0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan34 halaman

Program Terapi Anak Terlambat Bicara

Program terapi untuk anak terlambat bicara meliputi terapi edukasi, perilaku, wicara, dan okupasi dengan tujuan mengembangkan komunikasi, kemandirian, dan rutinitas anak serta melibatkan kerja sama tim medis dan orang tua.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
45 tayangan34 halaman

Program Terapi Anak Terlambat Bicara

Program terapi untuk anak terlambat bicara meliputi terapi edukasi, perilaku, wicara, dan okupasi dengan tujuan mengembangkan komunikasi, kemandirian, dan rutinitas anak serta melibatkan kerja sama tim medis dan orang tua.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program Terapi untuk

Anak Terlambat Bicara

Dr. Nyimas Fatimah, Sp.K.F.R.


Kriteria Pengertian Speech Delay
1. Terdapat keterlambatan perkembangan
bicara dan bahasa, bila dibandingkan dengan
anak lain yang sama umur, jenis kelamin, adat
istiadat, dan kecerdasannya.

2. Terdapat kesenjangan antara potensi anak


untuk bicara dengan penampilan anak yang
kita observasi.

Sunderajan S, Kanhere S v. Speech and language delay in children: Prevalence and risk factors. Journal
of Familiy Medicine and Primary Care. 2019;8(5):1642–6.
Gangguan Bicara dan Bahasa
PENYEBAB
• Disabilitas intelektual
• tuli,
• kelainan bahasa ekspresif,
1-32%
dari keseluruhan


ADHD
deprivasi psikososial,
populasi • Autisme, ASD
• Down Syndrome,
• elektif mutism,
• Sensory processing disorder
• palsi serebral.

Sunderajan S, Kanhere S v. Speech and language delay in children: Prevalence and risk factors. Journal
of Familiy Medicine and Primary Care. 2019;8(5):1642–6.
39

DETEKSI DINI
39

DETEKSI DINI
Segera Konsultasi
ke
Dokter Sp.A
57

PROGRAM TERAPI PADA ANAK


TERLAMBAT BICARA
58

PRINSIP TERAPI PADA ANAK

• Program latihan pada anak sangat perlu


melibatkan peran serta orang tua.
• Diantara sesi terapi, terkadang perlu
diselingi penghargaan atau pujian tetapi
tidak memanjakan anak.
• Disiplin ditegakkan tetapi tidak dipaksakan
pada saat memberikan latihan.
• Pertahankan faktor nutrisi untuk menunjang
kalori yang diperlukan selama latihan
59

PERENCANAAN PROGRAM TERAPI

• Terapi harus komprehensif


• Diberikan penilaian untuk terapi latihan
tertentu misalnya fisioterapi, terapi okupasi
atau keterampilan atau terapi wicara
• Tujuan terapi sesuai dengan dasar-dasar
terapi tersebut
• Teknik terapi dipilih sesuai dengan masalah
masing-masing anak
• Pemeriksaan secara berkala mengenai
perkembangan anak
60
TUJUAN TERAPI

Tujuan terapi:
- mengembangkan bentuk komunikasi (wicara,
isyarat, tulis, tanda, bahasa, ketikan)
- mengembangkan kemandirian dalam aktivitas
sehari-hari untuk makan, berpakaian, dan ke
toilet
- mengembangkan beberapa rutinitas yang
terpola.
61
Kerjasama Dokter – Tim Terapi – Orang Tua

Diperlukan kerja tim yang baik antara:


• Dokter Spesialis Anak
• Dokter Spesialis Rehabilitasi medik
• Pisikiater
• Dokter spesialis THT
• Psikolog
• Terapi okupasi
• Terapi wicara
• Guru dan orang tua.
61
PROGRAM TERAPI DI BIDANG REHABILITASI MEDIK

• Terapi Edukasi
• Terapi Perilaku
• Terapi Wicara
• Terapi Okupasi
• Sensori Integrasi
• Auditory Integration Training

Sesuai Kasus (individually)


62
TERAPI EDUKASI

Metode TEACHC (Treatment and Education of Autistic and relate


Communication Handicapped Children) metode ini merupakan suatu
program yang sangat terstruktur yang mengintegrasikan metode
klasikal yang individual, metode pengajaran yang sistematik
terjadwal dan dalam ruang kelas yang ditata khusus.

Metode ini dilakukan dengan menciptakan situasi belajar yang sesuai


dengan kondisi anak: kemampuan visual baik, perhatian mudah
teralih, membutuhkan struktur yang jelas. Orangtua perlu
METODE TEACHC
menerapkan juga terapi di rumah, 15 menit - 1 jam setiap harinya.
63
TERAPI PERILAKU

ABA (Applied Behaviour Analysis) dimana metode ini merupakan metode yang DTT
(Discrete Trial Training)
terstruktur dan mudah diukur hasilnya, dan keberhasilannya sangat tergantung dari
Discrimination Training atau
usia saat terapi itu dilakukan (terbaik sekitar usia 2-5 tahun)
Discriminating

Matching atau Mencocokkan


ABA dapat diartikan sebagai ilmu terapan yang mengurai, mempelajari dan
memodifikasi perilaku.
Fading

Prinsip dasar metode ABA: Shaping

1. Kehangatan
Chaining
2. Tegas
3. Tanpa kekerasan
4. Prompting (mengarahkan)
5. Apresiasi
64

TERAPI PERILAKU - DTT (Discrete Trial Training)

siklus yang dimulai dengan intruksi, prompt, dan diakhiri dengan imbalan
65
Terapi Perilaku - Discrimination Training atau Discriminating

kemampuan reseptif digunakan untuk menamai atau mengenal hal-hal


seperti huruf, warna, bentuk, tempat, orang dan sebagainya
66

Terapi Perilaku - Matching atau Mencocokkan

Latihan identifikasi yang dapat dipakai juga untuk melatih ketelitian anak
67
TERAPI PERILAKU - Fadding

Anak diarahkan untuk


melakukan seuatu, awalnya
diberikan arahan
sepenuhnya, lalu arahan
dikurangi sedikit demi sedikit
68
TERAPI PERILAKU – Shaping

Biasanya dipakai saat mengajarkan kata-kata verbal


69
TERAPI PERILAKU – Chaining

Menguraikan perilaku kompleks menjadi beberapa mata rantai


perilaku yang paling sederhana
70
TERAPI WICARA

Terapi wicara adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang


gangguan bahasa, wicara dan suara
TERAPI WICARA
 Materi program kurikulum untuk anak berkebutuhan khusus
dikelompokkan ke dalam 3 tingkatan yaitu tingkat basic, tingkat
intermediate, dan tingkat advanced.
 Tingkat basic dan intermediate terdiri dari enam kategori:
1. Kemampuan mengikuti pelajaran
2. Kemampuan imitasi  dimulai dengan latihan motorik kasar (untul
meningkatkan kemampuan fisik anak), kemudian motorik halus (melatih
konsentrasi dan koordinasi), dan motorik mulut (membentuk kemampuan
berbicara).
3. Kemampuan kognitif  identifikasi, kemampuan melabel, serta
kemampuan bahasa ekspresif.
TERAPI WICARA
4. Kemampuan bahasa ekspresif  untuk mengingat hal-hal yang sudah
terekam dalam memori untuk diekspresikan.
5. Kemampuan pre-akademik  kemampuan mengenal warna, bentuk,
angka, huruf, deskripsi orang, tempat, profesi dan lain-lain
6. Kemampuan bantu diri  memampukan anak hidup mandiri
melakukan kegiatan rutin sehari-hari, yaitu makan, minum, mandi, buang
ait besar, buang air kecil, memakai dan melepas baju, memakai dan
melepas kaos kaki, dan kegiatan-kegiatan rutin lainnya.

 Kemampuan advanced ada tiga tambahan kategori yaitu kemampuan


sosialisasi dan kemampuan bahasa abstrak serta kesiapan masuk
sekolah.
71
TERAPI OKUPASI

Intervensi dilakukan agar anak dapat melakukan gerakan,


memegang, menulis, melompat dengan terkontrol dan teratur
sesuai kebutuhan saat itu

Terapi okupasi memberikan aktivitas bimanual, mulai dari


menjangkau, memegang, membawa, dan melepaskan
benda/mainan.

Terapi okupasi bergerak pada tiga area, atau yang biasa disebut
dengan occupational performance yaitu, activity of daily living
(perawatan diri), productivity (kerja), dan leisure (pemanfaatan
waktu luang)
72
SENSORI INTEGRASI

Sensory Processing Disorder (SPD) adalah proses fungsi kerja otak


yang tidak semestinya, dari saat penerimaan input hingga
dilanjutkannya ke sistem syaraf perasa untuk diterjemahkan
mengalami gangguan.

Akibat ketidakberfungsian integrasi sensoris, seorang anak tidak


dapat melakukan respon atau menanggapi informasi sensoris untuk
dijadikan sesuatu yang bermakna secara konsisten. Anak tersebut
memperoleh kesulitan dalam menggunakan informasi sensoris
untuk dibuat rencana atau diorganisasi dengan apa yang semestinya
ia lakukan.
73
AUDITORY INTEGRATION TRAINING (AIT)

Diberikan kepada individu yang hipersensitif terhadap suara dan


mengganggu pendengaran mereka. Mulanya ditentukan suara yang
mengganggu pendengaran dengan perangkat audiometer. lalu
diikuti seri terapi yang memperdengarkan suara-suara yang
direkam, tetapi tidak disertai dengan suara yang menyakitkan.
Selanjunya dilakukan desnsitisasi terhadap suara yang
menyakitkan tersebut.
Apa yang bisa
dilakukan di rumah?
Konsultasikan ke dokter untuk
mengetahui

1. Kemungkinan diagnosis
penyebab
2. Gangguan yang paling
dominan pada anak

Untuk menentukan pendekatan


pola asuh yang paling tepat
Hearing Loss (Tuli)
→ Gangguan
Pendengaran
→ Pola asuh:
terapi
audio-verbal
Intelectual disability
bermain bahasa bibir
→ tergantung IQ
→ Pola asuh:
terapi
edukasi
ADHD
→ Gangguan Perilaku
→ Pola asuh:
terapi peraturan
negosiatif, tanpa
kekerasan
Disleksia
→ Gangguan atensi
→ Pola asuh:
terapi edukasi
bermain symbol dan
petunjuk
Sensory processing disorder
→ Gangguan
Sensoris
→ Pola asuh:

permainan sensoris
sesuai
Autistic Spectrum Disorder
tipe gangguan
→ Gangguan interaksi

→ Pola asuh:
terapi
interaktif
Apakah anak saya nantinya
bisa berbicara ??
PROGNOSIS KOMUNIKASI
DIPENGARUHI BERBAGAI FAKTOR

[Link]
[Link]
[Link] keparahan
[Link] asuh
[Link] dimulainya terapi
[Link] terapi yang diberikan
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai