Perancangan Struktur Atas Bangunan Gedung Bertingkat Tinggi
1. Melaksanakan koordinasi dengan pihak 8. Membuat perancangan detail balok
terkait
9. Membuat perancangan detail kolom
2. Melakukan pemilihan jenis dan sistem
struktur serta material struktur atas 10. Membuat perancangan detail
bangunan gedung bertingkat tinggi dinding geser
3. Menghitung bebanbeban yang bekerja 11. Menentukan metode pelaksanaan
pada struktur atas gedung bertingkat struktur atas bangunan gedung
tinggi bertingkat tinggi
4. Melakukan analisis struktur gedung
bertingkat tinggi
12. Melakukan pengujian beban tekanan
angin untuk bangunan tinggi
5. Membuat perancangan struktur tahan
gempa 13. Membuat laporan hasil perancangan
6. Membuat perancangan detail struktur atap struktur atas bangunan gedung
bertingkat tinggi
7. Membuat perancangan detail pelat lantai
Membuat Perancangan Pondasi Dangkal
1. Melaksanakan koordinasi 5. Melakukan perhitungan detail
dengan pihak terkait pondasi dangkal
2. Melakukan analisis data 6. Membuat laporan hasil
geoteknik perancangan pondasi dangkal
3. Menghitung bebanbeban yang
bekerja pada pondasi dangkal
4. Melakukan analisis struktur
pada pondasi dangkal
Membuat Perancangan Pondasi Dalam
1. Melaksanakan koordinasi 5. Melakukan perhitungan detail
dengan pihak terkait pondasi dalam
2. Melakukan analisis data 6. Melakukan perhitungan pile
geoteknik cap
3. Menghitung bebanbeban yang 7. Membuat laporan hasil
bekerja pada pondasi dalam perancangan pondasi dalam
4. Melakukan analisis struktur
pada pondasi dalam
Membuat Perancangan Basement
1. Melaksanakan koordinasi 5. Melakukan perhitungan detail
pihak terkait yang menguasai dinding basement
bidangnya 6. Melakukan perhitungan detail
2. Melakukan analisis data lantai basement
geoteknik 7. Membuat laporan hasil
3. Menghitung bebanbeban yang perancangan basement
bekerja pada basement
4. Melakukan analisis struktur
pada basement
Membuat Perancangan Gambar Struktur
1. 1. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan sistem pada gedung
1. Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan untuk menentukan sistem pada
gedung.
2. Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi koordinasi.
3. Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
2. Mengoordinir pembuatan gambar rencana struktur bangunan gedung
1. Data yang diperlukan untuk membuat gambar rencana struktur dikoordinir persiapannya sesuai dengan gambar
Standar dan hasil perancangan.
2. Gambar rencana struktur bangunan gedung dikendalikan pelaksanaannya sesuai dengan tata cara pembuatan
gambar desain.
3. Gambar rencana struktur didokumentasikan sesuai kebutuhan dokumen tender.
3. Mengoordinir pembuatan gambar detail struktur bangunan gedung (Detail Engineering Design)
1. Data yang diperlukan untuk membuat gambar detail dikoordinir persiapannya sesuai dengan gambar standar
dan hasil perancangan.
2. Gambar detail struktur bangunan gedung dikoordinir pelaksanaannya sesuai dengan tata cara pembuatan
gambar desain.
3. Gambar detail didokumentasikan sesuai kebutuhan dokumen tender
Menyusun Spesifikasi Teknis Bangunan Gedung
1. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyusun spesifikasi teknis pada bangunan gedung
1. Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan untuk menentukan sistem pada gedung.
2. Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi koordinasi.
3. Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
2. Menyusun spesifikasi teknis struktur bawah bangunan gedung
1. Data untuk menyusun spesifikasi teknis disiapkan sesuai dengan rancangan struktur bawah bangunan gedung.
2. Spesifikasi umum struktur bawah disusun berdasarkan gambar detail yang telah dibuat.
3. Spesifikasi khusus struktur bawah disiapkan berdasarkan gambar detail yang telah dibuat.
4. Spesifikasi umum dan spesifikasi khusus yang telah disusun dikoordinasikan dengan pihak terkait dalam tim.
3. Menyusun spesifikasi teknis struktur atas bangunan gedung
1. Data untuk menyusun spesifikasi teknis disiapkan sesuai dengan rancangan struktur atas bangunan gedung.
2. Spesifikasi umum struktur atas disusun berdasarkan gambar detail yang telah dibuat.
3. Spesifikasi khusus struktur atas disiapkan berdasarkan gambar detail yang telah dibuat.
4. Spesifikasi umum dan spesifikasi khusus yang telah disusun dikoordinasikan dengan tenaga ahli lain dalam tim.
4. Mengevaluasi spesifikasi teknis struktur atas dan bawah bangunan gedung
1. Spesifikasi teknis struktur atas dan struktur bawah bangunan gedung diperiksa kesesuainnya dengan hasil perancangan.
2. Spesifikasi teknis yang telah disusun dikoordinasikan dengan pihak terkait.
3. Spesifikasi teknis dievaluasi sesuai dengan hasil perancangan dan kebutuhan.
5. Membuat laporan hasil penyusunan spesifikasi teknis bangunan gedung
1. Data untuk membuat laporan disiapkan sesuai kebutuhan.
2. Dasar penyusunan spesifikasi teknis dijelaskan dalam laporan.
Mengendalikan Pengumpulan Data dan Informasi Mengenai Pekerjaan
Struktur Bangunan Gedung
1. Melaksanakan Koordinasi dengan pihak terkait
1. Jadwal koordinasi dengan pihak terkait disusun sesuai dengan kebutuhan.
2. Bahan rapat koordinasi dengan pihak terkait disiapkan sesuai dengan materi koordinasi.
3. Koordinasi dengan pihak terkait dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan..
2. Membuat jadwal rencana kerja survei
1. Tahapan pekerjaan diidentifikasi sesuai dengan jenis pekerjaan.
2. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan dihitung berdasarkan tahapan pekerjaan yang direncanakan.
3. Waktu pelaksanaan setiap pekerjaan direncanakan sesuai dengan tahapan pekerjaan.
4. Jadwal rencana kerja disusun sesuai dengan tahapan pekerjaan.
3. Melaksanakan joint survey di lokasi yang akan dibangun gedung
1. Jenis survei diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan struktur bangunan gedung.
2. Tenaga survei disiapkan sesuai dengan kebutuhan.
3. Peralatan survei diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.
4. Joint survey dilaksanakan untuk mengetahui kondisi lapangan.
4. Melaksanakan pengumpulan data pekerjaan struktur bangunan gedung
1. Data untuk pekerjaan struktur diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan.
2. Koordinasi pengambilan data dilakukan dengan pihak terkait sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan.
3. Pengambilan data pekerjaan bangunan gedung dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada.
4. Data hasil survei pekerjaan struktur bangunan gedung diperiksa keakuratan dan validasinya sesuai dengan Standar.
5. Membuat laporan hasil survei pengumpulan data pekerjaan struktur bangunan gedung
1. Data untuk membuat laporan disiapkan sesuai kebutuhan.
2. Metode survei yang digunakan dalam pengambilan data dijelaskan dalam laporan hasil.
3. Hasil analisis data tanah, angin, gempa, kontur tanah, dan situasi di sekitar lokasi gedung disusun sesuai kondisi lapangan.
4. Kesimpulan hasil survei pengumpulan data dibuat sesuai dengan kondisi lapangan.
Membuat Laporan Akhir
1. Membuat laporan akhir perancangan struktur bangunan gedung
2. Membuat laporan akhir pelaksanaan proyek konstruksi bangunan
gedung
3. Membuat laporan akhir pengawasan proyek konstruksi bangunan
gedung
4. Menyusun metode perawatan dan pemeliharaan struktur bangunan
gedung