100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan15 halaman

Kolaborasi Interprofesional dalam Kesehatan

Dokumen tersebut membahas tentang Interprofessional Collaboration (IPC) yang merupakan proses kerja sama antar berbagai profesi kesehatan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Tujuan IPC adalah melatih mahasiswa untuk bekerja sama dengan profesi lain sejak dini agar nantinya dapat mengutamakan keselamatan pasien. IPC memiliki manfaat seperti kerja sama tim, pemahaman peran masing-masing, dan komunikasi yang

Diunggah oleh

aagtrilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
418 tayangan15 halaman

Kolaborasi Interprofesional dalam Kesehatan

Dokumen tersebut membahas tentang Interprofessional Collaboration (IPC) yang merupakan proses kerja sama antar berbagai profesi kesehatan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan. Tujuan IPC adalah melatih mahasiswa untuk bekerja sama dengan profesi lain sejak dini agar nantinya dapat mengutamakan keselamatan pasien. IPC memiliki manfaat seperti kerja sama tim, pemahaman peran masing-masing, dan komunikasi yang

Diunggah oleh

aagtrilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INTERPROFESSIONAL

COLLABORATION
KELOMPOK 2:

SUKMA WALIANA (14220230016)


MAWARDHAH JUBAIR (14220230020)
ARTITA PUTRI AGTRILIA (14220230021)
RIKA NOVITA (14220230022)
SARMIATI (14220230025)
NADZRATUNNUR HASAN (14220230027)
ALEXANDRIA (14220230029)
WIDYAH ANGGUN (14220230031)
NURUL ILMI PUTRI MAHARANI (14220230033)
Apasih itu Iterprofessional
Collaboration?
Interprofessional Collaboration (IPC) adalah proses
dalam mengembangkan dan mempertahakan hubungan
kerja yang efektif antara pelajar, praktisi, pasien/klien,
keluarga serta masyarakat untuk mengoptimalkan
pelayanan Kesehatan.
TUJUAN
INTERPROFESSIONAL
COLLABORATION
Tujuan IPC adalah praktik kolaborasi antar profesi, dimana
melibatkan berbagai profesi dalam pembelajaran tentang
bagaimana bekerjasama dengan memberikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk
berkolaborasi secara efektif dengan mengimplementasi
interprofessional education (IPE) di bidang kesehatan. IPC
dapat dilaksanakan kepada mahasiswa dengantujuan untuk
menanamkan kompetensi-kompetensi IPE sejak dini dengan
retensi bertahap, sehingga ketika mahasiswa berada di
lapangan diharapkan dapat mengutamakan keselamatan
pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
bersama profesi kesehatan yang lain.
Manfaat Interprofessional
Collaboration
01 02 03
Kerjasama tim Peran dan tanggung Komunikasi meliputi
meliputi mampu untuk jawab meliputi pengekspresikan
menjadi pemimpin tim pemahaman peran pendapat seseorang
dan anggotatim, sendiri, tanggungjawab kompeten untukrekan,
mengetahui hambatan dan keahlian, dan orang- mendengarkan anggota
untuk kerja sama tim orang dari jenis petugas tim
kesehatan lain
04 05 06
Belajar dan refleksi kritis Hubungan dengan pasien, Praktek etis meliputi
meliputi cermin kritis pada dan mengakui kebutuhan pemahaman pandangan
hubungan sendiri dalam tim pasien meliputi bekerja sama stereotip dari petugas
dalam kepentingan terbaik kesehatan lain yang
dari pasien, terlibat dengan dimiliki oleh diri dan
pasien, keluarga mereka, orang lain, mengakui
penjaga dan masyarakat bahwa setiap tenaga
sebagai mitra dalam kesehatan memiliki
manajemen perawatan pandangan yang sama-
sama sah dan penting.
KOLABORASI
DALAM TIM
1. Kompetensi Interprofessional Collaboration
Barr (2008) menjabarkan kompetensi kolaborasi, yaitu:
1) Memahami peran, tanggung jawab dan kompetensi profesi lain dengan jelas, 2)
Bekerja dengan profesi lain untuk memecahkan konflik dalam memutuskan
perawatan dan pengobatan pasien,
3) Bekerja dengan profesi lain untuk mengkaji, merencanakan, dan memantau
perawatan pasien,
4) Menoleransi perbedaan, kesalah pahaman dan kekurangan profesi lain.
5) Memfasilitasi pertemuan interprofessional.
6) Memasuki hubungan saling tergantung dengan profesi kesehatan lain.
American College of Clinical Pharmacy (ACCP) (2009) membagi kompetensi untuk
IPE terdiri atas empat bagian yaitu pengetahuan, keterampilan, orientasi tim, dan
kemampuan tim.
1. Elemen dalam Interprofessional Collaboration
Dalam Interprofessional Collaboration (IPC) memiliki beberapa elemen penentu
yang meliputi :
1) Komunikasi : terbuka, jelas, teratur, bebas jargon
2) Pengambilan keputusan : berbagi, strategi pemecahan masalah yang efektif
3) Pengaturan sasaran : dibagikan, jelas, diprioritaskan, dievaluasi secara teratur
4) Organisasi : koordinasi perencanaan (mis. Rencana perawatan tunggal),
struktur, sumber daya
5) Proses tim : evaluasi, saling menghormati dan memahami peran
6) Keterlibatan orang tua : anggota tim yang kritis
Pelaksanaan Interprofessional Collaboration
Terdapat tiga pertanyaan kunci untuk pelaksanaan IPC menurut Menurut
Government of Ontario, Family Health Team Guide to Collaborative Team
Practice (2005) yang meliputi :

1) Apa tujuan tim kami?


Pertanyaan diatas dapat dipecahkan dengan beberapa hal yaitu :
a. Tujuan dan visi bersama
b. Semua anggota tim jelas tentang perannya dalam kolaborasi
c. Peran ditinjau secara teratur untuk memastikan kepuasan dan penggunaan yang
optimal
d. Peluang bagi anggota tim untuk saling mengenal untuk mengetahui
kontribusi anggota tim.
2) Bagaimana tim berkomunikasi dan berkoordinasi?
Untuk dapat berkomunikasi dan berkoordinasi antar tim, strategi yang dapat
dilaksanakan meliputi:

a. Anggota tim bertemu secara teratur


b. Anggota terlibat dalam perencanaan kegiatan di mana mereka akan terlibat
c. Ada metode pengambilan keputusan yang efektif
d. Masalah dihadapkan dan masalah diselesaikan saat mereka muncul
e. Ada proses untuk mengidentifikasi / mengklarifikasi peran yang tumpang
tindih
f. Peran pemimpin dipahami oleh anggota tim
g. Pemimpin mendorong partisipasi aktif semua anggota tim
3) Bagaimana tim akan meninjau ulang apa yang ingin dicapai
dan seberapa efektif nya tim tersebut?

a. Apa tugas anggota dalam tim, dan bagaimana efektifitasnya.


b. Reward atas prestasi yang telah dilakukan
c. Ada proses evaluasi untuk tindak lanjut, untuk memastikan
tujuan terpenuhi d. Proses tim ditinjau.
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai